Kabar Kabari

Kabar Kabari Media Informasi Masa Kini

Utang Pemerintah Hampir Rp 10.000 T, Purbaya: Harusnya Anda Puji-puji Kita
11/05/2026

Utang Pemerintah Hampir Rp 10.000 T, Purbaya: Harusnya Anda Puji-puji Kita

Jurnalis senior, Lukas Luwarso, menilai langkah takedown yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ter...
10/05/2026

Jurnalis senior, Lukas Luwarso, menilai langkah takedown yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terhadap video Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais tentang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, menggambarkan pemerintahan otoriter.

Alasan Komdigi melakukan hal itu sebelumnya karena mereka menilai video Amien Rais tersebut merupakan ujaran kebencian dan fitnah.
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan informasi yang tidak berbasis fakta tidak bisa dianggap sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Oleh karena itu, Komdigi memutuskan untuk menurunkan atau takedown konten video Amien Rais berjudul 'Jauhkan Istana dari Skandal Moral' yang di dalamnya berisi tudingan hubungan tidak lazim antara Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.

Namun, langkah Komdigi itu dinilai Lukas sebagai cara otoriter dalam negara yang menganut sistem demokrasi ini.

Saya rasa itu apa yang dilakukan Komdigi itu sudah masuk wilayah pemerintahan yang menggunakan cara-cara otoriter, cara-cara sensor," katanya, dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Minggu (10/5/2026).
"Kalau kita belajar dari sejarah sensor di zaman Orde Baru dan sampai sekarang di negara-negara otoriter, itu hanya efektif kalau memang sistemnya betul-betul tertutup, sistemnya totaliter, ketika sudah disensor, tidak ada alternatif lain, informasi lain," tambahnya.
Hal tersebut, menurut Lukas sangat berbeda dengan zaman sekarang. Lukas mengatakan bahwa Amien Rais kini justru seperti dibungkam.
Namun, ironinya, hal ini justru meningkatkan rating Amien Rais di media sosial karena pernyataannya itu menjadi ramai.
"Jadi kalau Amien Rais mencalonkan jadi presiden, dia akan masuk itu karena sekarang dia menjadi trending topik kan dan itu terbukti isu tentang Teddy yang disuarakan oleh Amien Rais sekarang justru semakin membesar, semakin heboh," kata Lukas.

Itu kesalahan pendekatan-pendekatan gaya otoriter yang mengalami anakronisme, jadi menggunakan cara-cara di era yang salah gitu. Kalau dulu di era Soeharto, belum ada internet, media bisa ditutup dan enggak bisa apa-apa, ya mungkin selesai isu itu ya. Tapi kalau ini enggak, akan makin membesar," jelasnya.

Adapun, Amien Rais sebelumnya menyampaikan bahwa Teddy Indra Wijaya yang menjabat sebagai Seskab itu kerap bertindak melampaui jabatannya.
Bahkan, Amien Rais mengunggah video pernyataan berisi tudingan terhadap Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya.
Tudingan Amien Rais kemudian ditanggapi oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman yang menyebut pernyataan beliau sebagai fitnah dan provokasi.

Pernyataan Komdigi

Fifi sebelumnya menjelaskan bahwa langkah takedown video Amien Rais yang viral merupakan bagian dari tugas institusinya karena kebebasan berpendapat memiliki batas.

Dia mengatakan bahwa kritik tetap diperbolehkan selama tidak menyesatkan. Namun, tindakan akan diambil jika konten dinilai berpotensi merugikan publik.

Terkait proses penindakan, Komdigi memastikan setiap konten melalui tahapan verifikasi.

Fifi menambahkan, tindakan takedown tersebut dilakukan untuk memastikan ekosistem digital tetap terjaga.
Tugas dari Komdigi adalah menjaga agar ruang digital ini aman, sehat begitu ya. Dan isi video yang disebarkan oleh (Amien Rais) itu hoaks, kemudian fitnah, dan mengandung ujaran kebencian," katanya dalam program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (6/5/2026).

"Jadi, sudah tugas dari Komdigi untuk melakukan takedown dan memastikan ruang digital ini tetap aman," tambahnya.

Komdigi juga meluruskan bahwa fokus utama mereka dalam hal ini adalah pada konten yang beredar dan potensi pelanggarannya, bukan bentuk serangan terhadap pihak tertentu.

Selain itu, Fifi menegaskan bahwa Kementerian Komdigi, baik menteri maupun para dirjen, tidak pernah mengeluarkan pernyataan akan menggunakan jalur hukum terkait video pernyataan Amien Rais.

"Kami tidak pernah menyebut melalui pernyataan menteri maupun siapa pun yang mewakili Komdigi bahwa akan membawa ke ranah hukum, karena tugas kami adalah mengelola ruang digital," ucap Fifi.

"Jadi, upaya-upaya yang kami lakukan itu dalam rangka tugas yang sudah diamanatkan oleh undang-undang, yaitu menjaga ranah digital. Kami adalah pengelola ruang digital bukan aparat penegak hukum," tegasnya.

Kata Partai Ummat

Sementara itu, Ketua DPP Partai Ummat Ahmad Akhyar Muttaqin menilai pernyataan yang disampaikan Amien Rais tentang Teddy Indra Wijaya itu justru mewakili keresahan di masyarakat.
Akhyar juga menyebut pernyataan Amien Rais merupakan kebebasan berpendapat karena itu merupakan opininya pribadi dan dijamin oleh Undang-undang Dasar Pasal 28 e dan f.

"Kalau menurut kami memang apa yang disampaikan Pak Amien itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat karena itu adalah opini beliau. Yang Pak Amien utarakan itu sebenarnya mewakili keresahan yang sudah beredar di masyarakat," kata Akhyar dalam program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu.
"Apa yang disampaikan Pak Amien itu sebenarnya sudah banyak (masyarakat tahu), isu itu sudah banyak beredar di masyarakat, mungkin ya baru Pak Amien yang berani menyuarakan langsung secara lugas ke publik seperti itu."
Akhyar pun mempersilakan pihak yang merasa bahwa pernyataan Amien Rais tentang Teddy Indra Wijaya sebagai fitnah agar melaporkannya kepada penegak hukum.
"Silakan kalau ada yang menganggap itu fitnah, hoaks atau apa, silakan. Kami juga sudah menyampaikan silakan kalau misalnya ada yang ingin memproses hukum. Jadi, intinya yang beliau sampaikan memang itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat," tegasnya.

Beginilah modus Ashari kiai sekaligus pengasuh Ponpes di Pati, Jawa Tengah yang cabuli 50 santriwati.Adapun Ashari kiai ...
08/05/2026

Beginilah modus Ashari kiai sekaligus pengasuh Ponpes di Pati, Jawa Tengah yang cabuli 50 santriwati.

Adapun Ashari kiai sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwati.

Dalam aksinya, ia mengaku Wali Nabi hingga suap pengacara korban Rp400 juta.

Polisi pun telah menaikan status kasus ini ke tahapan penyidikan dan menetapkan Ashari sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyama, membenarkan soal hal tersebut.
Dia mengungkapkan kasus ini bermula ketika pihaknya menerima laporan pada 25 September 2025 lalu.

Proses hukum telah memasuki tahap penyidikan setelah adanya saksi dan bukti permulaan yang cukup,” ujarnya, dikutip dari Tribun Jateng pada Minggu (3/5/2026).

Di sisi lain, kasus ini pun akhirnya menjadi sorotan setelah polisi dianggap lambat dalam menangani kasus ini.

Akhirnya, kasus ini mencuat setelah mendapat perhatian setelah korban menanyakan perkembangan kasusnya. Dalam kasus biadab ini, korban disebut merupakan santriwati tingkat SMP mulai dari kelas 1 hingga kelas 3.

Pasca viral, korban pun mengungkap sosok Ashari yang diduga mencabuli puluhan santrawati tersebut. Selain diduga menjadi pelaku pencabulan, tersangka juga disebut melakukan tindakan penipuan.

Salah satu korban pun memberikan kesaksiannya ketika momen unjuk rasa di kediaman dan pondok putri milik Anshari yang diinisiasi oleh Aliansi Santri Pati pada Sabtu (2/5/2026).

Seorang pria bernama Shofi mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan Ashari.

LIVE
tag populer
Jemput Paksa Kiai Ashari
Pencabulan Puluhan Santriwati
Asyhari
Mantan ART Erin
Kiai Cabul
Ahmad Dhani
Pati
sakit
Sosok
Kuswandi

Home

News

Nasional
Berita Viral
Modus Ashari Kiai Cabuli 50 Santriwati, Ngaku Wali Nabi hingga Suap Pengacara Korban Rp400 Juta
Tayang: Minggu, 3 Mei 2026 10:01 WIB
Tribun XBaca tanpa iklan
Editor: Angel aginta sembiring
zoom-inModus Ashari Kiai Cabuli 50 Santriwati, Ngaku Wali Nabi hingga Suap Pengacara Korban Rp400 Juta
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
A-A+
Sejumlah santriwati menjadi korban pencabulan di salah satu pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah modus Ashari kiai sekaligus pengasuh Ponpes di Pati, Jawa Tengah yang cabuli 50 santriwati.

Adapun Ashari kiai sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwati.

Dalam aksinya, ia mengaku Wali Nabi hingga suap pengacara korban Rp400 juta.

Polisi pun telah menaikan status kasus ini ke tahapan penyidikan dan menetapkan Ashari sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyama, membenarkan soal hal tersebut.

Dia mengungkapkan kasus ini bermula ketika pihaknya menerima laporan pada 25 September 2025 lalu.

Baca juga: Pengakuan Dosen UIN di Jambi Digrebek Istri di Indekkos: Sudah Diatur Ini

“Proses hukum telah memasuki tahap penyidikan setelah adanya saksi dan bukti permulaan yang cukup,” ujarnya, dikutip dari Tribun Jateng pada Minggu (3/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda
PENGAKUAN Kuswandi Bantu Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Terima Rp 150 Juta, Kini Ikut Diseret
PENGAKUAN Kuswandi Bantu Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Terima Rp 150 Juta, Kini Ikut Diseret
Polisi Bakal Jemput Paksa Kiai Ashari, Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati
Polisi Bakal Jemput Paksa Kiai Ashari, Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati
Pengakuan Eks Wakil Menteri Terima 3 M dan Motor Ducati, Jarang Terdakwa Ksatria Dipuji Jaksa KPK
Pengakuan Eks Wakil Menteri Terima 3 M dan Motor Ducati, Jarang Terdakwa Ksatria Dipuji Jaksa KPK
SOSOK Istri Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Tinggal di Pesantren Juga Tapi Tak Pernah Tidur Bareng
SOSOK Istri Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Tinggal di Pesantren Juga Tapi Tak Pernah Tidur Bareng
Bos Sritex Divonis 14 Tahun Penjara Terbukti Korupsi, Hotman Paris Bela Iwa: Putusan Salah Total
Bos Sritex Divonis 14 Tahun Penjara Terbukti Korupsi, Hotman Paris Bela Iwa: Putusan Salah Total
SOSOK Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI yang Tewas Saat Rumah Mewahnya Kebakaran, Sedang Renovasi
SOSOK Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI yang Tewas Saat Rumah Mewahnya Kebakaran, Sedang Renovasi
PERANGAI Erin Dibongkar Mantan ART, Kaget dengan Sikap Kasar Hingga Gajinya Masih Ditahan
PERANGAI Erin Dibongkar Mantan ART, Kaget dengan Sikap Kasar Hingga Gajinya Masih Ditahan
Tampang Keponakan Wali Kota Kini Jadi Buronan Kejari Binjai, Tersangka Korupsi Kontrak Fiktif
Tampang Keponakan Wali Kota Kini Jadi Buronan Kejari Binjai, Tersangka Korupsi Kontrak Fiktif
Di sisi lain, kasus ini pun akhirnya menjadi sorotan setelah polisi dianggap lambat dalam menangani kasus ini.

Akhirnya, kasus ini mencuat setelah mendapat perhatian setelah korban menanyakan perkembangan kasusnya. Dalam kasus biadab ini, korban disebut merupakan santriwati tingkat SMP mulai dari kelas 1 hingga kelas 3.

Pasca viral, korban pun mengungkap sosok Ashari yang diduga mencabuli puluhan santrawati tersebut. Selain diduga menjadi pelaku pencabulan, tersangka juga disebut melakukan tindakan penipuan.



Salah satu korban pun memberikan kesaksiannya ketika momen unjuk rasa di kediaman dan pondok putri milik Anshari yang diinisiasi oleh Aliansi Santri Pati pada Sabtu (2/5/2026).

Seorang pria bernama Shofi mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan Ashari.

Baca juga: Mencurigakan Gelagat Suami Sebelum Istri Syafitri Yana Ditemukan Terkubur di Belakang Kontrakan




Tak tanggung-tanggung, dia menyebut ditipu oleh Ashari selama 11 tahun dengan modus mengaku menjadi wali nabi. Dia mengungkapkan akhirnya lepas dari tipu daya Anshari pada tahun 2018.

Shofi mengatakan modus sebagai wali nabi membuat korban termasuk dirinya terdoktrin untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Ashari.

Pasalnya, menurutnya, tersangka kerap menunjukkan kemampuannya seperti menebak masa depan.

Hal ini, kata Shofi, membuat para korban terdoktrin dan terperdaya dengan Ashari.
"Dia bisa menebak mbah saya meninggal kapan dan jam berapa. Dia juga bisa menebak adik saya melahirkan jam sekian, jenis kelaminnya cowok, dan nanti harus dinamai ini. Itu terjadi sungguhan sehingga saya dulu percaya dia memang wali," cerita Shofi

Sementara, Shofi mengatakan selama 11 tahun, dieksploitasi oleh Ashari dengan menyuruhnya mendirikan bangunan-bangunan untuk kebutuhan pondok tanpa diberikan upah.

Bahkan, dia menyebut Ashari memintanya untuk berbohong kepada orang tuanya sendiri agar dikirim uang. Uang itu pun harus diserahkan ke tersangka.

Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari. Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orang tua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orang tua saya itu bisa masuk ke sini," katanya.

Jerat Ashari terhadap Shofi tidak sampai di situ saja. Dia mengaku sempat sampai menjual tanah dan menyetorkan uangnya kepada Ashari.

Bahkan, sertifikat rumahnya juga digadaikan tanpa dibayar.

Shofi mengaku baru tersadar dan terlepas dari jerat Ashari setelah dinasehati temannya agar dirinya tidak hanya memikirkan kondisi orang lain tetapi juga diri sendiri.

Shofi menyebut doktrin wali nabi juga digunakan Ashari sebagai modus untuk mencabuli korban.

Tak hanya kepada santriwati, dia mengungkapkan doktrin tersebut juga digunakan untuk melecehkan istri pengikutnya.

Adapun doktrin yang dimaksud yakni bahwa istri pengikut halal untuk dinikahi olehnya lantaran klaimnya sebagai wali nabi.

"Katanya dunia seisinya ini dari 'nur' Kanjeng Nabi. Itu memang ada hadisnya. Tapi ditambah-tambahi sama dia. Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan nabi."

Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal. Jadi umpama saat itu istri saya dikawin dia, saya juga merelakan karena percaya dia Khariqul 'Adah (wali nabi)," ungkapnya dengan nada menyesal.

Pernyataan Shofi bukan hanya sebagai omongan belaka. Dia mengaku menjadi saksi atas tindak asusila yang dilakukan oleh Ashari.

Adapun pelecehan yang pernah dilihatnya yakni mencium jidat hingga bibir para santriwati di depan umum.

Tindakan biadab tersebut pun hanya didiamkan saja karena rasa takut dan fanatisme para pengikut Ashari.

Bahkan, Shofi mengaku istrinya turut menjadi korban pelecehan.

"Termasuk istri saya kalau salaman juga dicium p**i kanan kiri, jidat, sama bibirnya. Santriwati saya lihat hampir semua juga mengalami. Kalau berzina (hubungan seksual) kan tidak ada yang lihat," kata dia sembari tampak menahan tangis.

Suap Pengacara Korban Rp400 Juta
Di sisi lain, Ashari disebut sempat mau menyuap pengacara korban agar kasus ini tidak berlanjut.
Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum korban, Ali Yusron. Dia mengaku sempat ditawari sejumlah uang oleh suruhan Ashari.
Namun, tawaran tersebut ditolak oleh Ali karena dianggap sebagai uang haram.
"Wah saya kira uangnya banyak karena dari pertama sudah ditawari Rp300 juta, kedua dkali ditawari Rp400 juta. Itu saya tolak semua, tidak saya terima karena uang tersbeut bagi saya bukan hak saya," tegasnya, Sabtu.
Ia menegaskan bahwa dirinya berkomitmen sebagai pengacara korban agar kasus ini diungkap hingga tuntas agar tidak ada korban lagi di masa depan.
Lebih lanjut, Ali mengatakan Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2026 tetapi belum ditahan oleh pihak kepolisian.

Dia mengatakan kepolisian menjanjikan akan menahan Anshari pada pekan ini.

Namun, jika janji tersebut tidak ditepati, maka Ali tidak akan tinggal diam dan mengancam akan melapor ke Propam Polda Jateng.
"Banyak kasus yang ditangani kepolisian, ditetapkan tersangka tapi masih berkeliaran. Saya dorong penuh minggu ini, paling lambat minggu depan.
"Kalau memang minggu depan tidak ditahan, saya akan bersurat ke Kapolda, Propam, hingga Itwasda," pungkasnya.

Kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki muatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalins...
06/05/2026

Kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki muatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan yang menyebabkan 16 orang tewas diselidiki polisi. Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB.
Bus ALS yang membawa belasan penumpang melaju dari arah kota Lubuklinggau menuju Jambi.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, datang mobil tangki BBM yang ditumpangi dua orang, yakni Yanto sebagai sopir dan perempuan bernama Martini.

“Sesampainya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut,” ujar Iin, Rabu (6/5/2026). Truk tangki yang membawa minyak langsung terbakar setelah ditabrak bus ALS.

Harga BBM Pertamina kembali disesuaikan mulai 4 Mei 2026, dengan beberapa BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Harga Perta...
04/05/2026

Harga BBM Pertamina kembali disesuaikan mulai 4 Mei 2026, dengan beberapa BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

Harga Pertamax Green, Pertamax, Pertalite, dan Biosolar masih tetap, sementara Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex kembali naik.

Penyesuaian ini terjadi di tengah fluktuasi harga energi global, sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan konsumsi BBM sesuai kebutuhan.

Sumber: PT Pertamina Patra Niaga
Kreatif: Nana Gita
Produser: Glori K. Wadrianto

<

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pembicaraan saat Presiden Prabowo Subianto m...
03/05/2026

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pembicaraan saat Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026) kemarin. "Sore hingga malam hari, pada Sabtu, 2 Mei 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto melangsungkan rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat," ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Kabinet, Minggu (3/5/2026).

Pertemuan ini membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah," sambungnya.

Teddy memaparkan, beberapa poin utama yang dibahas meliputi penyampaian aspirasi dari serikat pekerja seluruh daerah di tanah air.

Selanjutnya, mereka juga membahas terkait pendidikan meliputi pemanfaatan peran perguruan tinggi di tanah air untuk turut serta langsung membangun daerahnya. "Terutama melalui pemanfaatan fakultas teknik di perguruan tinggi tersebut," ucapnya.

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama puluhan pimpinan dan tokoh ormas Islam bertemu Wakil Presiden (Wapres) ke-10 d...
01/05/2026

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama puluhan pimpinan dan tokoh ormas Islam bertemu Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK). Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 malam. Usai pertemuan tersebut, Din Syamsuddin berbicara soal wacana pelaporan terhadap tiga orang, yakni Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie. "Kami menyampaikan pikiran bahwa mereka yang pertama kali memuat ya, pelintiran pidato Bapak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan potensial untuk mengadu domba antarumat beragama," kata Din Syamsuddin, Rabu (29/4/2026).

Thailand tengah mempercepat proyek ambisius bernama Land Bridge yang digadang-gadang bisa menjadi pesaing serius bagi ja...
28/04/2026

Thailand tengah mempercepat proyek ambisius bernama Land Bridge yang digadang-gadang bisa menjadi pesaing serius bagi jalur pelayaran Selat Malaka. Proyek ini memiliki nilai investasi sangat besar, mencapai sekitar 1 triliun baht atau setara ratusan triliun rupiah. Tujuannya adalah menciptakan jalur alternatif yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik tanpa harus melewati Selat Malaka yang selama ini menjadi salah satu jalur tersibuk di dunia. Langkah ini didorong oleh meningkatnya ketegangan global yang menunjukkan betapa pentingnya kontrol atas jalur perdagangan strategis.

Konsep proyek ini bukan berupa kanal seperti Terusan Suez, melainkan sistem logistik darat yang menghubungkan dua pelabuhan besar di Thailand selatan, yakni di Ranong dan Chumphon. Kedua pelabuhan tersebut akan dihubungkan dengan jalur transportasi darat seperti kereta api, jalan raya, hingga p**a energi sepanjang sekitar 90 kilometer. Barang dari kapal akan dipindahkan ke darat, lalu dikirim ke sisi lain untuk dilanjutkan perjalanan laut. Dengan sistem ini, waktu pengiriman diperkirakan bisa dipangkas hingga sekitar empat hari dan biaya logistik berkurang hingga 15 persen.

Proyek ini juga memiliki dampak strategis besar terhadap peta perdagangan global. Selat Malaka saat ini menangani sekitar 40 persen arus perdagangan dunia, sehingga kehadiran jalur alternatif berpotensi mengurangi ketergantungan pada rute tersebut. Namun, proyek ini masih menghadapi tantangan, mulai dari kebutuhan investasi besar hingga kekhawatiran lingkungan dan kelayakan ekonomi. Meski begitu, Thailand tetap optimistis proyek ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi global dalam jangka panjang.

Sumber: Tribun

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) menyampaikan Selamat didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiy...
25/04/2026

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) menyampaikan Selamat didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua kanan) saat Silaturahmi bersama Purnawirawan TNI di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pertemuan bersama para purnawirawan TNI itu membahas terkait isu strategi pertahanan nasional, tata kelola negara, dan program pemerintah.

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah terdapat program penyediaan rumah subsidi khusus bagi pegawai...
23/04/2026

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah terdapat program penyediaan rumah subsidi khusus bagi pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur penyedia makan bergizi gratis (MBG). Menurut dia, program pembelian rumah subsidi terbuka untuk semua orang yang memenuhi persyaratan, tidak terkecuali untuk karyawan SPPG selama memenuhi syarat dan ketentuan.

Dadan menegaskan sejauh ini belum ada pembicaraan apa pun mengenai rencana menyediakan rumah murah khusus untuk pegawai SPPG. “Belum ada rencana terkait ini (penyediaan rumah subsidi khusus),” kata Dadan saat dikonfirmasi pada Rabu, 22 April 2026.
Sebelumnya, rencana pemerintah akan menyediakan rumah subsidi untuk karyawan SPPG mencuat sejak akhir pekan lalu. Isu ini menjadi sorotan setelah sejumlah media ramai-ramai memuat informasi tersebut. Sebagaimana dilaporkan oleh Investortrut.id pada Rabu, 23 April 2026, rencana itu diutarakan disampaikan oleh Rektor Universitas Pertahanan Jonni Mahroza usai menggelar pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, pada Selasa, 22 April 2025.

Dalam laporan itu, disebutkan pemerintah berencana menyalurkan 1000 unit rumah subsidi untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di dapur MBG. Pemerintah akan menggunakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan uang muka ringan hanya sekitar 1 persen atau Rp 1,8 juta saja.

Rektor Universitas Pertahanan Jonni Mahroza dan Menteri PKP belum menjawab permintaan konfirmasi Tempo ihwal kebenaran rencana ini. Sementara itu, dihubungi terpisah, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho selaku penyalur program rumah subsidi juga memastikan tidak ada alokasi khusus untuk karyawan SPPG.

Saya sampaikan bahwa tidak ada alokasi khusus kuota FLPP untuk Karyawan SPPG. BP Tapera tetap fokus untuk memfasilitasi semua segmen baik fixed income maupun nonfixed income termasuk karyawan SPPG yang layak untuk mendapatkan KPR Subsidi,” kata Heru kepada Tempo pada Selasa, 21 April 2026.

Adapun rumah subsidi dengan mekanisme FLPP merupakan rumah yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Merujuk Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 5 Tahun 2025 tentang Besaran Penghasilan dan Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah Serta Persyaratan Kemudahan Pembangunan dan Hunian Rumah, golongan yang masuk ke dalam kategori MBR adalah orang dengan penghasilan paling sedikit Rp 8,5 juta per bulan dan paling banyak Rp 14 juta per bulan.

Dari sisi profesi, terdapat 13 pekerjaan yang tergolong kategori khusus penerima program rumah subsidi, antara lain, guru, tenaga kesehatan, buruh, prajurit Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI AD), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pekerja migran, petani, nelayan, pengemudi transportasi daring (online), pekerja ekonomi kreatif, kader lapangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta asisten rumah tangga (ART).

Seorang turis asal Israel diusir oleh warga lokal di Thailand setelah melakukan pelecehan terhadap seorang wanita di dal...
22/04/2026

Seorang turis asal Israel diusir oleh warga lokal di Thailand setelah melakukan pelecehan terhadap seorang wanita di dalam sebuah bar, yang kemudian memicu kemarahan pengunjung lain hingga situasi memanas. Dalam video yang beredar di media sosial, turis tersebut terlihat sempat dipukuli sebelum akhirnya menangis dan dipaksa pergi dari lokasi kejadian.

Insiden ini langsung menjadi sorotan luas di dunia maya, dengan banyak warganet memuji ketegasan warga lokal dalam merespons tindakan yang dianggap arogan dan tidak menghormati norma setempat, sekaligus menilai kejadian tersebut sebagai bentuk peringatan bagi wisatawan asing agar menjaga sikap saat berada di negara lain. Tanggapan lo?

Address

Jalan KH Hasyim Ashari
Tangerang
15146

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Kabari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Kabari:

Share