12/05/2026
Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga karena tingkat keterserapan lulusan SMK di Jatim mencapai 91,46 persen melalui program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha). Dari total 221.174 lulusan, sebanyak 195.429 siswa telah berpartisipasi dalam program tersebut.
Berdasarkan data Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, angka pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur tercatat rendah, yakni 1,49 persen. Tingkat keselarasan pekerjaan dengan bidang keahlian juga mencapai 69,43 persen, dengan rata-rata masa tunggu kerja hanya 3,38 bulan setelah lulus.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim terus memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, termasuk penguatan sertifikasi kompetensi dan praktik industri di sekolah. Selain itu, Teaching Factory juga diperkuat di seluruh SMK negeri maupun swasta agar siswa memiliki pengalaman kerja yang lebih relevan dengan dunia industri modern.
“Keebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsive terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Credit : Antara News.com