mbah_tunjung_official

mbah_tunjung_official MISTIKUS NUSANTARA - Brand Ambassador .magetan- https://linktr.ee/paramesti

07/01/2026

Bagi Sedulur yang berminat dapat menghubungi ⬇️⬇️⬇️⬇️Admin Suruh NusantaraSaila 📞: 0821-4088-3273Link Pendaftaran Puasa ...
01/07/2024

Bagi Sedulur yang berminat dapat menghubungi ⬇️⬇️⬇️⬇️
Admin Suruh Nusantara
Saila 📞: 0821-4088-3273

Link Pendaftaran Puasa Mutih Sasi Suro Suruh Nusantara 2024 https://forms.gle/KfQ5qserA5e7wWiGA

RUWATAN SUKERTO - BUMI PERTIWIINFO & PENDAFTARANSURUH NUSANTARA📞: 0821-4088-3273*RUWATAN SUKERTO BUMI PERTIWI**Ruwat* ad...
24/05/2024

RUWATAN SUKERTO - BUMI PERTIWI
INFO & PENDAFTARAN
SURUH NUSANTARA
📞: 0821-4088-3273

*RUWATAN SUKERTO BUMI PERTIWI*

*Ruwat* adalah upacara pensucian diri dan tolak bala agar selaras antara Jagad Alit (mikrokosmos) dengan Jagad Ageng (makrokosmos). Rangkaian acara meliputi Pagelaran Wayang Kulit Murwakala, siraman tujuh mata air murni dilanjutkan dengan jamasan potong rikmo sukerto yaitu pemotongan rambut bagi yang diruwat sebagai sarat pelepasan dari kesialan dan nasip buruk.

🗓️Minggu, 21 Juli 2024
⏰Pukul 10.00-14.00 WIB
📍Padepokan Seni Jenggeng Kusuma, Kec. Barat, Kab. Magetan, Jawa Timur

Daftar Sukerto
Anak ontang anting (laki/perempuan)
Uger uger lawang
Sendang kapit pancuran
Pancuran kapit sendang
Serimpi
Pendowo/ pendawi
Juga termasuk ruwat
Usaha yang gagal terus
Sulit jodoh
Sakit- sakitan
Sulit punya anak
Memperbaiki, menata ulang & menyelaraskan rumah tangga

Sarat Ruwatan
Dana sesaji Rp 300.000,-/orang
Kain mori 3 meter
Baju yang sudah pernah dipakai

Informasi dan Pendaftaran
08123426267 (Ki Jenggleng)
082140883273 (Suruh Nusantara)

*Link Pendaftaran Ruwatan Sukerto Bumi Pertiwi*
https://shorturl.at/ucBNF

Yoga  Memuja Setan! Ada beberapa yang menanyakan apakah ada ritual dalam yoga yang mengarah pada penyesatan, karena teri...
17/05/2024

Yoga Memuja Setan!
Ada beberapa yang menanyakan apakah ada ritual dalam yoga yang mengarah pada penyesatan, karena terindikasi bertujuan untuk pemujaan terhadap demit (setan)? Mari kita bahas, setan atau iblis adalah representasi dari karakter energi yang bermuatan rendah; bersifat lesu, lembam, ditorsi, tidak stabil. Hal tersebut juga mewakili dari suatu kondisi tentang ketidakseimbangan kosmis. Setan / Iblis dalam kasanah budaya barat, dan tradisi agama abrahamik disublimasi menjadi doktrin dualitas yang membelah. Doktrin yang mengarah pada perseteruan abadi antara kuasa terang dan kuasa gelap! Sering kali hal itulah yang menciptakan doktrin keterpisahan dan bersifat eksklusivitas. Doktrin yang mengarahkan pada sikap egoistik - dan merasa membeda dari yang lain secara kaku, keras, dan ganas. Suatu presepsi yang terakumulasi dari struktur fungsi pikiran yang memiliki naluri membelah, selalu mencari yang berbeda dan diskriminatif. Doktrin- doktrin tersebut yang banyak mengisi mental- mental para pelaku budaya maupun agama yang sering kali terefleksi pada tataran sikap sosial kita (ego kesucian yang kedagingan). Sifat yang anti dan menolak terhadap sesuatu yang tak sama dengan apa yang ada dalam kasanah presepsi yang diyakininya! Tak hayal maka perseteruan dan peperangan yang mengerikan akan selalu mengisi peradapan manusia jika seperti itu cara manusia memprogram mentalnya. Hanya gara - gara doktrin adanya Demit, Setan, Iblis dan sak bolo-bolone! Manusia bergerak devastasi, menciptakan potensi- potensi kiamat mengerikan bagi mereka dan alam yang mereka huni!
Sementara itu budaya timur memahami keberadaan Setan dengan pengertian yang berbeda. Bagi orang timur Setan adalah bagian integral dari kosmologi jagad raya (makrokosmos) yang terejawantah p**a dalam diri manusia sebagai jagad alit (mikrokosmos). Para Pitara dan Yogin di timur memahami tentang sifat semesta sesungguhnya berbasis "kemenyatuan" alih-alih doktrin "keterpisahan" semua hal di semesta ini sesungguhnya "manunggal". Namun realitas kemanunggalan ini seakan terpisah hanya di wilayah pikiran manusia, karena sifat pikiran yang terbatas. Para Pitara Kuno mencoba mendeteksi realitas jagad raya dengan memberdayakan perangkat lain di dalam dirinya selain menggunakan otak/ pikiran, yaitu hati- yang berarti getaran rasa yang sejati. Karena hati selalu bersifat menyatu dan otak bersifat membelah, pemahaman itulah yang menjadi dasar dari penemuan prinsip- prinsip kemanunggalan (inklusivitas). Kembali pada Setan, bagi para Pitara di Timur setan dipahami telah bersemayam dalam diri manusia. Setan turut menyusun karakter- karakter diri manusia, bersifat pontensial. Di Jawa Kuno mengenal tiga alam (tataran karakteristik kosmis) yang tersusun dalam diri Manusia; 1. Junggring Saloka alam ketenangan/ kesetabilan, 2. Madyapada alam dinamika/ dinamis/ gravitasi, 3. Yomaniloka alam yang bersifat lembam/ inersia. Tiga alam itu memiliki fungsi- fungsinya sendiri. Jika diberdayakan 3 alam itu akan membawa manusia pada pengalaman- pengalaman yang tak terbatas. 3 alam itu jika disadari adalah wujud dari Ketuhanan (keutuhan).
Jika bergerak terpisah dan tak seimbang maka disebut Setan. Sebagaimana kata Tuhan (seimbang), yang memiliki kebalikan kata Hantu (ketidakseimbangan/ kekacauan). Susunan persemayaman Setan bersumber/ bersetana di ektremitas loka bawah Yomaniloka (perut ke bawah), dipercaya di tunggu oleh kuasa jawata Antagajati (Togog) pamong sifat kesetanan, sementara extremitas loka tengah Madyapada (dhadha) bersemayam para jawata pamong sifat kamanungsan, dipercaya ditunggu oleh kuasa Ismayajati (Semar). Dan esktremitas alam atas Junggring Saloka, dasaring utek bersetana kuasa Manikmaya, Jawata yang berkuasa menjaga kebijaksanaan dan penciptaan. Satu kesatuan ini yang dipahami sebagai Sang Hyang Paring Pawenang. Tiga loka ini diikat/ dikumpulkan oleh Sang Hyang Suwung Hamengku Ana (kesadaran dan kecerdasan agung). Sementara itu dalam kasanah lain di Jawa Kuno menjelaskan bahwa ada 2 kutub yang berkerja dalam diri manusia yaitu Kutub Utara dan Selatan.
Kutub Utara di sebut Uttara Dipa berada di dasar Otak bersetana Siwa atau Bathara Guru sebagai aspek Maskulin. Dan kutub selatan disebut Antaladipa berada di pusaran kemaluan bersetana Sang Hyang Uma (Durga Mahesa Suramardini) mewakili aspek feminin. Aspek maskulin bersifat kokoh, stabil, ajeg, dan tangguh. Sementara Aspek feminin bersifat tidak stabil, berubah- rubah, perasaan yang susah ditebak, pengganggu, dan plin - plan - ini yang mewakili ibu dari para setan yang menguasai Setra Ganda Mayit (keadaan diri tanpa kesadaran). Atau representasi dari seorang wanita yang tak mendapat cinta dan perhatian, mereka akan menjadi setan yang mengerikan. Maka kedua Kutub itu harus di tarik oleh medan magnet besar yang ada di titik tengah (kesadaran niat/ tekad) representasi dari Hyang Urip, agar bergerak ke atas dan Durga yang masih kasar dan menyeramkan itu bertemu kekasihnya (shaktinya) Siwa di Uttara Dipa. Durga juga bisa di pahami sebagai Kundalini. Saat mereka (kedua kutub) bertemu terjadilah persegamaan (penyatuan energi) agung dalam diri manusia; maka mereka akan melebur dan merefleksi energi- energi yang hayu, indah, segar, nikmat, durga menjadi cantik kembali (Uma) dan Siwa menjadi tenang - stabil (Parama), tarian energi tersebut akan merefleksi sifat mulia (budhi pakarti). Sat, cit, dan Ananda telah mengubah status diri manusia menjadi yang illahi. Pengalaman Oneness; manunggaling kawulo gusti.
Nah kembali pada Yoga- dalam bahasa Sansekerta mengacu pada Veda Kuno, Yoga di pahami sebagai kesatuan, mirip dengan Taya/Kapitayan (Nusantara), Tao (Tiongkok) dan bahkan Tauhid yang di agem Muhammad! Seluruh tradisi- tradisi pemberdayaan tersebut sesungguhnya memiliki keserupaan di wilayah timur yang berpancer/ berkiblat pada konsep kemenyatuan (oneness). Beda dengan stoikisme di barat yang menjalankan pemberdayaan diri dengan cara menghindar, memberi jarak, dan menjauh. Atau mungkin budaya soikisme itu telah menyusup dalam ajaran agama abrahamik yang kini menawarkan doktrin2 pelarangan dan pemisahan! Pada saat Mbah Alexander meng- ekspansi wilayah timur di Barat- awarsa (India). Waulloh hualam hihi.
Yoga - dalam prinsip Asthangga Yoga misal, bertujuan untuk menggerakan dan mengolah diri sebagai miniatur semesta untuk menuju produksi- produksi evolusiner yang berdaya, berkualitas, dan sempurna sebagaimana seluruh hakikat penciptaan itu yang sesungguhnya sempurna. Maka Yoga memberikan jalan menuju kesempurnaan dan keanggunan tanpa mengabaikan seluruh keberadaan yang berlangsung, bergerak dari pengolahan dan pengelolaan dalam tataran fisik menuju mental dan spiritual. Melihat bahwa tak ada yang terpisah di jagad raya! Melihat semua adalah kesatuan yang saling terkait. Tataran fisik - ketubuhan yang dianggap kotor dan lemah sesungguhnya adalah tanah media penampung akar dari bunga teratai mental dan spiritual - yang siap menuju kemekaran yang indah, anggun, cerah, dan menawan. Transformasi dari unsur kesetanan (kedagingan) menuju yang ketuhanan (kerohanian). Love, Light, Namaste ❤️❤️❤️❤️🙏🙏🙏
Tenang wae Mbok- Mbok sing sekseh tetep lanjutkan keberyogaanmu! Jadikan iblis dan setan bolomu nik nganti nganggu cekoki kopi! Tuman!.
Note;
.
Dalam tradisi jawa pemberdayaan orientasi fisik - disebut kanuragan (sekarang ya olahraga)- pencak silat, tari- tarian, dan dolanan bocah.
Dalam Islam pemberdayaan orientasi fisik itu adalah syariat (sembahyang lima waktu dan sunnah).
Setan bukan person! Setan adalah personifikasi! Kreasi manusia untuk menjelaskan suatu keadaan tertentu dalam fenomena energi dan kosmik.
Tunjung Dhimas Bintoro

14/05/2024

Tanah Suci
Lalu apakah Indonesia (Nusantara) ini bukan tanah suci? Subur, seperti lirik lagu Koes Plus “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, kaya akan sumber daya mineral yang saat ini di tambang habis-habisan. Sementara yang lainnya berpangku tangan malas- malasan, karena sudah merasa punya kavling surga di dalam khayalan mereka! Sunggguh naas! Bangsa dan tanah sekaya inipun bisa mandul dan rusak oleh manusia yang telah terbudak semenjak di dalam dirinya, keluarga, kelompok, dan masyarakatnya! (Mas Tunjung).
Kami menghargai siapapun saja yang membantu setiap gerakan yang mengarah pada transformasi kemanusiaan, karena setiap manusia sesungguhnya hendak menyongsong tujuan yang mengacu pada keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Sementara tujuan tersebut seharusnya diejawantahkan (diwujudkan) saat ini, disini, sekarang selagi masih hidup.
Hidup memberikan kesempatan untuk setiap manusia agar terus belajar, mengungkap, dan terus menjelajahi pengalaman luas - yang tanpa batas. Alih- alih lesu, apatis, kemresik, dan terbatas - memperbudak diri sejak dari dalam batin, pola pikir, dan perilaku. Kami percaya bahwa setiap tradisi, budaya, dan ajaran di berbagai belahan dunia dilahirkan dari kehendak alamiah setiap titah untuk mencapai - pembebasan. Tak ubahnya manusia, setiap individu sesungguhnya ingin terbebas dari berbagai macam perbudakan termasuk perbudakan dari pola - pola pikiran dan perasaan kalutnya sendiri. Mereka semua sesungguhnya ingin menenggak "Pembebesan" diri dari cengkraman memori-memori warisan generasi sebelumnya - yang tak lagi relevan, faktual, segar, dan baru, yang merenggut kemerdekaan mereka melalui warisan genetik dan pola- pola kesadaran akan ruang dan waktu sebagai rekam jejak karma perjalanan setiap individu.
Jika sampai hari ini kita diberitahu oleh sebagian orang atau kelompok bahwa ada tempat yang lebih baik daripada bumi yang kita huni, atau tanah yang kita pijak - saat ini. Itu adalah tanda - tanda bahwa ada bencana kemanusiaan yang hendak menyusun kepribadian kita dari dalam. Itu tanda perbudakan halus yang menindas kita dari dalam diri kita. "Satu penyakit asing" telah memprogram kita agar terhinakan dan tak seimbang sejak dari dalam diri kita! Lalu kita akan tergerak mengarahkan diri kita pada doktrin- doktrin eksklusivitas yang agitatif, tertutup, naif, fanatis, dan explosif. Padahal bumi yang kita tempati ini seharusnya menjadi tempat yang layak huni, indah, tentram, dan kaya. Jika kita tak terbudak dari dalam diri kita! Seharusnya kita tak akan perlu pergi ke surga yang ditawarkan oleh sebagian orang. Jika kita terpenuhi dan sejahtera secara batin, kita tau caranya menjaga kestabilan diri kita dan menjadi selaras dengan diri kita, alam, dan kehidupan kita! Kebutuhan akan perpindahan dan harapan ke surga, tak lagi penting dalam diri kita! Ini karena kita telah terpenuhi dengan pengalaman - damai, kita telah menciptakan surga sejak di dalam batin kita! Hamemayu Hayuning Bawana.
(Suruh Nusantara- Mbah Tunjung)

Address

Tangerang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when mbah_tunjung_official posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to mbah_tunjung_official:

Share