28/02/2022
KEPEMIMPINAN MAHAPATIH GAJAH MADA ATAU KI AGENG TUKUM
Nenek moyang bangsa di Nusantara ini mempunyai beberapa pegangan untuk dipergunakan di dalam memimpin masyarakatnya. Kebanyakan sudah terkristalisasi dalam berbagai bentuk tembang dan juga nasihat luhur. Di antara yg paling menonjol adalah pegangan yg dipergunakan oleh MAHAPATIH GAJAH MADA (versi lain : masuk Islam Bergelar KI AGENG TUKUM, makamnya ada di dusun Badal Nambangan Ngadiluwih Kab Kediri) ketika memimpin Majapahit.
Pustaka Hasta Dasa Parateming Prabu atau 18 ilmu kepemimpinan. Pitutur luhur ini pernah diterapkan Maha Patih Gajah Mada pada zaman keemasan Kerajaan Majapahit di bumi Nusantara ini.
Ke 18 prinsip2 kepemimpinan tsb adalah :
1. WIJAYA, artinya pemimpin harus mempunyai jiwa tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Hanya dgn jiwa yg tenang masalah akan dapat dipecahkan.
2. MANTRIWIRA, artinya pemimpin harus berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun.
3. NATANGGUAN, artinya pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yg diberikan tsb sbg tanggung jawab dan kehormatan.
4. SATYA BHAKTI PRABHU, artinya Pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yg lebih tinggi dan bertindak dgn penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.
5. WAGMIWAK, Pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dgn tutur kata yg tertib dan sopan serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.
6. WICAKSANENG NAYA, artinya pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.
7. SARJAWA UPASAMA, artinya seorang pemimpin harus rendah hati, tidak boleh sombong, congkak, mentang jadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.
8. DHIROTSAHA, artinya pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.
9. TAN SATRSNA, maksudnya seorang pemimpin tidak boleh pilih kasih terhadap salah satu golongan, tetapi harus mampu mengatasi segala paham golongan, sehingga dgn demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita2 bersama.
10. MASIHI SAMASTA BHUWANA, maksudnya seorang pemimpin mencintai alam semesta dgn melestarikan lingkungan hidup sbg karunia Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik2nya demi kesejahteraan rakyat.
11. SIH SAMASTA BHUWANA, maksudnya seorang pemimpin dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin mencintai rakyatnya.
12. NEGARA GINENG PRATIJNA, maksudnya seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.
13. DIBYACITTA, maksudnya seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan aspiratif).
14. SUMANTRI, maksudnya seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.
15. NAYAKEN MUSUH, maksudnya dapat menguasai musuh2, baik yg datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yg ada di dalam dirinya sendiri.
16. AMBEK PARAMA ARTHA, maksudnya pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal2 yg lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.
17. WASPADA PURWA ARTHA, pemimpin selalu waspada dan mau melakukan mawas diri (introspeksi) untuk melakukan perbaikan.
18. PRASAJA, artinya seorang pemimpin supaya berpola hidup sederhana (APARIGRAHA), tidak berfoya2 atau serba gemerlap.
PANCA T**I DARMANING PRABU
Selain itu, Mahapatih Gajah Mada juga mengamalkan ajaran dari Prabu Arjuna Sasrabahu dalam pewayangan, yg merumuskan ilmu kepemimpinan yg dikenal dgn Panca T**i Darmaning Prabu atau lima kewajiban sang pemimpin. Yaitu:
1. Handayani Hanyakra Purana, Seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para generasi mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu2.
2. Madya Hanyakrabawa, Seorang pemimpin di tengah2 masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dgn musyawarah dan mufakat yg mengutamakan kepentingan rakyat.
3. Ngarsa Hanyakrabawa, Seorang pemimpin sbg seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan2 yg baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.
4. Nir bala Wikara, Seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh2 atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran dan lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing2nya.
5. Ngarsa Dana Upaya, Seorang pemimpin sbg seorang kesatria harus senantiasa berada didepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakatnya.
ENAM KRETERIA KEPEMIMPINAN
Terdapat p**a beberapa kriteria yg harus dimiliki dalam kepemimpinan, sehingga semakin menunjang keberhasilan dari seorang pemimpin maupun mereka yg dipimpin. Diantaranya sbg berikut :
1. Abikamika, Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.
2. Prajna, Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.
3. Usaha, Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (pelopor pembaharuan) serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyatnya.
4. Atma Sampal, Pemimpin harus mempunyai kepribadian: berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyetif dan mempunyai wawasan yg jauh ke masa depan demi kemajuan bangsanya.
5. Sakya Samanta, Pemimpin sebagai fungsi kontrol harus mampu mengawasi bawahan (efektif, efisien dan ekonomis) dan berani menindak secara adil bagi yg bersalah tanpa pilih kasih (tegas).
6. Aksudra Pari Sakta, Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dgn jalan permusyawaratan dan pandai berdiplomasi, menyerap aspirasi dari bawahan dan rakyatnya.