Safitri Rifit

Safitri Rifit ✨ Ibu 2 Anak (Aslinya 5)
✍️ Menulis dari Hati
🇮🇩 Asli Riau - Medan
🌸 Sharing tentang Kewarasan Hati & Cuan dari FB Pro.
~Klik Ikuti untuk bertumbuh bareng!~

Kadang kita butuh teman cerita hanya untuk sekadar memvalidasi bahwa kita tidak sendirian di fase yang melelahkan ini. I...
01/02/2026

Kadang kita butuh teman cerita hanya untuk sekadar memvalidasi bahwa kita tidak sendirian di fase yang melelahkan ini.
Iya kan, Mak? ☕✨

​Hari Minggu yang katanya hari libur, bagi seorang ibu seringkali justru menjadi 'hari kerja lembur'.
Dapur yang tak kunjung bersih, cucian yang minta segera dijemput, sampai suara riuh anak-anak yang tak ada habisnya.

​Jujur saja, di balik foto-foto estetik di media sosial:
​📍 Ada ibu yang sedang menahan kantuk — karena semalam anaknya terbangun berkali-kali.
​📍 Ada ibu yang sedang menghela napas panjang — melihat ruang tamu yang baru saja dirapikan sudah kembali seperti 'kapal pecah'.
​📍 Ada ibu yang sedang belajar tetap tenang — meski hatinya sedang gemetar menahan lelah yang luar biasa.

​Aku ingin kita saling menguatkan di sini.
Bukan untuk pamer siapa yang paling hebat, tapi untuk saling merangkul bahwa menjadi tidak sempurna itu tidak apa-apa.
Karena tugas kita bukan mengontrol segalanya, melainkan menjaga hati agar tetap waras. 🌤️

​Absen yuk, Bunda yang baca tulisan ini:
​1️⃣ Sedang di fase BAHAGIA karena semuanya berjalan lancar?
2️⃣ Sedang di fase LELAH dan butuh pelukan virtual?
3️⃣ Atau sedang di fase PASRAH yang penting anak kenyang dan rumah aman?

​Tulis di kolom komentar ya, Bunda dari kota mana dan lagi ngerasain apa hari ini?
Aku baca satu-satu ya! 👇

​— Safitri Rifit ✍️

​ "

Seringkali kita merasa menjadi ibu yang gagal hanya karena tumpukan cucian belum tersentuh, atau lantai yang baru saja d...
31/01/2026

Seringkali kita merasa
menjadi ibu yang gagal
hanya karena tumpukan cucian belum tersentuh,
atau lantai yang baru saja disapu sudah penuh remahan roti lagi.

Benar, kan? ☕

​Kita hidup di zaman yang
menuntut perempuan untuk
menjadi 'Supermom'.

Harus serba bisa, harus serba cepat,
dan seolah-olah dilarang
untuk merasa lelah.

Padahal, kita ini manusia biasa,
bukan robot yang baterainya bisa diganti kapan saja.

​Tolong ingat ini baik-baik, Mak:

​🌿 Rumah Berantakan —
Itu tandanya ada kehidupan, ada tawa anak-anak, dan ada memori yang sedang dibangun di dalamnya.
Jangan benci kekacauan itu.
​🌿 Anak yang Aktif —
Itu tandanya mereka tumbuh sehat. Mereka tidak akan kecil selamanya.
Suatu hari nanti rumah akan sepi dan rapi, dan kita pasti akan merindukan suara riuh ini.
​🌿 Rasa Lelahmu —
Itu adalah validasi bahwa kamu sudah memberikan yang terbaik.
Kamu sudah berjuang sehebat itu dari pagi sampai malam, maka lelah itu sangat manusiawi.

​Jangan paksa dirimu untuk selalu sempurna di mata orang lain.

Anak-anakmu tidak butuh
ibu yang sempurna
dan rumahnya selalu kinclong,
mereka hanya butuh ibu yang bahagia,
ibu yang bisa tersenyum, dan
ibu yang 'waras'.
🌤️

​Jika hari ini terasa sangat berat,
berhentilah sejenak.
Tarik napas dalam-dalam.
Titipkan lelahmu pada Allah.
Besok kita berjuang lagi
dengan energi yang baru.

​Selamat beristirahat, para ibu hebat.

​— Safitri Rifit ✍️

31/01/2026

Banyak yang membaca bio akun ini lalu bertanya pelan, 'Mbak Safitri, kok di profil tertulis mamak anak 2 aslinya 5? Maksudnya gimana?' 🥀

​Hari ini, di awal perjalanan konsistensiku, aku ingin menjawabnya dengan jujur. Karena akun ini bukan cuma tempat berbagi foto, tapi tempat aku berbagi rasa.

​Begini realitanya:
​✨ Dua yang Terlihat — Mereka adalah malaikat kecil yang setiap hari suaranya meramaikan rumah, yang tangannya bisa kugenggam erat, dan yang setiap hari menguji kesabaranku sekaligus menjadi alasan terbesarku untuk tetap kuat.
​✨ Tiga dalam Doa — Mereka tidak tampak, tapi detak jantungnya pernah menyatu dengan jantungku. Mereka pernah singgah, memberikan harapan, lalu kembali ke Pemiliknya sebelum sempat aku timang.

​Perjalanan yang menempuh air mata:
​📍 5 Kali Kehamilan — Setiap garis dua itu adalah kebahagiaan, meski beberapa harus berakhir dengan perpisahan yang menyesakkan dada.
​📍 3 Kali Bertaruh Nyawa — Di ruang persalinan, di antara hidup dan mati, aku belajar bahwa menjadi ibu adalah pengorbanan tanpa batas.
​📍 2 Kali Keguguran — Merasakan kehilangan bahkan sebelum melihat wajah mereka. Pelajaran tentang melepaskan yang paling berat yang pernah aku terima.
​📍 1 Malaikat Kecil — Yang sempat hadir menyapa dunia sebentar saja, lalu harus kulepas kembali ke pelukan Sang Khalik saat ia masih bayi.

​Itulah kenapa aku bilang, aslinya lima.
Menjadi ibu mengajariku tentang PENERIMAAN.
Ada yang dititipkan untuk dibesarkan di dunia, ada yang dikirimkan untuk jadi tabungan di akhirat. 🕊️🌤️

​Terima kasih sudah mau mendengar sepenggal kisahku.

Mari bertumbuh bareng di sini dengan hati yang lebih lapang.

​— Safitri Rifit ✍️

30/01/2026

“Skill istri yang paling mahal itu bukan pintar bicara… tapi TENANG.” ✨

​Banyak yang salah sangka. Dikira istri hebat itu yang jago mendebat atau pintar mengatur kata.

Padahal, level tertinggi seorang istri adalah saat ia mampu menguasai dirinya sendiri.

​🌿 Tenang itu mahal. Tidak semua wanita mampu memilikinya:

​📍 Tenang saat rencana berantakan dan impian belum tercapai.
📍 Tenang saat suami sedang diuji dan butuh pundak untuk bersandar.
📍 Tenang saat anak rewel, rumah berantakan, dan fisik sudah di titik lelah terdalam.
​Banyak istri terlihat kuat, padahal di dalamnya sedang gemetar.

Banyak yang terlihat sabar, padahal setiap malam menahan tangis sendirian.

Dan di situlah letak keindahannya. 🥀

​Tenang bukan berarti tidak takut.
Tenang juga bukan berarti pasrah tanpa usaha.
Tenang adalah keadaan hati yang tahu ke mana harus bersandar saat semua terasa di luar kendali.

​Istri yang tenang tidak sibuk menyalahkan.
Tidak reaktif pada setiap masalah.
Ia memilih berhenti sejenak… menarik napas… lalu berbisik:
“Ya Allah, aku titipkan ini pada-Mu.” 🤲

​Ia tahu betul:
✅ Semua fase akan berlalu.
✅ Semua luka bisa sembuh.
✅ Semua rezeki sudah ada takarannya.

​Tugasnya bukan mengontrol segalanya, melainkan menjaga hatinya tetap waras.
Tenang adalah ibadah.
Tenang adalah bentuk tawakal paling elegan.

​Kalau hari ini kamu belum bisa tenang, tidak apa-apa.
Tenang itu dilatih, bukan dipaksakan.
Pelan-pelan ya...

Sambil belajar menyerahkan yang tidak bisa kita kendalikan, kepada Dzat yang Maha Mengendalikan. 🌤️

​— Safitri Rifit ✍️

Menjadi Ibu itu bukan tentang berapa anak yang digandeng... tapi tentang berapa nyawa yang pernah didekap dalam doa. 🕊️​...
29/01/2026

Menjadi Ibu itu bukan tentang berapa anak yang digandeng...
tapi tentang berapa nyawa yang pernah didekap dalam doa. 🕊️

​Banyak yang bertanya saat membaca bioku:
"Ibu anak 2, aslinya 5 maksudnya gimana?"

​Begini realitanya.

Dua yang terlihat, yang setiap hari suaranya meramaikan rumah, yang tangannya bisa kugenggam.
Namun ada tiga lagi yang tak tampak, tapi detaknya pernah menyatu dengan jantungku. 🤍

​✨ Perjalanan ini tidak mudah: ✨

​📍 5 kali aku hamil — Merasakan debar jantung yang berbeda-beda di setiap masanya.
📍 3 kali bertaruh nyawa — Di ruang persalinan, antara hidup dan mati untuk menghadirkan mereka.
📍 2 kali menyusui — Merasakan hangatnya ikatan batin yang tak tergantikan.
📍 2 kali keguguran — Harus merelakan mereka kembali sebelum sempat melihat dunia.
📍 1 malaikat kecil — Yang harus aku lepas saat ia masih bayi.

​Itulah kenapa aku bilang, aslinya lima. 🥀

*** ***
​Menjadi ibu telah mengajariku satu hal mahal: PENERIMAAN.

​Penerimaan bahwa tidak semua rencana kita selaras dengan takdir-Nya.
Ada yang dititipkan untuk membesarkan, ada yang dikirimkan hanya untuk menjadi tabungan di akhirat. 🌤️

​Di akun Safitri Rifit ini, aku ingin berbagi lebih dari sekadar drama.

Aku ingin kita saling menguatkan tentang:

​🌿 Bagaimana tetap "waras" di tengah riuhnya urusan domestik.
🌿 Bagaimana tetap kuat saat hati sedang hancur-hancurnya.
🌿 Dan bagaimana kita, para ibu, bisa tetap berdaya—bahkan lewat layar HP (FB Pro) ini.

​Sebab aku percaya, setiap luka punya cerita, dan setiap cerita punya cara untuk menguatkan orang lain.

💪✨

​Terima kasih sudah mengikuti perjalananku sejauh ini.

Mari kita bertumbuh, bukan hanya sebagai kreator, tapi sebagai manusia yang lebih tangguh.

​— Safitri Rifit ✍️

12/01/2026

Menikah bukan cuma soal ganti status, tapi soal siapa yang mau membimbing siapa. Capek ya, Bun, kalau harus jadi 'alarm' ibadah tiap hari tapi yang diingetin malah pura-pura tuli? Semangat untuk para istri yang masih berjuang memperbaiki rumah tangganya sendirian. ✨

25/12/2023

Saya mendapatkan 1.974 pengikut, membuat 16 postingan dan menerima 164 tanggapan dalam 90 hari terakhir! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan Anda. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda. 🙏🤗🎉

Address

Gang Wakaf Belakang Kedaung Tabletop Plaza, Dusun 2 DaGang Kelambir, Tanjung Morawa
Tanjungmorawa
20362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Safitri Rifit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Safitri Rifit:

Share