Santri Modern

Santri Modern Informasi dan Pengetahuan

Alkisah seorang Pengemis Mengetuk pintu Rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengemis itu berkata: "saya pengem...
03/09/2021

Alkisah seorang Pengemis Mengetuk pintu Rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pengemis itu berkata: "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullih."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar:
"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ".

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:
“jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”.

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".

Masyaa Allah...
dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan penuh gembira dan berkata: "Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku.. ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam jarang sekali tertawa...

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah: "Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Masya Allah ...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqoh itu ada 5 macam:
" Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].

Wallahu a'lam bish-shawab..

Semoga Allah Ta'ala mendekatkan kita hari ini dengan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan memudahkan kita untuk bermurah hati, s**a bersedekah dengan ikhlas.

PUNYA HAJAT, FATIHAHIN AJA!!‏‏‎‏‏Kamu punya keinginan dan kebutuhan ?  Fatihahin aja.. !Ingin segera menikah?Pingin sege...
03/09/2021

PUNYA HAJAT, FATIHAHIN AJA!!
‏‏‎
‏‏
Kamu punya keinginan dan kebutuhan ? Fatihahin aja.. !

Ingin segera menikah?
Pingin segera punya rumah?
Butuh kerjaan?
Fatihahin aja.. !!

Al-Imām As-Suyūthiy rahimahu-Llāh berkata:

أَخْرَجَ أَبُو الشَّيْخِ في "الثَّوابِ" عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: "إِذَا أَرَدْتَ حَاجَةً فَاقْرَأْ بِفَاتِحِةِ الْكِتَابِ حَتَّى تَخْتِمَهَا. تُقْضَى إِنْ شَاءَ اللَّهُ.
📚الدُّر المنثور في التفسير المأثور للحافظ السيوطي (1/24)..

Dari Atho' rahimahu-Llāh, beliau berkata :
"Jika engkau ingin hajatmu terpenuhi, bacalah surat al-Fātihah hingga selesai (khatam), maka hajatmu akan terpenuhi, in syā Allāh ".

[ Ad-Durr-ul Mantsūr fi-t Tafsīr al-Ma'tsūr ]

‏‏‎

‏‏‎

CERITA KIAI DJAMAL TENTANG KIAI MUSTAJAB GEDONGSARITadi siang, saya  riyayan (lebaran) di ndalem  Kiai Djamaluddin Achma...
11/08/2021

CERITA KIAI DJAMAL TENTANG KIAI MUSTAJAB GEDONGSARI

Tadi siang, saya riyayan (lebaran) di ndalem Kiai Djamaluddin Achmad. Saya minta tashih kisah tentang Kiai Mustajab bin Zarkasyi Gedongsari, Prambon, Nganjuk. Sebelumnya kisah Kiai Mustajab saya dapatkan dari paklek, dan paklek dapat dari almarhum bapak saya yang juga santrinya Kiai Mustajab. Jalur Kiai Djamal adalah yang saya narasikan di bawah ini (kecuali kalau saya tulis versi, berarti dari paklek), berikut kisahnya.

Kiai Mustajab berasal dari Padangan, Bojonegoro. Beliau mondok ke Kiai Sholeh Langitan. Saat di Langitan, Kiai Mustajab dilarang ikut ngaji, hanya disuruh ngopeni sawah dan kudanya kiai.

Suatu saat, kuda kiai lepas, maka Kiai Mustajab disuruh mencarinya. Sekian lama baru kembali ke pondok dengan kudanya. Saat Kiai Mustajab ditanya Kiai Sholeh Langitan akan lamanya mencari kuda, jawab Kiai Mustajab bahwa kuda itu sudah ditemukan dan hanya diikuti dari belakang saja. Tentu hal ini akan lama karena sesuai dengan kemauan kudanya. Kata Kiai Djamal, "Inilah tawadlu'nya Kiai Mustajab terhadap kuda milik kiainya."

Suatu hari Kiai Mustajab diutus Kiai Sholeh Langitan untuk mengantarkan surat kepada Kiai Sholeh Gondanglegi Prambon Nganjuk sambil diberi kuda. Berangkat dari Langitan subuh, dan sampai pondok al Mimbar Sambong Jombang waktu dhuhur dengan kondisi kuda berhenti (mungkin capek). Oleh Kiai di pondok Al Mimbar ditanya, "Kenapa kudanya tidak dinaiki?" Jawab Kiai Mustajab, "Kulo dibetani, mboten dikengken numpak" (saya hanya diserahi kuda, bukan disuruh menaiki).

Sampai di Gondanglegi Prambon, surat disampaikan dan isinya adalah, yang bawa surat agar dinikahkan dengan putri Kiai Sholeh Gondanglegi (sebagai catatan, Kiai Sholeh Gondanglegi adalah kiai alim yang Mbah Wahab sendiri pernah bilang ke Kiai Djamal bahwa beliau pernah mondok di Kiai Sholeh. Sesepuh kiai Lirboyo juga pernah mondok di Kiai Sholeh).

Membaca surat tersebut, Kiai Sholeh Gondanglegi berucap, "Saya muridnya Kiai Sholeh (Langitan), Anda juga murid beliau, maka saya taat dan akan menikahkan putri saya dengan Anda."

Kiai Mustajab melihat adik iparnya yang pandai ngaji dan bisa bahasa Belanda menjadi malu dan merasa bodoh. Maka beliau riyadlah (versi Paklek saya, Kiai Mustajab menuju ke sungai Brantas dan tercebur, selanjutnya bertemu Nabi Khidir). Setelah bertemu Nabi Khidir, Kiai Mustajab dinasehati agar jangan susah sambil diberi tanah supaya mencari lokasi yang sama dengan tanah yang dibawanya.

Kiai Mustajab berjalan ke selatan, tapi belum ketemu tanah yang sama. Berjalan ke barat, juga demikian, kembali lqgi ke utara akhirnya sampai di lokasi yang sama tanahnya. Itulah Gedongsari.

Kiai Mustajab ini sering diajari Nabi Khidir (versi lain diludahi mulutnya oleh Nabi Khidir), akhirnya beliau menjadi pandai (ilmu ladunni). Bila merasa sulit dalam ngaji, beliau akan pergi ke sungai dekat pondok lalu wudlu, maka akan lancar ngajinya.

Selain itu, beliau dikenal s**a mancing dan ahli mencari ikan. Bahkan Kiai Djamal diberitahu oleh ayahnya, bahwa bila Kiai Mustajab punya gawe, maka banyak ikan akan diantarkan ke pondoknya. Di antara yang mengantarkan adalah seorang bercelana hitam dengan memakai udeng hitam. Abahnya Kiai Djamal penasaran dengan orang tersebut, karena bolak-balik mengantarkan ikan, maka saat orang itu selesai antar ikan, dia diikuti, ternyata dia nyemplung ke dam (bok) kembar yang dekat dengan pondok Gedongsari. Dia adalah jelmaan buaya.

Keturunan Kiai Mustajab juga ahli mencari ikan. Kata Kiai Djamal, Gus Baweh mampu slulup berjam-jam dan saat mentas dapat ikan yang banyak.
******
Kiai Djamal dapat kisah dari abahnya, juga dari kakeknya (Mbah Saifulhuda) dan dari pamannya (Mbah Badrul Munir). Mas**an dan koreksi dari dzuriyah Gedongsari tentu saya tunggu.
******
Foto saat buka bersama 29 Ramadhan di Masjid pondok dan saat hari raya di ndalem Yai Nasir.

Tulisan Gus Ainur Rofiq

Gus Baha': Jika Ingin Duniamu Tak Habis, Sedekahkan .Khutbah Jumat tersingkat sepanjang sejarah adalah khutbah Syaikh Su...
02/08/2021

Gus Baha': Jika Ingin Duniamu Tak Habis, Sedekahkan .
Khutbah Jumat tersingkat sepanjang sejarah adalah khutbah Syaikh Sudani Abdul Baqi Al-Mukasyifi. Waliyullah dari negeri seribu Darwis. Di dalam khutbahnya beliau hanya bertausiyah :
“Satu suapan di perut seorang yang kelaparan itu lebih baik daripada membangun 1000 masjid jami”.
Khotbah ini berkaitan erat dengan pesan-pesan pengajian Gus Baha'.
Dalam pengajian Gus Baha', Ngaji Kitab Al-Hikam, karya Ibnu Atha'illah As-Sakandari (60-64), disebutkan:
"Tidak akan subur cabang-cabang kehinaan, kecuali karena adanya bibit ketamakan".
"Paham ya kaidah dunia? Apa itu?"
"Jika ingin duniamu tidak habis, sedekahkan."
Tapi sekarang orang agak tidak mengikuti Nabi Muhammad SAW, ketika sedekah takut hartanya habis. Itu terbalik.
Hartamu itu hanya tiga: yang kamu makan jadi tinja, yang kaubelikan baju jadi usang/rusak, dan yang kau sedekahkan jadi abadi.

FADHILAH LAFADZ AL LATIF Izin share Ijazah dari Syaikhona KH. Maimun Zubaer dan Al Habib Syech Assegaf : Membaca Ya Lath...
30/07/2021

FADHILAH LAFADZ AL LATIF

Izin share Ijazah dari Syaikhona KH. Maimun Zubaer dan Al Habib Syech Assegaf :

Membaca Ya Lathifu sebanyak 129 x setelah sholat Maghrib dan Shubuh.

Dan di sela - sela membaca 10 kali Ya Lathif, membaca kalimah ini ;

الله لطيف بعباده يرزق من يشاء وهو القوي العزيز

Allohu lathifum bi 'ibaadihi yarzuku maiyasyaak wahuwal qowiyul 'aziiz.

Diantara faidah amalan ini adalah Menarik dan Mendatangkan Rejeki, Cepat Terlaksana segala Hajat, dan segudang faidah lainnya .

Allohumma Qobul...

Abah Guru Sekumpul :"Agar mendapat rezeki yang tidak disangka -sangka bacalah - يا لطيف  "Ya Latiif" 36 kali setelah sho...
23/07/2021

Abah Guru Sekumpul :

"Agar mendapat rezeki yang tidak disangka -sangka bacalah - يا لطيف "Ya Latiif" 36 kali setelah sholat fardhu. Saya membacanya lalu ada orang menawari berangkat umroh."

اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي آل سيدنا مجمد

Al-Fatihah

RAHASIA DZIKIR "LAQOD JA'AKUM"Di antara ayat al Quran yang banyak digunakan sebagai dzikir oleh para sholihin adalah dua...
20/07/2021

RAHASIA DZIKIR "LAQOD JA'AKUM"

Di antara ayat al Quran yang banyak digunakan sebagai dzikir oleh para sholihin adalah dua ayat terakhir surat at Taubah.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُول مِنْ أَنْفُسكُمْ عَزِيز عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيص عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوف رَحِيم (*) فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِي اللَّه لَا إِلَه إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْت وَهُوَ رَبّ الْعَرْش الْعَظِيم

Nabi saw bersabda, "Barang siapa membaca dua ayat terakhir surat at Taubah pada satu hari maka dia tidak akan meninggal pada hari tersebut".

وَفِيْ رِوَايَةٍ لَمْ يُقْتَلْ وَلَمْ يُضْرَبْ بِحَدِيْدَةٍ وَإِنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَلَهُ مِثْلُ ذَلِكَ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيْثَ بَعْضُ الصَّالِحِيْنَ

Dalam satu riwayat dituturkan, "Dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka dia tidak akan mati di malam hari tersebut".
As Sayyid al Walid Habib Ali bin Abdurrohman bin Abdul Qodir Assegaf berkisah,
"Ada seorang anak yang setiap melakukan aktivitas atau bermain s**a membaca ayat tersebut

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

'Laqod Jaakum Rosuluun Min Anfusiikum Aziizun Alaihi maa Aniitum Hariisun Alaykum Bilmuminina Rofururrohiim'

Suatu saat, ketika ia bermain dan mengejar layang-layangnya yang terlepas ia tak sadar bahwa sedang berada di tengah jalan raya.
Matanya terus menatap ke layang-layang, tanpa disadari oleh anak itu ada sebuah truk kontainer yang melaju kencang dan menabrak sang anak. Orang-orang melihat truk itu menabrak keras sang anak, bahkan menyeretnya beberapa meter. Segera warga sekitar mengerubuti anak itu.
Sesaat kemudian, warga sekitar berteriak-teriak dan menyebut-nyebut nama Allah. Bukan karena melihat darah atau tubuh yang terlindas. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Anak itu tidak meninggal, bahkan tidak mengalami luka sedikitpun. Anak itu berdiri dan kembali melanjutkan mengejar layang-layang, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Mendengar hal itu, sang ayah anak itu pun cukup kaget. Ketika warga menanyakan kepada ayah anak tersebut, "Apa rahasianya, mengapa ia tidak meninggal saat tertabrak truk ?" Sang ayah hanya menjawab, "Tidak ada, tapi anak itu sering mengucapkan bacaan 'Laqod Jaakum Rosuluun min Anfusiikum Aziizun Alaihi Maa Anittuum Harisum Alaykum Bilmumininaa Rofurrurohiim."
Beliau as Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf kemudian berpesan,
"Amalkan ayat itu dalam aktivitas kita sehari-hari, karena Allah swt memberi 141 khasiat dalam bacaan itu. Minimal baca 7X setiap Ba'da Subuh dan Ba'da Asar
Sebagian ulama telah dikasyaf (dibukakan) Allah tentang kandungan rahasia dari ayat ini.

Di antara perkataan Asy Syaikh Ahmad At-Tijani Rodliallohu anhu tentang keutamaan ayat ini :

1.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Subuh maka Alloh akan menjaga hatinya
2.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Dhuhur maka Allah akan menghidupkan dan menetapkan hatinya (dalam keimanan) di dunia maupun di akhirat
3.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Ashar maka dia tidak akan mati seperti matinya orang kaget.
4.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Maghrib maka dia akan diberi istiqomah (dalam beribadah) oleh Alloh SWT
5.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Isya maka Alloh akan menjaga dirinya dari penguasa lalim
6- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat sunah maka Alloh akan memberinya rizqi kepadanya bisa merasakan manisnya iman
7- Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh tujuh kali setelah sholat Jum'ah maka Alloh akan menjaganya dari makan makanan haram
8- Barang siapa membaca ayat ini tiga ratus enam puluh kali pada hari 'Arafah maka Alloh akan menuntunnya dan mencukupinya dari kesusahan dunia akhirat
9- Barang siapa membaca ayat ini seribu kali pada hari 'Asyura maka akan dilayani oleh para Malaikat dan Alloh akan memberi rizqi baginya dari segala arah
10- Barang siapa membaca ayat ini lima ratus kali pada malam Nishfu Sya'ban maka dia tidak akan ditanya oleh Malaikat Munkar Nakir
11- Barang siapa membaca ayat ini satu kali pada pagi dan sore hari maka Alloh akan menjaganya dari segala mara bahaya dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya
12- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setiap akan tidur maka Alloh akan menjaganya sampai pagi dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya
13.- Barang siapa membaca ayat ini tujuh kali ditulis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara meminum air rendamannya
14- Barang siapa membaca ayat ini seratus kali untuk orang sakit dengan niat yang sungguh sungguh dan benar maka akan sembuh seketika
15- Barang siapa membaca ayat ini siang dan malam walaupun hanya sekali maka dia tidak akan meninggal
16- Barang siapa membaca ayat ini untuk harta benda maka Alloh akan menjaga harta tersebut
17- Barang siapa membaca ayat ini untuk rumah, atau kebun, atau desa, atau kota, atau benteng maka Alloh akan menjaga semuanya
18.- Barang siapa membacanya untuk kafilah atau perahu / kapal laut maka Alloh akan menjaganya
19.- Barang siapa membaca ayat ini di tengah peperangan maka musuh akan lari dan diberi kemenangan dan keselamatan
20. Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh ribu kali ketika kholwat maka akan mendapat khodam malaikat dan jin mukmin selama hidupnya, diterima dihati semua makhluk, semua akan tunduk kepadanya, disembuhkan segala penyakitnya, dan diberi kemudahan segala urusannya
21- Barang siapa memperbanyak membaca ayat ini tanpa dihitung, baik ketika berjalan maupun duduk, maka bertambah tambah kebaikannya, dicintai baginda Nabi SAW, dapat melihat baginda Nabi SAW setiap saat
22- Barang siapa selalu membaca ayat ini selama empat puluh tahun maka hilanglah hijab antara dia dan baginda Nabi SAW, dan memperoleh derajat sebagaimana yang diperoleh para shiddiiqiin.

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim.

4 Cara Mengobati Rasa MalasSeseorang bertanya kepada Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad :"Apakah obat bagi ora...
15/07/2021

4 Cara Mengobati Rasa Malas

Seseorang bertanya kepada Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad :
"Apakah obat bagi orang yang berat untuk mengerjakan kebaikan (ibadah) dan condong kepada syahwatnya padahal dia adalah orang yang mencintai kebaikan dan mencintai orang baik, dia juga membenci kejelekan dan membenci orang yang berbuat jelek?"
Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menjawab :
"Ketahuilah bahwa ada empat penyebab dalam masalah ini yaitu :

1. Kebodohan.
Dan cara menghilangkannya adalah dengan mempelajari ilmu yang bermanfaat.
2. Lemahnya iman.
Dan cara menguatkannya yaitu dengan merenungkan kekuasaan Allah dan melazimi amal-amal sholeh.
3. Banyak angan-angan.
Dan cara mengobatinya adalah dengan mengingat mati serta selalu merasakan akan datangnya kematian di setiap keadaan dan waktu.
4. Memakan sesuatu yang syubhat.
Dan cara selamat darinya adalah dengan cara menjadi orang yang waro' bersamaan mengurangi konsumsi makanan yang halal.

Barangsiapa yang mengobati empat perkara tersebut dengan yang obatnya, maka dia akan menjadi orang yang gemar melakukan kebaikan (ibadah) dan tidak condong kepada syahwat."

Semoga Bermanfaat

Untuk Segala Hajat Dengan Wasilah Kalimatul Haq--------- "لا اله الا الله محمد رسول الله" dan Hauqolah: " لا حول ولا قوة...
14/07/2021

Untuk Segala Hajat Dengan Wasilah Kalimatul Haq
---------

"لا اله الا الله محمد رسول الله"

dan Hauqolah:
" لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم".

InsyaAllah terkabul keinginan yg kita niatkan...Aamiin.

Sumber dr seseorang yg tdk disebutkan nama nya ijazah ini dr sunan bonang

Wallahua'lam

Hukum Kirim Stiker Inna Lillahi atau Doa-Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal-----Hadirnya media sosial sebagai media da...
13/07/2021

Hukum Kirim Stiker Inna Lillahi atau Doa-Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
-----
Hadirnya media sosial sebagai media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi realitas keseharian.

Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim al-Fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup Whatsapp, dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan al-Fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang sepertinya sudah di-save dan tinggal copy-paste saja.

Anehnya kadang hanya mengirim stiker atau teks doa tersebut, banyak yang tidak membaca do'a atau membaca al -Fatihah atau lupa melafalkannya.

Lantas, cukupkah dengan cara demikian, tanpa mengucapkannya lagi, hanya banyak-banyakan share stiker do'a?

Jawaban:

Do'a yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai dan bermanfaat untuk mayyit. Tetapi jika doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan al-Fatihah dan do'a lainnya tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum dishare, (maka) tidak dikatakan doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayyit.

Doa-doa tersebut harus dilafadzkan (diucapkan) secara lengkap terlebih dahulu, sebelum dishare.

(Referensi) silahkan dilihat beberapa keterangan sebagai berikut:

1. Kitab al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam al-Nawawi, hal. 16:

اعلم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها واجبةً كانت أو مستحبةً لا يُحسبُ شيءٌ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به بحيثُ يُسمع نفسه إذا كان صحيح السمع لا عارض له

"Ketahuilah bahwa dzikir yang disyariatkan dalam salat dan ibadah lainnya, baik yang wajib ataupun sunnah tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal (tidak sedang bising dan sebagainya)."

2. Kitab Al Mausu'ah al-Fiqhiyah (21/249):

"لا يعتدُّ بشيء مما رتَّب الشارع الأجر على الإتيان به من الأذكار الواجبة أو المستحبة في الصلاة وغيرها حتى يتلفظ به الذاكر ويُسمع نفسه إذا كان صحيح السمع؛

"Dzikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau yang lain, tidak bisa mendapatkan pahala kecuali dilafadzkan orang yang berdzikir tersebut dan (suaranya) terdengar, jika pendengarannya normal."

Sumber KH. Zaenal Arifin, Pesantren Denanyar.

HAJI TERTUNDAقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عز وجل قد وعد هذا البيت أن يحجه كل سنة ستمائة ألف فإن...
07/06/2021

HAJI TERTUNDA

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عز وجل قد وعد هذا البيت أن يحجه كل سنة ستمائة ألف فإن نقصوا أكملهم الله عز وجل من الملائكة
Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghozaly menyebutkan sebuah hadits yg menjelaskan bahwa :
Allah telah berjanji kepada Ka'bah, setiap tahunnya akan dikelilingi orang yang beribadah haji minimal 600.000 orang. Jika kurang dari jumlah itu maka akan ditambahi dengan makhluk ghaib berupa malaikat.
Pada tahun 1950, saat Mbah Moen haji pertama kali, (ada riwayat, itu haji Mbah Moen yang kedua) peristiwa itu benar terjadi. Beliau haji bersama kakeknya Kyai Ahmad bin Syuaib yang setiap tengah malam mendapati banyak makhluk ghaib yang ikut melaksanakan thowaf.
التاريخ يعيد نفسه
"Sejarah akan terulang kembali."
والله أعلم
Ket:
Hadits itu juga kami temukan dalam kitab :
- Syarah Mawahib Laddunniyyah karya Syekh Muhammad Az-Zurqony.
- Futuhatul Wahhab karya Syekh Sulaiman Jamal.
- Tuhfatul Habib karya Syekh Sulaiman Al-Bujairomy.
Namun dalam hadits yang disebutkan dalam kitab Syarqowi berbunyi :
إن البيت الحرام يحجه كل عام سبعون ألفا من البشر فإذا نقصوا عن ذلك أتمهم الله عز وجل بالملائكة وإذا زادوا على ذلك يفعل الله ما يريد
Bahwa :
Jumlah minimal 70 ribu, jika kurang akan ditambahi dengan malaikat dan jika lebih maka Allah akan melakukan sesuai kehendakNya.
Jika melihat point yang akhir, penjelasannya sama dengan ceritanya Mbah Moen saat mengutip dawuhnya Mbah Ahmad : "Nak luwih, akeh seng mati (Kalau lebih, banyak yang mati.)"
📝 : Ust. .

KISAH HATIM AL ASHAM DAN GURUNYA SYAQIQ AL BALKHYDalam Ihya' ulumuddin kitabul ilm diterangkan : روي عن حاتم الأصم، تلمي...
13/05/2021

KISAH HATIM AL ASHAM DAN GURUNYA SYAQIQ AL BALKHY

Dalam Ihya' ulumuddin kitabul ilm diterangkan :



روي عن حاتم الأصم، تلميذ شقيق البلخي رضي الله عنهما أنه قال له شقيق: "مُنْذُ كَمْ صحبتَنِي؟"،

قال حاتم: "منذُ ثلاثٍ وثلاثين سنةً"، قال: "فَمَا تَعَلَّمْتَ مِنِّي في هذه المدة؟"، قال: "ثَماني مَسَائِلَ"، قال شقيق له: "إنا لله وإنا إليه راجعون، ذَهَبَ عُمْرِي مَعَكَ ولَم تَتَعَلَّمْ إِلاَّ ثَمَانِيَ مَسَائِلَ؟!"، قال: "يا أستاذُ، لَمْ أَتَعَلَّمْ غَيْرَهَا. وَإِنِّي لاَ أُحِبُّ أَنْ أَكْذِبَ"، فقال: "هَاتِ هَذِهِ الثَّمَانِي مسائلَ حَتَّى أَسْمَعَهَا"، قال حاتم: "نظرتُ إلى هذا الخلقِ فَرَأَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ يُحِبُّ مَحْبُوْبًا، فَهُوَ مَعَ مَحْبُوْبِهِ إِلَى القَبْرِ. فَإِذَا وَصَلَ إِلَى القَبْرِ فَارَقَهُ. فَجَعَلْتُ الحَسَنَاتِ مَحْبُوْبِي. فَإِذَا دَخَلْتُ القَبْرَ دَخَلَ مَحْبُوبي مَعِي"، فَقَالَ: "أَحْسَنْتَ يَا حَاتِمُ، فَمَا الثَّانِيَةُ؟"


فقال: "نظرتُ فِي قول الله عز وجل: "وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الهَوَى فَإِنَّ الجَنَّةَ هِيَ المَأْوَى"، فَعَلِمْتُ أَنَّ قولَه سبحانه وتعالى هُوَ الحَقُّ، فَأَجْهَدْتُ نَفْسِي فِي دَفْعِ الهَوَى حَتَّى اسْتَقَرْتُ على طاعةِ اللهِ تعالى؛

الثالثةُ أني نظرتُ إلى هذا الخلقِ فرأيتُ كلّ ممن معه شيءٌ له قيمةٌ ومقدارٌ رَفَعَه وَحَفِظَهُ، ثم نظرتُ إلى قول الله عز وجل: "مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ". فَكلما وقع معي شيءٌ له قيمةٌ ومقدارٌ وَجَّهْتُهُ إلى الله لِيَبْقَى عِنْدَه محفوظا؛

الرابعة أني نظرت إلى هذا الخلق فرأيت كلَّ واحدٍ منهم يرجِعُ إلى المالِ، وإلى الحسب، والشرف، والنسب، فنظرتُ فيها فإذا هي لا شيءَ، ثم نظرتُ إلى قول الله تعالى: "إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ"، فعملتُ فِي التَّقْوَى حتى أكونَ عند الله كريما؛

الخامسة أني نظرتُ إلى هذا الخلق، وهم يَطْعُن بعضُهم في بعضٍ ويُلْعِن بعضُهم بعضا. وأصلُ هذا كله الحسدُ، ثم نظرتُ إلى قول الله عز وجل: "نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيْشَتَهُمْ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا"، فتركتُ الحسدَ وَاجْتَنَبْتُ الخلقَ وَعَلِمْتُ أَنَّ القسمةَ مِن عِنْدِ اللهِ سبحانه وتعالى، فَتَرَكْتُ عَدَاوَةَ الخلقِ عَنِّي؛

السادسة نظرتُ إلى هذا الخلقِ يَبْغِي بَعْضُهم على بعضٍ وَيُقَاتِل بعضُهم بعضا، فرجعتُ إلى قول الله عز وجل: "إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا"، فعاديتُه وحدَه وَاجْتَهَدْتُ فِي أَخذ حذري منه لأن اللهَ تعالى شهِد عليه أَنَّهُ عَدُوٌّ لِي، فَتَرَكْتُ عَدَاوَةَ الخَلْقِ غَيْرَهُ؛

السابعة نظرتُ إلى هذا الخلقِ فَرَأَيْتُ كلَّ واحدٍ منهم يطلب هذه الكسرةَ فَيذِلُّ فِيها نفسه ويدخل فيما لا يَحِلُّ له، ثم نظرتُ إلى قوله تعالى: "وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا"، فَعَلِمْتُ أني واحدٌ من هذه الدوابِ الَّتِي على الله رزقُها، فاشتغلتُ بما لله تعالى عليَّ وَتَرَكْتُ ما لي عنده؛

الثامنة نظرت إلى هذا الخلق فرأيتُهم كلَّهم مُتَوَكِّلِينَ على مخلوقٍ: هذا على ضَيْعَته، وهذا على تِجَارتِه، وهذا على صِنَاعته، وهذا على صحة بَدَنِه. وكل مخلوق متوكل على مخلوقٍ مثلَه. فرجعت إلى قوله تعالى: "وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ"، فتوكلتُ على الله عز وجل فهو حسبي.قال شقيق: "يا حاتم، وفقك الله تعالى…"

Terjemah :

Syeikh Syaqiq al-Balkhi bertanya kepada muridnya, Hatim al-Asham:

“Berapa lama kamu nyantri kepadaku?”Hatim menjawab: “Sudah sejak 33 tahun…”Syaqiq bertanya lagi: “Apa yang kamu pelajari dariku selama itu?”Hatim menjawab: “Ada delapan perkara…”Syaqiq berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun. Aku habiskan umurku bersamamu selama itu, dan kamu tidak belajar kecuali delapan perkara?!”Hatim menjawab: “Guru, aku tidak belajar selainnya. Sungguh aku tidak bohong…”Syaqiq kemudian berkata lagi: “Coba jelaskan kepadaku apa yang sudah kamu pelajari…”Hatim menjawab:

“Pertama ; saya memperhatikan manusia, dan saya lihat masing-masing mereka menyukai kekasihnya hingga ke kuburannya. Tapi ketika dia sudah sampai di kuburnya, kekasihnya justru berpaling darinya… Maka saya kemudian menjadikan amal kebaikan sebagai kekasih saya, yang apabila saya meninggal dan masuk ke liang kubur, dia akan ikut bersama saya…Syaqiq berkata: “Pinter kamu Hatim. Sekarang apa yang kedua?”

Kedua, saya memperhatikan firman ALLAH Ta’ala:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الهَوَى فَإِنَّ الجَنَّةَ هِيَ المَأْوَى

(Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).) [Surat an-Nazi’at (79): 40-41]Maka saya ketahui bahwa firman ALLAH-lah yang benar. Karena itu saya meneguhkan diri saya dalam menolak hawa nafsu, hingga saya mampu menetapi ketaatan kepada ALLAH Ta’ala:

Ketiga, saya memperhatikan manusia, dan saya amati masing-masing memiliki sesuatu yang berharga, yang dia menjaganya agar barang tersebut tidak hilang. Kemudian saya membaca firman ALLAH Ta’ala:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ

(Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi ALLAH kekal) [Surat an-Nahl (16): 96]Dari situ, apabila saya memiliki sesuatu yang berharga, maka segera saja saya serahkan kepada ALLAH, agar milikku terjaga bersamaNya tidak hilang.

Keempat, saya memperhatikan manusia dan saya ketahui masing-masing mereka membanggakan harta, kemuliaan leluhur, pangkat dan nasabnya. Kemudian saya membaca firman ALLAH Ta’ala:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ

(Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi ALLAH adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian) [Surat al-Hujurat (49): 13]Maka saya takwa, hingga menjadikan saya mulia di sisi ALLAH Ta’ala.

Kelima, saya memperhatikan manusia, dan (saya tahu) mereka mencela dan mencaci antara satu dengan yang lainnya. Saya tahu masalah utamanya di sini adalah sifat iri hati. Maka saya kemudian membaca firman ALLAH Ta’ala:

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيْشَتَهُمْ فِي الحَيَاةِ

الدُّنْيَا
(Kami telah menentukan pembagian nafkah hidup di antara mereka dalam kehidupan dunia) [Surat az-Zukhruf (43): 32]Maka saya kemudian menanggalkan sifat iri hati dan menghindar dari manusia, karena saya tahu bahwa pembagian rizki itu benar-benar dari ALLAH Ta’ala, yang menjadikanku tidak patut memusuhi dan iri kepada orang lain.

Keenam, saya memperhatikan manusia, yang mereka saling menganiaya dan memerangi antara satu dengan yang lainnya. Kemudian saya melihat firman ALLAH Ta’ala:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا

(Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian).) [Surat Fatir (35): 6]Maka kemudian saya menghindar dari memusuhi orang lain, dan sebaliknya saya berusaha fokus dan penuh waspada dalam menghadapi permusuhan syaitan.

Ketujuh, saya memperhatikan manusia, maka saya lihat masing-masing menghinakan diri mereka sendiri dalam mencari rizki. Bahkan ada di antara mereka yang berani menerjang hal-hal yang tidak halal. Saya kemudian melihat kepada firman ALLAH Ta’ala:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا

(Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi ini melainkan ALLAH-lah yang menanggung rizkinya) [Surat Hud (11): 6]Saya kemudian menyadari bahwa saya adalah salah satu dari binatang yang ALLAH telah menanggung rizkinya. Maka saya kemudian menyibukkan dengan apa yang telah ALLAH anugerahkan kepadaku, dan sebaliknya saya meninggalkan apa-apa yang tidak dibagikan kepadaku.

Kedelapan, saya memperhatikan manusia, dan saya lihat masing-masing mereka menyerahkan diri kepada makhluk lain seumpamanya: sebagian karena sawah ladangnya, sebagian karena perniagaannya, sebagian karena hasil karya produksinya, dan sebagian lain karena kesehatan badannya. Maka saya melihat kepada firman ALLAH Ta’ala:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

(Dan barangsiapa bertawakkal kepada ALLAH niscaya Ia akan mencukupi (keperluan)-nya.) [Surat At-Thalaq (65): 3]Maka saya kemudian menyerahkan diri dan mempercayakan semuanya kepada ALLAH Ta’ala, karena Dia akan mencukupi segala keperluanku..

والله أعلم بالصواب...

Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santri Modern posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category