Media Ilmu

Media Ilmu media ilmu

05/06/2022

CATATAN NGAJI MAWAIDZUL USFURIYAH

- Dikisahkan ketika guru Ibnu Mas'ud sakit dan mendekati wafat pada umur 80 tahun, beliau menyuruh Ibnu Mas'ud untuk mencari abid yang berumur 80 tahun supaya dibeli dan dimerdekankan. Ketika Ibnu mas'ud mencarinya ternyata abid yang dimaksud tidak ada dan orang-orang berkata "bagaimana bisa kamu menemukan orang yang berumur 80 tahun sedangkan dia masih dijadikan abid".
Kemudian pada saat guru Ibnu Mas'ud mendengar hal tersebut beliau bersujud dan bermunajat kepada Allah dengan berkata "wahai tuhanku sungguh mahluk saja tidak membiarkan orang berumur 80 tahun menjadi abid dengan memerdekakannya karena mahluk itu baik. Bagaimana Engkau tidak memerdekakanku dari neraka sedangkan Engkau adalah Dzat yang baik, agung, banyak ampunan dan banyak menerima syukur".
Karena munajat yang baik tersebut maka Allah memerdekakannya dari neraka.

- Rasul bersabda "Barangsiapa mempelajari satu bab ilmu yang menjadi manfaat untuk dunia dan akhirat maka Allah akan memberinya balasan yang lebih baik dari 7000 tahun berpuasa dan salat malam yang diterima Allah".

- Huruf Ilmu:
"Ain" menunjukan "Illiyin" yaiitu akan menjadikan masuk surga illiyin
"Lam" menunjukan "Lutfi" yaitu akan menjadikan bersikap lemah lembut
"Mim" menunjukan "Mulki" yaitu akan menjadikan dapat kerajaan atau kekuasaan.

- ما لم يعلم فهو اعمى
Barang siapa tidak berilmu maka dia buta.

Dua jenis Ilmu:
1. Ilmu Hajib (yang menjadi hijab) yaitu ilmu yang tidak diamalkan
2. Ilmu Kamil (yang sempurna) yaitu ilmu yang menjadikan rasa takut kepada Allah karena diamalkan dengan ikhlas

- Ciri takut kepada Allah
1. Mampu meninggalkan dunia
2. Mampu meninggalkan mahluk
3. Mampu meninggalkan menolong nafsu
4. Meninggalkan menolong setan
Ibnu Ibad dalam Fawaidul Makiyah

- Rasul berkata: Membaca Al-qur'an adalah amal orang yang berkecukupan, salat adalah amal orang yang apes, puasa adalah amal orang fakir, tasbih adalah amal orangnya perempuan, sedekah adalah amal orang dermawan, tafakur adalah amal orang lemah. Apakah kalian mau aku tunjukan kepada Amal Abthal. Kemudian beliau ditanya "apa itu Amal Abthal?"
Rasul menjawab "yaitu mempelajari ilmu. Sesungguhnya ilmu adalah cahaya orang mu'min di dunia dan akhirat.

Mu'allim: Ust. Asep Munajat

29/05/2022

Ngaji Wasiat Al-Mustafa Muhammad SAW

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah yang tuhan seluruh alam, dan selawat serta salam untuk tuan kita Muhammad Saw dan keluarganya dan sahabatnya. Dan setelah itu.

Ini adalah wasiat nabi yang terpilih saw. kepada Sayyidina Ali Ibni Abi Thalib Karromallohu Wajhah

Sayyidina Ali berkata: Rasulullah Saw memanggilku, lalu aku berduaan bersama beliau di rumah beliau.

Lalu beliau berkata kepadaku : Wahai Ali, kamu disisiku itu seperti kedudukan Harun disisi Musa, hanya saja tidak ada Nabi setelah aku
Di hari ini sesungguhnya aku akan memberikan wasiat kepadamu, dengan sebuah wasiat jika kamu menjaganya, maka kamu akan hidup terpuji dan mati dalam keadaan syahid, serta Allah akan membangkitkan kamu di hari kiamat dalam keadaan mengerti dan pintar

Wahai ali, Barang siapa yang makan yang halal, maka agamanya akan menjadi bersih, hatinya menjadi lunak, dan tidak ada penghalang bagi doa-doa ....

- terjemahkitab.com/terjemah-wasiatul-mustofa

03/06/2021

Sumber: Buku Nasehat & Wasiat Imam Haddad (Terjemah an-Nashaih ad-Dinniyah walwashaya al-Imaniyyah)
Penulis: Al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad
Penerjemah: Ahmad Yunus al-Muhdhor
Penerbit: Cahaya Ilmu, Surabaya
Musik: Hadad Alwi, Tuhan dengarlah keluhku

02/12/2020

BELAJAR TAWADHU DARI SAYYIDINA UMAR BIN KHATAB RA

Dikisahkan Sayyidina Umar bin Khatab RA pernah dimintai berdakwah ke negara Syam untuk menyebarkan kebaikan dibagian yang telah ditetapkan penduduknya.

Ketika diperjalanan Sayyidina Umar bin Khatab RA dan abidnya bergantian untuk menaiki kendaraaannya.

Kemudian pada saat mereka telah dekat dari kota, Sayidina Umar bin Khatab RA berhenti ditendanya dan abidnya tersebut kebagian menaiki kendaraan sedangkan Sayidina Umar bin Khatab RA kebagian berjalan kaki. Maka Sayidina Umar bin Khatab RA pun berjalan kaki dan abidnya menaiki kendaraan.

-Ahlak Lil-Baniin 4 h. 81

30/11/2020

BELAJAR TAWADHU DARI SAYYIDINA ALI RA

Dikisahkan pada suatu hari Sayyidina Ali RA pernah memberikan beberapa uang dirham kepada abidnya untuk membeli dua buah baju yang tidak sama harganya.

Kemudian ketika abidnya tersebut memberikan dua buah baju yang telah dibelinya Sayyidina Ali RA langsung memberikan baju yang lebih lembut dan lebih mahal harganya kepada abidnya tersebut. Sedangkan Sayyidina Ali RA sendilri malah mengambil baju yang lebih jelek dan lebih murah.

Setelah itu Sayyidina Ali RA berkata kepada abidnya "Kamu lebih berhak untuk mendapatkan baju yang lebih baik karena kamu adalah seorang pemuda yang cenderung s**a bergaya. Sedangkan aku itu sudah tua dan cukup bagiku baju ini".

-Ahlak Lil-Baniin 4 h.81

23/11/2020

TAKUT BERBUAT BURUK KEPADA IBU

Sayyidina Ali zainal abidin RA adalah seseorang yang selalu berbuat baik kepada ibunya. Sampai-sampai pada suatu saat, sebagian dari para sahabatnya pernah berkata kepadanya “Kamu adalah manusia yang paling berbuat baik kepada ibumu. Namun kenapa kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu”

Sayyidina Ali zainal abidin RA ”betul. Aku tidak pernah makan bersama ibuku. Hal tersebut aku lakukan karena aku merasa takut apabila ketika makan tanganku akan mengambil makanan yang telah dilihat dan diinginkan oleh ibuku. Sehingga itu bisa menjadi perbuatan burukku kepadanya".

Ahlak Lil-Baniin

22/11/2020

UJIAN KETA'ATAN

Nabi Ismail AS adalah putra dari nabi Ibrahim AS. ketika nabi Ismail AS berumur tiga belas tahun, nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS.

Oleh karena itu maka nabi Ibrahim AS berkata kepada nabi Ismail AS "wahai anakku sesungguhnya aku bermimpi akan menyembelihmu. Untuk itu bagaimana pendapatmu?"

Mengetahui bahwa itu adalah perintah Allah SWT maka nabi Ismail menjawab "wahai ayahku laksanakanlah perintah tersebut. Insya Allah aku akan menjadi orang yang sabar".

Setelah itu nabi Ibrahim AS pun bermaksud untuk melaksanakan perintah tuhannya tersebut.

Namun pada saat- saat yang menakutkan, sebelum proses penyembelihan terjadi, nabi Ismail AS teringat kepada ibunya dan berkata kepada ayahnya ”wahai ayah. Kencangkanlah ikatanku supaya aku tidak bisa berontak dan bukalah bajuku supaya tidak ada darah yang mengenai bajuku. Karena jika ibuku melihatnya maka dia akan merasa sangat sedih. Kemudian tolong sampaikanlah salamku kepadanya ketika ayah telah kembali dan memberikan bajuku kepadanya, Karena itu akan menghibur hatinya".

Kemudian ketika nabi Ibrahim AS membaringkan nabi ismail AS dan menyimpan pisau kebagian leher nabi Ismail AS, dengan ijin Allah pisau tersebut tidak memberikan bekas pada leher nabi Ismail AS. Pada saat tersebut Allah SWT menebusnya dengan domba dari surga sehingga nabi Ibrohim AS menyembelih domba tersebut dan tidak jadi menyembelih putranya.

-Ahlak Lil-Baniin

22/11/2020
19/11/2020

ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH

Dikisahkan dalam suatu majlis ilmu terdapat satu orang murid yang sangat dicintai oleh beberapa gurunya. Oleh karena itu maka para murid yang lain menjadi penasaran dan saling bertanya tentang hal tersebut.

Untuk menjelaskan hal tersebut maka salah seorang gurunya pun memberikan pengertian kepada mereka. Namun guru tersebut memberi pengertiannya dengan cara yang unik. Yaitu guru tersebut memberikan tugas kepada setiap muridnya untuk menyembelih seekor ayam ditempat yang tidak bisa dilihat oleh siapapun. kemudian para murid pun berpencar mencari tempat bersembunyi untuk melaksanakan tugas dari gurunya tersebut. Setelah itu mereka kembali dengan membawa ayamnya masing-masing dalam keadaan sudah disembelih.

Namun diantara mereka terdapat satu orang murid yang membawa ayamnya dalam keadaan belum disembelih. Murid tersebut adalah murid yang sangat dicintai oleh gurunya.

Oleh karena itu maka gurunya bertanya kepada murid tersebut " wahai muridku, kenapa kamu tidak melaksanakan tugasmu?"

Dia menjawab "wahai guruku, aku tidak melaksanakan tugas darimu karena aku tidak bisa menemukan tempat sembunyi yang tidak bisa dilihat oleh siapapun. dimanapun aku bersembunyi, Allah SWT tetap melihat kepadaku".

Setelah itu kemudian gurunya berkata kepada para murid yang lain "lihatlah murid ini. betapa takutnya dia kepada Allah SWT dan betapa tidak lupanya dia kepada Allah SWT disetiap tempat. oleh karena itu cintaku kepada murid ini lebih besar daripada cintaku kepada kalian. tidak diragukan lagi apabila dia telah besar dia akan menjadi salah satu orang yang soleh dan taat kepada tuhannya dalam setiap keadaan".

-Ahlak Lil-Banin

BAHAGIANYA MENJADI ORANG YANG TA'ATOrang yang ta'at ini adalah seorang anak yang bernama Hasan. Setiap hari yang dia lak...
19/11/2020

BAHAGIANYA MENJADI ORANG YANG TA'AT

Orang yang ta'at ini adalah seorang anak yang bernama Hasan. Setiap hari yang dia laksanakan adalah solat fardu pada waktunya, datang ke sekolah, membaca Al-Quraan dan melihat-lihat pelajaran dirumah.

karena kebiasaannya itu dia dicintai oleh ayahnya, ibunya dan juga guru-gurunya.

Apabila dia akan tidur dia selalu mengingat Allah dan bersyukur kepada Allah karena sepanjang harinya telah dijaga dari musibah dan bahaya. Dia juga membaca do'a “Bismika allahumma ahyaa wa amuut “ (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah aku hidup dan mati).

kemudian ketika bangun dari tidur dia membaca do'a “Alhamdulillahi alladzii ahyaana ba’da maa amaatanaa wailaihinnusuur” (Segala puji milik Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami kembali).

Kebiasaan lainya yaitu apabila akan makan dia mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrohiim” .

kemudian setelah selsai makan dia bersyukur kepada Allah atas ni'matnya makanan. karena dia tahu bahwa Allahlah yang telah menjadikan makanan itu untuk dirinya. Dia juga membaca do'a “Alhamdulillahi alladzii at’amanii hadza tha’aam min ghoiri hauli minnii walaaquwwatin” (Segala puji milik Allah yang telah memberiku makanan ini dengan tanpa adanya daya upaya dan kekuatan dariku).

Betapa bahagianya Hasan. dengan kebiasaannya itu, Allah meridoinya dan akan memas**annya ke surga.

-Tulisan diambil dari kitab Ahlak Lil-Banin
-Gambar Muhammad Hadi Assegaf diambil dari internet

Address

Tasikmalaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Ilmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category