24/01/2024
Kau sakiti hatiku, kubuat kau menyeasal mas..
Tulisan si mak riand
"Dasar J@l@ng!! Perempuan mur@h@n!"
Aku memakinya, perempuan yang baru saja bersanding dengan suamiku. Tanpaknya dia sangat terkejut dengan kehadiran ku, di acara pernikahan yang diselenggarakan secara tertutup.
Aku menjambak rambut dan menarik kebaya yang ia kenakan, wanita itu meringis menahan kesakitan tanpa mampu melawan.
" Nara berhenti!" Mas krisna mencengkal tanganku mencoba melerai keributan yang telah aku buat..
"Brani kamu mas,,hahh? Tega sakali kamu menikah sedangkan aku kau suruh merawat adikmu, Apa kau lupa kalau kau punya keluarga?" Aku berteriak tak ku pedulikan lagi rasa maluku"
"Maaf nara, karena kau telah mengetahuinya terimalah zifa sebagai madumu"
"Mimpi kamu mas, sampai kapanpun aku takkan mau dimadu, lebih baik kita bercerai"
"Ohh itu bagus,, bercerailah dengan suamiku" Ucap perempuan yang bernama zifa, sambil memandang sinis ke arah ku dg rambut yang masih berantakan. " Ayo mas, talak saja wanita bvrvk rup@ ini, gayanya saja seperti preman pasar wajarnya saja suamimu kepincut kepadaku."
"Brakkkk" Aq men@mparnya, menarik tangannya dan menend@ng sampai ia terjerembat lalu tersungkur menghantam lantai tanpa ada yang sempat menahan.
"Jangan keterlaluan kamu nara!, apakah kamu mau membunuhnya?" Mas krisna membopong zifa lalu membantunya berdiri"
"Ide mu bagus juga mas, apa aku bunuh saja dia?"
Aku menatap wajah mas krisna dan istri barunya bergantian sambil menunjukkan senyum menyeringai.
"Braaakk" Wajahku ditampar oleh mas krisna.
"Maaf, aku tidak bermaksud apa apa nara" Mas bram menangkupkan kedua tangannya sambil tertunduk.
Aku memegang p**iku rasanya panas tapi tidak sepanas hatiku,
" Ok mas, silahkan lanjutkan acara kalian" Lalu aku pergi dari ruangan pernikahan itu.
Mas krisna mencoba mengejarku namun dicegah oleh zifa.
Aku melajukan mobil dengan perasaan kacau, sesekali aku hampir saja menabrak kendaraan lain. Untung saja kesadaranku masih ada, kalau aku mati tentulah memberikan kebahagiaan untuk suamiku dan istri barunya.
Sesampainya dirumah aku langsung menuju brangkas lalu mengecek isi didalamnya. Untunglah isinya masih aman. Walaupun mas krisna merupakan Direktur di perusahaan tapi akulah pemiliknya, rumah, mobil, dan restoran semuanya warisan dari keluargaku. Setelah menikah mas krisna memintaku berhenti bekerja dan mengambil alih semua usaha. Beruntung aku selalu mengamankan aset asetku.
Kecurigaanku bermula ketika aku menelpon karin asisten mas krisna tentang keuangan perusahaan. Dari situlah aku tau ada dana perusahaan yang diselewengkan suamiku. Karena curiga aku mengecek sendiri pengeluaran kartu kredit dan buku rekening mas krisna dari situlah aku tau banyak pengeluaran yang sangat mencurigakan. Seperti seminggu lalu ada pembelian sepasang cincin, tranferan ke rekening bernama zifa setiap bulan dengan nominal 50- 100 juta. Dari penyelidikan ku barulah aku tau kalau mas krisna akan menikah hari ini.
Setelah mengecek isi brangkas, akupun menukar sandinya lalu menelpon seseorang. Aku yakin besok pasti mas krisna akan kesini.
Aku meninggalkan rumah menuju salon, hari ini aku tidak ingin memikirkan apa yang suamiku lakukan. Aku mengajak sahabakku naira. Kami menghabiskan waktu di salon, menonton bioskop lalu berbelanja di mall. Aku tidak menceritakan apa apa tentang suamiku padanya sampai sampai dia heran.
"Ra kamu gak apa apa kan?" Kaira menanyaIku seolah meminta penjelasan.
"Gak kok, aku gak apa-apa lagian sudah lama banget aku gak memanjakan diri. Jadi gak salah kan kalau mulai hari ini aku akan jadi orang yang seperti dulu"
"Beneran, tapi kok....."
" Udah kai, i'm fine. Ok" Aku tersenyum ke arai kaira, entah apa yang ada dipikirannya.
Mobil melaju membelah jalanan, aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku tersenyum memikirkan rencanaku.
Di tempat lain
" Mas, semuanya sudah siap ayo kita brangkat, aku gak mau nanti nara datang lagi kesini lalu mengacaukan acara bulan madu kita"
"Ayo, gak sabaran banget sih!" Lalu krisna mencolek dagu istri yang baru ia nikahi pagi tadi.
Mobil krisna melaju ke bandara, rencana nya mereka akan terbang ke Erofa untuk berbulan madu.
Sebelum berangkat mereka menyempatkan diri untuk makan di restoran yang letaknya tidak jauh dari bandara.
Setelah makan krisna berjalan ke meja kasir.
"Mau bayar cash, debit atau pakai kartu kredit?" Kasir bertanya dengan nada lembut.
"Pakai kartu kredit saja" Krisna mengambil kartunya lalu memberikan ke kasir
"Maaf pak, apa ada kartu lain? Sepertinya kartu ini terblokir!" Krisna kaget lalu mengeluarkan kartu yang lain mencoba satu persatu bahkan Atm pun sudah tidak bisa berfungsi
Krisna meremas tangan nya "nara, pasti ini ulahmu" Lenguh nya dalam hati.
"Ada apa mas, kok lama sekali?" Zifa memegangi pundak krisna. " Zifa tolong bayarin pakai uang kamu dulu, kartu mas kayanya ada masalah" Zifa terpaksa membayarkan tagihan makanannya dengan wajah malas.
Sesampainya di mobil "zifa, untuk rencana bulan madu kita, kamu yang bayarin dulu gak apa apa? Seperti semua kartu mas terblokir"
"Apa??? Maksud mas gimana? Aku gak punya uang mas"
"Kan mas sering ngasih kamu uang bahkan kadang sampai 100 juta"
"Uangnya kan sudah habis mas, sudah aku bawa ke salon , beli tas dan pakaian"
"Kita batalkan saja bulan madu kita!"
"Loh gak bisa d**g mas"
" Semua rekening mas sudah di bekukan sama nara!"
" Kok bisa mas, harusnya dia tidak bisa berbuat seenaknya diakan cuma numpang hidup sama mas"
"Maaf zifa sebenarnya semua harta yang aku punya adalah harta keluarga nara, termasuk perusahaan, restoran, rumah dan mobil yang kita gunakan ini, mgkn akan di ambil juga oleh nara"
"Apaaaa??????π²π²π²π²"
Lanjut gak yaaaaaaa