Grace Alone Ministry - GRAMI

Grace Alone Ministry - GRAMI Sebuah pelayanan multimedia yang kreatif, global, inspiratif, dan transformatif dalam kerangka tradisi dan teologi Reformed

Grace Alone Ministry adalah media pelayanan multimedia rohani Kristen yang berada di Indonesia. Kami memiliki panggilan untuk melayani kerajaan Allah di bidang multimedia seperti melalui siaran radio rohani dan penyediaan materi khotbah dan seminar Kristen yang dapat diakses secara global. Tujuan kami adalah menjadi sebuah pelayanan multimedia yang kreatif, global, inspiratif, dan transformatif dalam kerangka tradisi dan teologi Reformed. Memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemberitaan ajaran Alkitab yang benar seturut keyakinan Reformed, perubahan kehidupan spiritual yang radikal, transformasi kebudayaan yang substansial melalui injil Yesus Kristus. Visi kami adalah menjadi sebuah pelayanan multimedia yang kreatif, global, inspiratif, dan transformatif dalam kerangka tradisi dan teologi Reformed. Misi kami adalah Memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemberitaan ajaran Alkitab yang benar seturut keyakinan Reformed, perubahan kehidupan spiritual yang radikal, dan transformasi kebudayaan yang substansial melalui injil Yesus Kristus.

Sesuatu yang baru belum tentu lebih baik daripada yang lama.Menjadi relevan juga tidak berarti harus memutus hubungan de...
06/09/2026

Sesuatu yang baru belum tentu lebih baik daripada yang lama.

Menjadi relevan juga tidak berarti harus memutus hubungan dengan masa lalu.

Kita memang dipanggil untuk melayani generasi kita dengan setia dan kreatif. Namun kita juga berdiri di atas warisan iman yang dibentuk melalui pergumulan panjang umat Allah dengan firman-Nya.

kita tidak menyembah tradisi. Kita mengujinya di bawah otoritas firman Allah, belajar darinya, lalu membangun di atas fondasi yang telah diletakkan sebelum kita.

Bisa jadi, sesuatu yang kita anggap kuno adalah sesuatu yang telah Allah pakai untuk membentuk dan meneguhkan gereja-Nya.

_____
Disadur dari Christ-Centered Worship karya Bryan Chapell.

Buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh SAAT Prothumia Publishing

Anak-anak dan remaja Kristen tumbuh di dunia yang penuh dengan ide, nilai, dan pandangan hidup. Pertanyaan tentang Allah...
05/09/2026

Anak-anak dan remaja Kristen tumbuh di dunia yang penuh dengan ide, nilai, dan pandangan hidup. Pertanyaan tentang Allah, Alkitab, identitas, moralitas, dan makna hidup tidak lagi hanya muncul di ruang kelas atau kampus. Mereka menemukannya setiap hari melalui media sosial, podcast, video pendek, dan percakapan dengan teman-teman mereka.

Karena itu, iman tidak cukup hanya diwariskan. Iman perlu dipahami.

Mengajarkan kisah-kisah Alkitab tentu penting. Namun, anak-anak juga perlu memahami mengapa kekristenan layak dipercaya, bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit, dan bagaimana mempertanggungjawabkan iman mereka dengan lemah lembut dan hormat (1 Ptr. 3:15).

Apologetika bukan hanya untuk akademisi, pendeta, atau pembicara. Apologetika adalah bagian dari tugas pemuridan, untuk menolong generasi berikutnya mengenal Kristus dengan hati yang mengasihi dan pikiran yang diperbarui.

Kiranya gereja dan setiap orang tua tidak hanya mewariskan iman, tetapi juga memperlengkapi generasi berikutnya untuk tetap teguh ketika pertanyaan-pertanyaan itu datang.

"Tidak lagi cukup hanya mengajarkan kisah-kisah Alkitab kepada anak-anak; mereka membutuhkan doktrin dan apologetika." (William Lane Craig)

Sering kali kita mengira bahwa kedewasaan rohani diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki. Namun, semaki...
04/09/2026

Sering kali kita mengira bahwa kedewasaan rohani diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki. Namun, semakin kita mengenal Kristus, semakin kita menyadari bahwa pertumbuhan juga menuntut kita untuk melepaskan cara berpikir yang keliru.

Kita perlu melepaskan anggapan bahwa mengampuni berarti membenarkan kesalahan, melupakan luka, atau meniadakan keadilan. Mengampuni bukan berarti apa yang terjadi tidak lagi menyakitkan. Mengampuni berarti memilih untuk tidak lagi dikuasai oleh kepahitan, karena kita sendiri telah terlebih dahulu menerima kasih karunia Allah.

Mungkin inilah salah satu pelajaran yang paling sulit dalam kehidupan Kristen. Namun, justru ketika kita belajar mengampuni, Allah sedang membentuk hati kita agar semakin serupa dengan Kristus.

-----
Buku "Grace is Greater" karangan bisa didapatkan di

Sering kali kita mengira bahwa kedewasaan rohani diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki. Namun, semaki...
04/09/2026

Sering kali kita mengira bahwa kedewasaan rohani diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki. Namun, semakin kita mengenal Kristus, semakin kita menyadari bahwa pertumbuhan juga menuntut kita untuk melepaskan cara berpikir yang keliru.

Kita perlu melepaskan anggapan bahwa mengampuni berarti membenarkan kesalahan, melupakan luka, atau meniadakan keadilan. Mengampuni bukan berarti apa yang terjadi tidak lagi menyakitkan. Mengampuni berarti memilih untuk tidak lagi dikuasai oleh kepahitan, karena kita sendiri telah terlebih dahulu menerima kasih karunia Allah.

Mungkin inilah salah satu pelajaran yang paling sulit dalam kehidupan Kristen. Namun, justru ketika kita belajar mengampuni, Allah sedang membentuk hati kita agar semakin serupa dengan Kristus.

-----
Buku "Grace is Greater" karangan bisa didapatkan di

Perubahan besar dalam diri seorang pemimpin Kristen jarang terjadi dalam semalam.Lebih sering, semuanya dimulai dari per...
02/09/2026

Perubahan besar dalam diri seorang pemimpin Kristen jarang terjadi dalam semalam.

Lebih sering, semuanya dimulai dari perubahan-perubahan kecil yang dibiarkan terus berlangsung. Hati perlahan menjauh dari Kristus, sementara pelayanan dan kepemimpinan tetap terlihat berjalan dengan baik.

Itulah sebabnya setiap pemimpin perlu terus memeriksa hatinya. Penyimpangan jarang dimulai dari keputusan besar, tetapi dari kompromi-kompromi kecil yang perlahan mengubah motivasi, karakter, dan cara memimpin.

Kiranya Kristus terus memperbarui hati setiap pemimpin, sehingga kepemimpinan kita tidak dibentuk oleh kuasa atau pengakuan, melainkan oleh kasih dan ketundukan kepada-Nya.

-----
Dari buku "Leadership Reformed" oleh . Buku bisa didapatkan di

Di dunia yang mendorong kita untuk selalu membenarkan diri, Injil mengajak kita melakukan sesuatu yang berbeda, yaitu me...
01/09/2026

Di dunia yang mendorong kita untuk selalu membenarkan diri, Injil mengajak kita melakukan sesuatu yang berbeda, yaitu mengakui ketidakbenaran kita dengan jujur.

Kejujuran di hadapan Allah bukanlah jalan menuju rasa bersalah yang berkepanjangan, melainkan jalan menuju kebebasan. Kita tidak perlu menutupi dosa, mengecilkannya, atau membandingkan diri dengan orang lain. Kita dapat datang kepada Kristus apa adanya, karena kasih karunia-Nya selalu lebih besar daripada kegagalan kita.

Semakin kita memahami Injil, semakin kita menyadari bahwa pengharapan kita tidak pernah terletak pada siapa kita, tetapi pada siapa Kristus dan apa yang telah Ia lakukan bagi kita.

-----
Buku "Grace is Greater" karangan Kyle Idleman bisa didapatkan di Literatur Perkantas Jawa Timur

Injil membebaskan kita untuk memimpin tanpa takut gagal dan berhenti tanpa takut kehilangan status.-----Dari buku "Leade...
31/08/2026

Injil membebaskan kita untuk memimpin tanpa takut gagal dan berhenti tanpa takut kehilangan status.

-----
Dari buku "Leadership Reformed" oleh . Buku bisa didapatkan di

“Seluruh hikmat kita, sejauh sungguh layak disebut hikmat yang benar dan kokoh, hampir seluruhnya terdiri dari dua bagia...
28/08/2026

“Seluruh hikmat kita, sejauh sungguh layak disebut hikmat yang benar dan kokoh, hampir seluruhnya terdiri dari dua bagian: pengenalan akan Allah dan pengenalan akan diri kita sendiri.” (John Calvin, Institutes of the Christian Religion, Buku I, Bab 1)

Kita sering ingin mengenal Allah, tetapi enggan melihat diri kita dengan jujur. Kita mengakui Allah itu Maha Kasih, tetapi lupa bahwa kita adalah pemberontak yang tidak layak dikasihi. Kita mengakui Allah itu Maha Adil, tetapi lupa bahwa dosa kita sungguh layak dihukum. Kita mengakui Allah itu Maha Kuasa, tetapi tetap membatasi Dia dengan ukuran doa, pikiran, dan ketakutan kita. Kita mengakui Allah itu Maha Pengampun, tetapi sulit menerima bahwa pengampunan yang kita terima juga memanggil kita untuk mengampuni.

Di sinilah ketegangannya: semakin sungguh kita mengenal Allah, semakin jelas kita melihat siapa diri kita. Dan semakin jujur kita melihat diri kita sebagai manusia yang terbatas, berdosa, rapuh, dan membutuhkan anugerah, semakin kita menyadari betapa besar kasih, keadilan, kuasa, dan pengampunan Allah.

Iman yang sejati bukan hanya berkata, “Aku percaya kepada Allah,” tetapi juga belajar melihat Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya, dan melihat diri kita sebagaimana kita sungguh ada di hadapan-Nya.

Maukah kita berhenti membentuk Allah menurut ukuran kita, lalu kembali merendahkan diri di hadapan Dia yang kudus, penuh kasih, adil, berkuasa, dan penuh pengampunan?

27/08/2026

Mengikut Yesus bukan berarti hidup kita otomatis bebas dari kesulitan. Di Yohanes 16:33, Yesus secara realistis menyatakan kontras yang nyata bahwa di dalam dunia kita memiliki penderitaan, tetapi di dalam Dia kita memiliki damai sejahtera.

Di tengah penderitaan, kita dapat sepenuhnya memercayai janji damai sejahtera-Nya karena tiga alasan kokoh: Yesus mengetahui masa depan dengan pasti di mana setiap peristiwa tetap menggenapi rencana Allah yang indah, Yesus menjamin penyertaan Allah Tritunggal yang senantiasa memeluk hidup kita di mana pun kita berada, dan Yesus telah mengalahkan dunia serta iblis secara mutlak melalui kematian-Nya di kayu salib.

Kemenangan Kristus ini pun menjadi bagian kita, di mana sebagai anak-anak Allah, kita diperlengkapi dengan tiga kekuatan rohani untuk mengalahkan dunia, yaitu Firman Allah yang diam di dalam kita, pimpinan Roh Kudus di hati kita, dan iman yang teguh kepada Kristus Yesus.

Kita mungkin bisa kehilangan keberanian atau semangat, tetapi sebagai anak-anak Allah, kita tidak akan pernah kehilangan iman karena Tuhan sendiri yang setia menjaga hidup kita.

Ada saat-saat ketika doa terasa tidak dijawab, penderitaan tak kunjung berakhir, dan kita mulai bertanya, "Apakah Allah ...
25/08/2026

Ada saat-saat ketika doa terasa tidak dijawab, penderitaan tak kunjung berakhir, dan kita mulai bertanya, "Apakah Allah masih mengasihi kita?"

Mungkin hari ini adalah waktu yang baik untuk berhenti sejenak dan mengingat kembali.

Ingatlah doa-doa yang pernah Ia jawab. Ingatlah pemeliharaan-Nya yang sering kali baru kita sadari setelah semuanya berlalu. Ingatlah bagaimana Ia menguatkan kita ketika kita merasa tidak sanggup melangkah lagi.

Dan jika ingatan kita mulai memudar, pandanglah salib Kristus.

Di sanalah Allah memberikan jaminan yang tidak mungkin dibatalkan: kasih-Nya tidak berubah, dan Ia tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya.



Kiranya kita tidak lebih mudah mengingat kebohongan Iblis daripada kesetiaan Allah.

Address

Nginden Intan Timur II Nomor 9
Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Grace Alone Ministry - GRAMI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Grace Alone Ministry - GRAMI:

Shortcuts

Share

Category