Mataberita

Mataberita .net



PT.

Akun resmi situs berita www.mataberita.net
Tiktok : https://www.tiktok.com/
Instagram : https://www.instagram.com/mataberita_net/
Threads: https://www.threads.com/
Youtube : https://www.youtube.com/ Mata Digital Internasional yang menaungi www.mataberita.net mampu menjadi Perusahaan Media Online Nasional yang melebarkan hingga Internasional dengan mengedepankan independent dalam berita. Sendiri, berjiwa bebas, tidak terikat, merdeka, ketidaktergantungan dan bebas, ya sebuah ungkapan untuk terus menerjang industri pers. Tentunya mampu menjadi media yang memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers. Disamping itu juga secara substantif mampu mengedepankan netralitas pers dalam menghadapi tarik menarik di tahun politik.

14/08/2026

Ahok Tantang DPR: “Saya Tantang DPR Panggil Saya!” Pernyataannya Bikin Suasana Memanas

Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan tegas terkait DPR. Dalam sebuah pernyataan yang ramai diperbincangkan, Ahok secara terbuka menantang DPR untuk memanggil dirinya.

“Saya tantang DPR panggil saya,” ujar Ahok.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik. Pasalnya, Ahok dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik secara terbuka dan tanpa banyak basa-basi ketika membahas persoalan pemerintahan maupun kebijakan publik.

Tantangan tersebut muncul di tengah pembahasan mengenai kewenangan DPR dalam meminta penjelasan dari pihak-pihak yang dianggap perlu memberikan keterangan terkait suatu persoalan.

Alih-alih menghindar, Ahok justru menyatakan kesiapannya apabila DPR benar-benar ingin meminta penjelasan darinya.

Ahok Pilih Hadapi Langsung

Bagi Ahok, pemanggilan oleh lembaga legislatif bukan sesuatu yang harus ditakuti apabila dirinya memang memiliki penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sikap tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan warganet. Sebagian menilai pernyataan Ahok sebagai bentuk keberanian menghadapi forum resmi DPR.

Ada p**a yang menilai tantangan tersebut harus dibuktikan dengan pembahasan yang terbuka dan berdasarkan data, bukan sekadar adu pernyataan di ruang publik.

Jika DPR benar-benar memanggil Ahok, publik tentu akan menunggu apa saja yang akan disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

DPR Kini Disorot

Pernyataan Ahok secara tidak langsung juga menempatkan DPR dalam sorotan.

Jika pemanggilan memang diperlukan untuk mendapatkan penjelasan, publik akan menunggu apakah DPR akan menggunakan kewenangannya untuk memanggil Ahok.

Sebaliknya, apabila persoalan tersebut tidak berlanjut, tantangan Ahok kemungkinan akan terus menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Yang jelas, pernyataan “Saya tantang DPR panggil saya” telah membuat isu tersebut semakin menarik perhatian.

Publik pun kini menunggu kelanjutannya:

Apakah DPR benar-benar akan memanggil Ahok, atau tantangan tersebut hanya berhenti sebagai pernyataan di ruang publik?

Jika pemanggilan terjadi, forum tersebut berpotensi menjadi panggung menarik karena Ahok harus memberikan penjelasan secara langsung di hadapan wakil rakyat.

Bukan lagi sekadar debat di media sosial. Kini tantangannya adalah: berani panggil, berani jawab, dan berani buka data.

14/08/2026

PTUN Tegaskan Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Informasi Publik, Polemik Keterbukaan Kembali Memanas

Polemik mengenai dokumen pendidikan Joko Widodo kembali menjadi perhatian publik. Dalam rangkaian sengketa informasi yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), status sejumlah dokumen terkait pendidikan Jokowi telah dinyatakan sebagai informasi publik yang dapat diakses, meski terdapat batasan terhadap informasi pribadi tertentu.

Sebelumnya, Komisi Informasi Pusat (KIP) mengabulkan sebagian permohonan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi atau Bonjowi. Dalam putusannya, KIP menyatakan sejumlah dokumen terkait studi Jokowi di UGM sebagai informasi terbuka, sepanjang tidak memuat nilai atau informasi pribadi pihak lain.

Dokumen yang menjadi bagian dari putusan tersebut antara lain salinan ijazah, transkrip nilai, KRS, KHS, dokumen KKN, skripsi atau tugas akhir, dokumen pembimbing dan sidang, hingga dokumen yudisium serta buku wisuda.

Namun, ada hal penting yang perlu digarisbawahi. KIP tidak menyatakan ijazah asli Jokowi berada dalam penguasaan UGM. Dalam putusannya, KIP menyebut dokumen ijazah asli tidak berada dalam penguasaan pihak kampus sebagai termohon.

UGM Ajukan Keberatan

Putusan KIP tersebut kemudian menjadi dasar bagi UGM untuk mengajukan keberatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Persidangan di PTUN Jakarta pun bergulir dengan memperdebatkan apakah putusan KIP yang memerintahkan keterbukaan dokumen terkait pendidikan Jokowi dapat dipertahankan atau harus dibatalkan.

Dalam persidangan, pihak UGM berargumen bahwa dokumen ijazah merupakan dokumen pribadi yang harus mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan mengenai informasi pribadi.

Sementara pihak Bonjowi mempertahankan posisi bahwa dokumen tertentu yang berkaitan dengan proses pendidikan dan pencalonan sebagai pejabat publik memiliki aspek kepentingan publik.

Bukan Berarti Semua Data Pribadi Dibuka

Perdebatan ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman di media sosial.

Status sebagai informasi publik tidak berarti seluruh isi dokumen boleh dibuka tanpa batas.

KIP sendiri memberikan batasan bahwa informasi yang mengandung nilai maupun informasi pribadi pihak lain tetap harus dilindungi. Jadi, keterbukaan informasi tetap harus berjalan berdampingan dengan perlindungan data pribadi.

Karena itu, persoalan yang sedang diperdebatkan bukan semata-mata apakah Jokowi memiliki ijazah atau tidak, melainkan sejauh mana dokumen yang berkaitan dengan pendidikan dan proses pencalonannya dapat diakses masyarakat.

Publik Menunggu Putusan Akhir

Perkara ini menjadi semakin menarik karena isu ijazah Jokowi telah lama menjadi perdebatan di ruang publik.

Kelompok yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut terus meminta keterbukaan, sementara pihak yang membela keabsahan dokumen menilai persoalan tersebut seharusnya diselesaikan berdasarkan bukti dan prosedur hukum, bukan spekulasi.

Dalam persidangan PTUN, pihak Bonjowi juga menghadirkan mantan Hakim Konstitusi Maruarar Siahaan sebagai ahli untuk memperkuat argumentasi mereka terkait sengketa tersebut.

Dengan demikian, perlu dibedakan antara putusan mengenai keterbukaan informasi dengan putusan mengenai keaslian ijazah.

Putusan yang menyatakan dokumen tertentu sebagai informasi publik tidak otomatis berarti pengadilan menyatakan ijazah Jokowi palsu atau asli. Persoalan keaslian merupakan isu berbeda yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum tersendiri.

Kini perhatian publik tertuju pada proses hukum yang berlangsung. Apakah dokumen pendidikan Jokowi nantinya benar-benar dapat diakses sesuai putusan yang berlaku, atau justru terdapat pembatasan berdasarkan ketentuan perlindungan data pribadi?

Satu hal yang jelas: polemik ijazah Jokowi kembali masuk ke ruang hukum, dan publik menunggu bagaimana pengadilan menentukan batas antara hak masyarakat memperoleh informasi dengan hak seseorang atas perlindungan data pribadinya.

14/08/2026

Sudah Menikah Bertahun-Tahun, Rumah Tangga Runtuh dalam Semalam Gegara Perselingkuhan

Rumah tangga yang telah dibangun selama bertahun-tahun mendadak berada di ujung kehancuran setelah dugaan perselingkuhan terbongkar. Hubungan yang sebelumnya terlihat baik-baik saja berubah menjadi konflik besar dalam waktu singkat.

Keretakan rumah tangga tersebut bermula ketika sang suami diduga mengetahui istrinya menjalin hubungan dengan pria lain. Kecurigaan yang selama ini muncul akhirnya memicu pertengkaran hebat di antara keduanya.

Emosi pun tak terbendung. Dalam sebuah rekaman yang beredar di media sosial, sang suami terlihat mengusir istrinya dari rumah. Bahkan, dalam situasi yang memanas, ia disebut sempat menyeret istrinya keluar.

Video tersebut kemudian menjadi viral dan menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mengecam dugaan perselingkuhan yang dianggap telah menghancurkan rumah tangga yang dibangun selama bertahun-tahun. Namun, sebagian lainnya mengingatkan bahwa persoalan rumah tangga seharusnya tidak diselesaikan dengan kekerasan.

Perselingkuhan memang dapat menghancurkan kepercayaan yang dibangun pasangan selama bertahun-tahun. Namun, ketika konflik berubah menjadi tindakan fisik, persoalannya bukan lagi sekadar soal hubungan suami istri, melainkan juga menyangkut keselamatan dan martabat kedua belah pihak.

Hingga kisah tersebut menjadi perbincangan luas, publik masih menunggu kejelasan mengenai kronologi sebenarnya serta kondisi kedua pihak setelah kejadian.

Kisah ini kembali menjadi pengingat bahwa kepercayaan dalam rumah tangga dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa runtuh hanya dalam satu malam ketika kesetiaan dipertaruhkan.

Prabowo Soroti Kemiskinan: Indonesia Kaya, Tapi Masih Banyak Rakyat yang Hidup SusahPresiden Prabowo Subianto kembali me...
14/08/2026

Prabowo Soroti Kemiskinan: Indonesia Kaya, Tapi Masih Banyak Rakyat yang Hidup Susah

Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan kemiskinan yang masih dihadapi masyarakat Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan besar yang harus diselesaikan pemerintah.

Meski demikian, Prabowo mengaku terkesan melihat keteguhan masyarakat yang tetap mampu tersenyum dan menjalani kehidupan di tengah keterbatasan ekonomi.

Ia menggambarkan masih ada masyarakat yang hidup dengan kondisi sederhana, bahkan dengan pakaian dan tempat tinggal yang sangat terbatas. Namun, menurutnya, mereka tetap menunjukkan semangat dalam menjalani kehidupan.

“Rakyat kita masih banyak yang miskin. Yang luar biasa, rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum,” kata Prabowo saat menghadiri peluncuran motor listrik nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo kemudian mengaitkan persoalan kemiskinan dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Ia menilai Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas sekaligus dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Menurutnya, luasnya wilayah dan besarnya kekayaan Indonesia terkadang justru membuat masyarakat tidak sepenuhnya menyadari betapa besar potensi yang dimiliki bangsa ini.

“Negara kita sangat besar. Kadang-kadang saking besarnya, kita tidak sadar berapa besar negara kita. Negara kita sangat kaya,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung bagaimana kekayaan alam Indonesia selama ini kerap dimanfaatkan oleh pihak dari luar negeri. Karena itu, ia menekankan pentingnya kemampuan bangsa Indonesia untuk mengelola sumber daya alam secara mandiri dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Presiden menilai Indonesia kini berada pada tahap yang lebih matang dalam mengelola kekayaan nasional. Ia optimistis kemampuan bangsa dalam mengelola sumber daya akan terus meningkat sehingga kekayaan tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang kita sudah lebih matang sebagai negara. Sekarang kita sudah lebih matang sebagai bangsa,” tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut pun kembali menjadi sorotan. Di satu sisi, Prabowo menekankan besarnya kekayaan Indonesia. Di sisi lain, ia mengakui bahwa masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan.

Tantangannya kini adalah bagaimana kekayaan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia benar-benar dapat dikelola secara efektif, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Indonesia disebut kaya sumber daya, tetapi pekerjaan rumah pemerintah masih besar: memastikan kekayaan tersebut mampu mengubah kehidupan rakyat yang hingga kini masih berjuang keluar dari kemiskinan.

14/08/2026

Harga Sawit Turun, Zulkifi Hasan : Kalau Harga CPO Dibawah Rp2.000 Langsung Laporkan

Pemerintah Jaga Harga CPO dan Minyakita, Zulhas: Jangan Sampai Harga Rakyat Melambung!

Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di dalam negeri. Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus memastikan harga minyak goreng rakyat seperti Minyakita tetap terjangkau masyarakat.

Saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sawit, pelaku usaha, dan konsumen.

Pemerintah tidak ingin harga CPO domestik bergerak tanpa kendali hingga akhirnya berdampak pada harga minyak goreng yang dibeli masyarakat.

Harga CPO Berpengaruh pada Minyak Goreng

CPO merupakan salah satu bahan baku utama minyak goreng. Karena itu, perubahan harga CPO dapat memberikan pengaruh terhadap biaya produksi dan pada akhirnya berpotensi berdampak pada harga minyak goreng di pasaran.

Di sinilah pemerintah berusaha menjaga agar rantai pasok tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng rakyat tetap terpenuhi.

Minyakita sendiri ditujukan sebagai minyak goreng rakyat dengan harga yang dikendalikan melalui ketentuan pemerintah, termasuk Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Artinya, pengawasan tidak hanya menyangkut ketersediaan barang, tetapi juga bagaimana produk tersebut sampai ke konsumen dengan harga sesuai ketentuan.

Jangan Sampai Harga di Lapangan Berbeda

Persoalan yang kerap menjadi perhatian adalah ketika harga yang ditetapkan pemerintah berbeda dengan harga yang ditemukan masyarakat di lapangan.

Ketika harga minyak goreng naik terlalu tinggi, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi berjalan lancar, stok tersedia, dan tidak terjadi praktik perdagangan yang menyebabkan harga Minyakita melampaui ketentuan.

Pengawasan terhadap distributor, pengecer, hingga rantai distribusi menjadi penting agar kebijakan stabilisasi harga benar-benar dirasakan konsumen.

Petani Sawit Juga Harus Mendapat Perlindungan

Menjaga harga minyak goreng bukan berarti mengorbankan petani sawit.

Pemerintah juga harus memastikan harga TBS atau tandan buah segar yang diterima petani tetap memberikan keuntungan yang layak.

Dengan demikian, kebijakan perkelapasawitan harus mencari titik keseimbangan: harga CPO terkendali, pasokan minyak goreng aman, konsumen terlindungi, tetapi petani sawit juga tidak dirugikan.

Minyakita Harus Tepat Sasaran

Minyakita menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian karena diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat luas.

Karena itu, pengawasan terhadap distribusinya menjadi sangat penting. Jangan sampai minyak goreng rakyat justru sulit ditemukan atau dijual dengan harga melebihi HET.

Pemerintah perlu bertindak tegas apabila ditemukan pelaku usaha yang mengambil keuntungan secara tidak wajar dari program minyak goreng rakyat.

Pada akhirnya, stabilitas harga bukan sekadar persoalan angka di pasar. Di balik harga minyak goreng terdapat kebutuhan rumah tangga, biaya usaha kecil, daya beli masyarakat, hingga kesejahteraan petani sawit.

Kebijakan pemerintah pun diharapkan mampu menjaga seluruh mata rantai tersebut agar tetap seimbang.

Pesannya jelas: pasokan harus aman, harga harus terkendali, konsumen harus terlindungi, dan petani tetap mendapatkan hasil yang layak.

14/08/2026

Viral! “Bus Sekolah Langit” di China, Lift 280 Meter Bikin Siswa Tak Lagi Susah Mendaki Tebing

Pemandangan tidak biasa dari China kembali menarik perhatian dunia. Sebuah lift raksasa yang menempel di dinding tebing dijuluki warganet sebagai “bus sekolah langit” karena membantu para siswa mencapai sekolah dengan jauh lebih cepat.

Lift tersebut berada di kawasan Nizhu River Grand Canyon, Yunnan, China. Dua fasilitas vertikal bernama Qingyun dan Fuyao dibangun menempel di dinding tebing dengan ketinggian mencapai sekitar 280 meter.

Keberadaan lift ini bukan sekadar menjadi objek wisata atau bangunan unik. Fasilitas tersebut juga membantu mempersingkat perjalanan masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari harus menuju sekolah di kawasan dataran tinggi.

Dulu Harus Menempuh Jalur Ekstrem

Sebelum adanya lift, perjalanan menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa setempat.

Mereka harus melewati jalur dengan perbedaan ketinggian vertikal lebih dari 500 meter. Perjalanan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki tentu membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.

Bagi pelajar yang harus melakukan perjalanan tersebut secara rutin, kondisi itu menjadi tantangan besar, terlebih ketika cuaca tidak bersahabat.

Kini, keberadaan Qingyun dan Fuyao membuat perjalanan menuju kawasan atas menjadi jauh lebih praktis.

Para siswa tidak perlu lagi mengandalkan perjalanan panjang melalui jalur tebing untuk mencapai ketinggian tersebut. Mereka dapat menggunakan lift yang bergerak secara vertikal di sepanjang dinding ngarai.

Dijuluki “Bus Sekolah Langit”

Karena digunakan untuk membantu mobilitas pelajar, lift raksasa tersebut kemudian mendapat julukan unik dari publik, yaitu “bus sekolah langit”.

Julukan itu menggambarkan bagaimana para siswa seolah-olah menaiki kendaraan yang membawa mereka langsung menembus tebing menuju kawasan sekolah.

Pemandangan para pelajar menggunakan lift di tengah tebing tinggi juga membuat fasilitas tersebut menjadi viral di media sosial.

Dari kejauhan, struktur lift terlihat seperti sebuah bangunan yang menggantung di dinding ngarai.

Teknologi Mengubah Perjalanan Siswa

Kehadiran dua lift tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dan pembangunan infrastruktur dapat mengubah aktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem.

Bagi warga yang sebelumnya harus menghadapi jalur dengan perbedaan ketinggian ratusan meter, akses vertikal seperti ini dapat membuat perjalanan menjadi lebih singkat dan praktis.

Namun, fasilitas tersebut tetap harus dioperasikan dengan memperhatikan standar keselamatan mengingat lokasinya berada di kawasan tebing dan memiliki ketinggian yang ekstrem.

Kisah “bus sekolah langit” ini pun menjadi perhatian dunia karena memperlihatkan sisi lain pembangunan infrastruktur di daerah pegunungan China.

Dulu siswa harus menempuh jalur dengan perbedaan ketinggian lebih dari 500 meter. Kini, dua lift setinggi sekitar 280 meter membantu mereka mencapai kawasan atas dengan jauh lebih cepat.

Bagi sebagian orang mungkin terlihat seperti adegan film. Tetapi bagi para siswa di kawasan Nizhu River Grand Canyon, lift di tebing tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju sekolah.

Terungkap di Persidangan, Mayor TNI AL Faisal Mulia Akui Berulang Kali Edarkan Sabu hingga Gunakan Pesawat MiliterKasus ...
14/08/2026

Terungkap di Persidangan, Mayor TNI AL Faisal Mulia Akui Berulang Kali Edarkan Sabu hingga Gunakan Pesawat Militer

Kasus narkotika yang menyeret Mayor Laut Faisal Mulia memasuki babak baru setelah terdakwa mengungkap sejumlah fakta dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Sumatera Utara.

Faisal, perwira TNI AL yang sebelumnya bertugas di Tanjungpinang, Kep**auan Riau, akhirnya mengakui bahwa dirinya pernah beberapa kali mengirim narkotika jenis sabu menggunakan fasilitas penerbangan milik TNI AL.

Pengakuan tersebut muncul ketika oditur militer mempertanyakan apakah Faisal pernah mengirim sabu menggunakan pesawat militer jenis CN.

“Pernah,” jawab Faisal dalam persidangan.

Kasus ini menjadi semakin serius karena narkotika yang diduga diedarkan Faisal tidak hanya ditujukan kepada warga sipil. Berdasarkan keterangan dalam persidangan, sabu tersebut juga pernah dijual kepada sejumlah rekannya sesama prajurit TNI AL.

Faisal sebelumnya didakwa dalam perkara kepemilikan, penggunaan, dan peredaran narkotika. Ia juga mengakui pernah mengonsumsi sabu dan menyebut ada sejumlah juniornya yang kemudian ikut menggunakan narkoba.

Berawal dari Lingkungan Hiburan Malam

Dalam persidangan, Faisal menceritakan bahwa dirinya pertama kali mengenal sabu sekitar 2015 ketika masih berdinas di Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Jawa Timur.

Ia mengaku mengenal seorang pria berinisial B di sebuah tempat hiburan malam di Surabaya. Kebiasaannya menggunakan narkoba kemudian berlanjut hingga ia bertemu dengan perempuan berinisial NBP yang kini menjadi istrinya.

Keduanya disebut mulai dekat setelah bertemu di tempat hiburan malam pada 2022.

Hubungan tersebut kemudian berkembang hingga keduanya disebut terlibat dalam aktivitas pembelian dan penggunaan narkotika.

14 Paket Sabu dan Rencana Pengiriman ke Madiun

Perkara Faisal terbongkar pada November 2025. Saat itu, ia disebut hendak mengirim sejumlah paket sabu dari Tanjungpinang menuju Madiun, Jawa Timur.

Sebanyak 12 paket narkotika dikemas dan disembunyikan dalam kotak sepatu dinas lapangan. Paket tersebut direncanakan dikirim menggunakan pesawat TNI AL jenis CN-235.

Namun rencana itu gagal setelah keberadaan paket diketahui petugas.

Faisal kemudian diamankan oleh aparat Polisi Militer. Dalam penggeledahan lanjutan di kediamannya, ditemukan dua paket sabu lainnya.

Total terdapat 14 paket sabu dengan berat keseluruhan sekitar 9,83 gram, selain alat isap dan timbangan digital.

Dalam keterangannya, Faisal mengaku memperoleh narkotika tersebut di Batam beberapa hari sebelum pengiriman. Ia disebut memesan sabu kepada seorang pria yang dikenal dengan nama panggilan Kapak.

Narkotika yang awalnya dipesan sekitar 8 gram kemudian disebut diterima dalam jumlah lebih besar.

Setelah kembali ke Tanjungpinang, sabu tersebut dibagi menjadi sejumlah paket kecil. Sebagian disimpan, sementara paket lainnya dipersiapkan untuk dikirim ke Madiun.

Bukan Hanya Warga Sipil, Narkoba Jenis Sabu Dijual ke Sesama Perwira TNI AL

Fakta lain yang membuat kasus ini semakin menjadi perhatian adalah dugaan bahwa peredaran sabu tidak berhenti pada pembeli dari kalangan sipil.

Dalam dakwaan dan keterangan saksi, Faisal disebut pernah menjual sabu kepada sejumlah prajurit TNI AL, termasuk beberapa perwira berpangkat Kapten Laut.

Salah seorang saksi berinisial IMS mengaku pernah membeli sabu dari Faisal beberapa kali. Menurut keterangannya, narkotika tersebut dikirim dari Tanjungpinang menuju wilayah tempatnya bertugas di Surabaya.

IMS juga mengaku mengenal sabu setelah berinteraksi dengan Faisal ketika keduanya sama-sama berdinas di lingkungan Pangkalan Udara TNI AL Juanda.

Hubungan keduanya kemudian memburuk setelah muncul persoalan pembayaran. Bahkan, transaksi berikutnya disebut batal karena masih terdapat utang dari transaksi sebelumnya.

Dalam persidangan, IMS juga mengungkap bahwa dirinya pernah mendapatkan pengetahuan mengenai cara menggunakan sabu dari Faisal.

Fasilitas Militer Diduga Disalahgunakan

Perkara ini menjadi sorotan lebih besar karena fasilitas penerbangan militer diduga digunakan dalam rangka pengiriman narkotika.

Pesawat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kedinasan justru disebut menjadi sarana pengiriman barang terlarang.

Rencana pengiriman tersebut akhirnya terbongkar sebelum narkotika mencapai tujuan.

Faisal kemudian harus menghadapi proses hukum di lingkungan peradilan militer. Ia didakwa dengan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Narkotika dan ketentuan pidana terkait peredaran serta penggunaan narkotika.

Kritik terhadap Institusi

Kasus ini juga memunculkan kritik mengenai pengawasan internal di lingkungan militer.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai perkara tersebut tidak boleh dilihat semata-mata sebagai kasus penyalahgunaan narkotika oleh seorang individu.

Menurutnya, dugaan penyalahgunaan fasilitas militer untuk aktivitas ilegal justru menimbulkan persoalan yang lebih serius karena menyangkut integritas institusi dan keamanan negara.

Ia menilai posisi strategis seorang perwira seharusnya digunakan untuk menjalankan tugas negara, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Fickar juga mendorong agar aparat melakukan pemeriksaan lebih luas untuk memastikan apakah perkara tersebut hanya melibatkan individu atau terdapat pihak lain yang turut mengetahui maupun membantu aktivitas tersebut.

Publik Menunggu Pengungkapan Lebih Lanjut

Kasus Mayor Laut Faisal Mulia kini menjadi perhatian karena persidangan telah membuka dugaan adanya jaringan peredaran narkotika yang melibatkan lingkungan militer.

Namun, seluruh keterangan mengenai keterlibatan pihak lain tetap harus dibuktikan melalui proses hukum. Status seseorang sebagai saksi maupun pihak yang disebut dalam persidangan tidak otomatis berarti orang tersebut bersalah.

Publik kini menunggu apakah perkara ini hanya akan berakhir pada vonis terhadap Faisal atau justru membuka penyelidikan yang lebih luas mengenai kemungkinan adanya jaringan narkotika di lingkungan TNI AL.

Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah dugaan penyalahgunaan fasilitas militer untuk kepentingan peredaran narkotika.

Jika seluruh tuduhan tersebut terbukti di pengadilan, kasus ini bukan sekadar persoalan seorang prajurit yang tersandung narkoba, tetapi juga menjadi ujian serius terhadap sistem pengawasan, disiplin, dan integritas institusi militer.

Pangkat tinggi seharusnya menjadi simbol tanggung jawab dan kehormatan. Ketika fasilitas negara justru diduga digunakan untuk kejahatan, pertanyaan terbesar publik bukan hanya siapa pelakunya, tetapi juga: sejauh mana pengawasan internal selama ini berjalan?

14/08/2026

Hampir Adu Jotos! Rismon VS Roy Suryo Memanas, Dulu Lantang Sebut Ijazah Jokowi Palsu

Suasana panas terjadi dalam perdebatan antara Rismon Sianipar dan Roy Suryo saat membahas polemik ijazah Joko Widodo. Keduanya terlibat adu argumen sengit hingga situasi disebut nyaris berujung adu jotos.

Perdebatan yang awalnya membahas persoalan akademik dan keaslian dokumen tersebut berubah menjadi pertarungan argumen yang semakin keras. Nada bicara meninggi, saling sanggah pun tak terhindarkan.

Nama Rismon sendiri sebelumnya mencuat karena pernah tampil lantang mempertanyakan keaslian ijazah Joko Widodo. Ia sempat menyampaikan sejumlah analisis dan dugaan terkait dokumen pendidikan mantan Presiden tersebut.

Pernyataan-pernyataan Rismon kala itu menjadi perhatian publik dan membuat polemik ijazah Jokowi semakin ramai diperbincangkan.

Namun, dalam perkembangan terbaru, posisinya dalam perdebatan dengan Roy Suryo justru menjadi sorotan tersendiri.

Warganet ramai menyoroti perubahan dinamika tersebut. Ada yang mempertanyakan mengapa perdebatan antara dua tokoh yang sama-sama pernah berbicara mengenai isu ijazah Jokowi bisa berkembang begitu panas.

Di tengah perdebatan, keduanya terlihat mempertahankan argumentasi masing-masing. Persoalan yang diperdebatkan bukan lagi sekadar soal ijazah, tetapi juga menyangkut metode analisis, bukti, serta dasar kesimp**an yang digunakan untuk memperkuat masing-masing pendapat.

Dulu Rismon Lantang Pertanyakan Ijazah Jokowi

Nama Rismon menjadi dikenal luas setelah dirinya ikut mengangkat persoalan keaslian ijazah Jokowi ke ruang publik.

Ia menyampaikan pandangan berdasarkan analisis yang menurutnya dapat digunakan untuk mempertanyakan sejumlah aspek dari dokumen tersebut.

Polemik kemudian berkembang menjadi perdebatan nasional. Berbagai pihak ikut memberikan pendapat, termasuk akademisi, ahli digital forensik, pengamat, hingga tokoh politik.

Namun, tudingan bahwa suatu dokumen merupakan dokumen palsu tetap harus dibuktikan melalui bukti yang sah dan proses hukum. Pernyataan di ruang publik tidak dengan sendirinya membuktikan sebuah dokumen palsu.

Roy Suryo Juga Jadi Sorotan

Roy Suryo juga dikenal aktif memberikan komentar mengenai polemik ijazah Jokowi. Karena itu, pertemuan dan perdebatan antara dirinya dengan Rismon menarik perhatian publik.

Ketika keduanya terlibat perdebatan panas, warganet pun langsung mengaitkannya dengan posisi dan pandangan masing-masing dalam polemik tersebut.

Cuplikan perdebatan kemudian ramai beredar di media sosial.

Komentar netizen pun bermunculan. Ada yang meminta keduanya membuktikan argumen dengan data, bukan emosi. Ada p**a yang menilai perdebatan tersebut justru memperlihatkan betapa panasnya polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Nyaris Adu Fisik Jadi Sorotan

Hal yang paling menyita perhatian bukan hanya substansi perdebatan, tetapi suasana panas yang muncul di antara keduanya.

Ketika argumen semakin keras, situasi disebut nyaris berujung pada benturan fisik. Momen tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan warganet.

Publik pun mempertanyakan: jika persoalannya adalah data dan bukti, mengapa perdebatan harus sampai memanas?

Pada akhirnya, polemik mengenai keaslian ijazah semestinya dikembalikan kepada bukti, pemeriksaan ilmiah, dan proses hukum, bukan sekadar adu suara atau saling tuding.

Apalagi isu tersebut menyangkut reputasi seseorang dan telah menjadi konsumsi publik secara luas.

Dulu Rismon lantang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. Kini dirinya justru terlibat perdebatan panas dengan Roy Suryo hingga nyaris adu fisik.

Pertanyaannya sekarang bukan siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang mampu menunjukkan bukti paling kuat dan dapat dipertanggungjawabkan?

Viral! Tukang Cukur Rancabungur Didatangi Aparat Kecamatan, Ucapan “Indonesia Belum Merdeka” Berujung Video Permintaan M...
14/08/2026

Viral! Tukang Cukur Rancabungur Didatangi Aparat Kecamatan, Ucapan “Indonesia Belum Merdeka” Berujung Video Permintaan Maaf

Sebuah video yang memperlihatkan seorang tukang cukur bernama Abuy di Rancabungur, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah dirinya didatangi Camat Rancabungur bersama sejumlah orang dari lingkungan kecamatan.

Dalam video yang beredar, Abuy terlihat terlibat percakapan dengan camat terkait pemasangan bendera Merah Putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Camat disebut meminta Abuy memasang bendera di tempat usahanya. Permintaan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan ketika Abuy menyampaikan pandangannya mengenai kondisi Indonesia.

Situasi kembali memanas ketika seorang pria yang disebut sebagai pegawai kecamatan datang menemui Abuy saat dirinya sedang melayani pelanggan. Pria tersebut mempertanyakan alasan Abuy tidak memasang bendera dan menyinggung pernyataan Abuy yang menyebut Indonesia belum merdeka.

Ia juga menyatakan bahwa pemasangan bendera tersebut merupakan bagian dari perintah pemerintah daerah.

Peristiwa itu kemudian berujung pada munculnya video Abuy yang menyampaikan permintaan maaf. Dalam rekaman tersebut, Abuy mengklarifikasi pernyataannya dan menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah merdeka.

Namun, persoalan tidak berhenti di sana. Video tersebut justru semakin menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai batas kewenangan aparat pemerintah dalam mengimbau masyarakat memasang bendera.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando S. Pardede, kemudian memberikan penjelasan. Ia mengatakan bahwa surat edaran mengenai pemasangan bendera Merah Putih selama bulan Agustus tidak mencantumkan sanksi bagi masyarakat yang tidak memasangnya.

Menurut Ferdinando, imbauan pemasangan bendera berlaku sepanjang 1 hingga 31 Agustus dan semestinya dilakukan berdasarkan kesadaran nasionalisme masyarakat.

“Rasa nasionalisme seharusnya tidak perlu pakai sanksi. Harus dari dalam diri sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Abuy mengaku sempat mengalami tekanan secara psikologis setelah video mengenai dirinya viral. Ia bahkan mengaku kesulitan tidur karena khawatir terhadap komentar dan reaksi negatif dari pengguna media sosial.

Abuy mengetahui dirinya menjadi sorotan setelah istrinya mengirimkan pesan melalui WhatsApp. Ia kemudian mulai mencari tahu mengenai video tersebut dan mendapati banyak warganet justru memberikan dukungan.

Dukungan dari keluarga dan teman-teman akhirnya membuat Abuy kembali percaya diri. Ia menyadari bahwa tidak semua masyarakat memberikan penilaian negatif terhadap dirinya.

Meski sempat merasa keberatan karena dirinya direkam dan video tersebut kemudian tersebar luas, Abuy memilih menyampaikan permintaan maaf dan memberikan klarifikasi mengenai ucapannya.

Ia mengaku langkah tersebut dilakukan untuk meredakan persoalan yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik.

“Demi kebaikan aja ini mah, mengalah untuk menang,” kata Abuy.

Abuy juga mempertanyakan identitas pria yang merekam dirinya saat kejadian. Pasalnya, muncul informasi bahwa pihak Kecamatan Rancabungur menyatakan pria tersebut bukan petugas kecamatan.

Karena itu, Abuy berharap pihak yang merekam maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Kasus ini pun berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas. Bukan hanya mengenai kewajiban memasang bendera Merah Putih, tetapi juga tentang bagaimana imbauan pemerintah disampaikan kepada masyarakat.

Di satu sisi, pemasangan bendera merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan. Namun di sisi lain, pemerintah sendiri menegaskan bahwa imbauan tersebut tidak disertai sanksi bagi warga yang tidak memasang bendera.

Kini publik menyoroti satu pertanyaan utama:

Jika tidak ada sanksi, apakah warga boleh menolak tanpa harus mendapatkan tekanan? Dan jika nasionalisme harus tumbuh dari kesadaran, apakah cara menyampaikannya kepada masyarakat juga seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang persuasif?

Peristiwa Abuy di Rancabungur menjadi pengingat bahwa sebuah ucapan sederhana dapat berubah menjadi persoalan besar ketika direkam, disebarluaskan, dan kehilangan konteks aslinya.

Address

Teluk Pucung
17121

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mataberita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share