Tahu Ekspres

Tahu Ekspres Tahu Ekspres merupakan media independen yang memberikan informasi secepat mungkin terhadap pembaca.
(1)

Maka dari itu, Tahu Ekspres memiliki slogan ‘Selalu Ingin Tahu Lebih Cepat’.

12/08/2026

Sumedang Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos, Pendataan Kini Kurang dari 5 Menit

12/08/2026

Berawal Dari Iseng, Momkie Sukses Bangun Agensi TikTok dengan 3.000 Anggota

Sumedang Jadi Contoh Digitalisasi Bansos: Singkat Proses Pendataa, Hemat Uang Negara
12/08/2026

Sumedang Jadi Contoh Digitalisasi Bansos: Singkat Proses Pendataa, Hemat Uang Negara

Sumedang — Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan penerapan sistem digitalisasi pendataan perlindungan sosial (Perlinsos).

Berkarya Sejak Tahun 2021, Pengelola Sampah Sukajaya Terhambat Keterbatasan  — Pengelolaan sampah di Desa Sukajaya, Keca...
12/08/2026

Berkarya Sejak Tahun 2021, Pengelola Sampah Sukajaya Terhambat Keterbatasan

— Pengelolaan sampah di Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, terkendala keterbatasan sarana dan prasarana. Volume sampah yang masuk mencapai 9-10 ton per minggu, sehingga 25-30 persen harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Ketua Gerakan Peduli Sampah (GPS) Eka Ahmad Nugraha mengatakan pengelolaan sampah saat ini masih menggunakan sistem sederhana. Petugas memilah sampah organik dan anorganik, sedangkan sampah yang tidak bernilai dibakar.

"Sistem pengolahan sampah kita belum terlalu modern, masih sekadar pemilahan. Tapi setidaknya, rantai membuang sampah sembarangan sudah kita putus," ujar Eka kepada TahuEkspres.com belum lama ini.

Menurut Eka, sekitar 75 persen warga telah mengikuti program pengelolaan sampah. Namun, sebagian warga masih mencampur sampah basah dan kering. Keterbatasan transportasi dan fasilitas pengolahan menjadi kendala.

Rumah Kompos Desa Sukajaya berdiri sejak 2021 melalui program Pemkab Sumedang untuk mendorong pemilahan sampah organik menjadi pupuk. Rumah kompos sempat memproduksi pupuk organik pada 2023-2024. Namun, volume sampah yang meningkat hampir dua kali lipat membuat pengolahan pupuk tidak mengimbangi sampah masuk.

Layanan mencakup warga Desa Sukajaya, tujuh perumahan, restoran dan kafe, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta dua sekolah.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Sumedang Selatan Iyan Riyana Machyar meminta peningkatan fasilitas mengikuti kesadaran masyarakat.

"Ketika masyarakat sudah sadar memilah sampah, pemerintah harus bersiap menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Kalau tidak difasilitasi, sampah akan menumpuk kembali," tegas Iyan.

Kepala Desa Sukajaya Sukana mengatakan memperjuangkan dukungan fasilitas dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menerapkan konsep ekonomi sirkuler.

Bupati Sumedang Tinjau Jalan Haurpapak dan Lingkar Sadawarna yang Ambles, Siapkan Penanganan Sementara dan Pindahkan Jal...
11/08/2026

Bupati Sumedang Tinjau Jalan Haurpapak dan Lingkar Sadawarna yang Ambles, Siapkan Penanganan Sementara dan Pindahkan Jalur

,— Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau ruas Jalan Haurpapak di Kecamatan Surian dan Jalan Lingkar Sadawarna yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Pemkab Sumedang menyiapkan penanganan sementara sekaligus solusi permanen untuk memastikan akses warga tetap aman.

Dony meninjau Jalan Haurpapak, Selasa (11/8/2026). Pemerintah akan memperlebar salah satu titik rawan dan memasang penerangan jalan umum (PJU). Jalur baru juga disiapkan karena jalan lama telah beberapa kali mengalami kerusakan.

“Jalan yang lama sudah tiga kali kami perbaiki. Hampir setiap tahun ambles dan rusak lagi karena pergerakan tanah. Karena itu, insyaallah tahun depan Jalan Haurpapak akan kita bangun dengan jalur baru,” kata Dony.

Menurutnya, jalur baru tersebut akan dibangun di kawasan lahan Kementerian Kehutanan. Pemkab Sumedang masih menunggu izin penggunaan lahan dan akan menyiapkan Detail Engineering Design (DED).

Dony kemudian meninjau Jalan Lingkar Sadawarna. Jalan yang menjadi penghubung antardesa itu memiliki lima titik bermasalah. Satu titik telah ditangani, sedangkan empat titik lainnya akan segera diperbaiki melalui kolaborasi Pemkab Sumedang, Dinas PU, dan BBWS Citarum.

“Ada lima titik yang mengalami masalah. Satu sudah ditangani, tinggal empat lagi. Kita akan berkolaborasi,” ujarnya.

Dony mengatakan penanganan sementara dilakukan agar jalan kembali fungsional. Untuk jangka panjang, Pemkab Sumedang akan mengusulkan pembangunan permanen kepada Kementerian PU.

“Yang penting masyarakat bisa menggunakan jalan secara aman. Jiwanya terjaga. Itulah tugas pemerintah,” pungkasnya.

Pemkab Sumedang Anggarkan Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Tahun 2027, Target 95% Jalan Mantap ,— Pemkab Sumedang m...
11/08/2026

Pemkab Sumedang Anggarkan Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Tahun 2027, Target 95% Jalan Mantap

,— Pemkab Sumedang menyiapkan anggaran minimal Rp100 miliar untuk infrastruktur jalan pada 2027. Anggaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemantapan jalan kabupaten yang panjangnya hampir 800 kilometer hingga mencapai 95%.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan alokasi anggaran tersebut telah disepakati bersama DPRD Sumedang melalui Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027.

"DPRD sudah menyepakati minimal di tahun 2027 mengalokasikan Rp100 miliar untuk infrastruktur jalan," kata Dony saat Rapat Paripurna DPRD Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027 di Gedung DPRD Sumedang, Senin (10/8/2026).

Menurut Dony, tambahan anggaran tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kondisi jalan kabupaten. Pemkab menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 95% pada tahun depan.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kemantapan jalan mencapai 95 persen," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Sumedang masih melakukan perbaikan terhadap 56 ruas jalan sepanjang 2026. Perbaikan tersebut mencakup pemeliharaan, rehabilitasi, hingga peningkatan jalan.

"Sekarang perbaikan jalan ada yang sudah, sedang, dan sedang berproses pengadaan," katanya.

Dony menyebut sejumlah ruas jalan menjadi prioritas penanganan. Di antaranya ruas Surian di blok Haurpapak, Pasirhuni-Jingkang, serta Jingkang-Cisumur.

Perbaikan ruas Burujul-Sanca yang sempat tertunda juga kembali dimulai pada Agustus. Selain itu, perbaikan jalan menuju TPSA Cijeruk telah berjalan.

Adapun ruas Darmaraja-Cibugel mendapat dukungan melalui Inpres Jalan Daerah. Program serupa juga menyasar ruas Limusnunggal-Cipeles serta Pamulihan-Cicarimanah-Cipeles-Tomo.

11/08/2026

Kronologi Penyekapan Berujung Maut di Alamsari Sumedang, 8 Orang Diringkus Polisi

11/08/2026

Brimob Suling Air Kotor Jadi Air Bersih, Warga Darmaraja Tak Lagi Beli Galon

Akhirnya Terungkap, Penyekapan Berujung Maut di Alamsari Sumedang Ternyata Dipicu Masalah Rental Mobil , — Polisi mengun...
11/08/2026

Akhirnya Terungkap, Penyekapan Berujung Maut di Alamsari Sumedang Ternyata Dipicu Masalah Rental Mobil

, — Polisi mengungkap kasus penyekapan dan penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Alamsari, Kabupaten Sumedang. Peristiwa tersebut ternyata dipicu persoalan sewa-menyewa mobil.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan korban diduga tidak membayar sewa kendaraan dan menghilangkan STNK mobil. Persoalan itu kemudian memicu kemarahan pihak rental hingga korban disekap dan dianiaya di tiga lokasi berbeda.

“Pemicunya hanya persoalan sewa-menyewa mobil. Tersangka utamanya adalah pemilik rental dan Saudara DAF,” kata Tanwin saat konferensi pers di GSG Mako Polres Sumedang, Selasa (11/8/2026).

Tanwin menjelaskan penyiksaan pertama terjadi pada Kamis (6/8) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah sekaligus garasi milik tersangka RN, pemilik rental, di Desa Rancamulya, Sumedang Utara.

“Kami bagi menjadi tiga klaster. Klaster pertama di rumah atau tempat rental mobil, di mana pemiliknya juga ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Pada Jumat (7/8) sekitar pukul 16.00 WIB, korban dipindahkan ke sebuah kos di Desa Jatihurip dan kembali dianiaya. Malam harinya, sekitar pukul 22.30 WIB, korban dipindahkan ke lokasi ketiga di Jalan Prabu Tajimalela, Kelurahan Kota Kaler (dekat Bunderan Alamsari).

Saat polisi tiba dilokasi ketiga, korban ditemukan dalam kondisi tangan diborgol dan kaki terikat. Korban bernama Handi (47), warga Bojongsoang, Bandung, kemudian dievakuasi ke RSUD Sumedang, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Polisi menangkap delapan tersangka dan menjerat mereka dengan pasal pembunuhan serta penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Mereka terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun.

11/08/2026

Akhirnya Terungkap, Penyekapan Pria Berujung Maut di Alamsari Ternyata Disiksa dan Dipicu Masalah Rental Mobil

Address

Sumedang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tahu Ekspres posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share