23/12/2025
[REPOSTED]
Reposted from
Mungkin karena takut keburu takut lagi, jadi banyak hal dalam proses penerbitan Misi Menggagalkan Doa saya lakukan cepat saja.
Setelah mengumpulkan cerita-ceritanya selama beberapa tahun (wkwk, ya, lama banget memang), sekitar bulan Agustus-September, saya baca ulang dan mulai susun-susun untuk jadi sebuah kumpulan. Ada cerpen yang tadinya masuk kemudian saya hapus, begitu juga sebaliknya. Ada cerita yang tadinya tidak saya sertakan akhirnya saya tambahkan.
Kalau kover sih, siap sudah dari agak lama, terutama kolasenya yang jadi elemen Utama di sampul Misi Menggagalkan Doa. Kolase tersebut dibuat oleh teman saya, , berdasarkan kesannya setelah membaca cerpen Misi Menggagalkan Doa. Setelah itu saya minta tolong Adik untuk otak-atik bikin desain sampulnya.
September/Oktober saya berkontak dengan Langgam Pustaka, yang sebelumnya sudah pernah menerbitkan buku antologi Kawah Sastra Ciwidey, jadi sudah punya histori, lah. Di detik-detik terakhir setelah menerima file layout dari penerbit, masih ada cerpen yang saya edit.
November, bukunya sudah tercetak dan mulai disebarkan ke para pembaca. Tadinya tidak terpikir untuk membuat acara peluncuran, diskusi, atau lainnya. Namun ternyata, banyak teman yang lebih dulu mengulurkan tangan. Mulai dari patjarmerah yang ajak supaya Misi Menggagalkan Doa bisa tersedia di Los patjarmerah JILF 2025 kemarin, Taksu yang menawarkan untuk jadi tempat peluncuran, juga teman-teman lain yang mengajak untuk membahas kumcer ini.
6 Desember kemarin, peluncuran di Taksu terlaksana dengan aman dan menyenangkan. Banyak teman yang datang mendukung, padahal Jakarta sedang macet parah hari itu.
Terima kasih untuk semua dukungan teman-teman, semoga cerita-cerita dalam Misi Menggagalkan Doa bisa meninggalkan kesan di hati kawan-kawan.
Misi Menggagalkan Doa masih tersedia di Taksu Book Cafe.