Maestro FK UMS

Maestro FK UMS MAESTRO FK UMS merupakan lembaga penerbitan di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakart

Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) MAESTRO merupakan lembaga yang menampung dan menyalurkan bakat dan minat mahasiswa di bidang penalaran dan jurnalistik. Pada yanggal 2 Juni 2009, Evi Aprilia, selaku Koordinator Departemen Informasi dan Komunikasi (INFOKOM) BEM FK UMS, dan berdasarkan SK Ketua Umum BEM FK UMS No. 020/BEMFK/A/SK/IV/2009, Lembaga Informasi dan Komunikasi membentuk MAESTRO dan Evi A

prilia didaulat sebagai pimpinan redaksi MAESTRO sebagai generasi pertama. MAESTRO merupakan usulan nama dari Gubernur BEM periode 2009/2010, Fakih Nur Salimi Latief, yaitu singkatan dari Medical Educative Scientific Research and Info. Mengandung makna kegiatan kejurnalistikan di Fakultas Kedokteran UMS tetap berdasarkan pada edukatif, ilmiah, dan mengemasnya sebagai info yang renyah untuk dikonsumsi dan lebih menumbuhkan kecintaan pada ilmu kedokteran dan kesehatan pada khususnya.

BELAJAR BARENG CORNEA FK UMS
22/05/2014

BELAJAR BARENG CORNEA FK UMS

OKNUM PENIPU, MAHASISWA FK UMS RESAH
17/05/2014

OKNUM PENIPU, MAHASISWA FK UMS RESAH

DELEGASI TBM FK UMS KE UNSOEDTBM Gyrus Fakultas Kedokteran UMS mengirimkan delegasinya dalam acara Family Gathering PTBM...
13/05/2014

DELEGASI TBM FK UMS KE UNSOED

TBM Gyrus Fakultas Kedokteran UMS mengirimkan delegasinya dalam acara Family Gathering PTBMMKI wilayah 3 Di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di Purwokerto pada 10-11 Mei 2014. Acara yang diselenggarakan oleh UKM Occipitale dari UNSOED ini merupakan acara gathering tahunan PTBMMKI wilayah 3 yang diikuti oleh TBM se-Jawa Tengah. Acara yang diselenggarakan di sekitar daerah Baturaden ini membahas tentang evaluasi untuk system scoring dalam Pertolongan Pertama Kegawat Daruratan (PPGD) dan bagaimana mekanisme penanganan terhadap bencana yang terjadi di sekitar kita. Seperti diketahui, beberapa daerah dip**au Jawa telah terjadi banyak ancaman bencana, oleh karena itu dalam kegiatan ini juga dibahas tentang bagaimana mekanisme pelaporan ketika terjadi bencana di daerah masing-masing.

Acara yang diselenggarakan selama 2 hari 1 malam ini diselenggarakan dalam 2 tempat. Pada hari pertama acara ini diselenggarakan di Villa di desa Ketenger daerah Baturaden. Disini dibahas tentang mekanisme kerja koordinasi wilayah dan kemudian pada pagi harinya para delegasi TBM se-Wilayah 3 ini melakukan tracking ke hutan dan ke salah satu tempat yang khas di sana, Pancoran 7. Dalam tracking ini, para delegasi juga diajarkan tentang bagaimana praktik navigasi darat dan juga PPGD.

Tangguh, salah satu delegasi dari TBM Gyrus FK UMS menuturkan bahwa acara ini membawa banyak manfaat bagi dirinya sendiri dan juga TBM Gyrus tentunya. Tangguh menuturkan bahwa banyak ilmu-ilmu baru yang didapat dalam acara, baik dari kegiatan maupun ilmu dari delegasi lain yang hadir. Yang terpenting menurut Tangguh adalah mereka bisa mendapatkan link atau jaringan dengan delegasi-delegasi dari TBM universitas di Jawa Tengah ini sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi ketika ada sebuah acara nantinya. Tangguh juga mengharapkan dari acara ini semoga kampus lebih memperhatikan acara pendelegasian semacam ini, tidak hanya untuk TBM Gyrus melainkan juga untuk UKM-UKM lainnnya. Kemudian harapan lainnya adalah lebih dimudahkannya penggunaan fasilitas kampus seperti bus dalam acara-acara semacam ini.

Sementara itu menurut Reza Gusni, ketua TBM Gyrus FK UMS acara Family Gathering PTBMMKI wilayah 3 ini berjalan cukup seru dan menarik. Disini banyak hal-hal baru yang didapatkan oleh TBM Gyrus FK UMS seperti bagaimana mekanisme atau apa yang harus dilakukan oleh TBM ketika terjadi bencana . Kegiatan Ini juga merupakan pendelegasian pertama TBM Gyrus FK UMS ke dalam acara tahunan ini. Pendelegasian anggota TBM FK UMS ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan TBM Gyrus FK UMS di wilayah 3. Ketua TBM menuturkan dampak atau manfaat dari pendelegasian ini adalah menambah pengetahuan dari anggota TBM Gyrus FK UMS tentang penanganan bencana dan manfaat lainnya adalah anggota TBM yang ikut pendelegasian ini lebih mengenal medan ketika memang terjadi bencana nantinya. Ketua TBM sendiri mengharapkan dari pendelegasian ini TBM Gyrus FK UMS lebih dikenal di wilayah 3 PTBMMKI dan juga bagi para delegasi itu dapat mengambil ilmu yang didapat dari acara tersebut.

Doc. : Adhica Yudwari

04/05/2014

Sistem Pembayaran SPP UMS
OpiniMahasiswa

SISTIM PENGUMUMAN NILAI DAN TEKANAN PSIKISSebenarnya sudah lama catatan ini saya buat, namun harus saya revisi berulangk...
01/05/2014

SISTIM PENGUMUMAN NILAI DAN TEKANAN PSIKIS

Sebenarnya sudah lama catatan ini saya buat, namun harus saya revisi berulangkali untuk mendapatkan bahasa yang bagus dan sesuai agar enak dibaca dan memberi pengertian yang komprehensif. Ini setelah saya sampaikan kepada teman-teman se-kontrakan dalam bentuk aspirasi. Begini ceritanya, seharusnya hasil nilai-nilai ujian kita selama 1 semester itu tidak perlu dipajang di papan mading atau di umumkan kepada khalayak, cukup pribadi masing-masing yang tahu. Yakni saat KRS-an, atau dengan sistem online, log-in nilai, atau dalam bentuk amplop, mengingat banyak hasil yang kurang memuaskan atau bahkan anjlok. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi tekanan psikis mahasiswa yang nilainya anjlok.

Saat jajak pendapat seperti ini, antisipasi bahwa pasti ada pihak yang kurang setuju itu akan ada. Dan akhirnya memang ada. Mereka yang kurang setuju menganggap, hal tersebut akan mengurangi semangat belajar. Semangat belajar mereka akan berkurang karena tidak ada komparasi atau pembanding, tidak terpacu untuk bangkit, semangat belajar jadi menurun. Intinya, semuanya jadi menurun karena tidak adanya daya saing. Begitulah kenyataannya, sistem pendidikan modern mengajarkan kita untuk selalu bersaing dalam hal prestasi akademik. Pendidikan selalu menjadi ajang kempetisi, bukan sekedar wawasan.

Adalah wajar jika mereka tidak setuju, mereka menganggap; itu sih tergantung orangnya mau bangkit atau tidak. Alasan lain selain tergantung orangnya juga tergantung siapa pembimbing akademiknya (PA), lingkungan belajarnya, dan masih banyak lagi tanpa harus menghilangkan sistem pengumuman nilai yang memang sudah ada sejak dulu. Mari kita tampung pendapat itu, dan boleh jadi memang ada benarnya. Namun kita juga tidak boleh melupakan pendapat yang berseberangan walau mungkin nilai positifnya hanya satu, hanya mengurangi tekanan psikis, tapi cukup memberi pengaruh besar untuk masa depan banyak mahasiswa.

Secara psikis, mungkin bagi yang nilainya sudah tinggi itu tidak menjadi masalah. Bahkan hal tersebut semakin menguatkan kepercayaan diri untuk meraih nilai yang lebih tinggi lagi. Tapi bagi mereka yang nilainya berada di papan bawah, akan membuatnya sulit untuk bangkit, sulit untuk keluar dari lubang hitam. Memang tidak semuanya seperti itu, ada juga beberapa yang bisa bangkit lagi justru setelah melihat pengumuman tersebut. Namun kalau kita persentase-kan lagi, berdasarkan kenyataan yang ada, jelas lebih banyak lagi yang susah untuk bangkit. Apakah kita akan menyalahkan mereka karena tergantung orangnya lagi? Karena malas? Jelas boleh, bahkan sangat boleh (walau belum tentu semuanya demikian). Tapi hal tersebut bukanlah sebuah solusi, karena hanya sekedar motivasi. Mereka tetap tidak terhindar dari tekanan psikis bahwa mereka dalam hal akademi kampus termasuk kalangan bawah. Dan ini, jika dibiarkan terus-menerus, akan semakin berdampak pada kemampuan akademis mereka selanjutnya.

Sebagai contoh di lapangan, cobalah lihat teman-teman kita yang nilainya jelek, lantas dia mencoba bangkit dan memperbaiki diri. Namun karena image IP-nya yang sudah terlanjur rendah, atau ditambah lagi bocahnya juga memang sedikit bandel, akhirnya dia hanya akan jadi bahan ledekan alias di-bully oleh teman-teman sekelas. Cobalah perhatikan ketika dia bertanya di kelas kepada dosen saat kuliah, tidak sedikit teman-teman sekelas akan menertawakannya, atau dengan senyum seperti ini; “Weee..”. Saya juga ikut tertawa, bahkan saat kembali ke rumah dan mengingat kembali yang sudah terjadi, kadang membuat saya tertawa sendiri. Begitulah kehidupan sosial di lingkungan kelas pada umumnya (walau tidak seluruhnya), dan kita tidak bisa menghindari hal tersebut. Akhirnya, kuliah selalu tidak efektif karena mahasiswa banyak yang kurang paham, namun malu untuk bertanya alias tidak pe-de. Walaupun tidak semuanya seperti itu, namun seperti itulah pada umumnya. Padahal, kalau saja boleh jujur, saya yakin ada banyak sekali pertanyaan dalam benak setiap mahasiswa.

Sekali lagi, kita boleh saja berpendapat lain, tapi pendapat itu kadang justru hanya berlaku untuk diri kita sendiri, tanpa peduli dengan kenyataan sosial bahwa pendapat tersebut tidak terealisasi secara mayoritas. Lantas apakah kita akan menyatakan pernyataan yang sama lagi? Tergantung orangnya. Saya rasa kita tidak akan pernah benar-benar memberi solusi kecuali hanya terus menyalahkan dengan kesalahan yang sama.
Jadi, kembali lagi ke pembahasan awal tadi, alangkah baiknya jika nilai itu dijadikan saja dalam bentuk privasi. Bukan karena saya pernah punya nilai rendah. Bahkan nilai tinggi-pun tidak akan merubah prinsip saya seperti ini. Ini karena kenyataan bahwa di luar sana ada banyak sekali mahasiswa yang mungkin sejak SD sudah mendapat banyak sekali tekanan oleh karena banyaknya ujian yang harus mereka hadapi dengan standar bakunya berdasar nilai-nilai akademis yang sungguh membuat banyak anak keteteran. Kita perlu menyerukan bersama kenapa bisa demikian, dan itu, tidak cukup hanya dengan satu orang. Dulu, di kampus sempat ada audiensi bersama dekanat, salahsatunya membahas masalah kurikulum pendidikan. Sebenarnya ingin sekali menyampaikan pendapat ini, tapi ada yang menurut saya kurang pas jika saya yang menyampaikan. Mungkin hal ini akan lebih mantap jika disampaikan oleh teman-teman yang secara akademik masuk dalam kategori mahasiswa cum-laude. Kenapa? Ini untuk mengantisipasi feed back seperti ini; Nilaimu kan anjlok, jadi wajar kalau kamu salahsatunya yang pengen sistem pengumuman seperti itu. :)

Hahaha, bukan. Bukan karena itu. Prestasi yang sudah saya dapatkan sejak di bangku dasar sampai menengah tidak mengajarkan saya seperti itu. Bukankah, kita belajar bukan hanya untuk nilai, tapi untuk kehidupan? Dan yang terakhir, saya hanya akan berdoa, semoga dengan diberlakukan sistem seperti ini, justru akan semakin membangkitkan motivasi mahasiswa di kampus mana-pun mereka berada untuk justru semakin terpacu menjadi lebih baik dalam hal belajar (baik itu adalah baik dalam akademik, maupun dalam attitude). Sehingga, tidak ada lagi kita dapatkan hal ironis; mahasiswa yang justru membenci jurusannya, yang pada akhirnya kelak, membuatnya benci dengan pekerjaannya.
Salam menuntut ilmu demi kehidupan.

TBM FK UMS SHARE BLOOD SHARE LIFE        Tim Bantuan Medis atau yang lebih akrab dikenal dengan TBM, adalah salah satu u...
29/04/2014

TBM FK UMS SHARE BLOOD SHARE LIFE

Tim Bantuan Medis atau yang lebih akrab dikenal dengan TBM, adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di Fakultas Kedokteran UMS. UKM yang sifatnya cepat tanggap dalam penanganan darurat ini, hari senin (28/04/14) di lantai 1 ruang poliknik FK UMS, mengadakan acara yang bakti sosial donor darah. Kegiatan yang berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang ini berhasil mengumpulkan 30 kantong darah. “Sebenarnya masih banyak peserta yang terdaftar tapi tidak bisa ikut mendonorkan darah, hal ini karena kantong darah yang kebetulan terbatas hari itu. Ada sekitar 16 orang yang terpaksa tidak jadi mendonorkan darahnya.” Demikian menurut ketua TBM, Reza Gusni Saputra.

Ini merupakan kegiatan donor darah pertama yang diadakan oleh TBM Gyrus FK UMS yang bekerjasama dengan PMI Surakarta. Rencananya mereka akan mengadakan kegiatan donor darah setiap 3 bulan sekali. Otomatis selama 1 periode kepengurusan ada sebanyak 4 kali kegiatan donor darah. Selanjutnya akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus, sedikit mundur dari jadwal yang ditetapkan mengingat bulan Juli mahasiswa libur akademik. Untuk mengantisipasi banyaknya para pendonor yang akan mendonorkan darahnya, kedepan dari pihak PMI akan mengusahakan untuk menyediakan kantung darah lebih banyak lagi, sekitar 100 kantung.

Harapan dari teman-teman TBM, semoga dengan diadakannya kegiatan donor darah ini, dapat meningkatkan kepedulian kita kepada sesama. Ada banyak masyarakat di luar sana yang membutuhkan pertolongan kita, sedikit saja darah yang kita sumbangkan sangat membantu kehidupan mereka. Juga masukan dari peserta donor yang tidak sempat mendonorkan darahnya karena kantung yang sudah habis agar panitia lebih cepat tanggas, sejak acara dimulai untuk mengumumkan jatah kantung yang tersedia agar tidak membatalkan peserta yang sudah terlanjur mendaftar.

Kalau melihat antusias mahasiswa, khususnya mahasiswa FK, tidak sedikit dari mereka yang ingin mendonorkan darahnya, mungkin ini bisa menjadi tempat untuk melatih keterampilan skill mereka dengan melihat bagaimana petugas PMI memasukkan jarum untuk mengambil darah melalui intra vena. Ada yang unik ketika mereka menemukan pendonor yang daranya merupakan resus negatif (-). Ini merupakan resus minoritas alias resus yang langka, sehingga saat seseorang kekurangan darah, mereka harus mencari golongan darah yang sama dengan resus yang sama p**a. Namun demikian bagi para calon praktisi medis, kegiatan ini tidak semata untuk meningkatkan kepedulian sosial, tapi juga menambah wawasan buat mereka untuk memahami prosedur tranfusi darah. Seiring dengan perkembangan zaman, tranfusi darah tidak semata hanya karena golongan darah yang sama, tapi lebih spesifik lagi harus melihat resusnya. Sehingga, istilah yang dulu (mungkin) pernah kita dengar, ada donor universal dan resipien universal itu sudah tidak berlaku lagi.

Berita Oleh : Iwan Mariono

BULAN BAKTI BEM FK UMS, PEDULI IBU DAN ANAKFoto bersama BEM FK UMS bersama anak-anak TK AisyiahProgram acara yang dicana...
29/04/2014

BULAN BAKTI BEM FK UMS, PEDULI IBU DAN ANAK

Foto bersama BEM FK UMS bersama anak-anak TK Aisyiah
Program acara yang dicanangkan oleh ISMKI Nasional akhirnya dapat diselenggarakan dengan sukses oleh BEM FK UMS. Program Bulan Bakti yang bertemakan “Kesehatan Ibu dan Anak” ini diselenggarakan di TK Aisyiah di daerah Gonilan, Surakarta. Acara ini sudah dipersiapkan dengan matang oleh panitia dari jauh-jauh hari tepatnya dari mulai bulan Maret 2014 lalu. Awalnya panitia mencanangkan akan menyelenggarakan program ini di Posyandu terdekat pada tanggal 20 April 2014, namun terdapat kendala dimana Posyandu yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan program Bulan Bakti ini tidak siap untuk menyelenggarakan program pada tanggal tersebut. Akhirnya panitia pun memutuskan untuk mencari alternative lain untuk tempat dan waktu, yang akhirnya ditentukan bahwa Bulan Bakti ini akan diselenggarakan di TK Aisyiyah pada tanggal 26 April 2014 dengan pertimbangan yang cukup matang.

Gubernur BEM FK UMS, Bayu Hendro menyampaikan bahwa BEM FK UMS tepatnya divisi Pengabdian Masyarakat adalah Fakultas Kedokteran ke-8 yang berhasil menyelenggarakan Program Bulan Bakti ini bersama dengan 6 Fakultas Kedokteran yang lainnya di hari yang sama. Gubernur BEM FK UMS 2014 juga menuturkan bahwa Ibu kepala sekolah TK AIsyiah sangat antusias dengan apa yang diselenggarakan oleh BEM FK UMS ini dan beliau menuturkan bahwa beliau akan menerima dengan tangan terbuka jika ada acara semacam ini lagi yang akan diadakan BEM FK UMS di TK Aisyiah.

Ketua panitia dari program Bulan Bakti ini, Oktaviana Halisanti menuturkan bahwa program Bulan Bakti ini berjalan sangat sukses. Hal ini dilihat berdasarkan antusiasme ibu dan anak yang sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh BEM FK UMS. Adapun kegiatan yang tercakup dalam Bulan Bakti yang dilaksanakan ini antara lain lomba merwarnai bagi anak-anak, penyuluhan cuci tangan serta penyuluhan tentang kesehatan Ibu dan Anak yang diikuti oleh ibu-ibu dengan pemateri adalah salah satu dosen FK UMS yakni dr. Retno Sintowati, M.Sc. Santi, selaku ketua panitia mengharapkan semoga acara ini akan menjadi tonggak awal perjuangan yang akan dilaksanakan BEM FK UMS untuk program-program BEM FK UMS selanjutnya.
Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hari ini tentunya memberikan kesan yang luar biasa terhadap peserta Bulan Bakti di TK Aisyiah, baik dari anak-anak maupun ibu orang tua anak yang mengikuti penyuluhan. Selain memberikan kesan terhadap peserta ternyata kegiatan ini juga menjadikan motivasi khusus bagi anggota BEM FK UMS tentunya, yang kini diisi oleh anggota baru yang harapannya dapat memberikan inovasi dan kontribusi lebih kepada BEM FK UMS dan menyokong acara-acara dari ISMKI kedepannya.

Berita Oleh : Adhica Yudwari

Lembaga Pers Mahasiswa MAESTRO FK UMS MEMBUKA Open Recruitment anggota baru MAESTRO periode 2014-2015. Pendaftaran ini b...
28/03/2014

Lembaga Pers Mahasiswa MAESTRO FK UMS MEMBUKA Open Recruitment anggota baru MAESTRO periode 2014-2015. Pendaftaran ini berlangsung mulai tanggal 28 Maret 2014 sampai 4 April 2014.
Ayo segera bergabung bersama kami dan berikan kontribusi nyata.
Syarat dan ketentuan :
1. Calon anggoata adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran angkatan 2012 dan 2013
2. Calon anggota memiliki komitmen untuk berkontribusi
3. Calon anggota mengisi formulir yang telah disiapkan

*Formulir bisa diambil di Contact person yang tertera atau download di www.maestrofkums.com

ayo segera bergabung dengan kita
28/03/2014

ayo segera bergabung dengan kita

HomeCampusEventOpen Recruitment MAESTRO FK UMS Open Recruitment MAESTRO FK UMS Muhammad Apriyanda di 03.23 Lembaga Pers Mahasiswa MAESTRO FK UMS MEMBUKA Open Recruitment anggota baru MAESTRO periode 2014-2015. Pendaftaran ini berlangsung mulai tanggal 28 Maret 2014 sampai 4 April 2014. Ayo segera be...

12/03/2014

Agenda MAESTRO minggu ini.
Rabu - Jumat
Pengump**an formulir pendaftaran Ketua MAESTRO 2014-2015
formulir dapat diambil di sekretaris MAESTRO (Ryan Budi KU 2011 085741064020)
Jumat (loby FK UMS pukul 17.00)
Follow Up anggota MAESTRO
Sabtu (lantai 6 FK UMS pukul 15.00-selesai)
wawancara calon Ketua MAESTRO
pemaparan VISI MISI
pemilihan Ketua MAESTRO 2014-2015
serah terima jabatan MAESTRO

12/03/2014

Agenda MAESTRO minggu ini.
Rabu - Jumat
Pengump**an formulir pendaftaran Ketua MAESTRO 2014-2015
formulir dapat diambil di sekretaris MAESTRO (Ryan Budi KU 2011 085741064020)
Jumat (loby FK UMS pukul 17.00)
Follow Up anggota MAESTRO
Sabtu (lantai 6 FK UMS pukul 15.00-selesai)
wawancara calon Ketua MAESTRO
pemaparan VISI MISI
pemilihan Ketua MAESTRO 2014-2015
serah terima jabatan MAESTRO

Address

Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Maestro FK UMS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share