20/03/2026
Hayo ngaku, siapa yang selama ini ngira Halal Bihalal itu tradisi yang udah ada sejak zaman Nabi di Arab? 🇮🇩🤝 Siap-siap kena plot twist sejarah!
Setiap habis Lebaran pasti ada acara Halal Bihalal di mana-mana. Kedengarannya emang religius banget, tapi ternyata sejarah di baliknya penuh intrik politik tingkat tinggi!
Jadi di tahun 1948, negara kita lagi kritis-kritisnya. Ibu kota pindah ke Jogja, Belanda mau nyerang lagi, pemberontakan di mana-mana. Parahnya, para pejabat dan partai malah sibuk berantem dan gengsian nggak mau saling sapa. B**g Karno sampai stres berat.
Akhirnya B**g Karno minta tolong ke KH. Wahab Chasbullah (Ulama pendiri NU). Awalnya disuruh bikin acara “Silaturahmi”, tapi B**g Karno nolak karena pejabat kita gengsinya gede, pasti pada nggak mau datang.
Kiai Wahab akhirnya ngasih ide jenius pakai logika hukum agama: Karena pejabat ini saling musuhan itu dosanya “Haram”, maka harus dilebur biar jadi “Halal”. Dicetuskanlah istilah keren: Halal Bihalal!
Waktu diundang ke Istana pakai nama bahasa Arab yang baru pertama kali didengar itu, para politisi yang lagi musuhan pada kepo dan datang semua. Ujung-ujungnya, ego mereka luluh dan mau bersatu lagi demi negara.
Asli, ini bener-bener akal-akalan jenius khas Indonesia yang sukses menyelamatkan negara dari perpecahan! 👇
📚 SUMBER REFERENSI:
• Arsip Sejarah Nahdlatul Ulama (NU Online).
• Catatan Sejarah Istana Kepresidenan RI tahun 1948.
• Buku “KH Abdul Wahab Chasbullah: Bapak Pendiri NU” (Kisah dialog antara B**g Karno dan Kiai Wahab di Istana Negara).
Sumber .peristiwa