BANG RIZKY

BANG RIZKY SEBELUMNYA TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI FANSPAGE INI 🥰

Aksi penuh keberanian dan kepedulian ditunjukkan seorang pengemudi ojek online di tengah situasi demonstrasi yang berlan...
30/08/2026

Aksi penuh keberanian dan kepedulian ditunjukkan seorang pengemudi ojek online di tengah situasi demonstrasi yang berlangsung memanas pada malam hari. Di saat kondisi lokasi dinilai semakin rawan, driver ojol tersebut memilih untuk turun tangan membantu seorang pendemo.

Tanpa banyak berpikir, ia berupaya mengevakuasi pendemo tersebut dari titik demonstrasi dan membawanya menuju lokasi yang lebih aman. Tindakan cepat itu dilakukan di tengah situasi yang tidak menentu, ketika suasana di sekitar lokasi aksi dilaporkan semakin tegang.

Aksi sang pengemudi ojol pun menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah orang yang menyaksikan langsung momen tersebut memberikan apresiasi atas keberanian dan rasa kemanusiaan yang ditunjukkan.

Di tengah situasi demonstrasi yang memanas, aksi spontan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap sesama masih tetap muncul. Tanpa memandang siapa orang yang dibantu, driver ojol itu memilih untuk memastikan sang pendemo dapat keluar dari lokasi yang dianggap berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman.

Sumber: Bus indonesia

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan siap mundur dari DPR apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset ...
28/08/2026

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan siap mundur dari DPR apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak berhasil disahkan hingga 15 Desember 2026.

Pernyataan itu disampaikan Dasco saat merespons tuntutan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menggelar aksi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

“Kalau memang tidak selesai, ya kami mundur dari DPR ini, enggak apa-apa,” kata Dasco.

Dasco meminta masyarakat tidak meragukan komitmen DPR dalam menyelesaikan RUU Perampasan Aset. Ia menegaskan pimpinan DPR berkomitmen memenuhi tuntutan tersebut dan mengupayakan agar pembahasan aturan itu selesai tepat waktu.

“Kami tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran untuk kemudian memenuhi tuntutan teman-teman sekalian,” ujarnya.

Sebelumnya, AMPB mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi.

Aliansi tersebut juga meminta pimpinan DPR bersedia mengundurkan diri apabila RUU Perampasan Aset belum disahkan hingga 15 Desember 2026.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, meminta adanya konsekuensi yang jelas dari pimpinan DPR apabila kesepakatan tersebut tidak terealisasi. Ia juga mendesak DPR memberikan bukti tertulis sebagai bentuk komitmen terhadap tuntutan massa.

Selain itu, perwakilan AMPB menegaskan akan kembali menggelar aksi pada 15 Desember 2026 apabila RUU Perampasan Aset belum juga disahkan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan pengesahan RUU Perampasan Aset akan dilakukan paling lambat pada Desember 2026. Menurutnya, rencana tersebut bukan lagi sekadar target, melainkan sudah menjadi kepastian.

Habiburokhman mengatakan, pengesahan RUU Perampasan Aset diperlukan untuk melengkapi sistem hukum pidana setelah revisi KUHP dan KUHAP. Dengan demikian, diharapkan terbentuk satu kesatuan sistem peradilan pidana terpadu atau integrated criminal justice system.

Via Kompas

SC :TRENDINGBUZZ

Hallo bapak Kapolda Metro Jaya TOLONG TANGKAP SAJA PROVOKATOR INI PAK .. SUDAH MERUSAK NAMA OJOL...
27/08/2026

Hallo bapak Kapolda Metro Jaya TOLONG TANGKAP SAJA PROVOKATOR INI PAK .. SUDAH MERUSAK NAMA OJOL...

bantu share bang provokator mengatasnamakan ojol
27/08/2026

bantu share bang provokator mengatasnamakan ojol

Menginapnya Koordinator Mas Supriyono alias (Botok), beserta rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bermalam d...
27/08/2026

Menginapnya Koordinator Mas Supriyono alias (Botok), beserta rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bermalam dan singgah di kompleks di kediaman Keluarga
Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berlokasi di Ciganjur, Jakarta Selatan , Senin malam 24 Agustus 2026.
Keluarga Gus Dur menyambut baik kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan moral.

Langkah ini diambil demi alasan keamanan dan perlindungan setelah adanya serangkaian tekanan, hambatan logistik, serta situasi yang sempat memanas di depan Gedung DPR RI, Jakarta .
Konvoi Komunitas Ojek Online (Ojol) di Jakarta juga turut mengawal rombongan ini menuju ke kompleks kediaman Gus Dur. Dengan dikawal ketat oleh masyarakat sipil dan Komunitas Ojek Online (Ojol) Jakarta sebagai bentuk dukungan moral.

Keberadaan mereka di Jakarta adalah dalam rangka mengawal jalannya aksi unjuk rasa mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset yang dijadwalkan berlangsung di Depan Gedung DPR RI.

SC : Berkahe ngaji

Eks preman Tanah Abang sekaligus Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshall, meminta peserta aksi demonstrasi d...
27/08/2026

Eks preman Tanah Abang sekaligus Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshall, meminta peserta aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) menyampaikan aspirasi secara tertib.

Hercules mengimbau peserta aksi tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia juga meminta massa turut menjaga keamanan dan situasi Jakarta agar tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung.

Imbauan tersebut disampaikan menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar di kawasan Gedung DPR RI. Peserta diharapkan tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan menghormati kepentingan masyarakat umum.

Sumber : News Today

Duit puluhan juta numpuk di rekening pribadi buat demo, eh malah kena tunda transaksi. Waduh, makin panas nggak tuh?Pold...
27/08/2026

Duit puluhan juta numpuk di rekening pribadi buat demo, eh malah kena tunda transaksi. Waduh, makin panas nggak tuh?

Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi resmi terkait penundaan transaksi rekening donasi milik seorang warga Pati yang berisi dana sebesar 80,9 juta rupiah. Dana tersebut diketahui dikumpulkan untuk keperluan persiapan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus di Jakarta. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini bukan merupakan pemblokiran akun secara permanen, melainkan langkah penundaan transaksi guna kepentingan pendalaman lebih lanjut. Saat ini kepolisian sedang menelusuri asal-usul serta peruntukan dana tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Penundaan transaksi ini dilakukan karena aktivitas penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh individu harus mematuhi ketentuan Pasal 237 Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK. Polisi kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan serta Kementerian Sosial untuk memeriksa legalitas aliran dana tersebut. Menurut regulasi yang ada, setiap kegiatan pengumpulan uang atau barang dari masyarakat wajib dilakukan melalui badan usaha yang memiliki izin resmi dari instansi terkait. Langkah ini diambil guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Di sisi lain, Aliansi Masyarakat Pati Berdaulat atau AMPB menyatakan bahwa kebijakan penundaan transaksi ini cukup mengganggu jalannya persiapan logistik untuk aksi di Jakarta. Meskipun menghadapi kendala teknis pada sistem keuangan mereka, kelompok tersebut mengonfirmasi bahwa aksi akan tetap dilaksanakan sesuai rencana awal. Adapun tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi tersebut adalah desakan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi para pelaku korupsi. Kepolisian tetap mengimbau agar seluruh elemen masyarakat mematuhi aturan administratif terkait penggalangan dana publik.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan verifikasi aliran dana ini secepat mungkin agar terdapat kepastian hukum bagi pemilik rekening. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam melakukan penggalangan dana agar tidak terbentur kendala regulasi perbankan di masa depan. Bagaimana pendapat Anda mengenai aturan ketat pengumpulan donasi masyarakat untuk kegiatan penyampaian aspirasi politik seperti ini? Silakan sampaikan opini Anda secara objektif di kolom komentar.

Muhammad Burhanuddin alias Mas Udin, relawan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang viral karena aksinya duduk...
26/08/2026

Muhammad Burhanuddin alias Mas Udin, relawan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang viral karena aksinya duduk di kursi sambil menaikkan kaki ke atas meja dan tidur disofa saat menduduki Gedung DPRD Kabupaten Pati akan ikut AMPB ke jakarta.

Mas Udin bahkan menganc4m akan menepalkan DPR RI jika Tuntutan UU Peramp4san Aset dan Hukvman mat! bagi k0ruptor tidak disetujui DPR. Udin mengaku sudah mvak dengan kelakuan wakil rakyat tersebut.

Akzi Dem0 di Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2026. AMPB akan mem4ksa DPR RI agar menyetujui tuntvtan yang mereka suarakan. Diyakini massa akan bertambah dengan gabungan masyarakat dari daerah lain yang ingin ikut dalam aks! tersebut.

dem0

Sebagai bentuk kekecewaan q terhadap Benk Mandiri😭😭😭
25/08/2026

Sebagai bentuk kekecewaan q terhadap Benk Mandiri😭😭😭

kenapa Ditolak, udh pada masuk kantong kah 🤭Jelang Demo RUU Perampasan Aset, Muncul Banyak Ormas Dadakan Tolak Aksi Mas ...
25/08/2026

kenapa Ditolak, udh pada masuk kantong kah 🤭

Jelang Demo RUU Perampasan Aset, Muncul Banyak Ormas Dadakan Tolak Aksi Mas Botok Cs

Jelang aksi besar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ke Gedung DPR RI pada 27 Agustus, dinamika politik mulai memanas. Di tengah dorongan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan, muncul sejumlah kelompok masyarakat yang menyatakan sikap tidak mendukung rencana aksi tersebut.

Kemunculan kelompok-kelompok yang menolak atau mengimbau agar masyarakat tidak ikut aksi memunculkan sorotan publik. Sebab, sebelumnya tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian luas karena berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi.

Di sisi lain, AMPB menegaskan aksi 27 Agustus bukan sekadar pengerahan massa, melainkan bentuk tekanan publik agar DPR segera mengambil langkah konkret terhadap RUU Perampasan Aset.

Perbedaan sikap antara kelompok pendukung aksi dan kelompok yang memilih menolak atau tidak bergabung menunjukkan adanya tarik-menarik opini publik menjelang demonstrasi tersebut. Publik kini menunggu apakah aksi AMPB akan menjadi gelombang besar dukungan terhadap pemberantasan korupsi atau justru terpecah oleh munculnya berbagai penolakan.

Address

Tembung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BANG RIZKY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BANG RIZKY:

Shortcuts

Share