10/10/2025
STREET VIEW
Seperti yang mungkin kalian ketahui, Google Maps memiliki sebuah fitur bernama Street View yang menyediakan pemandangan panoramik pada hampir setiap jalan di setiap negara di dunia. Foto-foto tersebut diambil oleh mobil yang dilengkapi dengan kamera.
Gambar-gambar tersebut menampilkan orang-orang yang tengah berjalan di jalanan, namun wajah mereka diburamkan untuk melindungi privasi mereka. Namun, ketika kalian melihat Street View dan melihat seseorang yang wajahnya tidak diburamkan, kalian harus sangat berhati-hati…
Ini adalah sesuatu yang benar-benar kualami.
Aku bekerja di sebuah perusahaan di tengah kota. Suatu malam, aku harus lembur. Aku adalah satu-satunya orang yang tersisa di kantor tersebut. Saat itu aku akan pulang ketika aku ingat bahwa keesokan harinya ada pertemuan penting di sisi lain kota. Aku tidak familiar dengan area tersebut, jadi aku membuka Google Maps di komputer.
Aku memasukkan alamat tempat pertemuan tersebut dan merencanakan rute untuk keesokan harinya. Kemudian, aku membuka Street View untuk melihat lokasi yang akan dituju.
Aku melihat bahwa di jalan tersebut ada sebuah tempat penyebrangan untuk pejalan kaki. Di gambar tersebut, terdapat seorang wanita yang wajahnya tidak diblur. Yang menarik perhatianku adalah wajahnya terlihat sangat aneh.
Wajahnya terlihat sangat pucat dan posisinya aneh. Kepalanya nampak terputar ke samping dan lehernya bengkok. Hal itu mengingatkanku pada sebuah boneka yang tengah dikendalikan oleh tali.
Ada sesuatu tentang wanita itu yang membuatku sangat cemas. Jantungku berdebar kencang dan rasa dingin menjalar di punggungku. Entah mengapa, aku merasa tidak seharusnya melihatnya dan aku pun segera menutup Street View tersebut.
Aku sedang mengemasi tas dan bersiap untuk pulang, namun rasa penasaran menguasai diriku. Aku kemudian memutuskan untuk melihatnya sekali lagi. Ketika aku membuka Street View lagi, aku melihat wanita yang sama tengah menyeberang jalan, namun entah bagaimana wajahnya terlihat lebih jelas dan aku bisa melihat matanya.
Aku perbesar bagian wajahnya. Sepertinya dia sedang menatap ke arah kamera. Semakin aku menatapnya, semakin dia seolah-olah menatapku kembali dengan tajam. Hal itu mulai membuatku merasa tidak nyaman dan aku menyesal karena telah melihatnya.
Tiba-tiba, ketika aku sedang menatap gambar itu, aku melihat sepertinya mulut wanita itu mulai terlihat bergerak.
Setelah itu, layar komputerku mati. Yang bisa kulihat hanyalah bayangan wajahku sendiri yang terpantul di layar hitam komputer.
Aku terduduk di sana, menatap bayangan diriku di layar monitor, tidak berani bergerak. Aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari layar tersebut. Aku bahkan tidak bisa berkedip. Aku sempat mengira bahwa wanita itu akan muncul di belakangku di layar.
Jantungku berdebar dengan kencang.
Deg! Deg! Deg! Deg!
Aku terus mencoba meyakinkan diriku bahwa itu pasti ilusi optik akibat cahaya redup monitor komputer atau mataku yang sudah lelah.
Sejenak kemudian, layar komputerku kembali menyala. Gambar wanita aneh itu telah menghilang. Semua jendela browserku telah tertutup. Yang terlihat hanyalah desktopku.
Aku pun mematikan komputer dan meninggalkan kantor. Sesampainya di rumah, aku langsung tidur. Saat aku mulai tertidur, satu-satunya yang terbayangkan dalam pikiranku adalah wajah wanita aneh itu dan tatapannya yang menakutkan.
Biasanya aku pasti terbangun tepat pada tengah malam… atau setidaknya, aku merasa begitu. Namun malam itu aku tidak bisa membuka mata. Aku tidak bisa bergerak sedikit pun. Rasanya sangat mengganggu. Tubuhku seolah-olah benar-benar lumpuh.
Ketika aku sedang berpikir apa yang harus dilakukan, aku mendengar suara pintu apartemenku tertutup. Suaranya seolah-olah datang dari pintu masuk apartemenku. Kemudian, aku mendengar langkah kaki perlahan-lahan mendekati lorong.
Aku ingin melompat dari tempat tidurku, namun tubuhku menolak untuk bergerak. Aku bahkan tidak bisa membalikkan badanku. Aku merasa benar-benar tidak berdaya.
Suara langkah kaki tersebut perlahan semakin mendekati kamar tidurku. Aku bisa mendengar suara pintu kamar tidurku terbuka dengan perlahan. Kemudian, suara langkah kaki itu terdengar semakin mendekat.
Aku masih tidak bisa membuka mata, namun aku bisa merasakan ada sosok lain yang di dalam kamarku. Aku merasa ada sesuatu yang menyentuh pipiku. Kemudian, aku mendengar suara napas seseorang. Suaranya parau, seolah-olah seperti seseorang yang tengah kesulitan untuk bernapas.
Kemudian, aku mendengar suara bisikan yang lemah di telingaku.
“Sakit…”
Itu adalah suara seorang wanita.
Tiba-tiba, aku kembali bisa mengendalikan tubuhku. Aku bisa bergerak. Aku segera melempar selimutku, melompat dari tempat tidur dan menyalakan lampu kamarku.
Kamar tidurku terlihat kosong. Hanya ada aku sendirian di kamar tidur tersebut.
Jantungku berdebar kencang dan keringat menetes di wajahku. Aku begitu panik hingga sulit untuk berpikir.
Aku kemudian berlari keliling apartemen, menyalakan semua lampu yang ada. Aku tiak tahan untuk tidur lagi, jadi aku duduk di ruang tamu dan menonton TV sepanjang malam. Aku terjaga hingga pagi dan tiba waktunya untukku pergi bekerja.
Menjelang jam makan siang, aku meninggalkan kantor dan menuju ke lokasi tempat pertemuan yang akan dilaksanakan. Ketika aku sampai di sana, aku melihat tempat penyeberangan untuk pejalan kaki di mana wanita aneh itu terlihat di Google Street View sebelumnya.
Tepat di bawah lampu lalu lintas di tempat penyeberangan untuk pejalan kaki tersebut, aku melihat beberapa bunga dan lilin yang diletakkan di trotoar. Ada juga sebuah foto dalam pigura di sana.
Bulu kudukku merinding saat aku membungkuk dan melihat lebih dekat ke arah foto tersebut.
Itu adalah wanita yang sama yang aku lihat di Google Street View pada malam sebelumnya.
Ia tert*brak mobil dan t*was ketika ia sedang menyeberang jalan.
Source: https://www. scaryforkids. com/street-view/