14/08/2026
Pahlawan yang mana kita rayakan setiap tahun nya⁉️
Sejarah Indonesia mencatat beberapa tokoh dan pahlawan nasional yang justru harus menghadapi akhir tragis akibat dibvnvh, dipenjara, atau disingkirkan oleh bangsanya sendiri karena perbedaan pandangan politik, kekuasa4n, atau fitn4h. Contoh utama dari kisah pilu ini meliputi:
Tan Malaka: Pemikir besar dan perintis kemerdek44n yang dijuluki Bapak Republik Indonesia. Ia dit4ngk4p dan dieksekusi m4t* tanpa pengadilan oleh p4suk4n TN1 di Selopanggung, Kediri, pada 21 Februari 1949, karena dianggap berseberang4n dengan jalur dipl0mas1 pemerint4h pus4t.
Sultan Ageng Tirtayasa: Raja Banten yang gigih mel4w4n VOC. Ia dikhi4n4ti oleh anak kandungnya sendiri, Sultan Haji, yang terh4sut oleh tipu daya politik adu domb4 Bel4nd4 demi mempertahank4n keku4s44n.
Teuku Markam: Saudagar kaya asal Aceh yang menyumbangkan berton-ton emas untuk monumen nasional dan kemerdek44n.
Pada masa Orde Lama hingga Orde Baru, ia justru dipenj4r4 dan dimiskink4n atas tuduhan p0litik yang tidak terbukti kebenar4nny4.