Trison Media

Trison Media From knowledge to true understandingđź’ˇ

❤️ Like • 💬 Comment • 🔔 Follow

Iran baru saja melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan negara manapun di zaman modern: memungut biaya transit di j...
30/03/2026

Iran baru saja melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan negara manapun di zaman modern: memungut biaya transit di jalur laut internasional yang seharusnya bebas dilalui.

Menurut data pelacakan maritim, beberapa kapal telah melewati Selat Hormuz sejak Selasa pagi. Tapi mereka tidak lewat secara gratis. Iran menyatakan akan memungut biaya dari negara-negara yang ingin mendapat jaminan transit aman melalui jalur perairan tersebut.

Ini perubahan fundamental dari posisi Iran sebelumnya. Awalnya Iran menutup Hormuz total untuk semua kapal. Lalu mereka mengizinkan kapal dari "negara non-musuh" lewat. Dan sekarang mereka memonetisasi kontrol tersebut dengan memungut biaya.

Secara hukum internasional, ini sangat kontroversial. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional yang dilindungi oleh Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS). Memungut biaya transit di jalur seperti ini belum pernah terjadi dan bisa menciptakan preseden berbahaya bagi perdagangan global.

Tapi secara strategis, ini langkah cerdas dari Iran. Mereka mengubah Hormuz dari senjata militer menjadi sumber pendapatan, menunjukkan bahwa mereka bisa mengontrol jalur tersebut tanpa harus menutupnya sepenuhnya.

Sumber: CNN (Live Updates March 25–26: White House Working to arrange Iran war talks)

Harapan perdamaian yang sempat membuat market rally kemarin langsung hancur hari ini.Iran secara resmi menyebut proposal...
29/03/2026

Harapan perdamaian yang sempat membuat market rally kemarin langsung hancur hari ini.

Iran secara resmi menyebut proposal 15 poin AS untuk mengakhiri perang sebagai "maksimalis dan tidak masuk akal." Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan di televisi nasional bahwa tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan Washington. Ia mengakui adanya pertukaran pesan melalui mediator, tapi menekankan bahwa itu "bukan berarti negosiasi dengan AS."

Seorang pejabat senior Iran yang dikutip Fars News bahkan lebih blak-blakan: "Iran tidak menerima gencatan senjata. Pada dasarnya tidak logis memasuki proses seperti itu dengan pihak yang melanggar perjanjian." Pejabat tersebut menambahkan bahwa Iran bermaksud mewujudkan tujuan strategisnya dalam perang, dan baru setelah itu ada kemungkinan mengakhiri konflik.

Yang membuat situasi makin rumit: rencana 15 poin AS, yang dikirim melalui Pakistan, dilaporkan mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah mengejar senjata nuklir dan membongkar kapabilitas nuklir yang ada. Bagi Iran, ini bukan negosiasi, ini tuntutan menyerah tanpa syarat.

Sumber: Al Jazeera (Iran calls US proposal to end war 'maximalist, unreasonable')

Trump bilang sedang bernegosiasi. Pentagon bilang kirim pasukan. Dua sinyal yang berlawanan arah dalam waktu bersamaan.D...
29/03/2026

Trump bilang sedang bernegosiasi. Pentagon bilang kirim pasukan. Dua sinyal yang berlawanan arah dalam waktu bersamaan.

Di saat Trump mengklaim bahwa Iran "ingin membuat deal," militer AS justru mempersiapkan pengiriman besar-besaran ke kawasan. Sekitar 1.000 tentara dari Divisi 82nd Airborne, salah satu unit paling elit AS yang dikenal sebagai pasukan reaksi cepat, diperkirakan akan dikirim ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Secara terpisah, Pentagon juga sedang mengerahkan dua unit ekspedisi Marinir yang akan menambahkan sekitar 5.000 Marinir dan ribuan pelaut ke kawasan. Ini di atas sekitar 50.000 pasukan AS yang sudah berada di region sejak perang dimulai.

82nd Airborne bukan unit yang dikirim untuk misi perdamaian. Ini unit yang dikirim untuk operasi tempur skala besar. Pengiriman mereka menunjukkan bahwa di balik retorika negosiasi, Pentagon mempersiapkan kemungkinan eskalasi.

Kombinasi diplomasi plus pengerahan militer besar-besaran ini sering disebut "coercive diplomacy" — bernegosiasi sambil menunjukkan kekuatan. Tapi bagi market, ini menciptakan ketidakpastian ganda: apakah ini sinyal perang segera berakhir, atau sinyal fase baru yang lebih intens?

Sumber: CNN (What to know on Day 26 of the Iran war), Irish Times (Trump prepared to unleash hell)

**Ancaman bertemu ancaman. Dan sekarang dunia menunggu siapa yang berkedip duluan.**Setelah Trump mengeluarkan ultimatum...
28/03/2026

**Ancaman bertemu ancaman. Dan sekarang dunia menunggu siapa yang berkedip duluan.**

Setelah Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau pembangkit listrik Iran akan dihancurkan, militer Iran langsung merespons dengan ancaman yang tidak kalah menakutkan: kalau AS menyerang, Hormuz akan ditutup total, tanpa pengecualian, dan tanpa batas waktu. Iran juga mengancam akan menyerang seluruh infrastruktur energi dan komunikasi milik AS serta Israel di seluruh kawasan.

IRGC secara spesifik menyatakan bahwa mereka akan menutup Selat Hormuz "sepenuhnya" jika Trump melaksanakan ancamannya. Ini berbeda dari kondisi saat ini di mana Iran masih mengizinkan beberapa kapal dari negara tertentu lewat. Penutupan total artinya nol kapal, nol minyak, nol LNG yang melewati jalur tersebut.

Ketua Parlemen Iran menambahkan bahwa "persamaan mata ganti mata sedang berlaku" dan menyebut ini sebagai "level baru konfrontasi." Sementara itu, Menlu Iran menyatakan bahwa respons mereka terhadap serangan Israel ke South Pars "baru menggunakan sebagian kecil dari kekuatan mereka."

Tenggat waktu ultimatum Trump jatuh malam ini. Seluruh dunia menahan napas.

Sumber: CNN (Day 23 of Middle East conflict, 23 Maret 2026), PBS News (Iran threatens to completely close Strait of Hormuz)

Ini pernyataan paling tegas yang pernah keluar dari pejabat tertinggi diplomasi Iran sejak perang dimulai.Menteri Luar N...
28/03/2026

Ini pernyataan paling tegas yang pernah keluar dari pejabat tertinggi diplomasi Iran sejak perang dimulai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan di televisi nasional: "Kami tidak ingin gencatan senjata. Gencatan senjata hanya akan menciptakan siklus perang yang berulang. Kami ingin perang berakhir dengan cara yang tidak akan terulang, dengan syarat kami sendiri."

Lalu ia menambahkan satu tuntutan yang mengubah seluruh dinamika negosiasi: "Kerusakan terhadap rakyat Iran juga harus dikompensasi."

Ini bukan sekadar penolakan terhadap proposal AS. Ini pernyataan bahwa Iran menolak konsep gencatan senjata itu sendiri. Bagi Iran, gencatan senjata tanpa jaminan jangka panjang hanya akan memberi AS dan Israel waktu untuk mempersiapkan serangan berikutnya, persis seperti yang terjadi tahun lalu ketika perang 12 hari berakhir dengan gencatan senjata yang kemudian dilanggar.

Araghchi juga mempertanyakan niat AS: mengapa Washington tiba-tiba mengubah nada dari tuntutan "menyerah tanpa syarat" menjadi ajakan negosiasi? Menurutnya, ini adalah pengakuan kegagalan, bukan niat baik.

Sumber: NPR (Iran rejects Trump's proposal to end the war and lays out 5 conditions)

21/03/2026

Nelayan Yang Ditemukan Hidup Setelah Hilang 14 Bulan Dilautan

18/03/2026

Penemuan Kota Inca Yang Hilang

18/03/2026

Aksi Ekstrim Mengubur Diri Hidup-hidup Selama Berhari-hari

16/03/2026

Raja Yang Memerintah Hanya 20 menit

15/03/2026

Per4ng Paling Cepat Dalam Sejarah

15/03/2026

Anak Yang Menjadi Raja Saat Usianya Baru 9 Tahun

11/03/2026

Kota Yang Terbakar Karena Susu

Address

Surabaya
Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Trison Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share