13/04/2026
Shikamaru Nara merasa sangat sedih dan terpukul atas kematian gurunya, Asuma Sarutobi, karena beberapa alasan emosional dan personal yang mendalam:
Mentor dan Sosok Ayah: Asuma bukan sekadar pemimpin tim (Jonin pembimbing), melainkan mentor yang sangat dekat. Asuma memahami potensi Shikamaru lebih dari siapa pun dan membantunya tumbuh dari ninja pemalas menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab.
Ikatan Emosional yang Kuat: Kematian Asuma adalah kehilangan besar pertama yang dialami Shikamaru dalam hidupnya. Dibandingkan dengan kematian ayahnya (Shikaku) yang terjadi saat perang dan dipahami sebagai pengorbanan strategis, kematian Asuma terasa lebih personal dan tragis karena terjadi secara tiba-tiba dalam misi.
Pesan Terakhir Asuma: Asuma meninggalkan pesan penting mengenai siapa "Raja" yang harus dilindungi di desa (generasi muda/anak-anak), yang mengubah pandangan hidup Shikamaru secara drastis.
Rasa Tanggung Jawab: Shikamaru bersumpah untuk melindungi anak Asuma dan Kurenai (Mirai) yang belum lahir. Kematian Asuma memicu perkembangan karakter Shikamaru untuk menjadi sosok yang lebih dewasa dan berdedikasi demi masa depan.
Momen kematian Asuma menjadi titik balik krusial bagi Shikamaru, menjadikannya shinobi yang lebih bijaksana, setia, dan siap memikul tanggung jawab besar.