22/10/2025
Judul: "Sepasang Sendal Ayah"
Part: 1
Hujan turun sejak sore. Di teras rumah yang sempit, seorang anak laki-laki duduk menunggu. Namanya Rafi, usia sepuluh tahun. Ia menatap jalan yang mulai sepi, menunggu sosok yang tak kunjung datang — ayahnya.
Sudah dua minggu ayah tidak pulang. Biasanya, setiap magrib, suara langkah berat ayah terdengar dari ujung gang, disusul dengan senyum lelah dan ucapan yang selalu sama,
> “Rafi udah makan belum, Nak?”
Tapi kali ini, hanya suara hujan dan angin malam.
Rafi memeluk lututnya. Di sebelahnya, sepasang sendal jepit tua yang talinya sudah nyaris putus — sendal ayah. Dulu ayah bilang, “Jangan dibuang, Raf. Sendal ini temanku kerja. Kalau aku pulang, dia juga pulang.”
Malam itu, ibu duduk di samping Rafi. Ia menggenggam tangan anaknya pelan, lalu berbisik,
> “Ayah nggak bisa pulang lagi, Nak. Tapi dia pasti pengen kamu tetap kuat.”
Rafi diam. Matanya basah. Ia menatap sendal ayah itu lama sekali. Lalu ia berbisik pelan,
> “Aku janji, Bu. Aku bakal jadi anak kuat, kayak Ayah.”
Bersambung ....