Info Galiukir

Info Galiukir Media Informasi & Hiburan Seputar Galiukir dan Sekitarnya

Melasti br. Adat Galiukir ring Segara SokaBuda Paing wuku Wariga, 26 Maret 2025.🎥 Agus Kusuma
27/03/2025

Melasti br. Adat Galiukir ring Segara Soka
Buda Paing wuku Wariga, 26 Maret 2025.

🎥 Agus Kusuma

27/03/2025

Melasti br. Adat Galiukir ring Segara Soka
Buda Paing wuku Wariga, 26 Maret 2025.

🎥 Agus Kusuma

26/03/2025

Melasti br. Adat Galiukir ring Segara Soka
Buda Paing wuku Wariga, 26 Maret 2025.

🎥 Wah Adi

23/03/2025

"Sing Ngidang Pedidi" merupakan sebuah lagu dari bersama dengan , lagu ini ditulis oleh selaku sang gitaris dan direkam sekitar setahun yang lalu, namun karena kesibukan masing-masing akhirnya lagu dan video klip lagu ini baru akan segera direalease pada tanggal 27 Maret di chanel youtube Sunrise bali.

Dengan latar ditiga tempat yang berbeda lagu "Sing Ngidang Pedidi" berkisah tentang ke-egoisan seorang perempuan, hingga akhirnya ia tersadar bahwa sangat sulit menjalani hari-hari tanpa pria (sang kekasih) yang biasa menemani.

Diperankan oleh Galih Permata dan Krisna Bayu Video klip lagu ini telah dikerjakan pada hari Selasa 18 Maret 2025, seperti apa cerita selengkapnya? jangan lupa pantau akun youtube Sunrise bali.

Pencipta Lagu :
Arr :
Record : oemahmusic
Kameramen : &
Lokasi : pantai pasut, sugesti coffe, agung studio musik

"Berawal Dari S**a Ngopi Berlanjut ke Usaha Kopi Bubuk Bali"Sebuah jalan yang dicor ganda melalui pura Bedugul Galiukir ...
07/03/2025

"Berawal Dari S**a Ngopi Berlanjut ke Usaha Kopi Bubuk Bali"

Sebuah jalan yang dicor ganda melalui pura Bedugul Galiukir di Banjar Adat Kayusugih, menanjak, dan terus masuk hingga melewati beberapa rumah penduduk. Diketinggian tempat ini disebalah utara akan tampak gunung Batukaru, sementara disebelah selatan akan tampak perumahan penduduk desa Galiukir. Perkebunan tumpang sari dengan beragam jenis tanaman namun tetap didominasi oleh tanaman kopi menghiasi sepanjang jalan yang diberi nama jalan lingkar ini, beberapa meter lagi akan tampak sebuah rumah disebelah kiri jalan dengan halaman yang cukup luas dan siapa sangka rumah ini telah memproduksi kopi bubuk sejak 1996.

I Nyoman Neta adalah sang pemiliki rumah sekaligus pemilik usaha kopi bubuk yang diberi nama "Kopina".

Ni Luh Gede Sri selaku anak dari I Nyoman Neta menuturkan bahwa usaha kopi bubuk ini dimulai tahun 1996. Ia bercerita bahwa sang bapak memiliki kebiasaan untuk minum kopi, dan dari sinilah kemudian muncul ide untuk memulai usaha memproduksi kopi bubuk.

Selain menitipkan diwarung-warung mereka juga menerima pesanan dengan jumlah pesanan dan harga yang beragam tergantung dari berat kemasan yaitu mulai dari kemasan 50 gr, 100 gr hingga 250 gr.

Disaat kopi menjadi komoditas utama hasil perkebunan petani di Galiukir tentu membuka peluang untuk membuat usaha kopi bubuk seperti bapak I Nyoman Neta tengah lakukan.

Selain menggunakan kopi hasil kebun milik sendiri untuk diolah tak jarang juga pak Nyoman Neta membeli kopi warga sekitar, hal ini tentu akan menguntungkan dengan skema perputaran bisnis yang sehat, bahan mentah yang diolah untuk diproduksi kemudian dijual kembali menjadi sebuah produk berupa kopi bubuk.

05/03/2025

Sekitar dua hari yang lalu admin membuka story Whatsapp, ada yang membuat admin terkesima dengan salah satu postingan I Putu Pandi Utama, yaitu sebuah rekaman dari udara tepatnya diatas Desa Galiukir dari utara menuju ke selatan yang memperlihatkan kawasan perumahan penduduk serta kawasan hijau dan perbukitan. Tentu ini mengagumkan, admin mencoba menghubungi pria yang akrab disapa Pandi ini, dengan tujuan video tersebut bisa admin bagikan agar publik pun dapat menikmati, respon yang sangat baik, dan ia pun menjelaskan bahwa video ini direkam menggunakan drone yang dikendalikan oleh I Komang Suartawan dari Eyestetix Studio.

Apa yang ditampilkan dalam video tersebut memperlihatkan Galiukir hari ini, sebuah upaya pengarsipan dengan teknologi dimasa kini yang suatu saat dapat kita nikmati kembali ketika terjadi perubahan-perubahan lingkungan di Galiukir, atau bahkan video ini bisa menjadi semacam obat rindu yang dapat kita ceritakan dikemudian hari.

Sebuah karya seni yang berupaya untuk mengarsipkan Galiukir seperti yang rekan kita lakukan dari Eyestetix Studio ini patut kita apresiasi, bahkan admin mengucapkan banyak-banyak terimakasih.



https://www.instagram.com/p/DGztybBpAV6/?igsh=MXFoYXNsNnBtNHYwNA==

Segala peraturan hukum yang mengatur tentang perilaku korupsi nampaknya tidak membuat jera para oknum pejabat publik unt...
27/02/2025

Segala peraturan hukum yang mengatur tentang perilaku korupsi nampaknya tidak membuat jera para oknum pejabat publik untuk melakukan tindakan pidana korupsi. Maka dari itu Indonesia telah mengalami krisis moral yang perlu dibenahi sejak dini untuk menghindari kasus korupsi.

Telah diatur dalam UU No.31 Tahun 1999 tentang tindakan korupsi, dengan artian yang melakukan tindakan korupsi yaitu melawan hukum, perbuatan memperkaya diri sendiri dan kelompok dengan menyalahgunakan wewenang jabatan yang dapat merugikan perekonomian Negara.

Berbicara perihal tindakan korupsi di Indonesia telah terjadi dan berlangsung selama ratusan tahun lebih. Tindakan korupsi sudah menjadi akar budaya Indonesia dalam rentang waktu yang lama. Tindakan korupsi sudah mendarah daging pada diri pejabat pemerintah sejak dahulu dimulai dari kerajaan, masa VOC, masa kolonialisme dan hingga saat ini. Korupsi dikatakan suatu warisan yang secara turun-temurun. Dan kasus korupsi di Indonesia terjadi secara terus-menerus dengan kasus yang sama.

Selengkapnya slide foto diatas !

Sumber foto depan :
Sumber foto 2-4 : BBC News Indonesia
Sumber terkait : ITS News (Mengupas Budaya Korupsi Bersama Dosen Fakultas Hukum) & Historiography: Journal of Indonesian History and Education Volume 2, Nomor 1 (Januari 2022), halaman 13-20

"Laporan Keuangan Desa Adat Galiukir, Nyengker Setra Alit hingga Program Tahun 2026 Dalam Parum Desa Adat Galiukir"Mingg...
23/02/2025

"Laporan Keuangan Desa Adat Galiukir, Nyengker Setra Alit hingga Program Tahun 2026 Dalam Parum Desa Adat Galiukir"

Minggu (25/02) telah dilaksanakan pelaporan keuangan Desa Adat Galiukir, program tahun 2025 yaitu nyengker Setra Alit hingga program tahun 2026 yaitu renovasi pura khayanga Puseh dalam parum Adat Galiukir.

Parum yang rutin digelar sehari setelah tumpek (manis tumpek) ini dihadiri oleh Prajuru Adat, Kertha Desa, Sabha Desa, Manggala LPD, lan krama Desa Adat Galiukir di balai banjar Galiukir.

Hal ini dijelaskan oleh I Komang Mega Ariana selaku salah satu staff prajuru adat,

"Parum dihadiri oleh Prajuru Adat, Kertha Desa, Sabha Desa, Manggala LPD, lan krama Desa Adat Galiukir di balai banjar Galiukir",

"Adapun pembahasan parum wenten beberapa hal yang disampaikan yaitu pertama laporan keuangan, program tahun 2025 yaitu Nyengker Setra Alit, dan program kedepan yaitu ditahun 2026", tegasnya.

Selain itu beliau menjelaskan bahwa program ditahun 2026 yaitu rencana renovasi Pura Khayangan Puseh,

"Untuk program ditahun 2026 yaitu renovasi beberapa palinggih ring Pura Khayangan Puseh untuk palinggih yang atapnya duk nike akan kami ganti", tuturnya.

Sementara jero bendesa Adat Galiukir I Wayan Widana menjelaskan terkait hasil parum secara lengkapnya sudah diketahui oleh masing-masing ketua tempek yang dihadirkan dalam parum serta sudah disebarkan digrup Whatsapp masing-masing tempek.

23/02/2025

Diinformasikan akan diadakan layanan Samsat Keliling untuk Kecamatan Pupuan,

Pada tanggal : 5 Maret 2025
Lokasi : Pasar Terminal Pupuan
Waktu : 08.30 Wita - 12.00 Wita

Informasi selengkapnya silahkan check video diatas.

"Mas Pras Pelaku Penusukan Jalan Nangka, Serta Buku dan Kerahasiaan Sastra Jendra"Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras dit...
18/02/2025

"Mas Pras Pelaku Penusukan Jalan Nangka, Serta Buku dan Kerahasiaan Sastra Jendra"

Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras ditetapkan sebagai tersangka penusukan jalan Nangka yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Bastomi Prasetiawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Denpasar dalam konferensi pers pada Senin 17 Pebruari.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, terduga pelaku sempat menggegerkan seantoro mediasosial lantaran aksi penusukannya terekam CCTV yang terpasang di warung yang kini menjadi tempat kejadian perkara viral. Bahkan akun tiktoknya pun dengan segera dapat dilacak. Tampak terduga yaitu Bastomi Prasetiawan menggunakan helm, masker, jaket biru, dengan kaos hitam yang bertuliskan "Sastra Jendra" yang kemudian dikaitkan dengan sebuah perguruan, benar atau tidaknya patut kita telusuri.

Sebuah sudut pandang tanpa mengait-ngaitkan kasus penusukan Jalan Nangka, membahas Sastra Jendra kemudian menjadi menarik, lantas apa itu Sastra Jendra??

Sebuah buku best seller dengan judul "Anak Bajang Menggiring Angin" ditulis oleh Sindhunata berhasil menggambarkan sebuah Sastra Jendra, lengkapnya yaitu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

Dijelaskan bahwa Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu diwahyukan oleh Bhatara Guru kepada Bhagawan Wisrawa, Sastra Jendra adalah sebuah wahyu yang sangat rahasia dan tidak sembarang untuk disebarkan namun karena kebijaksanaan Bhagawan Wisrawa, Bhatara Guru mempercayakan Sastra tersebut.

Sangat disayangkan Dewi Sukesi yang ingin menghayati Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu melalui Bhagawan Wisrawa, keduanya justru terjerumus dalam lembah kenistaan. Akibat kegagalan dalam menghayati Sastra Jendra sehingga terlahirah Rahwana, Kumbakarna, Sarpakenaka, dan Wibisana Gunawan dari rahim Dewi Sukesi yang suatu saat nanti mengguncang dunia dalam perang Ramayana di Alengka Pura.

Akhirnya Bhatara Guru pun bersabda bahwa Sastra Jendra tidak hanya bisa dihayati dengan budi yang luhur saja, melainkan dengan kepasarahan hati melalui kepasrahan hati seorang manusia akan diruwat sehingga pesan yang sejati dapat dilampaui.

Address

Galiukir, Desa Kebonpadangan, Pupuan
Tabanan
82163

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Galiukir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share