10/01/2023
Makhluk gaib atau dengan sebutan lain makhluk astral, memang selalu menarik untuk diulas dan dikupas. Keterbatasan dan kekurangan manusia dalam mendivinisikannya memunculkan beragam pendapat dan argumentasi tanpa batas. Hingga menimbulkan beragam fakta berbentuk mitos, tahayyul dan kepercayaan yang lumayan jelas. Bahkan, dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi pun turut tidak membantu mengubah apapun tentang keterbatasan manusia dalam menyikapi fakta makhluk gaib, yang mitos dan tahayyulnya semakin memanas. satu-satunya data serta informasi yang valid dan kongkrit hanyalah berasal dari wahyu Ilahi serta kitab-kitab yang berasaskan hadis dan nash. Karena bentuk kehidupan dan interaksi makhluk gaib tentu berbeda dengan kehidupan manusia, kronologi keberadaanya pun juga belum diketahui agar tidak menjadi fakta yang tidak jelas asal-usulnya. Walaupun tidak sedetail yang di inginkan manusia. Tapi setidaknya informasi ini menjadi penegas bahwa seperti apa makhluk gaib yang benar-benar nyata dan bukan fiktif belaka? serta seperti apakah makhluk gaib yang dibuat-buat dan dirumorkan oleh manusia?.
Memang pada dasar kebudayaan Indonesia memang sangat kental sekali dengan segala hal yang berbau mistis atau gaib, baik akibat kepercayaan terhadap konten-konten tak jelas maupun mitos yang dirumorkan turun-temurun dari nenek moyang mereka. Bahkan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang sudah modern sekalipun masih tidak lepas dengan unsur budaya yang berkaitan dengan roh para leluhur, ilmu gaib, tempat angker dan sebagainya. Terutama makhluk gaib atau hantu yang pada umumnya tidak memberikan hal positif dan kurang irasional meskipun tidak di ketahui eksistensinya. Hal ini bisa kita dapati di setiap jengkal kehidupan di Indonesia.
Dalam perkembangannya, budaya mistisme bisa jadi tercipta karena tereksploitasi oleh kehadiran industri. Isu-isu fenomena mistisme mengalami kepesatan setelah hadirnya beragam tayangan mistis. Bahkan, tidak sedikit acara mistis yang ternyata mendapat animo besar dari kalangan masyarakat. hal ini bisa kita lihat dari banyaknya tayangan horor. Seperti, film pocong, suster ngesot, kuntilanak dll. hingga konten-konten yang laris manis seperti, pemburu hantu, penampakan hantu, uji nyali dan lain semacamnya. Dengan hadirnya hal tersebut masyarakat Indonesia dibuat untuk menerima begitu saja berbagai tayangan tidak rasional yang menumpulkan akal pikiran. Hal ini tentu akan berpengaruh buruk terhadap masyarakat Indonesia dan generasi penerus bangsa.
Terkadang faktor psikologis budaya msitisme dan keteraumaan, timbul dari berkembangnya konten dan film tidak masuk akal. Seperti halnya mereka yang lemah mental cenderung membesar-besarkan apa yang dilihat. Gambaran tertentu seperti cerita, film dan konten horor mungkin mendorong seseorang mengaitkan struktur tertentu atau kawasan sebagai tempat angker dan berhantu, sebab karena apa yang dilihatnya di berbagai film maupun konten. Jadi seyogyanya, mistisme yang tersebar di kalangan masyarakat baik berupa film maupun konten, tidak perlu dijadikan sebagai kepercayaan eksistensi makhluk gaib yang tidak jelas asal-usulnya. Cukup dalil al-Quran dan hadis yang seharusnya kita jadikan patokan dan rujukan yang intens serta dapat dipercaya. Bahwa, seperti apakah keberadaan dan wujud asli makhluk gaib yang sebenarnya?.
Definisi gaib secara terminolagi dalam kepercayaan dasar Islam mencakup banyak hal seperti kematian, rezeki, jodoh, roh manusia, hari kiamat, surga dst. beriman kepada yang gaib merupakan salah satu ciri khas muslim yang bertaqwa, dan termasuk hal gaib yang tak lain adalah makhluk (ciptaan) tuhan yang tidak dapat dijangkau indra manusia biasa, seperti dari bangsa malaikat dan Jin, di dalam keyakinan islam telah diterangkan keberadaan makhluk gaib tersebut. Bahkan, sebelum manusia pertama diciptakan, makhluk dari kalangan Jin telah terlebih dahulu menghuni bumi. Namun, dikarenakan prilakunya yang merusak sebagian leluhur dari kalangan Jin tersebut dihancurkan oleh para malaikat bersama iblis (yang nantinya juga termasuk dari golongan Jin). Dan pada akhirnya Allah menciptakan manusia (yakni nabi adam A.S) sebagai kholifah pertama di bumi yang kemudian hari tanpa dirasa manusia dan Jin hidup berdampingan bersama binatang, tumbuhan, dan benda-benda mati.
Karakteristikmakhluk gaib dan perbandingannya dengan manusia diantaranya 1:manusia diciptakan dari tanah, sedangakan Jin diciptakan dari nyala api dan keduanya sama sama memiliki jasad (jasmani) 2,Jin danmanusia sama sama berakal, memiliki tingkatan, posisi, pangkat dan amal yang berbeda-beda. 3, Jin memiliki daya fisik dan kecepatan yang jauh lebih kuat dari pada manusia, Jin mampu terbang hanya sebatas langit dunia mampu mengerjakan sesuatu yang dianggap luhur oleh manusia dalam wakru singkat, kurang dari semalam atau sekajap mata misalnya. 4, manusia biasa tidak dapat melihat Jin dalam bentuk asli, kecuali mereka berubah bentuk menjadi makhluk yang dapat dijangkau oleh indra manusia. Seperti berubah menjadi hewan, cahaya, hantu, bahkna meniru rupa manusia yang sudah meninggal ataupun yang masih hidup. Sedangkan Jin sesuka hati dapat melihat manusia. انه يرا كم هووقيله حيث لايرا كم “sesungguhnya ia (Jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian (hai manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS.Al-a’raf 7:27).
Jadi sangatlah tidak rasional, bila mengatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang makhluk gaib selama ini adalah benar apa adanya. Tidak pernah ada dalil konkrit yang mengatakan bahwa manusia yang telah mati dapat kembali ke alam dunia, dan merubah wujudnya menjadi menyeramkan. juga tidak ada mayat yang telah dikubur, bisa keluar dan meminta pertanggung jawaban atas haknya yang masih berada di dunia. Yang ada mereka (mayat) yang akan diminta pertanggung jawaban oleh sang maha kuasa, atas apa yang telah mereka perbuat selama di dunia. Sebab yang mempunya legalitas penuh untuk mengurusi hak-hak manusia hanyalah malaikat.