Muslimtainment

Muslimtainment Kritis, Progresif, dan Mencerahkan Media Online

No comment 😎
05/08/2026

No comment 😎

05/08/2026

Di acara bedah buku, Kiai Ma'ruf Amin: Terima kasih sudah hadir; ada ketua umum, calon ketua umum ada yang sudah deklarasi, ada yang belum deklarasi😆

01/08/2026

Hasil pertemuan 2 hari lalu:
M Nuh bersedia maju dari kubu Saiful, tapi gak mau deklarasi. Gudfan dan Marsudi juga mau maju.

30/07/2026

Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa memimpin pembacaan doa di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara akad massal 62.000 rumah subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Momen doa ini sempat diselingi candaan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Pembacaan doa oleh KH Zulfa Mustofa menjadi sorotan karena dilatarbelakangi aspirasi dari Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Maruarar Sirait berkelakar di atas panggung di depan Presiden Prabowo bahwa doa tersebut mengakomodir harapan Nusron Wahid mengingat suasana yang menjelang agenda besar Nahdlatul Ulama.

Acara di Perumahan Puri Delta City Side, Batang ini merupakan peresmian dan akad massal 62.000 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bagian dari Program Tiga Juta Rumah.

Sumber: Biro Setpres via Antara

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat secara resmi melepas kendaraan operasional program "Baba" (Belanja Ba...
30/07/2026

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat secara resmi melepas kendaraan operasional program "Baba" (Belanja Bareng) milik Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU). Armada ini didistribusikan untuk mendukung kemandirian ekonomi MWCNU Cibatu, Kabupaten Garut, dan PAC Muslimat NU Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Peluncuran yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Rais Syuriah PWNU Jabar KH Abun Bunyamin yang memimpin doa pelepasan, Sekretaris PWNU Jabar KH Aceng Amrullah, serta Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhammad.

KH Juhadi menyampaikan, peluncuran dua unit armada di penghujung masa khidmat ini merupakan langkah awal BUMNU untuk menggerakkan perekonomian umat dari tingkat akar rumput.

"Walaupun pelan tapi pasti, walaupun baru dua di akhir masa khidmat kita ini, mudah-mudahan masih ada lagi di beberapa kabupaten yang PCNU-nya merespon terhadap program PWNU," ujar KH Juhadi.

Program depo Baba di Cibatu dan Sukaresik telah berjalan dan membantu kader di tingkat MWCNU. Ke depan, PWNU Jabar menargetkan pengembangan depo Baba di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Lebih dari sekadar sarana distribusi, identitas visual BABA sarat akan makna. Filosofi logonya memadukan keranjang (aktivitas ekonomi), kubah (nilai keislaman), serta tiga daun (pilar ekonomi, pendidikan, dan sosial). Seluruh elemen ini merangkum motto: "Belanja Bersama, Berdaya Bersama, Membangun Kemaslahatan Umat".

Rabu, 9 Juli 2026 M.

28/07/2026

Konon Nasar enggak jadi maju. Besok Kubu GI mau ngumpulin orang nyari pendekar pilih tanding melawan GY. Konon katanya, lho.

Rakyat bar-bar: main hakim sendiri!!!
26/07/2026

Rakyat bar-bar: main hakim sendiri!!!

26/07/2026

Soal PBNU: Jika pakai Ketum, mestinya didampingi Sekum, bukan Sekjen. Ini ada Ketum, lalu ada Ketua, eh, sebelahnya, Sekjen dan Wasekjen. 🤪

“Orang NU itu akalnya akal politik.” Kalimat itu saya dengar tiga tahun lalu, Juli 2023, ketika saya menginap beberapa h...
25/07/2026

“Orang NU itu akalnya akal politik.” Kalimat itu saya dengar tiga tahun lalu, Juli 2023, ketika saya menginap beberapa hari di Rembang. Kami ngobrol santai, tetapi kadang suara Gus Yahya meninggi jika percakapan kami sesekali masuk ke topik yang membuat dia kesal, dan politik adalah topik yang membuat nadanya sering meninggi. Pada saat seperti itu saya merasa seperti dibentak-bentak.

“Saya bisa paham terhadap obsesi sebagian besar aktivis NU pada politik,” katanya. “Itu konsekuensi wajar dari situasi tertentu. Pada 1952 NU menjadi partai politik, melakukan rekrutmen secara longgar dan besar-besaran untuk tujuan politik. Kemudian lahir pemerintahan Orde Baru, dan NU terbunuh secara politik selama masa Orde Baru. Tapi obsesi politiknya tidak mati. Isinya masih kader politik semua, akalnya masih akal politik, dan itu direproduksi dari waktu ke waktu.

“Dalam masa Orde Baru mereka mencari ruang politik sendiri sebisa-bisanya. Ada yang masuk Golkar, ada yang masuk PDI. Lalu ruang politik terbuka lagi setelah reformasi. Semua terjun ke politik, sebisa-bisanya juga.

“Karena NU punya massa besar, dan massa besar ini bisa dijual, orang jualan massa NU. Ini terjadi karena konstruksi organisasinya kacau; ini yang membuat tiap-tiap orang bisa menjual massa—sekepal-sekepal, cuma dagangan kecil, tetapi terus-menerus dilakukan karena hasilnya cukup untuk memberi makan anak-istri.

“Saya sedih melihat NU diperlakukan dengan pola pikir seperti itu. NU terlalu agung untuk dijadikan landasan bagi aktivisme kelas rendah. Ini harus dihentikan, dan untuk menghentikannya, kita harus menciptakan situasi yang tidak memungkinkan pola pikir ini beroperasi di NU. Maka, saya pikir saya harus mengandangi mereka agar tidak ke mana-mana, duduk bersama, dan melihat apa saja yang bisa dikerjakan oleh NU.

“Tidak harus politik. Ada prospek kepemimpinan sosial, misalnya, sesuatu yang tidak akan terlihat ketika orang tidak meluaskan jangkauan imajinasinya. Jika orang menginginkan wibawa, kekuasaan, dan lain-lain, mereka perlu tahu bahwa wibawa bukan hanya di situ letaknya, bukan hanya di politik. Kekuasaan juga bukan hanya di situ letaknya. Ada prospek-prospek alternatif. Jika butuhnya duit, ayo bikin bisnis yang benar, dikelola secara benar, ada banyak ruang di situ.

“Jika maunya menghidupkan lembaga yang dimiliki, kita carikan insentif. NU ini sudah punya sekitar 26 ribu madrasah/sekolah dan sekitar lebih dari 200 perguruan tinggi. Makanya saya minta kepada teman-teman itu untuk merumuskan sistemnya dulu, sistem nasional kita, sistem NU ini. Jika sistemnya sudah terumuskan secara jelas, selanjutnya kita mobilisasi lembaga-lembaga yang sudah ada untuk masuk ke dalam sistem. Kita carikan insentifnya.

“Insentif ini bisa macam-macam, termasuk kemudahan dalam berbagai fasilitas, termasuk tunjangan finansial pada saatnya nanti, ketika bisnisnya jadi. Dan saya tidak akan mengganggu siapa-siapa. Saya hanya ingin ikut serta di dalam sistem ekonomi yang ada ini. Ikut serta saja, tidak mengancam siapa pun, karena saya tidak ingin merebut kekuasaan politik.”

AS Laksana

24/07/2026

Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf (Gus Yahya) menyampaikan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026.

Sumber: TVRI Nasional

Address

Suruh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Muslimtainment posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Muslimtainment:

Shortcuts

Share