Aksara Orchid

Aksara Orchid Disini penulis akan belajar untuk mandiri menerbitkan karya best sellernya sendiri

05/11/2018

Nama itu tidak perlu indah
Yang terpenting adalah penuh kesan ...

Bagaimana bisa seorang wanita membawa beban seberat itu? Kekuatannya ada pada tekadnya. Semangatnya, ada pada keluargany...
03/06/2018

Bagaimana bisa seorang wanita membawa beban seberat itu? Kekuatannya ada pada tekadnya. Semangatnya, ada pada keluarganya. Yang ia pikirkan hanya bagaimana mencari nafkah, agak keluarganya tidak kelaparan. Tak peduli berat, ringan,jauh,dekat, susah, gampang, yang penting ia tidak pulang dengan tangan kosong. Terkadang kita memang butuh sosok penyemangat, agar bisa bertekad kuat dan bekerja keras.
#motivasihidup #inspirasi #kerja #kerjakeras #ramadhan2018 #semangat

Kita bermain musik karena kesedihan tidak mampu melagukan paraunya sendiri. Kita menulis puisi karena cinta dan kasih sa...
15/04/2018

Kita bermain musik karena kesedihan tidak mampu melagukan paraunya sendiri. Kita menulis puisi karena cinta dan kasih sayang terlalu indah untuk tidak dirayakan. Kita menonton film karena hidup memiliki sudut pandang yang tak terbatas. Lalu kita mengucap syukur karena betapapun kebahagian itu bukan sesuatu hal yang absolut, namun ternyata sejumput kebahagiaan bisa datang dari hal sesederhana musik, puisi, film dan banyak hal lainnya. Karena pada dasarnya, kebahagian itu tidak melulu soal kemewahan, bahagia bahkan bisa dirasakan dalam senyap. Antara kita dan diri kita sendiri. Pada akhirnya seperti kita semua sadari, akar dari bahagia adalah mensyukuri apa yang kita miliki.
#puisi #quotes #lovely #inspirasipagi

Wanna fly with my bookBismillahirrochmanirrohimThiiiisss yeeaaarrrrIt's the real me A writerA poetry
02/03/2018

Wanna fly with my book
Bismillahirrochmanirrohim
Thiiiisss yeeaaarrrr
It's the real me
A writer
A poetry

24/02/2018

Puisi Cekak

Aku dengar angin itu menderu
Semakin terdengar keras saat menimpa semak
Biarkan aku tuli saja rasanya
Agar ku tak dengar desing bising nya
Rasanya mungkin aku bisa lebih tenang

~Iin Rachmah~ 251215

20/02/2018

Sejenak....

Sejenak tadi kau datang
Membawa kisah rindu yang telah lama terpendam
Derai kata sayang tercurah sejanak tadi
Namun....
Sejenak tadi kau harus pergi lagi
Demi tugas yamg telah menanti
Sejenak tadi kau bersalam kasih
Ya....
Sejenak namun berarti di hati

Iin Rachmah 2010

17/02/2018

Hai Orchid writers

Memulai jualan buku itu sulit, tapi justru konsisten yang lebih sulit.

Pertama dijalanin rasanya kayak ga ada orderan, pengen nyerah.

Terus langsung bilang bisnis itu susah. Apa iya?

Nyatanya bukan bisnisnya yang susah, tapi pelaku bisnisnya yang bikin susah dan menyusahkan!

Gak mau belajar, gak mau melatih skill, gak mau percaya diri, susah diberi nasehat, pemalas yang reaktif, maennya juga sama pemalas, gak mau berproses, pengennya hasil instan. Tapi mau sukses? Mandi dulu deh...

Membangun bisnis itu emang gak gampang. Tapi bukan berarti susah juga. Butuh dipelajari ilmunya, asah kemampuan diri, percaya diri, serius dalam membangun, fokus, sabar serta yakin dalam prosesnya,

Nah jika Anda bukanlah tipe orang yang mau belajar seperti yang saya sebutkan diatas, Anda tidak perlu susah-susah memulai bisnis. Karena tidak akan pernah sukses, yakin!

Tapi jika Anda memilih menjadi orang yang sebaliknya, mau belajar dan memperbaiki diri dalam berbisnis. Maka Anda adalah pejuang sejati!

15/02/2018

#Hujan #Rindu
Jangan salahkan hujan
Karena nya kita tidak jadi bertemu
Jangan salahkan hujan
Karenanya rencana date kita gagal
Jangan salahkan hujan
Hujan turun karena memang seharusnya turun
Hujan turun karena untuk memenuhi panggilan kekasihnya
Untuk memenuhi rindu kekasih nya
Yaitu bumi

Iin Rachmah Arifin

04/02/2018

Menguntai lagi barisan-barisan huruf
Di atas kertas putih
Bersama pena perak
Tersusun bait-bait puisi
Yang semuanya tentang kamu
Tentang kerinduan ku
Tentang cinta kita
Yang selalu terhiasi oleh air mata

Iin Rachmah 5/9/2010

02/02/2018

Jika aku tak bisa merengkuh mu dalam pelukku sekarang
Maka kan ku rengkuh dirimu dalam peluk ku
Dengan untaian bait bait doa ku

#Rindu

02/02/2018

Apa kau lupa...
Kau hanya mengajariku cara utk merindukan mu..
Namun lupa utk mengajariku
Bagaimana cara tuk berhenti merindukan mu

Iin Rachmah 2/2/18

02/02/2018

Ada sajak yang tertinggal
Dibalik daun daun kering
Yang berserakan...
Tentang RINDU
Yang tak sempat tersampaikan
Dan ku untai
Menjadi UNTAIAN MELODI KERINDUAN

Iin Rachmah 31/2010

#Rindu
24/08/2017

#Rindu

26/07/2017

Saat kamu menjadi seorang ibu, kamu tak akan pernah sendiri dalam pikiranmu. Seorang ibu harus selalu berpikir dua kali, satu untuk dirinya sendiri dan satunya lagi untuk anak-anaknya.

When you are a mother, you are never really alone in your thoughts. A mother always has to think twice, once for herself and once for her child.

05/05/2017

Ini catatan manis tentang ku yang tak mampu menaklukkan waktu
Hidup kita hari ini adalah tentang apa yang kita lakukan waktu dulu , tentang keputusan apa yang kita ambil waktu dulu...
Adanya pelangi hari ini karena kita memutuskan bertahan dan terus menerobos hujan badai waktu itu .... Matahari​ku 🌻🌅🌻

28/01/2017

Tips mengikat pembaca dari awal :

Menciptakan konflik di awal pertemuan seperti nya akan lebih menarik dan mengikat... Baiklah...Baiklah akan ku buat konflik yang menggigit 📃📃📃

26/01/2017

Gak ada yang lebih sakit, saat keduanya saling sayang, tapi gak bisa saling memiliki.

28/12/2016
UNIK

Seperti alat transportasi ini bisa jadi solusi anti macet. Orang gak perlu lagi pake mobil ato motor. Setuju...................

28/12/2016

Satu masa
Lewat berganti
Diputar detik
Detak ku berhenti
Tiba ‘tuk menyepi
Sendiri ku bermimpi

Luka hati
Bagai ada duri
Beragam coba
Ingin kututupi
Mataku mengabut
Teteskan kerinduan...

28/12/2016

seringkali nafsu membohongi manusia dengan selimut norma dan agama, sehingga si nafsu terlihat layak untuk di tuhan kan. ada nafsu baik ada nafsu jahat. nurani manusia yang bertugas membedakannya

10/12/2016

Duhai pemimpin
Terbitlah seperti fajar
Yang akan membawa harapan baru
Energi baru
Fajar mengiringi datangnya pagi
Dan pagi adalah pengantar bagi siang
Itu kehidupan kami
Duhai pemimpin
Kami tau tugas mu berat
Duhai pemimpin
Tapi jangan hianati kami
Harapan kami berada dipundakmu
Duhai pemimpin

Rachmah Arifin 10/12/2015

:: Permennya Lupa Dimakan... ::Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lol...
07/12/2016

:: Permennya Lupa Dimakan... ::

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lollipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa.

Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lollipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.”

Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.

Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.
"Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu
sudah sangat jauh di depan saya."
"Kenapa kamu memanggil saya?" Tanya Bob.
"Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya
lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, Indah sekali!"

Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yg sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."

Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya. Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untukmenikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Biasanya kita menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

Pemikiran ‘nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ‘sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa’ nanti' bahagia.
Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ‘nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ‘nanti' bahagia itu.

Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk
menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan
cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa Indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.

Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Sumber: ninafkoe.blogspot.co.id
Please Like and Share

26/10/2016

:: Arti Penting Waktu ::

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi Anda pinjaman uang sejumlah 86.400 rupiah setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak Anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama “waktu.”. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada Anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.

Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk Anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika Anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa Anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, Anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan Anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Renungan:
Hargailah setiap waktu yang Anda miliki. Dan ingatlah waktu
tidaklah menunggu siapa-siapa.

Sumber: mataair-renungan.blogspot.co.id
Please Like and Share

26/10/2016

#goresanlama
Teman
Terimalah cinta sebagai sebuah penghargaan
Dari sebuah pengorbanan
Pengorbanan hati karena telah mengalah
Menerima tulus apa adanya
Demi damai dan utuh nya sebuah Cinta

24/10/2016

Saat matahari tak tampak tersenyum bukan berarti dia tak bersinar, bisa jadi hanya sedang terhalang oleh mendung. Dan saat mendung sudah terpecahkan oleh angin maka ku kan melihat senyum matahari ku lagi.

:: Menggenggam Masalah ::Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangk...
13/10/2016
blogkutuq

:: Menggenggam Masalah ::

Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.

Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet-monyet datang.

Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak didalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa?

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.

Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke-mana-mana!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet-monyet itu.
Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yang sama seperti monyet-monyet itu.

Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yang dimiliki layaknya monyet mengenggam kacang.

Mereka sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Sehingga tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, terkadang membawa “toples-toples” itu ke mana pun mereka pergi. Mereka terus berusaha jalan dengan beban berat itu.

Tanpa sadar, mereka sebenamya sudah terperangkap penyakit kepahitan yang akut.
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya dan begitu pun manusia…

Mereka akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam mereka mau melepaskan semua perasaan negatif terhadap siapapun.
Ayo segerakan buka genggaman kita…
Jangan tiru tingkah monyet-monyet itu.
Semoga hari ini semua masalah kita bisa kita lepaskan satu demi satu.

Sumber: blogkutuq.wordpress.com
Please Like and Share

Hanya coretan dan sharing artikel copas

Address

Jl.Semolowaru
Surabaya
60119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aksara Orchid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Videos

Category

Nearby media companies


Other Publishers in Surabaya

Show All