06/06/2026
KH. MOCHAMMAD ZAINUL ARIFIN BIN ROMO KH. UMAR SAID SURABAYA. KAJIAN KITAB FATCHUR ROBBANII WA FAIDLUR ROCHMANII. MAJELIS KE 22
HALAMAN 81 ( MENGELUARKAN CINTA DUNIA DALAM HATI ) ( [ Wahai Manusia, Sebentar Lagi Kalian Akan Mati. Maka Tangisilah Diri Kalian Sebelum Kalian Ditangisi. Kalian Memiliki Dosa Bertumpuk Karena Kesudahan Yang Tidak Jelas. Hati Kalian Sakit Oleh Cinta Dunia Dan Rakus Kepadanya. Maka Obatilah Dengan Kezuhudan, Meninggalkan Larangan Dan Menghadap Alloh SWT. Keselamatan Agama Adalah Modal, Sedangkan Amal Baik Adalah Keuntungannya. Tinggalkanlah Meminta Sesuatu Yang Justru Dapat Menguasai ( Menindas ) Diri Kalian, Dan Terimalah Sesuatu Yang Mencukupi Kalian. Orang Berakal Tidak Merasa Senang Dengan Sesuatu Yang Diperolehnya. Sebab Jika Sesuatu Itu halal, Ia Akan Dihisab, Dan Jika Haram, Ia Akan Disiksa. Namun Kebanyakan Dari Kalian Sudah Melupakan Siksa Dan Hisab. Wahai Saudaraku, Jika Dunia Hadir Dihadapanmu, Sedang Kamu Lihat Hati Merasa Jijik Kepadanya, Maka Tinggalkanlah. Namun Kamu Sudah Tidak Punya Hati, Semua Yang Ada Dalam Dirimu Hanyalah Tabiat Dan Hawa Nafsu. Bertemanlah Dengan Orang - Orang Yang Memiliki Hati Sampai Kamu Memiliki Hati. Kamu Harus Memiliki Guru Yang Bijak Dan Mengamalkan Hukum Alloh SWT. Maka Guru Itu Akan Mendidikmu, Mengajarimu Dan Menasehatimu. Wahai Orang Yang Menjual Semua Miliknya Untuk Sesuatu Yang Tidak Berarti Dan Membeli Sesuatu Yang Tidak Berarti Dengan Semua Miliknya, Kamu Telah Membeli Dunia Dengan Akhirat Dan Menjual Akhirat Dengan Dunia. Kamu Benar - Benar Gila Dan Bodoh. Kamu Makan Seperti Makannya Binatang Yang Tidak Lagi Memeriksa, Memperhitungkan Dan Mempertanyakan Apa Yang Dimakannya, Tanpa Mengucapkan Niat, Tanpa Berdasarkan Perintah Dan Tanpa Peduli Dengan Perbuatannya. Orang Mukmin Hanya Makan Sesuatu Yang Diperolehkan Syariat. Seorang Wali Makan Berdasarkan Pada Perintah Dan Larangan Yang Berasal Dari Hatinya. Sedangkan Abdal Tidak Peduli Dengan Apapun, Sebab Ia Melakukan Segala Hal Dalam Kegaibannya BersamaNya Dan Hilangnya Dirinya BersamaNya. Jadi Seorang Wali Melakukan Sesuatu Berdasarkan Perintah. Sedangkan Seorang Abdal Tidak Memiliki Kekuasaan Untuk Memilih, Namun Semua Hal Yang Dilakukannya Tetap Tidak Keluar Dari Batasan - Batasan Yang Ditentukan Syariat. Seorang Abdal Yang Menghilang Dari Aturan Mahluk Akan Tetap Menjaga Ketentuan Syariat. ] ). ( SIDI ABDUL QODIR ALJILANI ). MASJID AGUNG SUNAN AMPEL SURABAYA. SABTU BA'DA SHOLAT SUBUH 06 JUNI 2026M. / 20 DZULKHIJJAH 1447H.