Kabar Desa

Kabar Desa Kabar Desa dengan akronim KADES merupakan kanal yang menyajikan informasi dan inspirasi seputar desa

12/01/2026

Gabungan LSM dan Ormas Demo di Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto

Mengawali tahun kerja 2026, Inspektorat Kabupaten Mojokerto menerima audiensi gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tergabung dalam Gerakan Mojokerto Bersatu (GMB) bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sakera dan insan media.

Sebelum audiensi, gabungan LSM dan Ormas menggelar aksi damai bertajuk “Tingkatkan Transparansi 2026” di halaman Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto pada Senin pagi (12/1/2025). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat item tuntutan yang berfokus pada pengawasan dan penindakan terhadap pengelolaan Dana Alokasi Desa (ADD).

Berkas tuntutan diserahkan langsung oleh Ketua Gerakan Mojokerto Bersatu (GMB) kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Mojokerto serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Usai aksi demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi di ruang pertemuan Inspektorat.

Audiensi dihadiri perwakilan dari berbagai organisasi, yakni Herianto (Ketua Gerakan Mojokerto Bersatu /GMB), Adi (Ketua YLBH Sakera), Adi Sunyoto (Lumbung Informasi Rakyat/LIRA), Mad Qodim (Ketua LSM Amphibi), Titoyo (LSM Generasi Masyarakat Adil Sejahtera/GMAS), Aji (LSM Lembaga Pemantau dan Pengawasan Kebijakan Pemerintah/LP2KP), Sumidi (LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia/LP3-NKRI), Sita (Progib), serta Urip dari LSM Gerakan Berantas Korupsi (GEBRAK).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Mojokerto, Zaqqi menyampaikan bahwa seluruh aspirasi dan hasil audiensi akan diteruskan kepada Bupati Mojokerto. Ia menegaskan dua poin utama yang menjadi perhatian Inspektorat ke depan.

Pertama, LSM akan dilibatkan dalam proses pengawasan, khususnya saat Inspektorat Kabupaten Mojokerto melakukan audit ke desa-desa, sebagai bentuk keterbukaan dan penguatan kontrol sosial.

Kedua, terkait penyelewengan Dana Alokasi Desa (ADD), Inspektorat Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa penanganan tidak hanya sebatas pengembalian kerugian negara. Jika ditemukan unsur korupsi, kasus tersebut akan diproses secara hukum. Namun demikian, ADD yang bersumber dari pemerintah pusat tidak dapat dihentikan oleh pemerintah daerah, karena penghentian dana berpotensi berdampak luas terhadap pemerintahan desa, meskipun kepala desa terbukti bersalah.

Menanggapi penjelasan tersebut, Ketua Gerakan Mojokerto Bersatu (GMB) mempertanyakan langkah konkret yang akan ditempuh Inspektorat Kabupaten Mojokerto agar memberikan efek jera kepada kepala desa yang terbukti melakukan penyimpangan. Ia menilai, apabila sanksi hanya sebatas pengembalian dana, maka tidak menutup kemungkinan praktik serupa akan kembali terulang pada tahun berikutnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. (*)

Guru SD Al Kautsar Surabaya Dapat Pelatihan Game Edukatif Berbasis ScratchPerkembangan teknologi digital yang semakin pe...
12/01/2026

Guru SD Al Kautsar Surabaya Dapat Pelatihan Game Edukatif Berbasis Scratch

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Guru tidak lagi hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Wijaya Putra melalui Program Studi Teknik Informatika menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berupa Pelatihan Game Edukatif Berbasis Scratch bagi Guru SD Al Kautsar Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (27/9/2025) di laboratorium komputer SD Al Kautsar Surabaya.

Pelatihan ini bertujuan mendorong peningkatan literasi digital guru melalui pemanfaatan teknologi coding visual sebagai media pembelajaran. Scratch dipilih karena dinilai ramah bagi pemula dan mampu membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, logis, serta mendorong kreativitas siswa sejak usia dini.

Kegiatan pelatihan dikemas secara aplikatif dan partisipatif, sehingga para guru tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang teknologi pembelajaran, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengintegrasikan media digital ke dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri guru dalam menghadapi tuntutan kurikulum berbasis teknologi.

Respons peserta terhadap kegiatan ini terbilang positif. Para Guru SD Al Kautsar Surabaya menilai pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna bagi siswa. Pihak SD Al Kautsar Surabaya pun melihat peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang lebih kreatif dan menyenangkan di kelas.

Namun demikian, tantangan literasi digital di kalangan pendidik masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Sayangnya, belum semua calon guru memahami potensi besar yang ditawarkan oleh teknologi ini,” ungkap Mamik Usniyah Sari selaku Ketua Pelatihan dan dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Wijaya Putra.

Menurutnya, penguatan kompetensi digital guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dunia pendidikan dasar tidak tertinggal dalam menghadapi transformasi teknologi. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi salah satu kunci penting dalam menyiapkan pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap mencetak generasi unggul di masa depan. (*)

Dosen UWP Gelar Pelatihan Pembuatan Game Interaktif Berbasis Scratch di SMA Wijaya Putra SurabayaTransformasi pembelajar...
12/01/2026

Dosen UWP Gelar Pelatihan Pembuatan Game Interaktif Berbasis Scratch di SMA Wijaya Putra Surabaya

Transformasi pembelajaran berbasis teknologi di tingkat sekolah menengah terus diperkuat melalui kolaborasi Perguruan Tinggi dan sekolah. Upaya ini terlihat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang digelar oleh Tim Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Wijaya Putra bersama Sekolah Menengah Atas (SMA) Wijaya Putra Surabaya, melalui pelatihan pembuatan game interaktif berbasis Scratch.

Kegiatan yang dilaksanakan pada awal September 2025 ini diikuti oleh 30 siswa SMA Wijaya Putra Surabaya dan didampingi dua Guru. Bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Wijaya Putra, pelatihan dirancang untuk membuka wawasan siswa SMA Wijaya Putra Surabaya, bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk konsumsi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana produksi kreatif dan pembelajaran yang bermakna.

Ketua Tim Pelaksana PPM Universitas Wijaya Putra, Muhammad Harist Murdani menyampaikan bahwa siswa SMA memiliki potensi besar dalam pengembangan kreativitas digital, namun masih memerlukan pendampingan terstruktur.

“Banyak siswa yang akrab dengan teknologi, tetapi belum terbiasa memanfaatkannya untuk menghasilkan karya. Melalui Scratch, mereka belajar menyusun logika, memecahkan masalah, sekaligus menyalurkan ide kreatif dalam bentuk game,” ujar Muhammad Harist Murdani.

Pelatihan dikemas secara aplikatif dan interaktif sehingga siswa SMA Wijaya Putra Surabaya terlibat aktif sejak awal kegiatan. Dengan pendampingan Dosen dan mahasiswa Teknik Informatika Universitas Wijaya Putra, siswa SMA Wijaya Putra Surabaya didorong untuk berani bereksperimen, bekerja secara kolaboratif, serta menuangkan gagasan kreatif ke dalam permainan digital sederhana yang edukatif.

Respons positif juga datang dari Guru pendamping yang melihat perubahan sikap siswa SMA Wijaya Putra Surabaya selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, siswa SMA Wijaya Putra Surabaya tampak lebih antusias, kreatif, dan percaya diri dalam mengekspresikan ide.

“Mereka tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar bekerja sama dan berpikir logis. Ini sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek di sekolah,” tuturnya.

Muhammad Harist Murdani menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal teknologi secara lebih produktif.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya digital yang bermanfaat,” ujar Muhammad Harist Murdani. (*)

Usaha Dapur Arisha Makin Berkembang Usai Dapat Pendampingan Tim Dosen Universitas Wijaya PutraPerguruan Tinggi kembali m...
12/01/2026

Usaha Dapur Arisha Makin Berkembang Usai Dapat Pendampingan Tim Dosen Universitas Wijaya Putra

Perguruan Tinggi kembali menunjukkan perannya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan. Salah satunya ditunjukkan oleh Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya.
Tim Dosen Universitas Wijaya Putra melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat dengan mendampingi usaha mikro Dapur Arisha di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pendampingan dilakukan agar usaha mikro seperti Dapur Arisha lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Program Pemberdayaan Masyarakat terhadap usaha mikro di Desa Cagakagung ini diketuai oleh Dr. Fitra Mardiana bersama Tim Pelaksana Dosen Universitas Wijaya Putra yang terdiri dari Dr. Trisa Indrawati dan Lily Indah Pratiwi, seluruhnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya.

Kegiatan ini menyasar pelaku usaha mikro perempuan desa dengan fokus pada penguatan produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan berbasis digital.

Mitra program, yakni Widi Suci Ariani, merupakan pemilik usaha kuliner rumahan Dapur Arisha yang sebelumnya hanya memproduksi minuman teh dan jagung kriwil dengan peralatan sederhana dan pemasaran terbatas melalui pesan WhatsApp. Melalui program pendampingan ini, Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya membantu mitra meningkatkan kapasitas usaha secara menyeluruh.

Pendampingan dimulai dari penguatan aspek produksi melalui pengadaan dan pelatihan penggunaan peralatan usaha yang lebih memadai dan higinis. Mitra Dapur Arisha juga didorong melakukan diversifikasi produk kuliner agar lebih sesuai dengan selera pasar, khususnya konsumen muda. Hasilnya, Dapur Arisha kini memiliki beragam menu jajanan dan minuman yang lebih variatif dan menarik.

Pada sisi pemasaran, Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) mendampingi mitra Dapur Arisha untuk tidak hanya mengandalkan penjualan daring, tetapi juga melakukan penjualan langsung. Satu unit rombong angkringan difasilitasi dan digunakan untuk berjualan di Foodcourt Cagakagung, yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Cagakagung. Kehadiran rombong ini membuka akses pasar baru dan meningkatkan visibilitas usaha di ruang publik desa.

Selain itu, aspek manajemen keuangan menjadi perhatian penting dalam program ini. Tim pelaksana Dosen Universitas Wijaya Putra memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana berbasis digital serta pendampingan penggunaan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS. Dengan langkah ini, mitra Dapur Arisha kini mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta mengelola transaksi secara lebih rapi dan transparan.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Fitra Mardiana menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan omzet usaha, tetapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri pelaku usaha mikro perempuan.

“Pendampingan ini dirancang agar mitra mampu mengelola usahanya secara profesional, berani berinovasi, dan siap berkembang secara berkelanjutan,” ujar Dr. Fitra Mardiana.

Dampak program dirasakan langsung oleh mitra Dapur Arisha, mulai dari meningkatnya kapasitas produksi, bertambahnya variasi produk, meluasnya jangkauan pasar, hingga membaiknya tata kelola keuangan usaha. Lebih dari itu, program ini memperkuat peran perempuan desa sebagai pelaku ekonomi produktif yang berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.

Tim Pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Universitas Wijaya Putra melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas pendanaan internal dan dukungan penuh, serta kepada Pemerintah Desa Cagakagung dan Tim Penggerak PKK yang telah berkolaborasi sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Dosen Universitas Wijaya Putra Gelar Pelatihan Karakter di MTs Darul UlumProgram Pengabdian kepada Masyarakat yang dilak...
12/01/2026

Dosen Universitas Wijaya Putra Gelar Pelatihan Karakter di MTs Darul Ulum

Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen Universitas Wijaya Putra di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Universitas Wijaya Putra, yaitu Dr. Nur Irmayanti, S.Psi., M.Psi. dan Fifin Dwi Purwaningtyas, S.Psi., M.Psi.
Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Dosen Universitas Wijaya Putra tersebut sebagai wujud kontribusi akademisi dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif.

Program dirancang dengan pendekatan edukatif, reflektif, dan partisipatif yang berfokus pada penguatan konsep diri, pencegahan perilaku bullying, peningkatan keterampilan sosial, serta pengelolaan emosi siswa. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara interaktif, sehingga siswa MTs Darul Ulum terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran.

Melalui pelatihan “Kenali Dirimu”, siswa MTs Darul Ulum diajak mengenali potensi, kekuatan, dan keunikan diri masing-masing. Kegiatan ini membantu siswa MTs Darul Ulum membangun rasa percaya diri, menerima diri secara positif, serta menumbuhkan sikap saling menghargai. Refleksi melalui jurnal pribadi menjadi sarana bagi siswa MTs Darul Ulum untuk mengekspresikan perasaan dan pemahaman diri secara lebih terbuka.

Dalam upaya menciptakan sekolah yang ramah dan aman, program ini juga menggelar simulasi anti-bullying dan diskusi nilai empati. Siswa MTs Darul Ulum dilatih memahami dampak perilaku bullying serta cara merespons konflik sosial secara bijaksana. Kegiatan ini diperkuat dengan lomba poster bertema “Sekolah Ramah Teman” sebagai kampanye kreatif berbasis siswa untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga keharmonisan lingkungan sekolah.
Selain itu, pelatihan komunikasi asertif dan kegiatan outbound mini dilaksanakan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

Melalui aktivitas kelompok, siswa belajar berkomunikasi secara terbuka, bekerja sama, serta menyelesaikan masalah bersama. Interaksi antar siswa terlihat semakin positif baik di dalam kelas maupun di luar kegiatan pembelajaran.

Pada aspek pengelolaan emosi, siswa MTs Darul Ulum dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis emosi serta teknik relaksasi dan mindfulness. Kegiatan visualisasi emosi melalui media kreatif seperti gambar dan cerita memberikan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan secara sehat. Pendekatan ini membantu siswa menjadi lebih tenang, empatik, dan mampu mengelola emosi dalam berbagai situasi.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Dosen Universitas Wijaya Putra di MTs Darul Ulum ini menunjukkan bahwa penguatan karakter dan keterampilan sosial-emosional siswa dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan, partisipatif, dan kontekstual. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi pengembangan kegiatan serupa guna mendukung terciptanya iklim sekolah yang positif dan berkelanjutan. (*)

Dosen UWP Surabaya Usung Ketahanan Pangan Keluarga untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa CagakagungTim Dosen Universitas...
12/01/2026

Dosen UWP Surabaya Usung Ketahanan Pangan Keluarga untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cagakagung

Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Program yang dilaksanakan selama 6 bulan ini dimaksudkan untuk penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis masyarakat.

Sasaran peserta dari program pemberdayaan masyarakat di Desa Cagakagung ialah ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), karena dinilai sebagai aktor utama perubahan di tingkat rumah tangga.

Dr Heri Susanto dari Fakultas Pertanian bertindak sebagai Ketua Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya dalam program pemberdayaan masyarakat di Desa Cagakagung, dengan anggotanya ialah Didik Daryanto dari Fakultas Pertanian dan Pujianto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dr Heri Susanto menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat di Desa Cagakagung yang berlangsung selama enam bulan ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta lemahnya tata kelola keuangan kelompok.

Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya mendorong PKK Desa Cagakagung agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan urban farming menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Metode ini dinilai sesuai untuk lingkungan desa dengan keterbatasan lahan karena mudah diterapkan dan relatif murah.

Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen sayuran. Instalasi hidroponik yang dipasang di sekitar balai Desa Cagakagung kini dimanfaatkan sebagai media belajar bersama dan sumber sayuran sehat bagi warga.

Selain budidaya hidroponik, program pemberdayaan masyarakat ini juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui pelatihan pembuatan pupuk cair dan eco-enzim, limbah dapur yang sebelumnya dibuang kini diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk tanaman pekarangan dan hidroponik.

Produk pupuk cair tersebut bahkan mulai dimanfaatkan sebagai komoditas sederhana yang bernilai ekonomi bagi PKK.

Aspek manajemen tidak luput dari perhatian. Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya dari bidang akuntansi memberikan pendampingan pengelolaan administrasi keuangan PKK. Pencatatan keuangan yang sebelumnya masih manual dan rentan kesalahan kini menjadi lebih tertib dan transparan. Hal ini berdampak positif terhadap kepercayaan anggota serta kelancaran kegiatan simpan pinjam dan arisan PKK.

Ketua Tim Pelaksana Program menyampaikan bahwa program ini membawa perubahan nyata bagi mitra. Ibu-ibu PKK kini memiliki keterampilan praktis dalam mengelola pertanian skala rumah tangga, memanfaatkan limbah menjadi produk berguna, serta mengelola keuangan kelompok dengan lebih baik.

Program ini juga mendorong lahirnya Kelompok Hidroponik PKK Desa Cagakagung sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan pengembangan usaha berbasis pangan sehat dan ramah lingkungan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini dinilai memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat desa. Aktivitas PKK tidak lagi sebatas kegiatan rutin, tetapi berkembang menjadi gerakan produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi warga.

Sebagai bagian dari luaran kegiatan, Tim Pelaksana program pemberdayaan masyarakat di Desa Cagakagung menghasilkan publikasi ilmiah pada prosiding nasional, video dan poster kegiatan, serta pemberitaan di media daring. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan PKK yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Pada kesempatan ini, Tim Pelaksana dan mitra menyampaikan terima kasih kepada Universitas Wijaya Putra atas pendanaan internal dan dukungan penuh melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sehingga program pemberdayaan masyarakat ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi warga Desa Cagakagung. (*)

Agus Harianto resmi menyandang status sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR) Dew...
11/01/2026

Agus Harianto resmi menyandang status sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sidoarjo. Status tersebut disandang setelah dilantik oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM FPSR pada Minggu siang, 11 Januari 2026.

Pelantikan digelar di lapangan Pasar Desa Candinegiro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dengan dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP LSM FPSR dan DPC LSM FPSR Sidoarjo. Hadir p**a sejumlah tamu undangan.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini diawali dengan sambutan dari Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Setelah itu, sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris DPP LSM FPSR, H Misroi Husein. Kepada hadirin yang hadir, Misroi Husein menyampaikan bahwa keberadaan LSM FPSR di Sidoarjo harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar, baik dalam hal advokasi maupun kontrol sosial.

Tak lupa juga, Misroi Husein mengimbau agar seluruh pengurus LSM FPSR maupun angggota LSM FPSR di Sidoarjo harus menggandeng seluruh kalangan masyarakat, tidak hanya kalangan pejabat.

“Pegiat LSM FPSR harus berbaur dengan masyarakat luas. Tidak cukup dengan bermitra dengan ekskutif, legislatif, ataupun yudikatif. Di tengah stigma LSM yang saat ini dipandang negatif oleh masyarakat, maka dari itu, LSM FPSR harus memberikan contoh yang baik bahwa LSM itu hadir menjadi solusi bagi masyarakat. Masyarakat yang butuh pendampingan dari segi hukum, pelayanan publik, atau berkaitan dengan kepentingan umum dalam arti luas, disitulah LSM FPSR hadir,” kata Misroi saat sambutan.

Menurut Misroi, LSM FPSR telah berdiri selama 11 tahun lebih. Selama itu p**a, telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas. Seperti santunan anak yatim dan dhuafa, pelestarian lingkungan, memfasilitasi calon tenaga kerja untuk disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, mendukung iklim investasi dan ekonomi, serta banyak kegiatan lainnya.

Selain kegiatan sosial, hadirnya LSM FPSR sebagai mitra aparat penegak hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi, pencegahan peredaran narkoba, judi online, dan segela bentuk yang menganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

“Hadirnya LSM FPSR di Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bapak Agus Harianto, kami harapkan bisa menjadi penyeimbang dalam jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Sidoarjo. Untuk itu, jalin sinergitas dengan pihak manapun, buat program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Dan jaga marwah organisasi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Misroi Husein meminta maaf karena Ketua Umum LSM FPSR, Aris Gunawan, tidak bisa hadir dikarena ada kepentingan di luar kota yang sangat mendesak. Karena itu, dia hadir mewakili Ketua Umum LSM FPSR.

Pada kesempatan yang sama, Agus Harianto melalui sambutannya menegaskan akan mengemban amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP LSM FPSR sebagai Ketua LSM FPSR Sidoarjo dengan sebaik-baiknya. Setelah pelantikan, pihaknya akan ngebut untuk membuat program kerja agar organisasi berjalan on the track.

“Kami juga mohon bimbingannya dari DPP LSM FPSR. Setelah pelantikan ini, kami akan memperkuat kelembagaan dan menjalin sinergi dan komunikasi dengan sejumlah forkopimda di Sidoarjo, serta sejumlah kalangan, dari agama, budaya, ormas, dan sebagainya. Tanpa sinergi dan koalaborasi, sulit bagi organisasi manapun untuk berkembang,” katanya.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjut dengan pelantikan Pengurus DPC LSM FPSR Sidoarjo oleh Sekretaris DPP LSM FPSR. Acara sacral tersebut menjadi momen penting hadirnya LSM FPSR di Sidoarjo.

Pasca pelantikan, dilanjut dengan pemotongan tumpeng. Kemudian ramah tamah dan hiburan electone. (*)

11/01/2026
Hati-hati modus penipuan mengatasnamakan AKBP Damus ASA, mantan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur yang...
11/01/2026

Hati-hati modus penipuan mengatasnamakan AKBP Damus ASA, mantan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur yang sekarang menjabat Kapolres Gunung Kidul. Divisi Humas Polri

Heri Wibowo selaku Direktur Utama PT Arofah Mina duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Tulungagung. Dakwaannya, ...
10/01/2026

Heri Wibowo selaku Direktur Utama PT Arofah Mina duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Tulungagung. Dakwaannya, Heri Wibowo selaku Direktur Utama PT Arofah Mina melakukan penipuan terhadap sejumlah calon Jemaah umroh.

Mochammad Iskandar selaku Jaksa Penuntut Umum menguraikan, Heri Wibowo adalah Direktur Utama PT Arofah Mina yang berkantor di Jl. RA Kartini nomor 120 C Surabaya yang berdiri sejak tahun 2012. PT Arofah Mina telah memiliki beberapa Kantor cabang, diantaranya yang berada di daerah Kabupaten Tulungagung.

PT Arofah Mina Cabang Tulungagung berdiri sejak Tahun 2012 sampai dengan 2023, yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto 24 D, depan kantor SIM/Satpas Polres Tulungagung dengan Kepala Cabangnya adalah Priyo Wulan Ariyoso. PT Arofah Mina bergerak dalam bidang jasa penyelenggara Ibadah Umrah.

Cabang PT Arofah Mina yang berkantor di Tulungagung telah menawarkan program paket Umrah dengan berbagai macam paket, mulai dari paket Super Hemat, paket Hemat, paket CHARTER FLIGHT SUHE 13 H, paket Platinum Reguler 10 hari, dengan biaya yang berbeda-beda /bervariasi untuk setiap orang tergantung dari waktu pelaksanaan dan fasilitas yang diperoleh dan akan diberangkatkan pada bulan Februari 2023.

Program paket Umrah yang ditawarkan oleh PT Arofah Mina tersebut membuat banyak orang menjadi tertarik dan berminat mendaftarkan diri untuk ikut Umrah melalui PT Arofah Mina. Namun, calon Jemaah umroh yang telah membayar lunas tidak diberangkatkan ke Tanah Suci.

Baca selengkapnya di kolom komentar

Tan Bing Lie yang menjadi Terdakwa perkara tambang ilegal di Pengadilan Negeri Tulunggagung dinyatakan meninggal dunia. ...
10/01/2026

Tan Bing Lie yang menjadi Terdakwa perkara tambang ilegal di Pengadilan Negeri Tulunggagung dinyatakan meninggal dunia. Oleh karena itu, Majelis Hakim menghentikan proses hukum terhadap Tan Bing Lie.

“Menyatakan kewenangan Penuntut Umum untuk menuntut Terdakwa Tan Bing Lie hapus karena Terdakwa meninggal dunia. Menyatakan pemeriksaan perkara pidana Nomor 233/Pid.Sus-LH/2025/PN Tlg atas nama terdakwa Tan Bing Lie gugur karena Terdakwa meninggal dunia,” kata Ricki Zulkarnaen, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tulunggagung dalam sidang putusan yang digelar pada Senin, 22 Desember 2025.

Tan Bing Lie diproses hukum karena melakukan penambangan galian c secara ilegal. Jaksa Penuntut, Dedi Saputra Wijaya menjelaskan, Terdakwa Tan Bing Lie melakukan penambangan ilegal di Dusun Mayangan, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Kasus tambang ilegal Tan Bing Lie ini diungkap oleh Polres Tulungagung pada Jumat 20 Juni 2025. Di lokasi penambangan, Satreskrim Polres Tulungagung menemukan adanya kegiatan penambangan tanpa ijin di Dusun Mayangan, Desa Srikaton yang luasnya kurang lebih 100 Ru (14.000 m3). Sebagai pemilik lahan tersebut ialah Sugeng alias Tekad.

Tim Satreskrim Polres Tulungagung yang terdiri dari Christovel Tubulau Swardana dan Reno Ray Dippa Gunawan mengamankan 1 unit eksavator/bego PC 200 merk Komatsu warna Kuning Model PC 200-6E beserta operator alat berat tersebut yaitu Gunawan saat sedang menggunakan melakukan aktivitas pengerukan dan pengambilan tanah. Kemudian Satreskrim Polres Tulungagung mengamankan Imam Subandi selaku Ceker yang memiliki tugas dan tanggungjawab mengurusi lahan penambangan tanpa ijin.



Selengkapnya di komentar

Di Sidang Terungkap, Ucapan Tiara Angelina yang Memicu Alvi Maulana Membunuhnya Proses hukum terhadap kasus pembunuhan t...
07/01/2026

Di Sidang Terungkap, Ucapan Tiara Angelina yang Memicu Alvi Maulana Membunuhnya

Proses hukum terhadap kasus pembunuhan terhadap Tiara Angelina Saraswati telah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto. Alvi Maulana yang merupakan kekasih Tiara Angelina Saraswati duduk sebagai terdakwa.

Sidang perdana digelar pada Senin, 5 Januari 2026, yang berisi pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut, Agus Widiyono. Dalam surat dakwaan tersebut, terungkap kronologi pembunuhan Tiara Angelina Saraswati yang dilakukan oleh Alvi Maulana.

Dalam uraian Jaksa di surat dakwaan, berawal pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, terdakwa Alvi Maulana bin Syamsuddin berpamitan kepada korban Tiara Angelina Saraswati dengan alasan hendak menjemput adiknya yang bernama Saudari Nadya Dinul Qoyyimah di Bandara Juanda untuk mengantarkannya ke Pondok Pesantren Baitul Makmur Gresik (LDII) yang beralamat Desa Laban, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Alvi Maulana berjanji akan kembali ke rumah kontrakan sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun kenyataannya, Alvi Maulana baru tiba kembali di rumah kontrakan sekitar pukul 00.00 WIB (tengah malam). Korban Tiara Angelina Saraswati mengunci pintu dari dalam dan tidak membukakan pintu meskipun Alvi Maulana sudah mengetuk serta menelepon berkali-kali, sehingga Alvi Maulana menunggu di depan pintu di luar rumah kontrakan.

Selama menunggu, melalui percakapan WhatsApp, korban Tiara berkata dengan nada marah dan mengucapkan kata-kata yang membuat amarah Alvi tak terbendung.

Baca selengkapnya di

Address

Jalan Raya Mastrip Nomor 71 Karangpilang
Surabaya
60221

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Desa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Desa:

Share