10/06/2016
[LATAR BERLAKANG PROGRAM AKADEMSI MENULIS BUKU]
BERSAMA KITA TURUN TANGAN, BENAHI WAJAH MURAM PENDIDIKAN
Oleh: Lenang Manggala
Redaktur Penerbit Susastra & Pendiri Komunitas Sastra Senjanara
SEMANGAT PERUBAHAN
Di tengah kegentingan nasib pendidikan bangsa ini yang tengah memerlukan penanganan setepatnya dan secepatnya, rasa-rasanya, kita tidak perlu membuang waktu untuk menengok catatan-catatan, riset, angket atau risalah-risalah yang menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi manusia, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa. Kami yakin kita semua sepakat: bahwa pendidikan adalah ujung tombak peradaban; juru kunci kesejahteraan. Kemudian, kita mencoba mengintip denyut nadi pendidikan di Indonesia hari ini. Dan lagi-lagi, tanpa perlu kita terlalu banyak berdiskusi, kami yakin kita semua juga sepakat: bahwa pendidikan di negara kita, perlu banyak pembenahan di setiap dimensinya.
Kisah-kisah pilu yang menyertai perjalanan pendidikan di tanah air tercinta kita ini, sesungguhnya tercipta berkat beragam faktor penyebab yang bahkan juga akan sangat membutuhkan banyak waktu jika kita memaksa untuk mengurainya satu persatu. Akan terlalu banyak orang-orang yang akan disalahkan. Akan terlalu banyak keadaan yang akan dikeluhkan.
Kami, Komunitas Sastra Senjanara percaya, bahwa Indonesia dapat diibaratkan sebagai sebuah kapal yang sangat besar. Untuk membelokkan sebuah kapal yang sangat besar, kita butuh tenaga yang sangat besar, dan waktu yang tidak sebentar. Oleh karenanya, kami akhirnya melingkar dan bersetuju untuk turut bahu membahu melabuhkan bangsa ini ke daratan yang bersama-sama ingin kita tuju: Indonesia Jaya Sejahtera dan Maju.
Lantas, bagaimana caranya?
Kami menyadari bahwa sebagai sebuah komunitas sastra yang biasa dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah semua sistem yang ada, kami tidak akan jumawa dan mengatakan jika kami bisa menyelesaikan semua permasalahan pendidikan yang ada. Itu konyol, dan hanya optimisme yang mengada-ngada. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mulai mencicil kebutuhan-kebutuhan yang membawa kemajuan bagi pendidikan bangsa ini satu persatu. Dan di antara banyaknya faktor yang membantu terwujudnya kisah-kisah pilu pendidikan di tanah air kita, kami memilih untuk mengerjakan PR atas kurangnya minat baca-tulis pada kalangan akademisi kita, dan kurangnya fasilitas penunjang pembelajaran--yang dalam hal ini adalah buku--di pelosok nusantara. Ya. Itu. Kami akan mengerjakan dua PR itu.
Maka tidak aneh jika kemudian Komunitas Sastra Senjanara seketika mengajak Kekata Group melingkar dan saling bertukar pikiran demi terwujudnya secara nyata atas semangat menciptakan perubahan itu. Dan beruntungnya, kami telah dengan begitu tepat memilih Kekata Group sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan buku, untuk turut serta membidani gerakan perubahan itu. Alhasil, lahirlah dua bayi harapan, buah perkawinan pemikiran antara komunitas sastra dan badan usaha penerbitan. Anak pertama, kami beri nama Akademisi Menulis Buku. Anak kedua, kami beri nama Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Bismillah.
SEMANGAT SEJUTA BUKU: UNTUK INDONESIAKU
Dari namanya, sudah jelas. Program ini pada intinya adalah sebuah program yang mengajak semua lapisan masyarakat tanpa kecuali untuk bahu-membahu mendonasikan sejuta buku untuk perpustakaan, sekolah dan anak-anak yang membutuhkan di seluruh pelosok nusantara.
Lalu, bagaiamana sistem dan cara kerjanya? Sistem dan cara kerjanya sangat beragam, dan akan terus berkembang menyesuaikan keadaan dan peluang. Beberapa di antaranya adalah dengan memodifikasi beberapa program kami yang sebelumnya, seperti Guru Menulis Buku dan Siswa Menulis Buku, juga dua program baru lainnya, Mahasiswa Menulis Buku dan Organisasi Menulis Buku, untuk turut mendonasikan buku hasil pelaksanaan program yang diikuti oleh mereka. Selain itu, bersama Kekata Group juga, sistem pengumpulan donasi sejuta buku akan jauh lebih mudah dengan kemampuan Kekata Group untuk mengadakan sekaligus menggerakan para penulis dan pembaca buku-buku terbitan Kekata untuk turut mendonasikan koleksi bukunya. Agenda-agenda lomba tingkat nasional pun juga dapat menjadi jalan keluar untuk memperbanyak jumlah buku yang akan didonasikan. Intinya, kami percaya, bahwa gagasan ini akan berhasil dengan mudah, jika semua elemen masyarakat memiliki kesadaran dan kesediaan untuk berkontribusi memperbaiki pendidikan di negeri ini.
Dalam pendistribusiannya, kita tidak perlu terlalu berat dalam memikirkannya. Selama niat kita adalah membawa kebaikan, di situlah Tuhan selalu memberikan jalan. Dua di antaranya, adalah dengan bekerja sama dengan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dan Tim KKN yang mengambil wilayah di luar pulau Jawa. Tanpa perlu kita mengantarkannya dan memikirkan berapa biaya yang akan kita tanggung bersama, mereka-mereka, para sarjana terpilih dan calon sarjana yang melaksanakan program SM3T dan KKN akan dengan senang hati menjemput donasi buku-buku kita. Yang kemudian akan mereka kelola dan salurkan langsung ke tangan anak-anak di daerah terpencil yang membutuhkan. Maka, semua menang, semua dimudahkan. Dan ide untuk berkontribusi dalam melakukan pemerataan pendidikan, bukan lagi sekadar khayalan.
PROGRAM AKADEMISI MENULIS BUKU
Di antara semakin suburnya berita-berita dan fakta-fakta yang muncul untuk mengabarkan betapa rendahnya minat baca-tulis dan semakin maraknya kasus-kasus penyimpangan sosial di kalangan akademisi kita, entah mengapa, kami justru sering kali membayangkan dengan penuh keyakinan: Para akademisi Indonesia memiliki buku yang memuat karyanya dan bersemangat membagikan ilmu dan optimismenya pada kawan-kawan di pelosok nusantara. Berlebihan? Tidak kiranya. Dengan catatan, kita semua mau menyingsingkan lengan baju dan bekerja sama.
Agar tidak dituduh bahwa ini hanya omong kosong belaka, akan kami tunjukkan bagaimana cara mewujudkannya. Sebelum-sebelumnya, kami, Komunitas Sastra Senjanara dan Kekata Group telah merancang dua program yang tujuannya untuk menggalakkan semangat berkarya lewat program Guru Menulis Buku (GMB) dan Siswa Menulis Buku (SMB). Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam 3 bulan terakhir (tercatat sampai 10 Mei), lebih dari 50 buku karya siswa-siswi dan para pendidik dari berbagai daerah telah berhasil kami terbitkan dengan penuh s**a cita. Program ini masih akan terus berlanjut, sampai cita-cita kami untuk membudayakan semangat berkarya di sekolah-sekolah terwujud. Dan kini, untuk menambah bahan bakar untuk percepatan perbaikan wajah muram dunia pendidikan dan literasi di nusantara, program Mahasiswa Menulis Buku dan Organisasi Menulis Buku juga akan segera diluncurkan.
Kita semua, pasti mengetahuinya. Bahwa para cendikiawan muda (mahasiswa), baik yang secara personal maupun yang tergabung dalam lingkup organisasi dan komunitas di lingkungannya, adalah sebaik-baiknya agen perubahan. Dengan semangat yang penuh bara, tenaga yang terus berlipat ganda, serta pikiran dan dedikasi yang sedang dalam puncak keemasannya, membuat mereka menjadi sosok vital pengusung perubahan nyata. Pada mereka-mereka, nasib bangsa kita pertaruh-harapkan sepenuh doa.
Maka tentunya menjadi hal yang sangat wajar ketika Komunitas Sastra Senjanara dan Kekata Group memberikan media ekspresi, inspirasi dan publikasi kepada mereka. Dan penerbitan buku, tentu menjadi sarana terbaik untuk merangkum semua itu.
Melalui program Akademisi Menulis Buku, ada 3 misi yang ingin kita kerjakan dalam sekali waktu. Pertama, penyiapan generasi emas. Mengampanyekan budaya menulis pada (hampir) seluruh praktisi pendidikan yang meliputi siswa, mahasiswa, pendidik dan pegiat komunitas/organisasi sejak sekarang, adalah sebuah investasi jangka panjang yang akan membuahkan hasil luar biasa di masa yang akan datang. Orang-orang penting yang kini memegang kuasa untuk mengambil kebijakan, adalah mereka yang pernah menjadi siswa, menjadi mahasiswa, menjadi pegiat komunitas/organisasi, dan tentunya juga merupakan produk yang pernah dicipta oleh para pendidik bertahun-tahun sebelumnya. Jika, kini, carut-marut menjangkiti negeri ini, tentunya ada sesuatu yang kurang/tidak tepat dalam proses persiapan generasi sekarang di masa silam. Dengan Program Akademisi Menulis Buku, kami berharap bisa turut mengambil bagian dari upaya penyiapan generasi emas. Karena kami percaya, bahwa dengan kegiatan menulis, dapat merangsang proses pembelajaran lainnya seperti membaca, diskusi, pelatihan dan pengembangan ide-ide yang terukur lewat mobilisasi massa yang tentunya akan berdampak sangat baik bagi calon generasi emas bangsa kita nantinya.
Kedua. Program Akademisi Menulis Buku adalah sebuah program penerbitan buku secara gratis untuk para akademisi di Indonesia. Dengan demikian, mereka-mereka, para generasi emas Indonesia, akan sangat dimudahkan dalam mempublikasikan semangat dan gagasannya. Dampaknya, tentu luar biasa. Karya-karya dan buah pemikiran mereka akan jauh lebih cepat tersebar-luaskan ke seluruh nusantara. Bukan tidak mungkin, buku-buku berisi gagasan perubahan tersebut akan tiba pada seseorang yang memiliki gagasan yang serupa. Pada titik itu, muncullah peluang adanya ruang uji gagasan sekaligus adanya tindak lanjut dan pengembangan melalui diskusi-diskusi yang kemudian merekan rencanakan. Itu artinya, program ini juga dapat dijadikan sebagai ajang temu gagasan sekaligus ajang pembibitan pelaksanaan program-program perubahan yang membawa pada kemajuan.
Ketiga. Perlu diketahui, setiap pionir yang bergabung dengan program Akademisi Menulis Buku yang meliputi Guru Menulis Buku, Siswa Menulis Buku, Mahasiswa Menulis Buku dan Organisasi Menulis Buku ini, secara otomatis juga turut tergabung dengan program Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Itu artinya, mereka dipastikan akan mendonasikan sejumlah buku untuk disalurkan ke sekolah, perpustakaan dan anak-anak di pelosok nusantara. Sehingga, adanya program ini juga turut membantu menyelesaikan permasalahan kurangnya bahan bacaan di pelosok nusantara. Dan kabar baiknya lagi, permasalahan apakah buku-buku hasil donasinya nanti akan tersalurkan dan terkolola dengan baik tidak perlu dirisaukan lagi. Mengapa? Karena, pendistribusian bukunya tidak asal dikirim semata. Namun, diintegrasikan dengan program SM3T, KKN, dan program-program pendidikan dan sosial lainnya. Tentu saja para relawan yang penuh kesadaran dan dedikasi itu, sangat dapat memaksimalkan potensi setiap buku. Merekalah yang akan melanjutkan perjalanan dan menyalur-bagikan setiap gagasan yang dicipta para akademisi dalam media buku. Jika sudah seperti itu, mana lagi yang tidak mungkin dari upaya mewujudkan cita-cita untuk mencipta Indonesia Jaya Sejahtera dan Maju?