04/10/2022
HATI-HATI DALAM MENULIS STATUS
Tulislah status yang bermanfaat, jika tidak maka diamlah mungkin lebih baik, karena banyak bicara dan termasuk di dalamnya banyak menulis itu bisa menjerumuskan ke lembah dosa, dan ujung-ujungnya terjebak ke jurang Neraka -wal'iyadzu billah- , Rasulullah ๏ทบ bersabda :
ยซู
ููู ุตูู
ูุชู ููุฌูุงยป
"Barang siapa yang diam, maka akan selamat." (HR Tirmidzi)
Dalam hadits lain disebutkan,
ุฑูุญูู
ู ุงูููู ุนูุจูุฏูุง ููุงูู ุฎูููุฑูุง ููุบูููู
ูุ ุฃููู ุณูููุชู ุนููู ุณููุกู ููุณูููู
ู
"Semoga Allah ๏ทป memberi rahmat kepada seorang hamba yang ia berkata yang baik maka ia beruntung, atau diam dari berkata buruk maka ia selamat." (Shahih Al Jaami' 3490)
Dari Ibnu Mas'ud -radhiyallahu anhu- , Rasulullah ๏ทบ bersabda,
ุฃูููุซูุฑู ุฎูุทูุงููุง ุงุจูู ุขุฏูู
ู ููู ููุณูุงูููู
"Mayoritas kesalahan Ibnu Adam ada pada lisannya." (Silsilah As Shahihah, no. 534)
Kita sering menyaksikan ada status yang isinya kesyirikan, kekufuran, kebid'ahan, status nyebarkan hadits palsu, atau status ghibah, atau namimah, status membantah masalah agama tanpa ilmu, menyebarkan syubhat, dll.
Maka berhati hatilah dengan lisan, tulisan, ingatlah saudaraku yang dirahmati Allah ๏ทป , bahwa lisanmu akan binasa, tapi keburukan yang kau tebarkan melalui lisanmu akan tetap abadi dikenang orang, mungkin tanganmu yang telah menulis akan binasa, tapi tulisan di statusmu akan abadi dibaca manusia.
Ibnu Mas'ud -radhiyallahu'anhu- berkata,
ููุง ููุณูุงูู ูููู ุฎูููุฑูุง ุชูุบูููู
ูุ ุฃููู ุงุตูู
ูุชู ุชูุณูููู
ูุ ููุจููู ุฃููู ุชูููุฏูู
ู
"Wahai lisan ucapkanlah yang baik, niscaya kamu beruntung, dan diamlah, niscaya kamu selamat, sebelum kamu menyesal." (Silsilah As Shahihah no 534)
Wallahu ta'ala a'lam.