19/08/2019
Buku ini adalah sebuah pengalaman bangkrut sang penulisnya dalam bisnis, sekitar 5 tahun yang lalu, kemudian beliau tuliskan beberapa catatan dan diperkuat dengan diskusi intens di grup kelas "Sadar Uang Bisnis" yang selama 3 tahun belakangan ini beliau sebagai mentornya, setidaknya sudah 28 batch sampai bulan April yang lalu.
Semua itu dirangkum dalam 8 bab + 1.
Awalnya sang penulis cuma diskusikan kesalahan-kesalahan pengelolaan keuangan usaha yang bermula dari :
bercampurnya uang usaha dan uang pribadi sehingga nggak tau lagi, ini usaha sudah suntik modal berapa kali dan sudah sampai mana.
Kemudian diperparah dengan kondisi hutang dan piutang tak terkendali. Omzetnya gede tapi masih dalam bentuk piutang, tertahan di orang lain.
Selanjutnya semakin diperpuruk dengan strategi harga: yang penting lebih murah dari tetangga sehingga bisnis tak lagi sehat secara keuangan karena laba semakin hari semakin tergerus...ya, hidup segan mati diam-diam...
Selain itu ada juga yang kebanyakan stok, gak punya uang cash dan banyak lagi...
Lalu sang autor buku membisikkan, cara memperbaikinya cuma 2, perbaiki catatan keuangannnya dan pisahkan rekening/uang bisnisnya.
Alhamdulillah, banyak yang awalnya hutang bertumpuk, lunas...ada yang stok tak terjual sampe 400 juta, terjual..ada yang gak pernah liat uang usahanya, akhirnya bisa bilang: alhamdulillah tiap akhir bulan bisa lihat hasil jualan.
dan lain lain...
Ini menjadi motivasi sang penulis menuliskan buku ini agar dapat memberi manfaat untuk lebih banyak orang lagi...
Lalu dari 3 bahasan di kelas "Sadar Uang Bisnis", dikembangkan menjadi 8 bab bahasan plus 1 tambahan yang sebenarnya sub bab tapi agak panjang bahasannya...
Tidak hanya soal keuangan usaha secara khusus, tapi UANG secara umum sehingga dengan membaca buku ini, mereka yang gak punya usahapun dapat mengambil hikmah dalam pengelolaan keuangan keluarga misalnya.