30/05/2026
Awalnya, mendaki hingga mencapai puncak bukanlah hal yang mudah. Berkali-kali kamu akan merasa lelah, bahkan mungkin ingin berhenti. Namun, ada sesuatu yang membuatmu terus melangkah: kamu menikmati setiap prosesnya.
Perjalanan ini mengajarkan bahwa untuk mencapai tempat yang tinggi, seseorang harus melewati banyak anak tangga. Dalam perjalanan itu, bisa saja kamu terpeleset karena jalan yang licin, jatuh karena kurang hati-hati, atau menghadapi berbagai rintangan yang tidak terduga. Namun, setiap langkah dan setiap pengalaman memiliki maknanya sendiri.
Ketika akhirnya kamu tiba di puncak, jangan pernah lupa dari mana kamu berasal. Jangan menjadi sombong hanya karena berada di atas. Ingatlah bahwa dahulu kamu juga memulai dari ujung jalan paling bawah, dari anak tangga yang paling rendah.
Jika lelah, berhentilah sejenak. Beristirahat bukan berarti menyerah. Setelah itu, bangkitlah dan lanjutkan kembali perjalananmu. Proses ini mungkin akan berulang kali kamu alami, tetapi justru karena itulah kamu menjadi seorang pemenang.
Saat suatu hari kamu kembali berada di bawah, kamu tidak akan merasa takut. Kamu sudah ditempa oleh berbagai kesulitan, dibentuk oleh proses yang panjang, dan dikuatkan oleh pengalaman yang tidak mudah. Dan ketika kamu kembali berada di puncak, kamu tetap menjadi pribadi yang rendah hati, karena kamu memahami bahwa setiap pencapaian adalah hasil dari perjuangan, bukan alasan untuk meninggikan diri.
Sebab puncak yang sesungguhnya bukanlah tentang seberapa tinggi kita berdiri, melainkan tentang seberapa rendah hati kita ketika berada di atas.
--
Bagaimana kak Diana Sedubun Karolina Maunusu apakah katong tur ulang lai turun naik jalan kaki dari Langgiar ke Uat Ngan??? π₯³π₯³π₯³π₯³
Chayooooooo ππππβ€β€β€β€