14/08/2026
Bali - Video proses mediasi kasus cekcok antara pelanggan asal Lombok bernama Hilda dengan seorang penjahit di Bali viral di media sosial. Mediasi tersebut difasilitasi anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK). Dalam rekaman yang beredar, Hilda yang sebelumnya disebut sebagai korban dugaan diskriminasi dan perlakuan merendahkan justru dinilai warganet mendapat tekanan saat proses mediasi berlangsung. Perselisihan bermula dari keterlambatan pesanan permak pakaian yang kemudian diwarnai umpatan bernada rasis dari pihak penjahit. Meski kedua pihak sempat menandatangani kesepakatan damai di kantor polisi, rekaman mediasi lanjutan di hadapan senator Bali tersebut kembali menjadi sorotan publik.
Dalam video berdurasi singkat itu, Arya Wedakarna terlihat melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Hilda, termasuk mempertanyakan dampak unggahan kejadian tersebut terhadap kelangsungan usaha dan kehidupan keluarga pihak penjahit. “Masalah sepele uang Rp1.000 jadi begini gitu, enggak enak sekali loh. Sekarang kamu mau diapain ibu nih di depan kamu? Sekarang depan saya sekarang gimana maunya? Ibu nih memang ibunya salah, sekarang maunya gimana, mau ditutup?” ujar Arya Wedakarna dalam video yang beredar, dikutip Kamis (13/8/2026). Rekaman tersebut kemudian memicu kritik dari warganet yang menilai proses mediasi semestinya menjadi ruang penyelesaian masalah secara adil dan tidak membuat pihak yang mengaku sebagai korban merasa tertekan.