30/07/2026
(advertorial) Adi Wiryatama di Banjar Juwuk Legi.
Sebuah peristiwa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, menyisakan duka bagi banyak pihak.
Korban kehilangan nyawa. Di sisi lain, keluarga warga yang kini menjalani proses hukum juga menghadapi kenyataan yang tidak mudah.
Di tengah suasana tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bali, Nyoman Adi Wiryatama, hadir menemui masyarakat untuk mendengarkan langsung kondisi yang mereka alami.
"Saya secara pribadi tidak berharap. Siapa pun tidak berharap kejadian ini terjadi. Karena kejadian ini menyisakan kesedihan."
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, tragedi ini hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri.
"Mari kita pakai mulat sarira. Merenungkan semua. Kita harus mawas diri. Ke depan, kita berharap hal ini tidak boleh terjadi lagi."
Dalam kesempatan itu, Adi Wiryatama juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, setiap proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan.
Namun, penegakan hukum juga diharapkan mengedepankan kebijaksanaan dan rasa keadilan.
"Kita negara hukum... penegak hukum harus bijaksana dalam melaksanakan tugasnya."
Hingga kini, masyarakat Banjar Juwuk Legi masih merasakan trauma atas peristiwa tersebut.
Harapannya, tragedi ini menjadi pelajaran bersama. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan memperkuat kepedulian, menjaga keamanan lingkungan, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan dengan cara yang bijaksana.
Karena pada akhirnya, tidak ada satu pun pihak yang menginginkan peristiwa seperti ini terulang kembali.