Young Buddhist Association of Indonesia

Young Buddhist Association of Indonesia semoga semua senantiasa berbahagia.
(700)

open and humble Young Buddhist Circle in Indonesia

please join to our official community

https://youtube.com/

https://whatsapp.com/channel/0029VaM29wu6LwHry47O2i3v

https://t.me/youngbuddhist

https://m.me/j/AbYRZKtUNCVt2JVo/

29/12/2025

Di relief Candi Borobudur,
tersimpan kisah tentang seekor kelinci.

Ia tak punya apa-apa untuk diberikan.
Maka ia memberi dirinya sendiri.

Inilah Sasa Jātaka—kisah penyempurnaan dāna pāramī,
memberi tanpa melekat pada apa pun, termasuk pada tubuhnya sendiri.

Api tak membakarnya, karena pengorbanan
yang lahir dari kebijaksanaan tak melukai.

Dan Sang Buddha mengingatkan:
Ānanda adalah berang-berang,
Mogallāna adalah serigala,
Sāriputta adalah kera,
dan Ia sendiri adalah kelinci itu.

Borobudur tidak hanya memahat batu.
Ia memahat kisah untuk diteladani tentang cara memberi tanpa menggenggam.

Mindfulness bukan sugesti.Otakmu benar-benar berubah.Ini bukan kata guru spiritual.Ini kata neuroscience.Stres, cemas, o...
29/12/2025

Mindfulness bukan sugesti.
Otakmu benar-benar berubah.

Ini bukan kata guru spiritual.
Ini kata neuroscience.

Stres, cemas, overthinking — bukan cuma “masalah mental”.
Itu adalah pola kerja otak yang terus terlatih ke arah yang salah.

Mindfulness bukan bikin hidup tanpa masalah.
Tapi bikin otak cukup jernih untuk tidak dikendalikan masalah.

💬 Kalau pikiranmu bisa dilatih ulang, pola apa yang ingin kamu lepaskan?

🔖 Save kalau ini bikin kamu mikir ulang soal mindfulness.
📤 Share ke teman yang hidupnya lagi penuh tekanan.

29/12/2025

Apakah Biksu Gak Boleh Meramal?
Di video sebelumnya kita udah bahas soal 5 pekerjaan yang dilarang dalam agama Buddha, yang termasuk di dalamnya ada larangan pekerjaan untuk anggota sangha, “Dilarang Cari Uang Lewat "Cara Aneh””, dan salah satu prakteknya adalah meramal. Kalian bisa lihat selengkapnya di https://youtu.be/V52khuETDh8

Tapii, banyak umat awam yang menganggap ramalan dari biksu sebagai petunjuk ilahi. Tapi dibalik itu semua, ada pertanyaan besar yang jarang dibahas: Apakah praktik ini sesuai dengan Vinaya dan Dhamma?

Yuk kita simak videonya sampai habis!

00:00 Intro
00:47 Kenapa Biksu Gak Boleh Meramal?
02:47 Kenapa Meramal Itu Gak Etis Buat Biksu?
05:24 Kalau Biksu Meramal, Siapa yang Dirugikan?
07:46 Pandangan Tradisi Theravāda dan Mahāyāna
09:49 Kesimpulan
10:21 Closing

Sumber :
• Vinaya Pitaka, Cullavagga V & Komentar: larangan mempelajari “ilmu-ilmu duniawi” (ramalan, astrologi, dsb.) 
• Vinaya Bhikkhunī Pācittiya 49-50: perbuatan yang “tidak berhubungan dengan tujuan (Nibbāna)” dilarang 
• Brahmajāla Sutta (DN 1) dan Sāmannaphala Sutta (DN 2): daftar “low arts” yang dijauhi para bhikkhu  
• Snare (Sutta Nipāta 927): ciri-ciri bhikkhu baik tidak melakukan ramalan atau sihir 
• Anguttara Nikāya III.206: kutukan Buddha terhadap umat yang percaya takhayul (disebut “sampah masyarakat umat”) 
• Saṃyutta Nikāya II.255-261: tukang ramal digolongkan sebagai profesi yang membawa kelahiran di neraka 
• Wawancara Ven. S. Dhammika: pandangan Buddha ttg takhayul dan “low arts”  
• Guide to Buddhism A-to-Z: ulasan alasan Buddha menentang divinasi (kontradiksi kamma, dorong keserakahan, penipuan) 
• Kalama Sutta (AN 3.65, spirit): anjuran tidak percaya begitu saja hal mistis tanpa verifikasi, meski tidak spesifik soal ramalan, relevan mendukung sikap skeptis terhadap ramalan.
• Jeffrey Kotyk (2017), Astrology and the Vinaya in China: kajian akademis tentang larangan astrologi dalam Vinaya dan praktik nyata di Tiongkok  .

----
Video Production
Presenter : Celine
Producer : Clarita P
Co-Producer : David Febrian



Di Pura Pegulingan, Tampaksiring, Hindu dan Buddha dipertemukan oleh niat baik dan doa untuk semua makhluk.Puja lintas t...
29/12/2025

Di Pura Pegulingan, Tampaksiring, Hindu dan Buddha dipertemukan oleh niat baik dan doa untuk semua makhluk.

Puja lintas tradisi ini dipimpin oleh Dilgo Khyentse Yangsi Rinpoche,
serta didukung oleh Dr. Ari Dwipayana, S.Sos., M.Si (Dewan Kehormatan YBA) sebagai ruang harmoni yang tenang, dewasa, dan membangun.

Beginilah wajah Indonesia
saat spiritualitas melahirkan persatuan. 🕊️🇮🇩

29/12/2025

Sesungguhnya, apakah itu pembebasan yang sejati?

28/12/2025

Kemana aja akhir-akhir ini ? semoga Jet Li bisa menginspirasi kita untuk mencari kebahagiaan yang sesungguhnya 🙏

courtesy Jet Li (Tiktok)

“Saat pohon tumbang, semua orang mendengar suaranya. Saat pohon tumbuh, tak seorang pun mendengarnya.”Pertumbuhan tidak ...
28/12/2025

“Saat pohon tumbang, semua orang mendengar suaranya. Saat pohon tumbuh, tak seorang pun mendengarnya.”

Pertumbuhan tidak berisik.
Ia bekerja perlahan, seperti pohon yang menambah kekuatannya tiap hari—tanpa sorak-sorai.
Samatha — ketenangan adalah ruang bagi perubahan mendalam.

Kejatuhan Selalu Lebih Berisik
Saat seseorang gagal, suaranya menggema di mana-mana.
Tumbangnya pohon mudah terlihat— tapi proses panjang yang membuatnya berdiri tegak jarang dihargai.
Dukkha — penderitaan terlihat, tetapi latihan batin di baliknya sering tersembunyi.

Setiap hari kamu menambah satu lingkar kekuatan.
Meski tak terlihat oleh siapa pun, karma baik itu sedang membangun masa depanmu.

Siapa yang sedang kamu lihat “tumbuh dalam diam”?
Tag dia — beri dukungan kecil hari ini.
Atau save slide ini sebagai pengingat untuk dirimu sendiri.

28/12/2025

Fangsheng 2025 : Melepas Satwa, Menuai Kebijaksanaan (YBA x Ecoton) | Dharma Friday Ep. 96

Mengapa kita melepaskan? Bukan hanya untuk makhluk, tapi untuk kedamaian batin kita sendiri.
Saksikan perjalanan Fangsheng (pelepasan satwa) yang penuh makna di Hutan Mangrove Surabaya, hasil kolaborasi inspiratif antara Young Buddhist Association dan aktivis lingkungan Ecoton.

Video ini mengungkap esensi mendalam di balik tradisi welas asih, mulai dari prosesi spiritual bersama anggota Sangha hingga edukasi kritis tentang pemilihan spesies yang ramah ekosistem. Lebih dari sekadar seremoni sosial, ini adalah pelajaran tentang kebijaksanaan, 'mengembalikan hak hidup' makhluk di habitat yang benar, dan bagaimana tindakan kecil ini bisa menjadi cermin untuk melepaskan ikatan dalam jiwa kita sendiri.

Tonton untuk memahami pentingnya Fangsheng yang bertanggung jawab dan selaras dengan alam.
https://youtu.be/9aupVNf3AB8

28/12/2025

Fangsheng 2025 : Melepas Satwa, Menuai Kebijaksanaan (YBA x Ecoton) | Dharma Friday Ep. 96

Mengapa kita melepaskan? Bukan hanya untuk makhluk, tapi untuk kedamaian batin kita sendiri.
Saksikan perjalanan Fangsheng (pelepasan satwa) yang penuh makna di Hutan Mangrove Surabaya, hasil kolaborasi inspiratif antara Young Buddhist Association dan aktivis lingkungan Ecoton.

Video ini mengungkap esensi mendalam di balik tradisi welas asih, mulai dari prosesi spiritual bersama anggota Sangha hingga edukasi kritis tentang pemilihan spesies yang ramah ekosistem. Lebih dari sekadar seremoni sosial, ini adalah pelajaran tentang kebijaksanaan, ‘mengembalikan hak hidup’ makhluk di habitat yang benar, dan bagaimana tindakan kecil ini bisa menjadi cermin untuk melepaskan ikatan dalam jiwa kita sendiri.

Tonton lengkapnya di Youtube : Young Buddhist Associtation sampai akhir, untuk memahami pentingnya Fangsheng yang bertanggung jawab dan selaras dengan alam.

28/12/2025

Ketika seorang Samanera melihat Dhamma

27/12/2025

Kenapa ajaran tentang kekosongan
tidak diajarkan dengan kata
yang makin kosong?

Kenapa justru dipahat
menjadi arca paling sempurna?

Karena masalah manusia
bukan tidak tahu,
tapi terlalu melekat.

Prajñāpāramitā tidak sedang berkata
“semua ini tidak ada”.
Ia berkata:
semua ini ada, tapi jangan digenggam mati-matian.

Itu sebabnya ajaran ini
tidak berhenti di sutra,
tapi hadir sebagai bentuk.

Bukan karena kebijaksanaan butuh wujud,
melainkan karena manusia
butuh cermin.

Arca itu tidak meminta disembah.
Ia hanya mengingatkan:

kamu boleh melihat,
kamu boleh menikmati,
tapi kamu tidak harus memiliki.

Itulah inti Prajñāpāramitā:
bentuk tetap ada,
penderitaan muncul saat kita lupa melepas.

Buddha tidak mengajarkan kita untuk sabar terus.Kadang, “sabar” justru menjauhkan kita dari kebijaksanaan.Buddhisme tida...
27/12/2025

Buddha tidak mengajarkan kita untuk sabar terus.
Kadang, “sabar” justru menjauhkan kita dari kebijaksanaan.

Buddhisme tidak mengajarkan kita menjadi korban demi terlihat “baik”.

Sabar itu tepat ketika emosi ingin meledak.
Tegas itu tepat ketika batin sudah jernih.
Keduanya adalah jalan tengah.

💬 Pernah nggak kamu “sabar”, padahal sebenarnya sudah waktunya berhenti?

Simpan ini kalau membuka sudut pandang baru.
Bagikan ke orang yang lagi belajar memilih dirinya sendiri.

Address

Spazio Buildings 5th Floor Unit 501
Surabaya
60226

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Young Buddhist Association of Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share