Pembebasan Komsariat Unkhair II

Pembebasan Komsariat Unkhair II Pusat perjuangan mahasiswa untuk pembebasan nasional

Masalah yang sudah berabad-abad menyibukan fikiran manusia adalah tentang, Apa yang menentukan sifat dari suatu system m...
19/05/2026

Masalah yang sudah berabad-abad menyibukan fikiran manusia adalah tentang, Apa yang menentukan sifat dari suatu system masyarakat?, Bagaimana manusia berkembang?, Apakah rakyat yang sudah turun temurun hidup melarat dan sengsara dapat memperbaiki nasibnya?, Apakah kebebasan dan kemakmuran dapat dicapai oleh semua manusia ataukah hanya untuk segolongan kecil orang saja?, Apakah miskin dan kaya itu takdir?, atau Apakah dapat kemiskinan dilenyapkan?.
Abad demi abad berlalu, sudah banyak pemikir-pemikir yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, namun bersamaan dengan itu bermacam-macam teori dan konsepsi terbantah sama sekali, bukan saja disebabkan oleh kritik dari pemikir yang lain tetapi juga oleh kritik waktu, oleh seluruh perkembangan sejarah itu sendiri.

Memang jalan untuk mencapai pengetahuan manusia mengenai sebab-sebab perkembangan sejarah masyarakat sangat sulit dan berliku-liku, karena berbeda dengan kejadian-kejadian dalam alam, peristiwa-peristiwa yang dialami masyarakat lebih sulit diobservasi dan dianalisa. Kekuatan-kekuatan dalam alam bersifat spontan dan tidak berkenaan dengan seseorang sedangkan dalam masyarkat kita menghadapi beraneka ragam orang yang memiliki motif-motif tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, namun untuk menyelidiki manusia tidaklah cukup hanya dengan menyelidiki motif seseorang saja ketika bertindak dalam mencapai tujuan tertentu karena hal ini tidak akan membawa kita kepada pengertian sesungguhnya tentang perkembangan masyarakat, tetapi lebih jauh dari itu kita juga harus bertanya motif tersebut dipunyai seseorang dan sementara orang lain memiliki motif yang berbeda?, lagi p**a tindakan orang-orang yang memiliki motif yang berbeda-beda tersebut akan saling berbentrokan satu sama lain sehingga menimbulkan peristiwa sejarah namun hasil dari peristiwa sejarah tersebut ternyata bisa berbeda dari apa yang dikehendaki atau dituju oleh orang-orang tertentu. Misalnya banyak orang yang ikut dalam perebutan kemerdekaan Indonesia berfikir bahwa dengan lenyapnya penjajahan maka akan tercipta suatu masyarakat yang adil dan makmur, namun kenyataannya hingga kini masyarakat tersebut belum tercapai bahkan tidak jarang orang yang kehidupannya menjadi bertambah buruk.

Uraian diatas menunjukan bahwa dalam masyarakat terdapat suatu kontradiksi yaitu kontradiksi antara kegiatan subyektif yang dengan sadar dari seseorang disatu fihak dengan perkembangan obyektif yang spontan dari masyarakat sebagai keseluruhan dilain fihak, kontradiksi disini menjadi sangat penting dipahami karena kedangkalan kita dalam memahami kontradiksi ini menyebabkan kita akan beranggapan bahwa sejarah hanya sebagai kump**an kejadian yang bersifat kebetulan belaka atau sebagian yang lain akan menganggap sejarah sebagai suatu keharusan tetapi tidak memahami apa yang menentukan suatu keharusan itu, menjadi penganut fatalisme, menyerah pada takdir yang telah digariskan pada manusia. Artinya ini menujukan bahwa perkembangan masyarakat tidak timbul dari kekuatan dari luar masyarakat itu sendiri melainkan dari dalam masyarakat, yaitu bahwa manusia adalah pembuat sejarah mereka sendiri namun disisi lain manusia tidak dengan seenaknya saja membuat sejarah seenaknya tetapi atas dasar syarat-syarat materiil obyektif yang yang mereka warisi dari abad-abad sebelumnya.
Dan syarat-syarat materiil yang paling menentukan adalah produksi kekayaan materiil yang diperlukan bagi kehidupan manusia sudah tentu faktor geografi, kepadatan penduduk, iklim dll juga menentukan, namun dapat saja perkembangan suatu masyarakat akan berbeda meskipun keadaan geografi, iklim maupun kepadatan penduduknya sama. Jadi kegiatan bekerja manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup setiap masyarakat. Orang tidak mungkin berpolitik, berkesenian, berilmu dll kalau belum makan, berpakaian dan memiliki tempat berteduh.

06/01/2026

There is no other choice but to use all means necessary to fight against US imperialist brutality. Oppose military aggression and free President Nicholas Maduro and First Lady Cilia Flores! We call on the people of the United States to pressure the Trump administration to stop military aggression and intervention against the sovereignty of the Venezuelan people.

Viva Venezuela and the Bolivarian Revolution!

https://koranpembebasan.org/2026/01/04/oppose-us-imperialist-military-aggression-and-free-president-nicholas-maduro/

06/01/2026
26/12/2025

Partai Pembebasan Rakyat mengucapkan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Semoga Damai Kristus bersama para Tahanan Politik, Korban Bencana Alam dan kaum miskin sedunia. Dan semoga keberanian, pengorbanan dan semangat pembebasan Yesus Kristus menjalari sanubari kita semua agar tangguh menghadapi keserakahan dan kebrutalan Kapitalisme, Imperialisme dan Militerisme.

Kelahiran dan sejarah hidup Yesus Kristus mengajarkan kita bahwa Salam Damai Kritus adalah Salam Pembebasan untuk Perdamaian. Tak ada Perdamaian tanpa Pembebasan. Salam Pembebasan. Salam Damai. Selamat Hari Natal. Selamat Berlawan!

06/11/2025
Selamat hari tani nasional, namun ucapan selamat saja tidak cukup menyebarkan/membuat tani keluar dari ketertindasan sis...
24/09/2025

Selamat hari tani nasional, namun ucapan selamat saja tidak cukup menyebarkan/membuat tani keluar dari ketertindasan sistem hari ini, itulah kenapa kami dari Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN), menggelar diskusi untuk memperingati hari tani nasional.
Karena belajar dari pengalaman-pengalaman Revolusi Agustus 1945, sesuai dengan Resolusi “jalan Baru”, kaum Komunis Indonesia sadar, bahwa “ untuk memenangkan revolusi Indonesia terutama harus diusahakan penyelesaian soal agraria selekas-lekasnya”.
Sejak itu, partai mulai memperbaiki pekerjaannya di kalangan kaum tani. Perhatian kader-kader Partai terhadap masalah tani makin hari makin bertambah besar dan pada bulan Juli 1953 Kawan D.N. Aidit menulis tentang “ Hari depan Gerakan Tani Indonesia” yang lebih menandaskan lagi pentingnya pekerjaan Partai di kalangan kaum tani,sebab-sebab keterbelakangan kaum tani di Indonesia dan cara-cara mengatasinya. Tulisan ini juga telah memegang peranan penting dalam menyiapkan pikiran anggota-anggota Partai menghadapi Kongres Nasional ke- V Partai, suatu kongres yang bersejarah bagi kaum tani, karena kongres ini adalah kongres yang pertama kali menunjukkan jalan pembebasan bagi kaum tani Indonesia dengan tuntutan-tuntutan mengakhiri untuk selama –lamanya, tidak hanya kekuasaan imperialis, tetapi juga kekuasaan feodal di desa-desa. Dengan keteguhan hati kongres Nasional ke- V Partai menerima tugas yang diajukan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, yaitu: “tugas menarik kaum tani ke dalam front persatuan nasional, sebagai kewajiban yang pertama-tama bagi kaum Komunis Indonesia”. Untuk itu, maka tugas “melenyapkan sisa2 feodalisme, mengembangkan revolusi agraria anti-feodal dengan menyita tanah tuan tanah dan memberikan dengan cuma-cuma tanah tuan tanah kepada kaum tani, terutama kepada kaum tani tak-bertanah dan tani miskin sebagai milik perseorangan mereka”, diterima oleh Kongres sebagai kewajiban yang terdekat daripada kaum Komunis Indonesia.

Untuk lebih lanjut ayo nimbrung bersama kami..!!

Sesuai amanat Kongres Nasional I LMND-PRM, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) adalah orga...
22/09/2025

Sesuai amanat Kongres Nasional I LMND-PRM, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) adalah
organisasi mahasiswa yang mempunyai cita-cita membangun gerakan mahasiswa dan persatuan yang berkarakter kerakyatan,
mandiri, demokratis, ekologis dan feminis untuk persatuan demi perjuangan pembebasan nasional. Demokrasi jika didorong
secara radikal menjadi demokrasi sejati maka akan membahayakan kapitalisme. Dan karena sosialisme itu menguntungkan
proletar, maka ia harus punya komitmen terhadap perjuangan memenangkan demokrasi, mengubah masyarakat, dan
membangun SOSIALISME!
PEMBEBASAN lahir dari hasil kesepakatan Kongres Nasional I Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Politik Rakyat Miskin
(LMND-PRM) pada tanggal 11-14 Maret 2010 di Kaliurang, Yogjakarta. LMND-PRM adalah Sebagian anggota LMND yang memilih
sikap untuk tetap memegang prinsip politik rakyat miskin, yang menjadi dasar politik dan organisasi LMND di awal proses
pembangunannya, yakni berwatak : KERAKYATAN!
LMND-PRM lahir dari pertentangan yang mendasar dengan kaum oportunis parlementaris di LMND dalam penentuan arah
politik dalam pemilu 2009. Sebagian anggota LMND plus sebagian anggota PAPERNAS berkehendak untuk membangun koalisi
dengan Partai Reformis Gadungan (PBR-Pelopor). Dengan landasan sebagai langkah taktis untuk memudahkan dalam merespon
momentum pemilu; meluaskan struktur dan meluaskan propaganda. Bagi sebagian anggota LMND yang lain–-selanjutnya
menjadi LMND-PRM—langkah taktis tersebut membahayakan arah perjuangan yang strategis karena bertentangan dengan
program minimum (Demokrasi dan Kesejahteraan). Calon sekutu dari sebagian anggota LMND (Pro Koalisi dengan PBR-Pelopor)
pada faktanya tidak bersepakat dengan program: hapuskan utang luar negeri, pendidikan dan kesehatan gratis. Dan ikut
melakukan penggusuran terhadap kaum miskin kota serta ikut menyetujui UU Investasi. Bagi sebagian anggota LMND (LMNDPRM), langkah taktis berkoalisi dengan partai reformis gadungan tersebut adalah pelanggaran garis Ideologi-Politik-Organisasi
yang sudah menjadi pijakan LMND—sebagai gerakan mahasiswa kerakyatan—selama kurang lebih 10 tahun.
Pada Konggres Mahasiswa yang diadakan di Bogor (9-12 Juli ’99) dicapai kesepakatan untuk membentuk organisasi nasional
bernama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang berideologikan Demokrasi Kerakyatan (DemKra), yang secara
teori dan praktek menyatakan keberpihakan kepada mayoritas rakyat yang lemah dan tertindas, yaitu kaum buruh, tani, dan
rakyat miskin kota. Kongres I tersebut juga menyatakan bahwa perjuangan LMND adalah bagian dari perjuangan rakyat
Indonesia menghancurkan sistem yang anti demokrasi dan mewujudkan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan sosial.
Dalam Kongres berikutnya (II, III dan IV) secara tegas mengamanatkan untuk membangun Dewan Mahasiswa untuk merebut
demokrasi sejati di Kampus, membangun persatuan bersama sektor-sektor rakyat lainnya, melawan musuh-musuh demokrasi
dan kesejahteraan bagi rakyat, yakni: Imperialisme, Agen Imperialisme, Reformis Gadungan, Sisa-Sisa Ordebaru, Militer dan
Milisi Sipil reaksioner.
Bahkan dalam kongres IV sangat tegas bahwa program umum LMND adalah: “Menggantikan Pemerintahan SBY-JK dan atau
Pemerintahan Borjuasi Lain yang berkuasa dengan Pemerintahan Alternatif Progresif Kerakyatan–anti Neoliberalisme yang
dibangun dari Front Persatuan yang luas dari Gerakan Rakyat Berbagai Sektor Masyarakat: Pemerintahan Persatuan Rakyat”
Garis Politik LMND sedari awal sudah tegas, yaitu garis politik kerakyatan/politik rakyat miskin. Garis politik ini mendedikasikan
organisasi pada perjuangan untuk demokrasi dan kerakyatan melalui pembangunan kekuatan-kekuatan mahasiswa dan rakyat
sebagai basis bagi perubahan dan demokrasi partisipatif dalam politik maupun ekonomi.

Inilah yang tidak dimiliki lagi oleh sebagian anggota LMND yang lain yang mendedikasikan dirinya pada koalisi bersama dengan
Partai Bintang Reformasi (PBR) hanya untuk memuluskan jalan menuju “demokrasi semu” Pemilihan Umum 2009

Kami mengecam tindakan brutalitas Polisi terhadap massa aksi sejak 25 Agustus-1 September, dan segera bebaskan 3 Aktivis...
04/09/2025

Kami mengecam tindakan brutalitas Polisi terhadap massa aksi sejak 25 Agustus-1 September, dan segera bebaskan 3 Aktivis dan 3.337 massa aksi (yang masih ditahan) tanpa syarat, sekarang juga!

Address

Kota Ternate
Ternate

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pembebasan Komsariat Unkhair II posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share