Akuntan Digital

Akuntan Digital EDUKASI Bisnis

Vlogger ini banyak bagi video2 keren deh, lihat disini!
03/06/2023

Vlogger ini banyak bagi video2 keren deh, lihat disini!

07/02/2022

Docs Learn Telusuri Characterize DevOps Continuous Collaboration and Continuous Improvement Explore Continuous Collaboration

Modul : Bahasa Indonesia.

Jelajahi Kolaborasi Berkelanjutan

Kolaborasi Berkelanjutan adalah salah satu dari delapan kemampuan dalam taksonomi DevOps.

Temukan mengapa Kolaborasi Berkelanjutan diperlukan

Seringkali, tantangan komunikasi mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan suatu insiden. Misalnya, tiket mungkin dibuat tetapi teknisi dukungan mungkin tidak memantau email. Atau transisi pekerjaan teknisi pendukung ke rekan kerja saat giliran kerja mereka berakhir, dan konteks dapat hilang saat teknisi baru memilah semua komunikasi yang terjadi.

MTTR, atau waktu rata-rata untuk resolusi adalah pengukuran jumlah waktu rata-rata dari saat masalah terdeteksi hingga masalah tersebut benar-benar diperbaiki. Memperpendek MTTR dengan menyerang MTTK (berarti waktu untuk mengetahui) adalah KPI operasi yang baik. Mengurangi MTTK membutuhkan banyak kolaborasi di berbagai organisasi dan tim.

The 5 Dysfunctions of a Team , sebuah buku oleh Patrick Lencioni, mengidentifikasi lima disfungsi berikut:

Tidak adanya kepercayaan - Anggota tim yang hebat saling percaya pada tingkat fundamental dan emosional, dan mereka merasa nyaman menjadi rentan satu sama lain tentang kelemahan, kesalahan, ketakutan, dan perilaku mereka.Takut akan konflik - Tim yang saling percaya tidak takut untuk terlibat dalam dialog yang penuh semangat seputar masalah dan keputusan yang merupakan kunci keberhasilan organisasi.Kurangnya komitmen - Tim yang terlibat dalam konflik tanpa filter dapat mencapai persetujuan yang tulus seputar keputusan penting, bahkan ketika berbagai anggota tim pada awalnya tidak setuju, karena mereka memastikan bahwa semua pendapat dan ide diletakkan di atas meja dan dipertimbangkan.Penghindaran akuntabilitas - Tim yang berkomitmen pada keputusan dan standar kinerja tidak ragu untuk meminta pertanggungjawaban satu sama lain untuk mematuhi keputusan dan standar tersebut.Kurangnya perhatian pada hasil - Tim yang saling percaya, terlibat dalam konflik, berkomitmen pada keputusan, dan meminta pertanggungjawaban satu sama lain sangat mungkin untuk mengesampingkan kebutuhan dan agenda individu mereka dan fokus hampir secara eksklusif pada apa yang terbaik untuk tim.Apa itu Kolaborasi Berkelanjutan?

Kolaborasi Berkelanjutan adalah praktik yang mendukung perubahan budaya yang merupakan kunci dari setiap perjalanan DevOps. Kolaborasi Berkelanjutan memungkinkan tim untuk berinovasi di luar batas pertemuan yang direncanakan, dan mendorong inovasi dalam tim dengan menciptakan pengalaman terintegrasi.

Silo dapat dipecah menggunakan teknologi dan praktik yang memungkinkan tim untuk bekerja sama meskipun tidak ada lokasi bersama yang ideal.

Tinjau The Agile Manifesto dari perspektif Kolaborasi Berkelanjutan dan Anda akan menyadari bahwa itu semua tentang nilai berkolaborasi dan memiliki interaksi pribadi untuk benar-benar berinovasi. Kolaborasi Berkelanjutan mendorong Anda untuk menghargai:

Individu dan interaksi atas proses dan alatPerangkat lunak yang berfungsi melalui dokumentasi yang komprehensifKolaborasi pelanggan melalui negosiasi kontrakMenanggapi perubahan mengikuti rencana

Menurut Accelerate : "Budaya organisasi memprediksi cara informasi mengalir melalui suatu organisasi. Aliran informasi yang baik sangat penting untuk operasi yang aman dan efektif dari lingkungan bertempo tinggi dan berkonsekuensi tinggi, termasuk organisasi teknologi."

Budaya dan kolaborasi lintas fungsi memiliki banyak dampak menguntungkan pada kinerja, termasuk:

Perspektif yang berbeda, yang dapat memacu inovasiDukungan dan kepercayaan, yang dapat membantu meningkatkan momentum perubahanPengetahuan diserbuki silang, dan semua orang belajar lebih banyakTantangan dari ide-ide lamaMeratakan lapangan permainan

Kolaborasi bergantung pada komunikasi, dan cara Anda berkomunikasi adalah cara Anda membangun perangkat lunak. Melihat komunikasi melalui lensa Hukum Conway menunjukkan kepada kita bahwa:

Tim fungsional tertutup membuat solusi khusus dan tertutup.Tim lintas fungsi menciptakan solusi yang memberikan kemampuan .

Oleh karena itu, merancang tim dan arsitektur seputar layanan mikro adalah cara yang efektif untuk memfokuskan tim pada kemampuan.

Butuh bantuan? Lihat panduan pemecahan masalah kami atau berikan umpan balik spesifik dengan melaporkan masalah .

Bahasa Indonesia

Tema

Dokumen Versi SebelumnyaBlogBerikan kontribusiPrivasi & CookiesPersyaratan PenggunaanMerek Dagang© Microsoft 2022

Tips Struktural dan Teknik Marketing Digital
26/12/2021

Tips Struktural dan Teknik Marketing Digital

26/12/2021

BMC (Bisnis Model Canvas)
Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC adalah kerangka kerja yang dikenal banyak untuk mendefinisikan model bisnis startup.
Bisnis model kanvas disusun dengan tujuan untuk menjelaskan, menilai, memvisualisasikan, serta mengubah model bisnis sehingga kinerja yang dihasilkan ole h startup lebih maksimal.
Business Model Canvas ini bisa diterapkan oleh semua jenis startup tanpa terbatas sektor usaha.
Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)
Key activities adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis yang berkaitan dengan sebuah produk, di mana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai.
Poin ini diperlukan sebagai salah satu strategi bisnis terpenting yang harus Anda lakukan untuk membuat elemen business model canvas ini berfungsi.
Di mana, kegiatan-kegiatan utama harus secara langsung terkait dengan Value Propositions perusahaan.
Di mana, jika key activities ini tidak terkait dengan value propositions, maka ada sesuatu yang salah, karena aktivitas yang Anda anggap paling penting tidak memberikan nilai kepada pelanggan. Key Activities biasanya dipecah menjadi tiga kategori yaitu:
1. Produksi
Kategori ini mengacu pada penyampaian produk atau jasa kepada pelanggan. Biasanya, Anda harus melakukan ini dengan kualitas tinggi atau kuantitas tinggi, tergantung pada branding usahamu.
2. Pemecahan Masalah
Menemukan solusi baru untuk masalah masing-masing pelanggan juga dapat menjadi tugas utama bisnismu. Hal ini biasa dilakukan oleh konsultan atau organisasi layanan.
3. Platform/Jaringan
Jaringan perangkat lunak biasa berfungsi sebagai platform. Untuk itu, key activities perusahaan semacam ini adalah untuk terus memperbarui dan menginovasi platform mereka.
Key Partnership (Kerjasama)
Elemen business model canvas ini berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya dalam bisnis Anda.
Posisi-posisi partner kunci tersebut bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat.
Tak ada salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan ekspektasi.
Untuk mengisi blok ini, Anda harus membuat daftar tugas dan kegiatan yang penting.
Untuk mengisinya, Anda bisa menggunakan pemasok dan mitra untuk membuat model bisnis berfungsi.
Biasanya ada 3 alasan untuk menciptakan kemitraan, misalnya skala ekonomi, pengurangan risiko dan ketidakpastian, juga akuisisi sumber daya atau aktivitas
Cost Structure (Struktur Biaya)
Model bisnis ini merupakan konsekuensi secara finansial dari cara yang digunakan dalam model bisnis yang Anda buat. Di sini, Anda harus memetakan biaya dan memastikan bahwa biaya sesuai dengan value Propositions bisnis.
Dalam block ini, Anda harus bisa menetapkan biaya paling mahal dan paling penting setelah Key Resources, Key Partnership, dan Key Activities ditetapkan.
Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.
Hal ini juga dapat menentukan proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan.
Pada elemen terakhir ini, tentu dibutuhkan laporan keuangan dan pembukuan yang tepat.
Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen)
Elemen yang dimaksud pada business model canvas ini adalah sekat yang merupakan keunggulan produk, apa saja sesungguhnya poin-poin yang dapat mendatangkan manfaat yang ditawarkan bisnis atau perusahaan bagi customer segment-nya.
Hal ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis yang lain.
Sebelum memulai sebuah bisnis, Anda harus mengetahui terlebih dulu siapa target audience yang mungkin bisa menjadi pelanggan produk Anda.
Apa keuntungan yang bisa Anda berikan kepada pelanggan? Produk apa yang ingin Anda tawarkan?
Untuk lebih detailnya, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan di dalam value propositon yang harus Anda jawab dan bisa menjadi isi dalam business plan.
1. Produk dan Servis
Cobalah mulai dengan menulis semua proposisi dari produk atau servis yang ingin Anda jual. Apakah produk yang ingin Anda juala bisa membantu pelanggan dalam memperbaiki pekerjaan fungsional, sosial, dan emosional.
Setelah menuliskan semua proposisi nilai dari produk, cocokkan nilai mana saja yang sesuai dengan kepentingan pelanggan; apakah penting atau tidak penting.
Dengan menjawab semua block ini, Anda bisa mengevaluasi proposisi nilai yang sebelumnya hanya dituliskan tanpa dicocokkan dengan kebutuhan pelanggan.
2. Pain Relievers
Pada block ini, Anda harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa yang Anda pasarkan bisa meringankan penderitaan dan beban pelanggan.
Di mana, block ini akan menghilangkan atau mengurangi isi dari blok customer pain yang berhubungan dengan situasi yang tidak diinginkan, risiko pelanggan pada saat sebelum, selama, dan sesudah pekerjaan selesai.
Pertanyaan yang perlu dijawab oleh perusahaan berhubungan dengan pertanyaan yang ada pada customer pain, seperti:
• Apakah pelanggan bisa lebih menghemat waktu, uang, atau usaha?
• Apakah pelanggan bisa lebih baik?
• Apakah produk bisa menyelesaikan performa kerja yang buruk?
• Apakah produk bisa menghilangkan risiko yang ditakuti oleh pelanggan?
3. Gain Creators
Dalam block ini, Anda harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa yang Anda jual bisa membuat pelanggan diuntungkan. Blok ini harus dapat menjawab pertanyaan yang ada pada blok customer gain.
Berikut adalah pertanyaan yang harus Anda jawab dalam block gain creators.
• Apakah pelanggan bisa lebih menghemat waktu, uang, atau usaha?
• Apakah produk menghasilkan solusi melebihi harapan pelanggan?
• Apakah bisa membuat pekerjaan pelanggan menjadi lebih mudah?
• Apakah bisa memberikan hasil positif yang cocok untuk pelanggan?
Channels (Saluran)
Channel yang dimaksud di sini adalah media atau sarana apa saja yang bisa Anda gunakan untuk menyampaikan produk atau jasa.
Channel atau saluran adalah bagaimana Anda bisa menyampaikan produk Anda sampai hingga kepada konsumen.
Melalui penggunaan channels yang tepat, Anda baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments.
Ini adalah salah satu elemen Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC yang penting.
Jadi, cobalah pikirkan channels yang ingin Anda gunakan dengan baik, karena penentuan channels adalah salah satu elemen penting bagi keberhasilan sebuah bisnis.
Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab ketika ingin menentukan channel apa yang ingin Anda gunakan seperti bagaimana produk dan layanan bisnis Anda dikirimkan ke pasar?
Atau cara perusahaan memberikan produk dan layanan kepada pelanggan.
Key Resource (Sumber Daya)
Key resource adalah sekat dalam bisnis model kanvas yang berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan untuk mewujudkan value proposition mereka.
Semua jenis sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, mengontrol stok barang, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat Business model canvas.
Poin ini membahas mengenai sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Di sini, Anda harus menjelaskan aset yang Anda perlukan untuk membuat model bisnis startup ini berfungsi.
Di mana, key resources ini terbagi menjadi 4 kategori yaitu:
• Fisik: gedung, kendaraan, mesin, dan jaringan distribusi.
• Intelektual: merek, pengetahuan spesialis, paten, dan hak cipta.
• SDM: Orang-orang yang akan menjadi sumber daya utama, terutama untuk perusahaan di industri kreatif atau pengetahuan yang intensif.
• Keuangan: Jalur kredit, saldo tunai, dan sebagainya.
Customer Relationship (Hubungan Konsumen)
Customer Relationship merupakan elemen dalam contoh bisnis model canvas atau business model canvas di mana perusahaan menjalin ikatan dengan pelanggannya.
Bagian ini harus Anda jawab untuk mengetahui bagaimana cara Anda menjalin hubungan dengan pelanggan.
Di mana, karakteristik pelanggan berbeda-beda, sehingga Anda harus memahami bagaimana Anda mengambil hati pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah loyal.
Perlu pengawasan yang ketat dan intensif agar pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.

Membuat Business Plan dengan Menggunakan Bisnis Model Canvas
Saat ini, banyak bisnis startup yang mulai bermunculan, di mana founder atau CEO di dalam bisnis tersebut biasanya dijabat oleh generasi millenial.
Apakah perusahaan yang sedang Anda pimpin saat ini juga termasuk bisnis startup?
Banyak orang yang meragukan kesuksesan sebuah bisnis startup, di mana kebanyakan bisnis startup akan mengalami kegagalan di 4 tahun pertamanya. Hal ini biasanya terjadi karena tidak adanya business plan yang bagus.
Di bawah ini, kita akan membahas mengenai beberapa hal mengenai cara merancang business plan yang bagus untuk bisnis startup.
Sebelum memahami cara merancang dan membuat business plan, apakah Anda sudah mengetahui apa itu business plan?
Business plan adalah pernyataan formal dan tertulis yang berisi tujuan, cara mencapai tujuan, hingga rincian keuangan atau permodalan susunan para pemilik dan manajemen perusahaan, serta bagaimana cara mencapai tujuan bisnis tersebut.
Sebuah perencanaan bisnis yang baik harus bisa menjawab pertanyaan penting dari investor atau kreditor, misalnya:
1. Apakah investor bisa menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini?
2. Apakah investor menyukai dan mengerti bisnis yang ingin ia berikan dana?
3. Apakah perusahaan dapat dipercaya?
Jadi, sebelum investor atau kreditur bertanya, Anda haruslah menjawab pertanyaan di atas dengan sedetail mungkin di dalam business plan tersebut. Dengan begitu, investor akan lebih memercayai bisnis Anda.
Dalam business plan, jangan lupa juga untuk menuliskannya secara detail namun tidak bertele-tele, karena hal itu justru bisa membuat investor malas membaca rencana bisnis tersebut.
Salah satu model business plan yang sering dilakukan oleh bisnis startup adalah dengan membuat business model canvas (BMC) yang dibuat oleh Alexander Osterwalder seperti contoh yang telah dijelaskan sebelumnya
Menurut Alexander, dalam membuat business plan, seorang pelaku bisnis, harus bisa mengisi 9 block yang juga adalah telah dijelaskan sebelumnya tentang contoh Business Model Canvas (BMC).
Dengan membuat business plan, Anda bisa lebih mudah dalam merencanakan bisnis dengan tepat dan memungkinkan bisnis Anda bisa terus berkembang dan jauh dari risiko kegagalan.
Gunakan Aplikasi Akuntansi Jurnal By Mekari Dengan Fitur Laporan Keuangan Yang Tepat Dan Akurat!
Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan software akuntansi.
Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat Anda gunakan untuk membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan aman, serta data yang tercatat akan disajikan secara realtime.
Keunggulan lain dari Jurnal adalah adanya software & aplikasi inventory barang yang memiliki fitur aplikasi perhitungan stok barang dan fitur aplikasi untuk memantau stok gudang.
Selain itu online invoice Jurnal juga dapat membantu dalam pembuatan faktur, hingga penyimpanan bukti transaksi yang dapat memudahkan bisnis Anda.

Address

Tegal
52137

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Akuntan Digital posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share