PESANTREN ONLINE

PESANTREN ONLINE Pengetahuan dan Informasi

Semoga Para Ulama Kita, Sehat dan Panjang Umur . . . Aamiin
01/06/2024

Semoga Para Ulama Kita, Sehat dan Panjang Umur . . . Aamiin

AMALAN BULAN RAJAB Abdul Wahid Alfaizin,Insya Allah nanti malam sudah masuk malam 1 Rajab. Imam Syafi'i dalam kitab Al-U...
22/01/2023

AMALAN BULAN RAJAB

Abdul Wahid Alfaizin,
Insya Allah nanti malam sudah masuk malam 1 Rajab. Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm dan Al-Baihaqi dalam al-Sunan meriwayatkan

خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

“Ada lima malam doa di dalamnya tidak akan ditolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”

Imam Baihaqi dan beberapa perawi lainnya meriwayatkan doa' ketika masuk bulan Rajab sebagai berikut

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: " اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ "

"Ketika Nabi masuk bulan Rajab beliau berdoa' اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ (HR. Baihaqi no. 3534)

Termasuk Sunnah di bulan Rajab adalah puasa. Dalam riwayat Muslim disebutkan

إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا عِيسَى، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ، - يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ - قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صِيَامِ رَجَبَ، فَقَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ

Artinya, “Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa,’” (HR Muslim).

Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menjelaskan kandungan hadits di atas sebagai berikut.

الظَّاهِرُ أَنَّ مُرَادَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ بِهَذَا الِاسْتِدْلَالِ أَنَّهُ لَا نَهْيَ عَنْهُ وَلَا نَدْبَ فِيهِ لِعَيْنِهِ بَلْ لَهُ حُكْمُ بَاقِي الشُّهُورِ وَلَمْ يَثْبُتْ فِي صَوْمِ رَجَبٍ نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ وَفِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْمِ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَرَجَبٌ أَحَدُهَا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
[النووي، شرح النووي على مسلم، ٣٩-٣٨/٨]

Artinya, “Istidlal yang dilakukan Sa’id Ibnu Jubair menunjukan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.”

Bahkan Ibnu Hajar menyatakan orang yang melarang puasa Rajab adalah sebuah kebodohan dan berani terhadap Syariah Islam yang suci bahkan wajib dihukum oleh pemerintah. Berikut penjelasan Ibnu Hajar dalam kitabnya Al-Fatawa al-Fiqhiyyah

وَأَمَّا اسْتِمْرَارُ هَذَا الْفَقِيهِ عَلَى نَهْيِ النَّاسِ عَنْ صَوْمِ رَجَب فَهُوَ جَهْلٌ مِنْهُ وَجُزَافٌ عَلَى هَذِهِ الشَّرِيعَةِ الْمُطَهَّرَةِ فَإِنْ لَمْ يَرْجِع عَنْ ذَلِكَ وَإِلَّا وَجَبَ عَلَى حُكَّامِ الشَّرِيعَةِ الْمُطَهَّرَةِ زَجْرُهُ وَتَعْزِيرُهُ التَّعْزِيرَ الْبَلِيغَ الْمَانِعَ لَهُ وَلِأَمْثَالِهِ مِنْ الْمُجَازَفَةِ فِي دِينِ اللَّهِ تَعَالَى وَكَأَنَّ هَذَا الْجَاهِلَ يَغْتَرُّ بِمَا رُوِيَ مِنْ أَنَّ جَهَنَّمَ تُسَعَّرُ مِنْ الْحَوْلِ إلَى الْحَوْلِ لِصَوَّامِ رَجَب وَمَا دَرَى هَذَا الْجَاهِلُ الْمَغْرُورُ أَنَّ هَذَا حَدِيثٌ بَاطِلٌ كَذِبٌ لَا تَحِلُّ رِوَايَتُهُ كَمَا ذَكَرُهُ الشَّيْخُ أَبُو عَمْرِو بْنِ الصَّلَاحِ وَنَاهِيكَ بِهِ حِفْظًا لِلسُّنَّةِ وَجَلَالَةً فِي الْعُلُومِ وَيُوَافِقهُ إفْتَاءُ الْعِزِّ بْنِ عَبْدِ السَّلَامِ فَإِنَّهُ سُئِلَ عَمَّا نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْمُحَدِّثِينَ مِنْ مَنْعِ صَوْمِ رَجَب وَتَعْظِيمِ حُرْمَتِهِ وَهَلْ يَصِحُّ نَذْرُ صَوْمِ جَمِيعِهِ فَقَالَ فِي جَوَابِهِ نَذْرُ صَوْمِهِ صَحِيحٌ لَازِمٌ يَتَقَرَّبُ إلَى اللَّهِ تَعَالَى بِمِثْلِهِ وَاَلَّذِي نَهَى عَنْ صَوْمِهِ جَاهِلٌ بِمَأْخَذِ أَحْكَامِ الشَّرْعِ وَكَيْف يَكُونُ مُنْهَيَا عَنْهُ مَعَ أَنَّ الْعُلَمَاءَ الَّذِينَ دَوَّنُوا الشَّرِيعَةَ لَمْ يَذْكُر أَحَدٌ مِنْهُمْ انْدِرَاجَهُ فِيمَا يُكْرَه صَوْمُهُ بَلْ يَكُونُ صَوْمُهُ قُرْبَةً إلَى اللَّهِ تَعَالَى لِمَا جَاءَ فِي الْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ مِنْ التَّرْغِيبِ فِي الصَّوْمِ [ابن حجر الهيتمي، الفتاوى الفقهية الكبرى، ٥٣/٢-٥٤]

IJAZAH DARI HABIB UMAR MUTOHHAR SEMARANG -Setiap hari baca surat Yasin, pada ayat سلام قولا من رب رحيمDibaca 41x lalu pa...
11/07/2022

IJAZAH DARI HABIB UMAR MUTOHHAR SEMARANG -

Setiap hari baca surat Yasin, pada ayat سلام قولا من رب رحيم
Dibaca 41x lalu panjatkan doa hajatnya mau apa. Apapun pokoknya

Waktunya kapan?..
Setelah shalat subuh, kalau gak sempet ya waktu Dluha, atau waktu Dhuhur, waktu ashar, waktu maghrib, waktu Isya, atau sebelum tidur, atau sebelum subuh.

Kalau gak sempet juga?
Gampang, tinggal anteng aja.. Tiduran di kasur, panggil tetangga suru baca Yasin di hadapan sampean.

Monggo..

Gus Rifqiel Asyiq

"Cerita Kiai Maimoen Zubair saat Menguji Kiai Subhan Makmun"“Satu ketika saya diundang oleh Mbah Maemun Zubair dalam seb...
09/07/2022

"Cerita Kiai Maimoen Zubair saat Menguji Kiai Subhan Makmun"

“Satu ketika saya diundang oleh Mbah Maemun Zubair dalam sebuah acara di pesantren beliau di Sarang Rembang,” kata Kiai Subhan Makmun mengawali cerita, Ahad (1/4).
Kepada Kiai Subhan Mbah Maemun berkata, “Gus, tolong jawab pertanyaan saya. Kalau Anda tidak mau jawab, maka saya tidak mau naik panggung.”

“Pertanyaan apa, kiai?” tanya Kiai Subhan.

Lalu Mbah Maemun memberikan pertanyaannya, “Apa bedanya kalimat innamaa ya’muru masaajidallaah dan kalimat innamaa yu’ammiru masaajidallaah? Mengapa di dalam Al-Qur’an bunyinya innamaa ya’muru masaajidallaah bukan inaamaa yu’ammiru masaajidallaah?”

Mendapat pertanyaan seperti itu Kiai Subhan menjawab, “Kalau ya’muru maka bentuk masdarnya ‘imaarah, sedangkan yu’ammiru bentuk masdarnya ta’mir.”
“Saya tidak bertanya soal ilmu sharaf, Gus.," timpal Mbah Maemun.

“Yang saya tanyakan adalah faedahnya. Apa faedahnya Al-Qur’an menyebutkan innamaa ya’muru masaajidallaah bukan innamaa yu’ammiru masaajidallaah?”

Mendapat pertanyaan demikian sejenak Kiai Subhan terdiam. Ia merasa sedang diuji oeh Mbah Maemun. Namun tak berapa lama dalam diamnya Kiai Subhan tiba-tiba serasa disodori kitab Tafsir Baidlowi yang pernah ia pelajari di tahun delapan puluhan. Dengan sangat jelas ia teringat apa yang pernah dipelajari di dalam kitab tafsir tersebut yang merupakan jawaban atas pertanyaan yang sedang dihadapi.
Maka kemudian Kiai Subhan menyampaikan jawaban kepada Mbah Maemun, “Kalau ya’muru itu meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan seperti shalat tahiyatul masjid, pembacaan Al-Qur’an, dzikir dan lain sebagainya. Sedangkan yu’ammiru itu meramaikan masjid dengan menghiasi bangunannya saja.”

Ternyata apa yang disampaikan oleh Kiai Subhan dibenarkan Mbah Maemun dan pada akhirnya berkenan untuk naik ke panggung untuk menjelaskan perihal masjid.
Pada lain kesempatan setelah beberapa tahun kemudian, Kiai Subhan melakukan perjalanan ziarah ke beberapa daerah. Hingga pada waktu tengah malam mampir ke sebuah masjid untuk shalat.

Kepada penjaga masjid yang ada, Kiai Subhan meminta untuk dibukakan masjid. Namun sang penjaga menolak dengan alasan bahwa keputusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menghendaki masjid hanya dibuka ketika waktu shalat saja. Meski Kiai Subhan terus meminta, namun penjaga itu tetap tak mau membukakannya.

“Atas peristiwa ini,” lanjut Kiai Subhan dalam ceritanya yang disampaikan dalam acara peringatan Isra Mi’raj di Masjid Agung Kota Tegal, Ahad (1/4). “saya teringat dahulu pernah ditanya oleh Mbah Maemun tentang beda ya’muru dan yu’ammiru," katanya.

Ternyata banyak pengurus masjid di berbagai daerah hanya melakukan ta’mîr, bukan ‘imârah” kenangnya. Mereka hanya membangun masjid dengan megah dan menghiasinya dengan indah, namun tidak banyak meramaikannya dengan kegiatan ibadah, lanjutnya.

Karenanya p**a Kiai Subhan meminta kepada pengurus masjid Agung di Brebes, tempat di mana Kiai Subhan tinggal untuk tidak menutup masjid selama dua puluh empat jam agar siapapun bisa melakukan shalat di dalamnya kapanpun mereka datang.

“Dan alhamdulillah Masjid Agung Brebes selama dua puluh empat jam selalu ramai dikunjungi para musafir yang hendak melakukan shalat,” pungkasnya.

Wallahu a'lam.

AMALAN ULAMA "MENGOBATI SAKIT PERUT" Fatihah; 1) Rasulullah Saw. 2) Syekh Abdul Qadir Jailani. لَهُمۡ فِیهَا فَاكِهَةࣱ و...
21/06/2022

AMALAN ULAMA "MENGOBATI SAKIT PERUT"

Fatihah; 1) Rasulullah Saw. 2) Syekh Abdul Qadir Jailani.

لَهُمۡ فِیهَا فَاكِهَةࣱ وَلَهُم مَّا یَدَّعُونَ
Dibaca 7 kali dgn satu kali nafas.

Kemudian ditutup dgn bacaan:
سَلَامࣱ قَوۡلࣰا مِّن رَّبࣲّ رَّحِیمࣲ

* Tiupkan tangan kanan 3 kali, usapkan perut yg sakit.

FOTO BERSEJARAH PADA MUKTAMAR NUFoto langka bersejarah, Muktamar NU di Magelang tahun 1939. Foto diambil di depan masjid...
26/05/2022

FOTO BERSEJARAH PADA MUKTAMAR NU

Foto langka bersejarah, Muktamar NU di Magelang tahun 1939. Foto diambil di depan masjid Jami' Magelang. Diantaranya yang ada dalam foto adalah Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Sansuri (Jombang), KH. Asnawi, KH. Mahfudz (Kudus), KH. Baidowi (Lasem), KH. Dalhar, KH. Sirodj (Magelang).

Tampilan fashion poro kiai dan gus jaman dulu yang sudah cukup jarang ditemui hari-hari ini. Sarung dipadupadankan dengan jas. Sorbannya juga simpel minimalis, nyaris seperti blangkon. Ada juga peserta yang pakai setelan blangkon, beskap, dan jarik.

10 MACAM HATI MENURUT KARAKTERISTIKNYA1.QOLBUN SALIIM. Artinya hati yang sehat, bersih dan selamat dari kekufuran dan ke...
24/05/2022

10 MACAM HATI MENURUT KARAKTERISTIKNYA

1.QOLBUN SALIIM. Artinya hati yang sehat, bersih dan selamat dari kekufuran dan kemunafikan. Hati yang ikhlas lillahi ta’ala. Jenis hati yang pertama ini termaktub dalam Q.S. Asy-Syu’ara: 89.
*إلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ*
“…_ orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”_

2. QALBUN MUNIIB
Yaitu hati yang selalu kembali dan bertaubat kepada Allah.
Termaktub di dalam Q.S. Qaf: 33.
*مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ*
_“…(Yaitu) Orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.”_

3. QALBUN MUKHBIIT
Yaitu hati yang tunduk dan tenang.
Termaktub di dalam Q.S. Al-Haj: 54.
*وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ.*
_“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya.”_

4. QALBUN WAJIIL
Yaitu hati yang takut kepada Allah serta khawatir kalau amalnya tidak diterima Allah, serta tidak selamat dari siksa (api) neraka.
Termaktub dalam Q.S. Al-Mukminun: 60.
*والَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآءَاتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ.*
_“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”_

5. QALBUN TAQIY
Yaitu hati yang selalu mengagungkan syiar-syiar Allah SWT.
Termaktub di dalam Q.S. Al-Hajj: 32.
*ذلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّـهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ.*
_“Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”_

6. QALBUN MAHDIY
Yaitu hati yang ridla dengan ketetapan (qadla') dan takdir (qadar) Allah, serta berserah diri kepada Allah atas segala urusan yang menimpanya. Termaktub dalam Q.S. At-Taghabun: 11.
*مَآأَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ.*
_“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”_

7. QALBUN MUTHMAIN
Yaitu hati yang tenang karena meng-Esakan Allah dan mengingat-Nya. Termaktub dalam Q.S. Ar-Ra’du: 28.
*الَّذِينَ امَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ.*
_“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”_

8. QALBUN HAYY
Yaitu hati yang memahami ‘ibrah dari kisah-kisah umat terdahulu yang Allah ceritakan dalam al-Qur’an. Seperti disebutkan dalam Q.S. Qaf: 37.
*إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ.*
_“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.”_

9. QALBUN MARIIDL
Yaitu hati yang mengandung penyakit, seperti kemunafikan serta keraguan akan kebenaran. Hati yang di dalamnya terdapat kejahatan serta syahwat kepada yang haram.
Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah: 10.
*فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا.*
_“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu…”_

10. QALBUN A'MAA
Yaitu hati yang tidak bisa melihat dan memahami kebenaran serta pelajaran yang telah Allah berikan melalui ayat-ayat-Nya. Seperti disebutkan dalam Q.S. Al-Hajj: 46.
*أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ.*
_“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”_

Demikian sekilas penjelasan Hati manusia dilihat dari Karakteristiknya.
Semoga bisa bermanfaat...

Cc Ust. Insan Kamil Asfy

AMALAN UNTUK MENGHILANGKAN WAS²/KERAGUAN/BIMBANGJUGA MELANCARKAN HAJAT/RIZQIDi antara kata-kata Al-Habib Ja'far bin Ahma...
21/04/2022

AMALAN UNTUK MENGHILANGKAN WAS²/KERAGUAN/BIMBANG
JUGA MELANCARKAN HAJAT/RIZQI

Di antara kata-kata Al-Habib Ja'far bin Ahmad al-Aydarus نفعنا الله به semoga Allah memberi manfa'at kepada kita dgn sebab beliau. Salah satu guru dari Habib Umar bin Hafidz, yg juga ayah dari Habib Ali bin Ja'far Batu Pahat. Beliau memang dikenal sebagai seorang yg tawadhu', saking tawadhu'nya beliau setiap orang yg berhasil mencium tangan beliau pasti akan dicium balik tangannya oleh Habib Ja'far, siapapun dan dimanapun. Seorang Auliya' yg berasal dari Tarim , Hadraumaut , Yaman.

Salah satu hikmah dari beliau adalah : "Di saat beliau berdzikir lalu nafsu serta syaithan mengganggu beliau, maka beliau memperbanyak jumlah dzikirnya".

Dan beliau juga dawuh :

"Sesiapa yg ragu dan bimbang hatinya, hendaklah dia meletakkan tangan kanannya di bagian sebelah kiri dadanya sekadar dua kari di bawa puting susunya, lalu membaca surah Alam Nasyrah sebanyak 3 kali. Sesudah itu, bacalah:

رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري ونور قلبي وارفع لي ذكري وطول لي عمري في طاعتك ورضاك بما جاء به سيدُّنا محمدٌ صلى الله عليه وسلم.

Rabbisyroh lii shodrii wa yassir lii amrii wa nawwir qalbii warfa' lii zikrii wa thowwil lii umri fii thoo'atika wa ridhooka bi maa jaa'a bihi habiibika sayyidunaa Muhammad shollalloohu 'alahi wa alihi wa sallam.

Dan (Ingatlah), Tuhan yg menerangkan kepada daku akan apa yg ada dalam dada saya, dan ia juga yg menjadikan daku dari orang2 yg sabar, dan (Ingatlah), pada sisi Allah ada balasan bagi apa yg kami telah bawah.

Tiga Tingkatan Orang Berpuasa Menurut Imam GhazaliMenurut Imam Ghozali r.a, Tingkatan orang berpuasa ada 3, yaitu ; _Pua...
14/04/2022

Tiga Tingkatan Orang Berpuasa Menurut Imam Ghazali

Menurut Imam Ghozali r.a, Tingkatan orang berpuasa ada 3, yaitu ; _Puasa awam_ (Shaumul ‘aam) , _Puasa khusus_ (Shaumul Khusus), _Puasa Khususil khusus_ (Shaumul Khususil Khusus)

1 Puasa Orang Awam

أَمَّا صَوْمُ الْعُمُومِ: فَهُوَ كَفُّ الْبَطْنِ وَالْفَرْجِ عَنْ قَضَاءِ الشَّهْوَةِ

“Puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari menunaikan syahwat.”

Maksudnya, puasa umum atau puasa orang-orang awam adalah “sekedar” mengerjakan puasa menurut tata cara yang diatur dalam hukum syariat. Seseorang makan sahur dan berniat untuk puasa pada hari itu, lalu menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan dengan suami atau istrinya sejak dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Jika hal itu telah dikerjakan, maka secara hukum syariat ia telah melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan. Puasanya telah sah secara dzahir dari segi ilmu fikih.

2 Puasa khusus

وَأَمَّا صَوْمُ الْخُصُوصِ فَهُوَ كَفُّ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ وَاللِّسَانِ وَالْيَدِ وَالرِّجْلِ وَسَائِرِ الْجَوَارِحِ عَنِ الْآثَامِ

“Puasa khusus adalah menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan dari perbuatan-perbuatan dosa.”

Tingkatan puasa ini lebih tinggi dari tingkatan puasa sebelumnya. Selain menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan suami istri, tingkatan ini menuntut orang yang berpuasa untuk menahan seluruh anggota badannya dari dosa-dosa, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Tingkatan ini menuntut baik dzahir maupun batin untuk senantiasa berhati-hati dan waspada.

Ia akan menahan matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh *الله* dan Rasul-Nya. Ia akan menahan telinganya dari mendengarkan hal-hal yang diharamkan oleh *الله* dan Rasul-Nya. Ia akan menahan lisannya dari mengucapkan hal-hal yang diharamkan oleh *الله* dan Rasul-Nya. Ia akan menahan tangannya dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh *الله* dan Rasul-Nya. Ia akan menahan kakinya dari melangkah menuju hal-hal yang diharamkan oleh *الله* dan Rasul-Nya. Dan seluruh anggota badannya yang lain ia jaga agar tidak terjatuh dalam tindakan maksiat.Tingkatan puasa ini adalah tingkatan orang-orang shalih.

3, Puasa sangat khusus

وَأَمَّا صَوْمُ خُصُوصِ الْخُصُوصِ: فَصَوْمُ الْقَلْبِ عَنِ الْهِمَمِ الدَّنِيَّةِ وَالْأَفْكَارِ الدُّنْيَوِيَّةِ وَكَفُّهُ عَمَّا سِوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِالْكُلِّيَّةِ

“Puasa sangat khusus adalah berpuasanya hati dari keinginan-keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran duniawi serta menahan hati dari segala tujuan selain *الله* secara totalitas.”

Tingkatan ini adalah tingkatan puasa yang paling tinggi, sehingga paling berat dan paling sulit dicapai. Selain menahan diri dari makan, minum dan berhubungan, serta menahan seluruh anggota badan dari perbuatan maksiat, tingkatan ini menuntut hati dan pikiran orang yang puasa untuk selalu fokus pada akhirat, memikirkan hal-hal yang mulia dan memurnikan semua tujuan untuk *الله* semata.

Puasanya hati dan pikiran, itulah hakekat dari puasa sangat khusus. Puasanya hati dan pikiran dianggap batal ketika ia memikirkan hal-hal selain *الله*, hari akhirat dan berfikir tentang (keinginan-keinginan) dunia, kecuali perkara dunia yang membantu urusan akhirat. Inilah puasa para nabi, shiddiqin dan muqarrabin. (Imam Abu Hamid al-Ghozali, Ihya’ Ulumiddin, 1/234)

Saudaraku seiman dan seislam pemerhati MUTIARA RAMADHAN yang dirahmati *الله* SWT. Ingatlah sabda Rasulullah SAW,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

“Betapa banyak orang berpuasa namun balasan dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga semata. Dan betapa banyak orang melakukan shalat malam (tarawih dan witir) namun balasannya dari shalatnya hanyalah begadang menahan kantuk semata.” (HR. Ahmad no. 8856, Abu Ya’la no. 6551, Ad-Darimi no. 2720, Ibnu Hibban no. 3481 dan Al-Hakim no. 1571. Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata: Sanadnya kuat)

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam diatas, Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Al-habib Muhammad bin Hadi Assegaf berpesan agar  memperbanyak membaca: يا خبير يا عليم 𝙔𝙖𝙖 𝙆𝙝𝙤𝙗𝙞𝙞𝙧 𝙔𝙖𝙖 '𝘼𝙡𝙞𝙞𝙢(setiap ha...
10/03/2022

Al-habib Muhammad bin Hadi Assegaf berpesan agar memperbanyak membaca:
يا خبير يا عليم
𝙔𝙖𝙖 𝙆𝙝𝙤𝙗𝙞𝙞𝙧 𝙔𝙖𝙖 '𝘼𝙡𝙞𝙞𝙢

(setiap hari)

Faedah: Untuk melancarkan datangnya rejeki.

_____________
Al-Imam As-Sayyid Umar bin Saqaf Radhiyallahu'anhu juga memberikan sebuah faidah di dalam Kitabnya Tafrijul kurub wa Tafrijul qulub,

Dijelaskan bahwa telah diperintahkan dan dirutinkan oleh orang-orang sholih untuk membaca:
يا فتاح يا رزاق يا كافي يا مغني
𝙔𝙖𝙖 𝙁𝙖𝙩𝙩𝙖𝙝 𝙔𝙖𝙖 𝙍𝙤𝙯𝙯𝙖𝙖𝙦 𝙔𝙖𝙖 𝙆𝙖𝙖𝙛𝙞 𝙔𝙖𝙖 𝙈𝙪𝙜𝙝𝙣𝙞𝙞

(dibaca 100× pada waktu pagi)

Faedah: Ampuh dalam memperlancar rejeki.

__

Keterangan foto:
Alhabib Muhammad bin Hadi Assegaf -

KEPEMIMPINAN MAHAPATIH GAJAH MADA ATAU KI AGENG TUKUMNenek moyang bangsa di Nusantara ini mempunyai beberapa pegangan un...
28/02/2022

KEPEMIMPINAN MAHAPATIH GAJAH MADA ATAU KI AGENG TUKUM

Nenek moyang bangsa di Nusantara ini mempunyai beberapa pegangan untuk dipergunakan di dalam memimpin masyarakatnya. Kebanyakan sudah terkristalisasi dalam berbagai bentuk tembang dan juga nasihat luhur. Di antara yg paling menonjol adalah pegangan yg dipergunakan oleh MAHAPATIH GAJAH MADA (versi lain : masuk Islam Bergelar KI AGENG TUKUM, makamnya ada di dusun Badal Nambangan Ngadiluwih Kab Kediri) ketika memimpin Majapahit.

Pustaka Hasta Dasa Parateming Prabu atau 18 ilmu kepemimpinan. Pitutur luhur ini pernah diterapkan Maha Patih Gajah Mada pada zaman keemasan Kerajaan Majapahit di bumi Nusantara ini.

Ke 18 prinsip2 kepemimpinan tsb adalah :

1. WIJAYA, artinya pemimpin harus mempunyai jiwa tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Hanya dgn jiwa yg tenang masalah akan dapat dipecahkan.

2. MANTRIWIRA, artinya pemimpin harus berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun.

3. NATANGGUAN, artinya pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yg diberikan tsb sbg tanggung jawab dan kehormatan.

4. SATYA BHAKTI PRABHU, artinya Pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yg lebih tinggi dan bertindak dgn penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.

5. WAGMIWAK, Pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dgn tutur kata yg tertib dan sopan serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.

6. WICAKSANENG NAYA, artinya pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.

7. SARJAWA UPASAMA, artinya seorang pemimpin harus rendah hati, tidak boleh sombong, congkak, mentang jadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

8. DHIROTSAHA, artinya pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.

9. TAN SATRSNA, maksudnya seorang pemimpin tidak boleh pilih kasih terhadap salah satu golongan, tetapi harus mampu mengatasi segala paham golongan, sehingga dgn demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita2 bersama.

10. MASIHI SAMASTA BHUWANA, maksudnya seorang pemimpin mencintai alam semesta dgn melestarikan lingkungan hidup sbg karunia Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik2nya demi kesejahteraan rakyat.

11. SIH SAMASTA BHUWANA, maksudnya seorang pemimpin dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin mencintai rakyatnya.

12. NEGARA GINENG PRATIJNA, maksudnya seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.

13. DIBYACITTA, maksudnya seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan aspiratif).

14. SUMANTRI, maksudnya seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.

15. NAYAKEN MUSUH, maksudnya dapat menguasai musuh2, baik yg datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yg ada di dalam dirinya sendiri.

16. AMBEK PARAMA ARTHA, maksudnya pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal2 yg lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.

17. WASPADA PURWA ARTHA, pemimpin selalu waspada dan mau melakukan mawas diri (introspeksi) untuk melakukan perbaikan.

18. PRASAJA, artinya seorang pemimpin supaya berpola hidup sederhana (APARIGRAHA), tidak berfoya2 atau serba gemerlap.

PANCA T**I DARMANING PRABU

Selain itu, Mahapatih Gajah Mada juga mengamalkan ajaran dari Prabu Arjuna Sasrabahu dalam pewayangan, yg merumuskan ilmu kepemimpinan yg dikenal dgn Panca T**i Darmaning Prabu atau lima kewajiban sang pemimpin. Yaitu:

1. Handayani Hanyakra Purana, Seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para generasi mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu2.

2. Madya Hanyakrabawa, Seorang pemimpin di tengah2 masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dgn musyawarah dan mufakat yg mengutamakan kepentingan rakyat.

3. Ngarsa Hanyakrabawa, Seorang pemimpin sbg seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan2 yg baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.

4. Nir bala Wikara, Seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh2 atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran dan lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing2nya.

5. Ngarsa Dana Upaya, Seorang pemimpin sbg seorang kesatria harus senantiasa berada didepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakatnya.

ENAM KRETERIA KEPEMIMPINAN

Terdapat p**a beberapa kriteria yg harus dimiliki dalam kepemimpinan, sehingga semakin menunjang keberhasilan dari seorang pemimpin maupun mereka yg dipimpin. Diantaranya sbg berikut :

1. Abikamika, Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

2. Prajna, Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.

3. Usaha, Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (pelopor pembaharuan) serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyatnya.

4. Atma Sampal, Pemimpin harus mempunyai kepribadian: berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyetif dan mempunyai wawasan yg jauh ke masa depan demi kemajuan bangsanya.

5. Sakya Samanta, Pemimpin sebagai fungsi kontrol harus mampu mengawasi bawahan (efektif, efisien dan ekonomis) dan berani menindak secara adil bagi yg bersalah tanpa pilih kasih (tegas).

6. Aksudra Pari Sakta, Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dgn jalan permusyawaratan dan pandai berdiplomasi, menyerap aspirasi dari bawahan dan rakyatnya.

Doa Memohon Kemajuan NU, Ijazah dari KH. Hasyim Asy’ariHadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam salah satu maqolahnya meng...
12/02/2022

Doa Memohon Kemajuan NU, Ijazah dari KH. Hasyim Asy’ari

Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam salah satu maqolahnya mengatakan bahwa, “Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husnul khatimah beserta keluarganya”. Hal ini semestinya menjadi penyemangat kaum muslimin untuk menghidupkan dan memajukan NU. Salah satu diantara ikhtiar memajukan NU adalah berdoa demi kebaikan NU kedepan. Dalam hal ini, KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan doa untuk memajukan NU, berikut doanya :

دُعَاءُ حَضْرَةِ الشَّيْخِ كِيَاهِي حَاجِي مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي رَحِمَهُ الله
اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)”، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧)”. وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(٣x بعد المفروضة)

أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله

Artinya : “Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan dan tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah Jam’iyah kami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendak-Mu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧) ، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧

“Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (Qur’an Surat An-Nahl : 97). “Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (Qur’an Surat Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedzaliman, ketidaksenonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa.”

*Dari KH Khotib Umar, dari ayahnya KH Umar, dari KH As’ad Syamsul Arifin, dari Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari
Demikian doa yang bisa diamalkan oleh segenap kaum muslim demi kemajuan NU. Semoga bermanfaat. (Md)

Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PESANTREN ONLINE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PESANTREN ONLINE:

Share

Category