GBI ROCK Graha Menorah Surabaya

GBI ROCK Graha Menorah Surabaya Satu sendok teladan lebih baik daripada segelas nasihat.

05/08/2026
05/08/2026

Sarapan Rohani

Menu: ALAT PEMULIHAN

Bacaan: KISAH PARA RASUL 11:1-18

Isi Sarapan:

Orang-orang golongan bersunat (orang Yahudi yang menjadi percaya kepada Kristus) mempermasalahkan tindakan Petrus sekembalinya dari rumah Kornelius, seorang non-Yahudi (yang dianggap kafir). Sebab, bagi mereka sunat bukan hanya tradisi, melainkan batas identitas antara yang suci (umat Allah) dan yang najis (bangsa lain). Maka tindakan Petrus masuk ke rumah orang kafir dan makan bersama mereka melanggar kesucian hukum dan tradisi nenek moyang.

Namun, Allah mengajar hal baru melalui penglihatan Petrus. Awalnya, Petrus pun menolak ketika diminta menyembelih dan memakan binatang yang selama ini dianggap haram dan najis. Namun, Allah menegaskan, yang dinyatakan-Nya halal tak boleh dinyatakan haram (bdk. Kis. 10:15). Artinya, Allah membuka pintu keselamatan bagi semua bangsa tanpa perbedaan etnis, budaya, dan latar belakang.

Kadang, kita (orang percaya) juga membatasi kasih karunia Allah. Menganggap Allah hanya bekerja dalam "lingkaran kita" dan anugerah-Nya hanya layak untuk kita. Kita sulit menerima jika orang lain yang berbeda pun bisa dipakai dan dikasihi Allah. Jangankan terhadap orang yang belum percaya. Ketika saudara seiman kedapatan terpeleset ke dalam dosa saja kita segera menyingkir alih-alih menolong mereka menuju pertobatan. Padahal, kasih karunia dan pertobatan tidak dibatasi oleh pandangan manusia tentang siapa yang layak dan tidak layak. Allah memberi kesempatan kepada semua orang, dan kita yang telah lebih dulu menerima panggilan-Nya adalah alat pemulihan demi kasih-Nya. (EBL)

"JADI, KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN JUGA ALLAH MENGARUNIAKAN
PERTOBATAN YANG MEMIMPIN KEPADA HIDUP."-KISAH PARA RASUL 11:18B

Selamat Pagi
Tuhan Yesus memberkati
Shalom

03/08/2026

*Sarapan Pagi Rohani*

Menu: PERTANYAAN YANG TERLEWAT

Bacaan: EFESUS 5:1-20

Isi Sarapan:

Kehidupan di kota-kota besar pada zaman Romawi berlangsung sangat sibuk. Banyak orang lalu-lalang melakukan urusan mereka masing-masing. Kota Efesus pun demikian. Sebagai kota pelabuhan yang penting, aktivitas perdagangan dan kehidupan sosial berlangsung tanpa henti. Orang sangat sibuk menjalani hari. Namun, belum tentu menyadari dan memahami arah hidup mereka.

Maka, Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus agar hidup dengan hati-hati dan bijaksana. Ia mengingatkan mereka supaya menggunakan waktu dengan baik, karena hari-hari ini adalah jahat (ay. 16). Lebih dari itu, ia menyampaikan nasihat inti: orang percaya harus berusaha mengerti kehendak Tuhan (ay. 17). Sebab, tanpa itu, kesibukan hidup bisa membuat mereka terlena, tak menuju tujuan yang tepat dan benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, itu sering terjadi. Kita bertanya mengenai banyak hal: apa yang harus saya kerjakan? Bagaimana caranya agar berhasil? Langkah mana yang paling menguntungkan? Namun, satu pertanyaan sederhana sering terlewat: apakah ini kehendak Tuhan? Padahal, pertanyaan ini justru amat menentukan arah hidup kita.

Begitulah, ternyata hikmat rohani bukan hanya soal kecerdasan. Melainkan, perihal kesediaan seseorang untuk bertanya kepada Tuhan tentang arah hidupnya. Sehingga, ia makin mengerti kehendak Tuhan baginya. Maka, setiap kali kita membuat keputusan penting, sebaiknya tak hanya mendasarkan diri pada asa dan cita. Biasakan juga bertanya: apakah ini kehendak Tuhan? Dengan demikian, kita makin mengerti kehendak-Nya bagi hidup kita. Demikian p**a, kita terhindar dari aneka keputusan dan tindakan bodoh. (SAP)

MENGERTI KEHENDAK TUHAN ADALAH HAL YANG PALING PENTING. MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN ADALAH PENCAPAIAN TERBESAR.
-GEORGE W. TRUETT

Puji Tuhan
Tuhan Yesus memberkati
Shalom

02/08/2026

Tuhan mengenal hatiku dan hatimu, jadilah seperti apa yang Tuhan Mau.

02/08/2026

*Selamat Malam*

Menu: HATI YANG BARU

Bacaan: YEHEZKIEL 36:1-38

Isi Menu:

Kitab Yehezkiel ditulis pada masa-masa gelap yang dialami bangsa Israel. Saat itu, mereka hidup dalam pembuangan, kehilangan tanah, kehancuran bait Allah, dan kehilangan rasa aman. Penderitaan ini bukan hanya akibat kekalahan politik, tetapi juga buah dari ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Mereka sejak lama mengeraskan hati dan menjauh dari kehendak-Nya. Dalam situasi itulah Tuhan berbicara melalui Yehezkiel, bukan hanya untuk menegur, tetapi juga untuk memulihkan.

Tuhan menyatakan bahwa pemulihan sejati tidak dimulai dari perubahan keadaan, melainkan dari perubahan hati. Tuhan melihat bahwa masalah utama umat-Nya adalah hati yang keras, hati yang tidak lagi peka terhadap suara Tuhan. Karena itu, Tuhan berjanji melakukan karya yang radikal dengan mengganti hati yang keras dengan hati yang baru, dan menaruh Roh-Nya di dalam diri mereka agar mampu hidup taat.

Firman ini kembali mengingatkan kita bahwa perubahan hidup tidak lahir dari usaha manusia semata. Mungkin kita sering mencoba memperbaiki diri dengan disiplin rohani, niat baik, atau resolusi baru, tetapi tetap jatuh pada pola lama. Atau kita bisa saja tetap beribadah, melayani, dan tampak rohani, tetapi menyimpan hati yang lelah, pahit, atau tertutup. Hari ini, Tuhan rindu menjamah bagian terdalam hidup kita untuk memulihkan motivasi, menyembuhkan luka, dan membentuk ketaatan yang lahir dari kasih. Hati baru adalah anugerah, bukan prestasi. (SYS)

PERTUMBUHAN IMAN SEJATI TERJADI KETIKA KITA MENGIZINKAN TUHAN MEMPERBARUI HATI KITA SETIAP HARI, BUKAN HANYA MEMPERBAIKI PERILAKU LUAR

Puji Tuhan
Selamat beristirahat
Tuhan Yesus memberkati
Shalom

01/08/2026

*Sarapan Rohani*

Menu: TRANSFORMASI, BUKAN INFORMASI

Bacaan: YESAYA 55:1-13

Isi Sarapan:

Kita hidup di zaman banjir informasi. Notifikasi datang tanpa henti. Berita berganti setiap menit. Pengetahuan tersedia melimpah. Namun ironisnya, semakin banyak informasi kita konsumsi, kian sedikit yang mengubah hidup kita. Informasi sering kali hanya berhenti di kepala. Tak turun ke hati, apalagi tangan, dan kaki.

Syukur, firman Tuhan tidak bekerja seperti itu. Dalam Yesaya 55:9-11, firman-Nya digambarkan bukan sebagai informasi, melainkan daya. Ia keluar dari mulut Allah dengan misi yang jelas. Seperti halnya hujan yang jatuh ke tanah, firman Tuhan menjangkau kenyataan hidup. Lalu, mengolahnya dan menghasilkan perubahan. Ia tidak kembali dalam bentuk laporan, melainkan berupa karya yang tergenapi.

Ayat nas hari ini menegaskan bahwa firman Tuhan selalu efektif. Firman, bukan sekadar untuk dipahami, tetapi untuk mengerjakan kehendak-Nya. Maka, ketika membaca dan merenungkan firman Tuhan, sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan kuasa yang bekerja. Memang, kuasa-Nya sering kali tak menunjukkan hasil seketika (instan), juga tak spektakuler. Perubahan yang dikerjakan-Nya bisa jadi perlahan, tapi pasti!

Karena itu, hendaknya kita tak memperlakukan firman Tuhan seperti berita di lini masa. Ketika membaca Alkitab, berdiam dirilah sejenak. Berikan kesempatan agar firman itu tinggal, meresap, dan mengarahkan keputusan-keputusan kita. Manakala firman Tuhan kita hidupi dalam pikiran, sikap, dan tindakan sesehari, niscaya Ia sanggup mengubah hidup kita. Sebab, firman-Nya bukan sekadar informasi yang memperkaya pengetahuan, melainkan daya yang mentransformasi hidup kita. (SAP)

ALKITAB DIBERIKAN BUKAN UNTUK MEMBERI KITA INFORMASI, MELAINKAN UNTUK MENTRANSFORMASI HIDUP KITA.-D.L. MOODY

Puji Tuhan
Selamat malam
Tuhan Yesus memberkati
Shalom

29/07/2026

Intropeksi diri jauh lebih baik daripada sibuk menilai orang lain

29/07/2026

Shalom
Selamat pagi🌤️

Mari sebelum beraktivitas kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan🙏🏻

*JALAN BERPUTAR*

Bacaan: KELUARAN 13:17-22

*Renungan:*

Seorang pengidap kanker bercerita Meskipun tidak pernah ragu akan pimpinan Tuhan, saya mengalami jalan berputar beberapa kali dalam hidup saya. Contoh terakhir adalah mengenai kanker paru yang sudah terdiagnosis di stadium 4B atau tahap terakhir pada April 2021. Ketika saya mengalami kondisi membaik dan berpikir tidak perlu kemoterapi lagi, justru kondisi saya memburuk. Namun, setiap kali saya merasa hidup sudah akan segera berakhir, Tuhan justru memulihkan kondisi saya. Meskipun hingga saat ini saya masih terus menjalani kemoterapi, saya tetap percaya betapa ajaibnya pimpinan Tuhan.

Contoh spektakuler ditunjukkan oleh Alkitab. Saat itu, orang Israel baru saja terbebas dari tangan Firaun dan tengah dalam perjalanan menuju Kanaan, tanah yang dijanjikan Allah. Namun, mereka tidak melalui jalan yang singkat. Tujuannya adalah agar mereka tidak harus berhadapan dan berperang dengan Filistin. Tuhan justru membawa mereka melalui padang gurun yang tidak pernah dilalui manusia. Mereka mengalami kondisi sangat kritis, di depan terbentang Laut Teberau, di belakang ada Firaun dan bala tentaranya mengejar. Justru di sanalah Tuhan menyatakan kuasa mukjizat-Nya. Laut terbelah dan bangsa Israel berhasil menyeberang sepenuhnya. Kemudian Tuhan membiarkan tentara Mesir menyeberangi laut itu. Lalu menenggelamkan mereka semua di dalam laut.

Ketika Tuhan memimpin hidup Anda melalui jalan berputar yang tidak mudah, jangan ragukan pimpinan-Nya. Ia tak pernah melakukan kesalahan. Ia punya maksud baik yang tidak bisa kita lihat saat ini. (HEM)

*PIMPINAN TUHAN ADAKALANYA MEMBUAT JALAN KITA BERPUTAR. TAATI SAJA PIMPINAN-NYA YANG TIDAK PERNAH SALAH*

Selamat beraktivitas kembali
Tetap semangat💪🏻
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita semua. Shalom

26/07/2026

Immanuel

26/07/2026

Shalom
Selamat Malam

Mari sejenak kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan🙏🏻

*AUTOIMUN*

Bacaan: MATIUS 6:25-34

*Renungan:*

Autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Baik sel, jaringan, atau organ sehat dalam tubuh. Seharusnya sistem imun melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Namun, dalam kasus autoimun, sensor mekanisme pertahanan ini mengalami kesalahan. Memberi tanggapan secara berlebihan dan mengenali sel atau jaringan tubuh sendiri sebagai musuh yang mengancam. Sehingga alih-alih menjalankan fungsi sebagai pelindung, ia malah menyerang dan menimbulkan penyakit.

Seperti penyakit autoimun, demikian p**a perasaan khawatir yang terus dipelihara. Rasa khawatir yang berlebihan justru menambah beban baik mental maupun emosional, alih-alih memberi penyelesaian atas pergumulan. Lagi p**a kekhawatiran jelas menunjukkan kurangnya iman kepada Tuhan dan keraguan akan kuasa serta pemeliharaan-Nya. Jika demikian, bagaimana iman kita akan bertumbuh? Kekhawatiran justru menghilangkan damai sejahtera yang dari Tuhan, bahkan mengaburkan fokus kita untuk mencari Tuhan dan kehendak-Nya.

Tuhan Yesus sendiri mengundang kita untuk percaya kepada-Nya, menyerahkan segala kekhawatiran kita dalam doa. Sebab penting bagi kita untuk menjalani hidup tanpa kekhawatiran. Terlebih sebatas mengkhawatirkan kehidupan dunia yang fana. Karena ada hal yang jauh lebih berguna untuk dipikirkan daripada hal-hal dunia, yakni kehidupan jiwa dan kebahagiaan sejati. Bukankah hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika perjuangan hidup kita di dunia berakhir sia-sia pada kebinasaan? (EBL)

*JANGAN BIARKAN KEKHAWATIRAN MENGGEROGOTI IMAN KEPADA TUHAN KARENA KITA AKAN DIBUATNYA KEHILANGAN PENGHARAPAN*

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita semua. Shalom

Address

Surabaya
60188

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI ROCK Graha Menorah Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to GBI ROCK Graha Menorah Surabaya:

Shortcuts

Share