Tribun Temanggung

Tribun Temanggung Informasi seputar Temanggung menjangkau Indonesia
(1)

Tribun Temanggung, Partai Demokrat melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah t...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Partai Demokrat melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah terhadap Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Salah satu akun yang disomasi adalah akun TikTok bernama SWBP, yang diduga mengunggah video berisi tuduhan bahwa SBY merupakan dalang di balik kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut, Badan Hukum Partai Demokrat menilai tuduhan yang disebarkan akun tersebut tidak berdasar dan mencemarkan nama baik SBY. Karena merasa terganggu, pihak Demokrat langsung mengambil langkah hukum awal berupa somasi.

Ketua Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, Muhajir, menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar dan tergolong fitnah.

“Pernyataan dalam video itu tidak benar, jauh dari kebenaran, merupakan pemberitaan bohong dan/atau fitnah,” kata Muhajir, dikutip dari Tribunnews Kamis (1/1/2026).

Melalui somasi tersebut, Partai Demokrat meminta pemilik akun TikTok SWBP untuk segera memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan. Selain itu, Demokrat juga meminta agar yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta menghapus konten yang dimaksud.

Badan Hukum Demokrat memberikan tenggat waktu selama tiga hari kepada pemilik akun untuk merespons somasi tersebut.

Meski demikian, hingga kini Partai Demokrat belum memastikan apakah akan menempuh langkah hukum lanjutan apabila somasi tersebut tidak ditanggapi.




Tribun Temanggung, Informasi harga tiket pertandingan Persitema Temanggung kembali menjadi perbincangan hangat di media ...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Informasi harga tiket pertandingan Persitema Temanggung kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti nominal tiket yang dinilai terlalu mahal untuk pertandingan level Liga 4 Jawa Tengah.

Dalam unggahan resmi akun , disebutkan harga tiket laga Persitema melawan Slawi United yang digelar di Stadion Bhumi Phala, Temanggung, dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Rinciannya, Tribun Timur–Utara Rp30 ribu, sementara Tribun Barat VIP mencapai Rp50 ribu.

Kebijakan tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet, khususnya pendukung Persitema. Sebagian besar menilai harga tiket tidak sebanding dengan fasilitas dan level kompetisi yang dijalani.

“Tiket 50 ewu randuwe kursi, randee lampu, lungguh lesehan,” tulis akun m_t_asas, menyindir fasilitas stadion yang dinilai belum memadai.

Komentar serupa juga datang dari akun lain yang membandingkan harga tiket Persitema dengan pertandingan klub di kasta lebih tinggi.

“Harga tiket serasa Liga 2 aja,” tulis sandhika_57.

Bahkan ada yang menyebut, dengan tambahan sedikit biaya, penonton bisa menyaksikan pertandingan Liga 1 atau Liga 2.

Tak sedikit p**a warganet yang menilai harga tersebut kurang ramah bagi masyarakat Temanggung.

“Berarti target market bukan warga kelas menengah ke bawah,” tulis msefri adifajrianto21.

Namun demikian, tak semua komentar bernada negatif. Sejumlah pendukung tetap menyatakan dukungan penuh kepada Persitema meski harga tiket dinilai mahal.

“Aku wong tani ning siap nek kon tuku 50, bentuk support kanggo Persitema,” tulis akun jihasonnur.

Sementara itu, akun lokal temanggung.terkini turut menyindir dengan nada bercanda, “Tiket Liga 2 opo min?”

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persitema terkait evaluasi harga tiket tersebut. Namun derasnya respons warganet menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kebijakan tiket, sekaligus besarnya harapan agar Persitema tetap menjadi kebanggaan masyarakat Temanggung.





Tribun Temanggung, Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di ruas jalan tol. Kali ini, musibah tragis meni...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di ruas jalan tol. Kali ini, musibah tragis menimpa sebuah keluarga asal Banyumas di Tol Pemalang–Batang KM 319+800, Rabu (31/12/2025) sore.

Satu orang balita bernama Elgar Rafaniel Gunawan, berusia sekitar dua tahun, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mobil Mitsubishi Xpander yang ditumpanginya menabrak bagian belakang truk boks yang sedang berhenti di bahu jalan.

Dilansir iNews Jateng, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.26 WIB saat kondisi cuaca gerimis. Mobil yang dikemudikan ayah korban melaju dari arah Batang menuju Jakarta sebelum tiba-tiba oleng dan menghantam truk yang mengalami pecah ban.

“Diduga pengemudi mengalami microsleep sehingga kendaraan tidak terkendali dan menabrak truk yang sedang berhenti,”

Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah. Korban balita diketahui sedang berada dalam dekapan sang ibu dan disusui saat kecelakaan terjadi.

Sementara itu, Suara Merdeka Pantura melaporkan, ibu korban dan satu anak lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RS Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Satu balita dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” tulis Suara Merdeka Pantura.

Pihak kepolisian menyebut lokasi kejadian merupakan jalur lurus yang rawan menyebabkan kelelahan dan titik jenuh pengemudi, terutama saat perjalanan jauh dan kondisi cuaca kurang bersahabat.

Mengutip DetikJateng, petugas kembali mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat.

“Microsleep hanya beberapa detik, tapi dampaknya bisa fatal,” tulis DetikJateng mengutip keterangan kepolisian.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan maut di jalan tol selama arus libur akhir tahun dan menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan berkendara.


Tribun Temanggung, Upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Kab...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung. Sepanjang tahun 2025, BNNK Temanggung tercatat telah merehabilitasi sebanyak 38 penyalahguna narkotika.

Kepala BNNK Temanggung AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie menyampaikan, mayoritas penyalahguna yang menjalani rehabilitasi berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, yakni sebanyak 28 orang. Selebihnya terdiri dari enam orang karyawan swasta, tiga wiraswasta, dan satu orang tidak bekerja.

“Ini menjadi perhatian serius kami, karena penyalahgunaan narkotika sudah menyasar usia muda dan dunia pendidikan. Rehabilitasi menjadi langkah penting untuk menyelamatkan masa depan mereka,” ujar AKBP Sharlin, dikutip dari Jawa Pos

Berdasarkan jenis zat yang disalahgunakan, mayoritas menggunakan sedatif atau hipnotik berupa pil Yarindo sebanyak 38 orang. Sementara itu, empat orang lainnya tercatat menyalahgunakan amfetamin atau metamfetamin (sabu).

Dari sisi pendidikan terakhir, penyalahguna didominasi lulusan SD/MI sebanyak 19 orang, disusul lulusan SMP/MTs 12 orang, SMA/SMK enam orang, serta satu orang lulusan diploma atau sarjana. Sementara berdasarkan jenis kelamin, 37 orang merupakan laki-laki dan satu orang perempuan.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi, BNNK Temanggung bekerja sama dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan sosial, di antaranya RSUD Temanggung dan RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Selain itu, terdapat p**a lembaga rujukan seperti RSU Prof Dr Soerojo Magelang, Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor.

AKBP Sharlin menegaskan, rehabilitasi bertujuan memulihkan kondisi fisik, mental, dan sosial penyalahguna agar dapat kembali produktif di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan dan mengajak keluarga atau lingkungan yang terindikasi penyalahgunaan narkotika untuk mengikuti rehabilitasi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mereka untuk pulih,” pungkasnya.

Melalui pendekatan rehabilitatif dan kolaborasi lintas sektor, BNNK Temanggung berkomitmen menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.


Tribun Temanggung, Praktik penghangusan kuota internet resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Seorang driver online,...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Praktik penghangusan kuota internet resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Seorang driver online, Didi Supandi, bersama istrinya Wahyu Triana Sari, mengajukan uji materiil terhadap Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Permohonan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025. Para pemohon menilai sistem kuota internet yang hangus meski sudah dibayar lunas merugikan konsumen.
Didi menyebut kuota internet merupakan alat kerja utama dalam profesinya sebagai driver online.

“Tanpa kuota internet saya tidak bisa bekerja. Kuota itu seperti bensin,” ujar Didi dalam permohonannya.

Ia mengaku sering mengalami kuota hangus sebelum masa aktif berakhir, sehingga harus memilih antara meminjam uang untuk membeli paket baru atau berhenti bekerja.
Keluhan serupa dialami Wahyu Triana Sari yang menjalankan usaha UMKM berbasis online. Ia mengaku kerap merugi karena sisa kuota hangus meski belum digunakan seluruhnya.

“Kuota sudah dibayar lunas, tapi bisa dihapus sepihak. Ini jelas merugikan,” katanya.

Para pemohon mendalilkan pasal tersebut bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945, karena menimbulkan ketidakpastian hukum dan melanggar hak milik pribadi.

Kuasa hukum pemohon, Viktor, menegaskan kuota internet merupakan aset digital milik konsumen.

“Penghangusan sisa kuota tanpa kompensasi adalah bentuk pengambilalihan hak milik secara sewenang-wenang,” tegasnya.

Perkara ini akan disidangkan di Mahkamah Konstitusi dalam agenda pemeriksaan pendahuluan.



Hallo min, izin curhat ya. Mohon nama saya disamarkan.Saya seorang ibu muda yang tinggal di lingkungan perumahan biasa d...
02/01/2026

Hallo min, izin curhat ya. Mohon nama saya disamarkan.

Saya seorang ibu muda yang tinggal di lingkungan perumahan biasa di Temanggung. Hidup saya sebenarnya sederhana, isinya ya seputar rumah, anak, dan rutinitas harian. Tapi belakangan ini ada satu hal kecil yang bikin perasaan saya campur aduk, antara nggak enak, risih, tapi jujur… ada senangnya juga.

Ceritanya, hampir setiap pagi setelah saya mandi dan keluar rumah sebentar—entah buat jemur handuk, nyapu, atau buang sampah—saya sering merasa diperhatikan oleh tetangga depan rumah. Dia masih muda, rapi, dan terus terang… ganteng.

Awalnya saya nggak kepikiran apa-apa. Tapi lama-lama kok kejadiannya berulang. Setiap saya keluar, dia selalu ada saja di luar rumah. Kadang nyiram tanaman, kadang bersihin motor, kadang cuma berdiri sambil main HP. Tatapannya memang nggak lama, tapi cukup jelas kalau dia memperhatikan saya.

Sebagai ibu muda, perasaan saya jadi aneh sendiri. Di satu sisi, saya risih. Dalam hati sering bertanya, “Apa sih yang dilihatin? Aku kan cuma ibu rumah tangga biasa.” Saya jadi s**a salah tingkah, ngerapihin rambut, padahal niat awal cuma mau cepat-cepat masuk lagi.

Tapi kalau jujur ke diri sendiri, ada perasaan senang yang diam-diam muncul. Senang karena masih merasa dianggap sebagai perempuan, bukan cuma sebagai ibu yang sibuk ngurus rumah dan anak. Perasaan itu bikin saya merasa bersalah sendiri, padahal sebenarnya tidak pernah ada interaksi apa pun. Kami tidak saling menyapa, tidak ngobrol, hanya tatapan singkat yang selalu terjadi hampir setiap pagi.

Saya tahu ini sepele, mungkin cuma perasaan saya saja. Tapi entah kenapa, hal kecil seperti ini cukup bikin hati saya ramai sendiri. Saya cuma ingin mengeluarkannya dari pikiran, supaya nggak terus saya pendam.

Terima kasih sudah mau membaca curhatan saya.

Follow Akun Kami Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube



Tribun Temanggung, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyita aset senilai Rp3,16 miliar dari pria berinisial EN alias Leo (4...
02/01/2026

Tribun Temanggung, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyita aset senilai Rp3,16 miliar dari pria berinisial EN alias Leo (43), yang diduga sebagai bandar narkotika jenis sabu di wilayah Jawa Tengah. Penyitaan dilakukan saat rilis pengungkapan kasus di Mapolda Jateng, Rabu (31/12/2025).

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, aset yang disita meliputi uang tunai Rp1 miliar, rumah kos tujuh kamar di Gunungpati senilai Rp1,7 miliar, rumah tinggal di Pudakpayung senilai Rp710 juta, saldo rekening Rp215 juta, serta kendaraan dan perhiasan emas.

“Total aset yang kami sita dari tersangka EN atau Leo ini sebesar Rp3,16 miliar,” ujar Anwar Nasir.

Kasus ini terungkap dari penangkapan pengedar kecil bernama Sokip pada Oktober 2025 dengan barang bukti sabu 2,7 gram. Dari pengembangan penyidikan, polisi mengidentifikasi Leo sebagai pemasok utama dan menangkapnya di sebuah rumah kos di Kabupaten Brebes pada 12 November 2025.

“Kami menangkap Leo di rumah kos tersebut pada Rabu, 12 November 2025,” jelas Nasir.

Hasil penyelidikan mengungkap Leo merupakan residivis narkotika yang telah beberapa kali keluar masuk penjara. Polisi juga menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang dari hasil penjualan sabu sejak 2014 hingga 2025.

“Kami menemukan bukti yang cukup adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dari hasil jual narkoba sejak tahun 2014 sampai tahun 2025,” ungkapnya.

Menurut Nasir, Leo mendapatkan pasokan sabu dari buronan berinisial Amang alias FP yang diduga bagian dari jaringan internasional. Total transaksi mencapai 13 kilogram sabu dengan sistem pembayaran menggunakan mata uang kripto.
“Sesuai pesan Bapak Kapolri, bandar narkoba harus dimiskinkan,” tegas Nasir.

Seluruh aset yang disita akan diserahkan ke kas negara setelah proses persidangan. Leo dijerat pasal berlapis terkait narkotika dan TPPU dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



Tribun Temanggung, Kabar penemuan tas yang diduga berisi bom di Exit Tol Banyumanik, Kota Semarang, sempat menggegerkan ...
01/01/2026

Tribun Temanggung, Kabar penemuan tas yang diduga berisi bom di Exit Tol Banyumanik, Kota Semarang, sempat menggegerkan media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/12/2025) malam dan langsung ditangani aparat kepolisian.

Informasi awal salah satunya diunggah akun Instagram dengan narasi, “Geger Penemuan Tas Merah Putih Diduga Bom, di Exit Banyumanik.” Dalam foto yang beredar terlihat petugas penjinak bom lengkap dengan perlengkapan mengamankan sebuah tas di lokasi.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Muhammad Syahduddi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Jibom Brimob, tas itu dipastikan tidak mengandung bahan peledak.

“Sudah dicek dari Brimob, dari Jibom sudah dilakukan sterilisasi dan pemeriksaan, ternyata isinya pakaian,” kata Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, hingga kini polisi masih mendalami kepemilikan tas tersebut karena tidak ditemukan identitas di dalamnya. “Dugaannya tas itu ketinggalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. Ia menegaskan tidak ada barang mencurigakan di dalam tas yang sempat diduga bom tersebut.

“Isinya hanya pakaian, celana dalam, kaos kaki, dan sebagainya. Tidak ada hal-hal yang mencurigakan,” ungkap Artanto di Mapolda Jateng.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan situasi aman dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik serta selalu menunggu informasi.



Tribun Temanggung, Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama para ulama dan masyarak...
01/01/2026

Tribun Temanggung, Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama para ulama dan masyarakat menggelar Mujahadah dan Doa Bersama di Pendopo Pengayoman, Rabu (31/12/2025) malam.

Kegiatan berlangsung khusyuk dan dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah kiai sepuh, di antaranya Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok, KH Tohir Muhlasin, KH Asy’ari Muhadi, KH Imbuh Jumali, dan KH Abdurrahman Ashodiq.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, doa bersama digelar dalam suasana keprihatinan atas bencana alam yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Oleh karena itu, peringatan tahun baru kali ini tanpa pesta kembang api maupun perayaan euforia.

“Doa malam ini sebagai wujud empati dan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Sumatera. Kebersamaan ulama dan umaro diharapkan membawa Temanggung menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain mendoakan para korban bencana, doa juga dipanjatkan agar Kabupaten Temanggung senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari bencana, serta menjadi daerah yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan. Doa dipimpin KH Yakub Mubarok dan diikuti seluruh hadirin.


✨ Selamat Tahun Baru 2026 ✨Semoga di tahun yang baru ini,harapan tumbuh menjadi kenyataan,langkah semakin kuat,dan Teman...
31/12/2025

✨ Selamat Tahun Baru 2026 ✨
Semoga di tahun yang baru ini,
harapan tumbuh menjadi kenyataan,
langkah semakin kuat,
dan Temanggung terus melaju dengan semangat kebersamaan.

Terima kasih atas kepercayaan pembaca setia.
Mari sambut 2026 dengan optimisme dan energi positif.

Tribun Temanggung
Mata Lokal Menjangkau Indonesia


Tribun Temanggung, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menyoroti sejumlah persoalan ...
31/12/2025

Tribun Temanggung, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menyoroti sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait sumber pendanaannya yang dinilai membebani sektor pendidikan.

Dari total anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp 769,1 triliun, program MBG menyedot dana Rp 223 triliun atau sekitar 66 persen. Sementara total anggaran MBG sendiri mencapai Rp 335 triliun, dengan tambahan Rp 24,7 triliun dari sektor kesehatan dan Rp 19,7 triliun dari sektor ekonomi.

Menurut Ubaid, kondisi tersebut membuat alokasi anggaran pendidikan tersisa 14,21 persen, jauh dari amanat Pasal 31 UUD 1945 yang mewajibkan anggaran pendidikan minimal 20 persen.

“Gimana ceritanya anggaran makan-makan sumber dananya hampir 70 persen dari anggaran pendidikan,” ujar Ubaid dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Rapor Pendidikan 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Atas dasar itu, JPPI bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) dan koalisi masyarakat sipil berencana mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Januari mendatang.

Selain soal anggaran, JPPI juga menemukan dugaan penyimpangan di lapangan. Sejumlah sekolah dilaporkan memungut biaya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program MBG bisa masuk ke sekolah, dengan tarif mencapai Rp 1.000 per siswa per hari.

Ubaid juga menyoroti masalah lain seperti kasus keracunan makanan, pengelolaan limbah sisa MBG, hingga takaran gizi yang belum sesuai kebutuhan anak.

JPPI menilai pendidikan sebenarnya bisa diselamatkan jika anggaran MBG dipangkas selama dua bulan. Dana sekitar Rp 75 triliun dinilai cukup untuk menggratiskan sekolah negeri dan swasta serta menekan angka putus sekolah.

Selain itu, Ubaid mengkritik kesejahteraan guru yang masih rendah dibanding pegawai SPPG. Ia menyebut masih ada guru yang digaji Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan, sementara pegawai MBG dinilai lebih sejahtera.

“Kalau anggarannya cukup tidak masalah. Tapi kalau harus mengorbankan hampir separuh anggaran pendidikan, yang rusak justru pendidikan kita,” pungkasnya.



Address

Temanggung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribun Temanggung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tribun Temanggung:

Share

Category