02/08/2013
ASMAUL HUSNA AL-MUBDI (MAHA MEMULAI)
Ketika melangkahkan kaki di pegunungan, terlihat jelas kekuasaan Allah SWT. Betapa tidak, gunung-gunung berjejer di depan mata, pepohonan rindang yang teduh, awan yang begitu elok dan langit biru, membentang indah di pandangan. Hati mulai bertanya, siapakah yang menciptakan semua ini?
"Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dan permulaan dan menghidupkannya (kembali)", (Q.S. Al-Buruj (85):13).
Allah SWT adalah Zat Yang Maha Memulai. Maksudnya adalah hanya Allah yang memulai atau mengawali semua ciptaan-Nya, dari asalnya tidak ada menjadi ada. Allah SWT telah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal manusia, dan meletakkannya di antara planet-planet lainnya. Di dalam bumi, Allah juga menciptakan tumbuh-tumbuhan, sungai, gunung, dan sebagainya. Ia menjadikan matahari menyinari bumi pada siang hari dan menghiasinya dengan cahaya bulan pada malam hari. Selain itu, Allah juga menciptakan berbagai jenis hewan.
Allah telah menciptakan Adam dari tanah. Kemudian, ditiupkan ruh padanya sehingga hidup. Allah juga menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam. Mereka adalah pasangan suami istri pertama yang diciptakan Allah dengan kekuasaan-Nya untuk berkembang biak, melahirkan keturunan manusia.
Kemudian, setiap manusia yang lahir dan makhluk yang bernyawa semuanya akan mati. Lalu, Allah akan menghidupkannya dan membangkitkannya kembali sebagaimana Allah telah memulai penciptaan seluruh makhluk-Nya. Semua itu tidak sulit bagi Allah, sebab Allah Maha Memulai terhadap segala sesuatu.
Allah, Dia-lah yang Maha Memulai, dengan segala kuasa dan kesempurna-Nya, beliau menyulap alam semesta dengan penuh keindahan. Subhanallah! Betapa memukau ciptaan-Nya. Allah SWT adalah Maha Pencipta dan Maha Memulai segalanya, sehingga Allah adalah Al-Mubdi. Semua yang berkenaan dengan mahluknya merupakan urusan Allah. Dia-lah merupakan pelukis yang indah dan agung, sungguh besar keagungannya hingga menciptakan langit dan bumi dengan segala kesempurnaan-Nya. Allah SWT yang memulai semuanya, dengan menciptakan segala sesuatu tanpa contoh. Allah bahkan ada sebelum terciptanya ruang dan waktu, tiada satupun yang dapat menandingi kekuasaan-Nya.
“Atau siapakah yang memulai (menciptakan) mahluk dan siapa p**a yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Katakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar,” (QS. An-Naml: 64)
Allah SWT mampu membuat keindahan, merangkai cinta dan kasih sayang-Nya untuk dapat dirasakan oleh setiap mahluk ciptaan-Nya. Allah juga lah yang menciptakan mata, sehingga kita bisa melihat semua ciptaannya dan mengagumi segala yang telah Dia ciptakan. Hidung, sehingga kita bisa menghirup udara, mulut yang membuat kita bisa berbicara, telinga agar dapat mendengarkan. Allah memiliki rahmat yang besar, Dia selalu memberikan hal-hal yang menyenangkan dan keistimewaan. Sebelum kita diciptakan, sering kali pertanyaan mergelayutan, dimanakah tempat kita sebelum dilahirkan? Saat itu, manusia bukan apa-apa, kemudian Allah menciptakan manusia dengan wujud yang sempurna.
Hanya memuji kebesaran-Nya lah kita bisa mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dengan menjaga dan merawat setiap ciptaan-Nya tanpa harus merusak atau bahkan menghancurkan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang pandai bersyukur. Kita sebagai manusia, patutnya merawat lingkungan, misalnya membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon, merupakan wujud dari penghormatan kita terhadap ciptaan Allah. Namun seolah berbalik dari anggapan menjaga lingkungan, manusia kini gencar membuat kerusakan alam. Dengan membuang sampah sembarangan, penebangan hutan secara liar, membunuh hewan-hewan langka yang terancam punah hanya untuk kepentingan pribadi, polusi udara yang mengancam lapisan atmosfer bumi. Tak heran jika saat ini banyak terjadi bencana alam yang justru dibuat oleh manusia itu sendiri. Allah pun murka jika kita tidak bisa menjaga ciptaan-Nya dengan baik. Dengan menjaga lingkungan dengan baik dapat sedikit memperbaiki kerusakan alam yang telah kita perbuat sendiri. Hanya manusia-lah yang bisa menentukan, mau bersahabat dengan alam atau malah memusuhinya? Karena berawal dari ciptaan Allah, maka sesungguhnya segala sesuatu itu kembali pada Allah. Renungkanlah! (sumber: Majalah Muzakki)