Tegal Hari Ini

Tegal Hari Ini Informasi terbaru area Tegal dan sekitarnya.

Pegadaian Area Tegal Gelar Festival Emas di Rita Supermall TegalPegadaian Area Tegal menggelar Festival Emas pada 1–7 Se...
04/09/2026

Pegadaian Area Tegal Gelar Festival Emas di Rita Supermall Tegal

Pegadaian Area Tegal menggelar Festival Emas pada 1–7 September 2026 di Rita Supermall Tegal. Acara ini menghadirkan Bazar Lelang Emas dengan berbagai pilihan cincin, gelang, kalung, hingga logam mulia.

Tak hanya berburu emas, pengunjung juga dapat menikmati Tebus Murah Sembako, K-Pop Dance Competition dan Noraebang, Lomba Fashion Show Batik Anak Nusantara, Spin Wheel, serta beragam doorprize menarik.

Yuk, ajak keluarga dan sahabat datang ke Festival Emas Pegadaian di Rita Supermall Tegal. Nikmati kemeriahan acaranya dan temukan emas incaranmu!

TEGAL - Suasana haru dan bahagia menyelimuti Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal pada Selasa, 1 September...
03/09/2026

TEGAL - Suasana haru dan bahagia menyelimuti Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal pada Selasa, 1 September 2026. Hari itu, seorang warga Desa Pesarean bernama Rahma resmi dipersunting oleh warga negara asing asal Hungaria, Robert.

Sehari sebelum akad nikah, tepatnya pada hari Senin (31/8/2026), Robert telah menjalani proses menjadi mualaf bersama MUI Kabupaten Tegal. Proses tersebut menjadi syarat sebelum keduanya melangsungkan pernikahan secara Islam.

Akad nikah yang digelar di kediaman mempelai wanita tersebut dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan warga sekitar. Saking istimewanya momen ini, rumah tempat berlangsungnya acara dilaporkan sampai sesak oleh warga yang ingin menyaksikan langsung.

Bagi warga Pesarean, pernikahan ini menjadi momen yang jarang terjadi karena mempelai pria merupakan warga negara asing. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya yang datang untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Semoga pernikahan Rahma dan Robert menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, dan menjadi contoh kerukunan serta toleransi antar budaya. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

source: BeritaTegal_terkini

 Mulai 15 September 2026, pembelian BBM subsidi di sejumlah SPBU akan mewajibkan konsumen menunjukkan STNK kendaraan. Ke...
03/09/2026



Mulai 15 September 2026, pembelian BBM subsidi di sejumlah SPBU akan mewajibkan konsumen menunjukkan STNK kendaraan. Kebijakan ini saat ini masih dalam tahap transisi, uji coba, dan sosialisasi hingga 14 September, dengan pengecekan STNK diterapkan pada BBM jenis Biosolar.

Pertamina Patra Niaga menegaskan, pemeriksaan STNK bukan untuk mengecek status pajak kendaraan. Pengecekan dilakukan untuk mencocokkan data kendaraan dengan QR pembelian serta mencegah pengisian BBM subsidi secara berulang yang berpotensi disalahgunakan. Setelah masa transisi berakhir, konsumen yang tidak membawa STNK tidak akan dilayani untuk pembelian BBM yang menjadi sasaran kebijakan tersebut.

source : Detiksumbagsel

Sebanyak 49 siswa SMAN 3 Nganjuk keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).“Untuk menunya nasi goreng....
02/09/2026

Sebanyak 49 siswa SMAN 3 Nganjuk keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual.” kata Wabup Nganjuk, Trihandy Cahyo.

Andi Joko Santoso, salah guru SMAN 3 Nganjuk, pun membeberkan kronologi kejadian.
“Tadi datang menu MBG jam 10.00 WIB. Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah.” ungkapnya.

Siswa yang mengalami gejala keracunan dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara. Menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi goreng dengan ayam suwir dan tahu bulat, tetapi belum diketahui bagian yang menyebabkan keracunan.

Hingga kini, tercatat 49 korban, terdiri dari 48 siswa SMAN 3 Nganjuk dan satu guru perempuan. Sebanyak 20 korban dirawat di Puskesmas Begadung, 17 di RSUD Nganjuk, dan 12 di RS Bhayangkara. Menu tersebut diketahui berasal dari SPPG Begadung, namun pihak SPPG belum memberikan keterangan.

Sourxe : detikjatim

Kronologi:Rabu, 02 Sept 2026, sekitar pukul 06.02, ada orang berjalan di depan homestay Umah Tabebuya di jalan Pantura D...
02/09/2026

Kronologi:
Rabu, 02 Sept 2026, sekitar pukul 06.02, ada orang berjalan di depan homestay Umah Tabebuya di jalan Pantura Desa Sidoharjo, Kec. Suradadi, Kab. Tegal (200 meter timur RSUD Suradadi). Pelaku mendekati pagar lalu tengak tengok dan kemudian membakar pohon kurma. Usai membakar pelaku langsung kabur ke arah barat.mhon bagi yang mengenali pelaku bisa DM mimin

laporan Umah Tabebuya

  sebuah masjid yang berada tidak jauh dari Balai Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten kini berubah f...
02/09/2026

sebuah masjid yang berada tidak jauh dari Balai Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten kini berubah fungsi menjadi dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Kepala Desa Karanganom, Abdul Aziz menegaskan bahwa secara administrasi di peta desa bangunan tersebut masih tercatat sebagai tempat peribadatan atau Masjid.

“Perubahan fungsi masjid menjadi SPPG sempat menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Pasalnya bangunan tersebut selama ini digunakan untuk kegiatan ibadah santri dan sebagian warga sekitar,” ujarnya.

Abdul Azis menjelaskan bahwa secara administrasi kepemilikan, masjid tersebut berdiri di atas tanah dan bangunan milik yayasan pengelola Pondok Pesantren.

“Itu milik yayasan, bukan milik desa maupun warga. Jadi kewenangan untuk mengelola dan mengalihfungsikan ada di pihak yayasan,” terang dia.

Kades juga mengaku sudah mengingatkan pihak yayasan sebelum masjid tersebut diubah fungsinya menjadi perkantoran dan operasiaonal dapur SPPG.

Lebih lanjut, Kades mengatakan pemerintah desa tidak ikut campur dalam keputusan tersebut. Pihak desa hanya mengetahui dan menghormati kebijakan dari yayasan selaku pemilik sah.

“Persoalan tersebut bukan bukan semata menyangkut bangunan fisik, melainkan juga fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada Masjid,” tandasnya.

Sementara itu, Jarwaji, salah seorang relawan SPPG saat ditemui mengatakan tidak tahu menahu secara pasti terkait pengalihan fungsi bangunan masjid untuk SPPG.

Ia menjelaskan, keberadaan masjid tersebut selama ini lebih banyak digunakan untuk kepentingan internal lingkungan pondok, sementara warga desa memiliki masjid lain.

“Masjid tidak digunakan warga desa. Di desa sudah ada masjid desa,” kata Jarwaji singkat, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, bangunan dan lahan ini sejak awal berkaitan dengan yayasan yang menaungi pondok pesantren. Saat ini, fungsi bangunan digunakan untuk kegiatan SPPG.

Via: akuwongklaten

01/09/2026

Sekitar 50 ambulans disiagakan di sekitar Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, untuk membantu penanganan pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah seorang pengemudi ambulans berinisial S mengatakan, dirinya saat ini bersiaga di Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

“Saya stand by di MTs depan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin. Sekitar 50-an ambulans yang stand by di sini,” katanya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa malam.

Menurut S, sejumlah ambulans telah beberapa kali membawa pasien dari pondok pesantren menuju rumah sakit.

Dalam kondisi tertentu, ambulans harus melakukan perjalanan pulang-pergi hingga beberapa kali untuk mengantar pasien mendapatkan penanganan medis.

“Teman-teman juga dua-tiga kali pulang pergi ke rumah sakit,” ujarnya.

Dari fasilitas kesehatan yang menaunginya, satu unit ambulans dikerahkan dengan personel satu pengemudi dan dua tenaga medis.

Menurut S, komposisi tersebut merupakan personel maksimal yang dapat diberangkatkan dalam satu ambulans.

menambahkan bahwa hingga saat ini, proses penanganan pasien masih berlangsung.

“Pasien yang masih bisa ditangani di pondok, akan ditangani di pondok. Ditangani oleh Dinas Kesehatan, RS terdekat, puskesmas terdekat,” katanya.

S menyebut sekitar 100 pasien masih menjalani perawatan di lingkungan pondok pesantren. Mereka merupakan pasien dengan gejala ringan, antara lain mengalami mual, tetapi masih dapat diajak berkomunikasi dan tidak sampai kehilangan kesadaran.

Pasien dengan gejala ringan tersebut dirawat di sejumlah lokasi di dalam kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam, termasuk aula dan masjid yang berada di dekat pintu masuk pondok.

Sementara pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Proses penanganan dan pemilahan kondisi pasien masih dilakukan oleh petugas kesehatan di lokasi.

source : infosidoarjo

Tuntut bae kudune wis ana bukti buktine ikih ben pada kapok Terus wis gawe gaduh masyarakatSing wadon ngaku Dudu panitia...
01/09/2026

Tuntut bae kudune wis ana bukti buktine ikih ben pada kapok Terus wis gawe gaduh masyarakat
Sing wadon ngaku Dudu panitia tapi jebule panitia wkwkwk, cuci tangan wkwkwk

terus video Klarifikasine (slide3) kayak kie tok? Donge dibahas ouh pernyataan sing jarene iwake nganti pan 2 Ton
Sing gawe gegerkan gara gara iwake 2 Ton jare tapi pada boncos, pimen kuwe daning masalah iwak ora dibahas?

Videone klarifikasi laka semenit kur ngasi tah

sourde : Tegal projext

01/09/2026

Dua ekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak atau kamera trap di kawasan Hutan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Kemunculan dua predator puncak Pulau Jawa tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 25 detik.

Dalam rekaman tersebut, dua macan tutul terlihat melintas di jalur yang sama. Keduanya memiliki variasi warna berbeda. Macan pertama memiliki morf melanistik atau dikenal sebagai macan kumbang dengan warna hitam pekat.

Sementara macan kedua memiliki pola totol atau rosette yang menjadi ciri khas macan tutul Jawa. Rekaman ini menunjukkan keberadaan dua individu dengan variasi warna berbeda di kawasan hutan Mendolo.

Kamera trap tersebut dipasang dalam kawasan hutan melalui gerakan konservasi masyarakat yang dilakukan Paguyuban Petani Muda (PPM) Desa Mendolo bersama Swara Owa.

Kemunculan dua macan tutul Jawa tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem hutan di wilayah Mendolo masih terjaga.

Sebagai catatan, macan tutul Jawa berstatus satwa dilindungi dan populasinya terbatas. Memburu, menangkap, melukai, atau membunuh satwa dilindungi dilarang dan diancam pidana. Titik pasti pemasangan kamera trap sengaja tidak dipublikasikan demi keamanan satwa. Warga sekitar hutan diimbau tetap tenang, tidak mendekati atau memancing konflik, dan segera melapor ke perangkat desa, BKSDA, atau aparat setempat bila menemukan indikasi perburuan maupun perjumpaan langsung.

:

source :swaraOwa x pekalongan info


Address

Mejasem
Tegal

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tegal Hari Ini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share