29/03/2026
Kisah haru datang dari Arfan (9), bocah kecil yang harus menjalani hidup penuh keterbatasan sejak dini. Ia ditinggalkan kedua orang tuanya sejak masih bayi, dan kini hanya tinggal bersama sang nenek di rumah sederhana yang jauh dari kata layak.
Di usia yang masih sangat muda, Arfan sudah terbiasa bekerja. Setiap hari sepulang sekolah, ia berkeliling mencari rumput untuk pakan ternak milik orang lain. Dari kerja kerasnya itu, ia hanya mendapat upah sekitar Rp10.000 per hari.
Uang tersebut ia kumpulkan untuk membantu sang nenek yang sehari-hari bekerja sebagai penjual daun kelapa. Penghasilan mereka yang minim digunakan untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan sekolah Arfan.
Meski sering berangkat sekolah dengan perut kosong tanpa uang jajan, semangat belajar Arfan tak pernah padam. Bocah kelas 3 SD ini tetap berusaha tegar menjalani hidup.
Mereka tinggal di rumah berdinding kayu dan bilik bambu yang sudah lapuk. Saat hujan turun, air kerap masuk dari berbagai celah. Bahkan, fasilitas MCK yang layak pun tidak tersedia di rumah tersebut.
Di balik segala keterbatasan, Arfan tetap berjuang dan berharap akan masa depan yang lebih baik.