Feri Yanto

Feri Yanto Mewujudkan masyarakat adil dan makmur

13/03/2019

Apakah dalam politik rakyat sudah tidak mempertimbangkan gagasan para calon pembawa pesan rakyat di parlemen. Saya rasa rakyat sudah cerdas, bahwa rakyat tidak mau lagi suaranya di tukar dengan benda dan uang. Sebab kedaulatan tidak dapat dibeli dan di tukar dengan apapun.

Di Bener Meriah sudah ada caleg tercyduk.. bisa gagal Nyaleg nih.. eh, Awas masyarakat penerima bisa di Pidana lho, alia...
09/02/2019

Di Bener Meriah sudah ada caleg tercyduk.. bisa gagal Nyaleg nih.. eh, Awas masyarakat penerima bisa di Pidana lho, alias masuk penjara..

08/01/2019
Berprasangka baiklah pada takdir, agar kita senantiasa istiqamah dalam menjalani kehidupan. Perjuangan hanyalah sebatas ...
08/11/2018

Berprasangka baiklah pada takdir, agar kita senantiasa istiqamah dalam menjalani kehidupan. Perjuangan hanyalah sebatas Ikhtiar yang diwajibkan pada umat manusia, tapi takdir sudah ditentukan bagi kita masing-masing yang percaya pada eksistensi Tuhan.

Jangan lupa, Dapil 3 Aceh Tengah Partai Demokrat No 3. Feri Yanto.
06/11/2018

Jangan lupa, Dapil 3 Aceh Tengah
Partai Demokrat No 3. Feri Yanto.

Berpolitik bukanlah pilihan instan yang muncul seketika, atau sekedar ikut-ikutan dan coba-coba. Saya memilih jalan ini ...
03/11/2018

Berpolitik bukanlah pilihan instan yang muncul seketika, atau sekedar ikut-ikutan dan coba-coba. Saya memilih jalan ini sebab saya sudah melewati kajian yang mendalam dalam diri saya, saya menemukan suatu alasan memaksa saya untuk berjuang dalam jalur politik, ada agenda pengabdian untuk ummat yang menurut saya hanya dapat ditunaikan melalui jalur ini. karenanya saya punya tekad dan memberanikan diri lalu kemudian mempersiapkan mental untuk berjuang, apapun nanti hasilnya harus diterima sebagai konsekuensi perjuangan.

Berjuang dalam jalur politik ini sama seperti mendaki gunung, sebelum mendaki banyak orang bercerita dan berkomentar dengan beragam sudut pandang, sama halnya melihat hutan dari kejauhan, ada yang menceritakan tebing tinggi nan curam, ada juga bercerita tentang binatang buas dan serangga berbisa, ada pohon-pohon besar dan semak berduri, tapi ada juga air sungai mengalir indah, ada kupu-kupu dan kunang-kunang, ada bunga-bunga dan tanaman hias.

Politik itu seperti mendaki gunung, bagaimana kita menemukan jalur yang tepat dan menemukan kedamaian didalamnya, disana ada seni untuk mengabdi. Luruskan niat dan Bismillah, S14P!!! Dapil 3 Aceh Tengah, Demokrat no 3. Feri Yanto

Mamak-mamak untuk Feri Yanto. Menuju DPRK-Aceh Tengah.Bersama Demokrat kita S14P.
02/11/2018

Mamak-mamak untuk Feri Yanto.
Menuju DPRK-Aceh Tengah.
Bersama Demokrat kita S14P.

31/10/2018

Share!!
Jika setuju.

Agar masyarakat cerdas memilih perwakilan yang berpihak pada rakyat. Sebab politik uang hanya akan melahirkan politisi kapitalisme. Modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.

[Tak Selamanya Pemberani itu Berani]Seseorang sedang berusaha menjinjing Anjingnya menyebrang jembatan gantung di Samar ...
30/10/2018

[Tak Selamanya Pemberani itu Berani]

Seseorang sedang berusaha menjinjing Anjingnya menyebrang jembatan gantung di Samar Kilang. Anjing-anjing itu tampak ketakutan pada ketinggian jembatan yang di bawahnya sungai mengalirkan air berwarna coklat. Binatang yang garang dalam berburu itu ternyata juga memiliki ketakutan pada ketinggian, mungkin ia lebih baik dihadapkan pada Babi Jantan atau binatang buas yang mengerikan di belantara daripada menyebrang dengan ketinggian di atas sungai.

Ternyata tak selamanya pemberani itu berani!

PAK UTIH---------------Kami memanggilnya pak Utih, pak Utih kini tinggal sebatang kara, setelah ditinggal Istrinya pulan...
28/10/2018

PAK UTIH
---------------

Kami memanggilnya pak Utih, pak Utih kini tinggal sebatang kara, setelah ditinggal Istrinya pulang kampung ke Bireun, sejak 2 tahun lalu. Ia punya anak namanya Lela sekarang menempuh pendidikan pesantren setara SMA di salah satu pesantren di Kecamatan Celala.

Tadi pagi, saat saya jalan mengendarai sepeda motor saya dari kampung menuju Angkup, saya lihat pak Utih berjalan sendirian di pinggir jalan dengan membawa tas ransel dibahunya. Mendengar suara motor/hoda saya, beliau moneleh kearah saya. Sayapun mndekat dan menghampiri beliau.
"Pak Utih mau kemana?," tanyaku.
"Mau ke Berawang Gading," Jawabnya.

"Jalan kaki pak Utih?," tanyaku lagi.
"Ia, sambil menunggu tumpangan," jawabnya dengan logat bahasa Aceh yang masih kental.

"Yasudah, naik pak Utih, sama aku aja," kataku sambil mempersilahkan naik.

Sepanjang jalan kami banyak bercerita, termasuk soal statusnya yang kini menduda dan tinggal sebatang kara. Keseharian dia bekerja sebagai buruh, kadang buruh tani kadang juga buruh bangunan.

Diusianya yang sudah senja, ia tak meiliki apapun, tempat tinggalnya masih numpang pada rumah orang.

"Pak, bapak sudah tua, sebentar lagi bapak ini sudah tak sanggup lagi bekerja sebagai buruh, apalagi nanti datang penyakit. Segeralah kerjakan kebun bapak milik bapak sendiri, tanam saja sere wangi, untuk biaya hidup penghujung usia bapak, selagi bapak masih sehat dan mampu, jangan lalai dengan kehidupan sebagi buruh," demikian pesanku padanya.

"Bagaimana aku bisa mengerjakan kebunku, sementara setiap hari aku harus mencari sesuap nasi untuk menjadi buruh," katanya lirih.

Pak Utih ini juga statusnya sekarang hanya warga mandah di kampungku, setelah dulu pindah dari kampung ke kampung asalnya, di Bireun.

Orang seperti pak Utih ini perlu diperhatikan, bagaiman agar bisa mandiri, dan mendapatkan penghidupan yang layak.

Address

Takengon

Telephone

+6281362136586

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Feri Yanto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Feri Yanto:

Share