20/05/2026
*S**a dan Duka Santri*
Pagi buta azan menggema,
Sarung melilit, langkah tertata,
S**a itu saat hafalan lancar,
Ayat turun, hati terasa lapang tanpa batas.
Duka itu rindu yang diam-diam,
Masakan ibu yang tak lagi hangat,
Tidur beralaskan dinginnya lantai,
Pisau kangen yang tak pernah tumpul mengerat.
S**a itu tawa di serambi pesantren,
Candaan ringan usai ngaji malam,
Persaudaraan yang tak ditanya asal,
Satu nampan, satu tujuan, satu iman.
Duka itu sabar menahan lelah,
Bangun lagi saat kantuk memaksa,
Teguran kyai yang kadang pedas,
Tapi tahu itu bekal untuk dewasa.
Santri hidup di antara keduanya,
S**a yang menempa, duka yang mendewasa,
Karena dari sujud panjang dan rindu terpendam,
Lahir hati yang kuat, untuk dunia dan seterusnya.