12/07/2026
Sama-sama untung!
Salah satu siasat yang dimainkan oleh para koruptor adalah berbagi untung kepada mereka yang akan melilit mereka dengan hukum. Di situ menjadi terang benderang bahwa bukan hanya hukum yang dibeli, tetapi sekaligus membeli kump**an persona garda terdepan yang menjaganya. Miris sih iya. Ada beberapa pengamat dan stand up komedian di luar negeri, secara blak-blakan menjadikan korupsi sebagai topik dan bahasa tertawaan mereka. Sebenarnya itu bukanlah siasat, tetapi sebuah tabiat yang sudah sekian lama bersandiwara di atas panggung kepuasan para koruptor dan orang-orang di sekitar mereka. Sudah saling tahu. Urusan "di bawah meja" selalu menang telak atas hukum.
Ternyata, negeri ini tidak hanya kaya dengan hasil alam, budaya serta keaneka-ragaman yang lain. Korupsi menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan nama Indonesia.
Sewaktu rupiah melemah dan narasi "Orang di Desa tidak menggunakan dollar" para investor mulai angkat kaki dari Indonesia. Ada yang menganggap bahwa ini adalah pencapaian baru, yang dapat membuka kesempatan bagi negara ini untuk bisa berjaya di atas kedaulatan serta kekayaan yang dimilikinya. Apakah memang demikian? Tanyakanlah pada orang-orang istana.
Seperti yang kita tahu, ketika rupiah mulai melemah - usaha untuk menguatkannya di ranah global adalah sebuah kesulitan luar biasa selama beberapa dekade terakhir ini.
Selain itu, orang-orang di Istana seperti kebal pun anti terhadap kritik. Secara terang-terangan mereka membatasi pergerakan massa yang bersuara, mengancam mereka yang berteriak nyaring kepada kebijakan-kebijakan yang mencekik hidup rakyat kecil, acuh tak acuh pada perspektif para ahli yang mencemaskan masa depan bangsa ini. Apakah semua ini adalah strategi istana yang belum terbaca oleh khalayak? Apakah ada kejutan besar yang akan mengubah nasib bangsa ini? Tanyakanlah pada orang-orang istana.
Satu lagi. Uang bisa membeli apa saja, termasuk para pejabat, pihak keamanan, hakim dan jaksa. Mereka ini sebenarnya siapa? Apa tugas mereka? Sekuat itu uang yang dalam hitungan detik bisa mengubah hati dan sumpah mereka ketika dilantik. Mau heran? Orang Indonesia tidak pantas heran untuk perilaku ini. Maka dari sini, kita bisa simpulkan bahwa, bukan hanya hukum, tetapi Tuhan-pun tidak pernah ditakuti oleh orang-orang yang memegang suara dan kepercayaan kita semua.
Angka kemiskinan juga tidak menjadi kecemasan yang berarti bagi negara ini. Sebab dengan memelihara kemiskinan, pintu kekayaan semua yang ber-uang justru semakin terbuka lebar. Bahkan ruang-ruang kekayaan mereka tidak lagi membutuhkan pintu. Kekayaan bak air bah yang kebingungan mau masuk melalui pintu mana? Ia bebas keluar-masuk. Mulai dari yang halal sampai pada yang haram. Dari yang wajar sampai pada yang mengherankan. Hahahaha. Uuppsss! Jangan tertawa, karena kita masih di Indonesia.
Kalau kita melihat dan membaca semua program pemerintah yang disusun baik, terukur, tertarget dan penuh dengan efektivitas positif maupun efisiensi yang mumpuni, di situ p**a, para koruptor dengan cermat menciptakan cela agar peluang demi peluang bisa mereka manfaatkan. Wahh, pintu baru terbuka lagi nih!
Ada banyak program yang berhasil dalam catatan sejarah bangsa ini, tetapi yang berbau korupsi justru lebih unggul dari semua keberhasilan itu. Penyakit ini memang tak ada obatnya. 😁
Hanya karena kasus-kasus korupsi, negara ini menjadi "tanpa kepastian". Hanya karena korupsi, orang berbondong-bondong mengejar kursi kekuasaan. Dan hanya karena korupsi, negara ini se-TERKENAL itu!
Akh, heran! Tapi tidak jadi heran! 😁