02/01/2026
Ajaran agama yang "rahmatan lil alamin"
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang secara harfiah berarti "tidak kacau" (\(a\) = tidak, \(gama\) = kacau/pergi). Istilah ini merujuk pada peraturan atau tradisi yang diwariskan turun-temurun untuk mengatur kehidupan manusia agar tetap teratur dan terarah.
Bagaimana mungkin suatu agama dalam konteks pemahaman indonesia dengan dasar kata dari bahasa sansekerta yang artinya "Tidak Kacau" tapi memiliki kontroversi ajaran yang bertolak belakang dengan kedamaian? Melakukan klaim dengan agama yang cinta damai tetapi memberikan pedoman yang mengarah kepada kekacauan dan kehancuran itu sendiri. Apakah memang demikian ajarannya?
"Tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengajarkan kejahatan/kekerasan/kekacauan", maka klaim ini pun akan terbantahkan dengan agama islam.
"Semua agama sama dan memiliki 1 Tuhan", sekali lagi jika mengacu pada pengetahuan umum maka klaim ini akan benar adanya, dasar pemikiran karena agama adalah buatan manusia dan karena itulah terciptalah beberapa agama di dunia. Tapi sekali lagi, klaim ini terpatahkan dengan yang namanya "agama islam" karena umat mereka melakukan klaim bahwa manusia selain yang "bertuhankan" dari islam maka kafirlah mereka.