Ricky JeuPai

Ricky JeuPai Berbagi pengalaman adalah moment yang saling memperkaya satu sama lain. Tuhan memberkati kita sekalian. Amen

Apa yang ada pada kita adalah anugerah yang sepantasnya kita bagi pada sesama dan alam ciptaan.

Narasi: Dua Sisi Wajah Indonesia​Dunia digital kita hari ini menyuguhkan dua narasi "pesta" yang secara ironis menggunak...
13/05/2026

Narasi: Dua Sisi Wajah Indonesia
​Dunia digital kita hari ini menyuguhkan dua narasi "pesta" yang secara ironis menggunakan bahasa visual yang sama, namun menceritakan nasib bangsa yang sangat berbeda.

​1. Pesta Babi: Jeritan dari Merauke

​Film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan tim Watchdoc bukanlah tentang perayaan, melainkan tentang duka yang dibungkus luka. Judul ini merupakan metafora pahit bagi eksploitasi di tanah Papua. Melalui dokumenter ini, kita melihat realitas masyarakat adat yang tanah ulayatnya berubah menjadi konsesi tambang dan perkebunan atas nama PSN.

​Bagi masyarakat adat, "pesta" ini adalah pesta bagi para investor, sementara mereka hanya mendapatkan sisa-sisa kehancuran ekologis. Penolakan pemutaran film ini di berbagai daerah justru mempertegas pesan filmnya: bahwa ada kebenaran yang sedang coba disenyapkan secara sistematis.

​2. Pesta Teddy

​Di sisi lain, muncul poster satir Pesta Teddy. Jika Pesta Babi bicara tentang mereka yang kehilangan tanah, Pesta Teddy bicara tentang mereka yang memegang kendali atas tanah dan kebijakan. Gambar ini merefleksikan kemewahan dan kehangatan lingkaran elit saat merayakan ulang tahun seorang pejabat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting nasional.

​Ketimpangan ini terasa menyakitkan bagi publik. Saat masyarakat di akar rumput berjuang melawan penggusuran, inflasi, dan hilangnya ruang hidup, para pemimpinnya justru terlihat asyik dalam seremoni yang eksklusif. Ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan masalah etika publik—bagaimana empati seharusnya menjadi nafas utama kepemimpinan di tengah situasi bangsa yang sulit.
_________________

Perbedaan keduanya terletak pada posisi berdiri. Pesta Babi berdiri bersama mereka yang terpinggirkan oleh kebijakan, sementara Pesta Teddy adalah potret mereka yang membuat dan menikmati kebijakan tersebut. Gabungan kedua narasi ini menciptakan potret Indonesia yang jujur: sebuah negara di mana perayaan bagi sebagian kecil elit seringkali berarti penderitaan bagi masyarakat luas.
​Apakah Anda ingin saya mendalami lebih lanjut mengenai dampak kebijakan PSN yang diangkat dalam film tersebut terhadap hak-hak masyarakat adat?

“GEREJA BICARA, SIAPA MENDENGARKAN?”Gereja Katolik di Papua terus berusaha melindungi umat dari intimidasi dan kekerasan...
06/05/2026

“GEREJA BICARA, SIAPA MENDENGARKAN?”

Gereja Katolik di Papua terus berusaha melindungi umat dari intimidasi dan kekerasan. Pernyataan Pastor Amandus Rahadat Pr saat misa di Katedral Timika bahkan menarik perhatian TNI. Konflik terus terjadi akibat proyek besar seperti food estate yang memicu deforestasi dan perampasan lahan, sebagaimana digambarkan dalam film Pesta Babi (2026).

Bagaimana upaya Gereja melindungi umat dari berbagai kekerasan? Bagaimana masyarakat sipil (civil society) mengadvokasi warga? Apa tantangan masyarakat adat dalam merawat dan mempertahankan bumi yang telah diwariskan leluhur?

Simak dipandu oleh Lukas Ispandriarno.

Narasumber:
- Pastor Amandus Rahadat, Pr (Paroki Katedral Tiga Raja Timika)
- Fransiska Gondro Mahuze (Pegiat HAM & Perempuan Marind Merauke)
- Arnoldus Anda (Aktivis & Paralegal LBH Papua Merauke)
- Stanley Dambujai (Aktivis Lingkungan & Tanah Adat)

Kamis, 7 Mei 2026 | Pukul 20.00 WIB

LIVE ON
radio.katolikana.com
bit.ly/AppsKatolikana
youtube.com/katolikana

https://www.youtube.com/live/CYNPLIWvuc4?si=7JcnWYphgAlXwpec




26/04/2026

Mereka hanya butuh pemimpin baru. Seruan yang muncul berulang kali menunjukkan berbagai pandangan terhadap kebutuhan itu. Kekurang-berpihakan, mencederai orang asli dengan sabda, melukai perjuangan yang selama ini diusahakan dan masih banyak lagi. Tak ada pemimpin tanpa kawanan. Ia hanyalah ornamen di dinding, jika tak ada kawanan di bawahnya.
Seringkali, ketaatan digunakan untuk membendung sesuatu yang lebih berhaga di atas itu. Apa itu? Kemanusiaan!
Sebesar apapun sebuah lembaga, jika tanpa penghormatan pada manusia dan ciptaan lain, ia hanyalah mesin penghancur yang dioperasikan dengan keserakahan dan gengsi duniawi.

JubiPengungsi terus bertambah, konflik belum reda.Data 2021–2025 menunjukkan ribuan warga di Tanah Papua terpaksa mening...
24/04/2026

Jubi

Pengungsi terus bertambah, konflik belum reda.
Data 2021–2025 menunjukkan ribuan warga di Tanah Papua terpaksa meninggalkan rumah akibat konflik bersenjata. Dari Puncak, Intan Jaya, hingga Pegunungan Bintang angka pengungsian terus bergerak, bahkan mencapai puluhan ribu jiwa.

Di sisi lain, jumlah insiden konflik masih terjadi setiap tahun:
2021: 92 kasus
2022: 46 kasus
2023: 42 kasus
2024: 55 kasus
2025: 59 kasus

Di balik angka, ada kehidupan yang tertunda akses pendidikan, kesehatan, dan rasa aman yang belum kembali.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus 🙏🏿
22/04/2026

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus 🙏🏿

21/04/2026

Tentang agama: Mendingan dialog daripada debat.
Masing2 sudah memeluknya sebagai yang dianggap benar dan meyakininya sebagai "jalan" untuk selamat baik di dunia maupun akhirat.

Perdebatan hanya memunculkan: siapa yang mau menang, polarisasi & perpecahan, eskalasi emosional, kekurang-efektifan dalam mengubah pandangan, munculnya prasangka dan distorsi ajaran.

Sementara dialog, memiliki tujuan, sikap dan hasil yang lebih efektif. Jauh dari kebiasaan saling menyalahkan. Selain itu kesediaan dari awal untuk belajar bahwa perbedaan tidak selamanya menghancurkan pun merendahkan. Kita juga semakin diperluas wawasannya.

Menyaksikan perdebatan pemimpin agama akhir-akhir ini makin jaih dari tujuan awalnya yang baik bagi kalangan tertentu. Justru di kolom-kolom komentar mereka banyak yang sibuk dengan saling menantang, menyalahkan, merendahkan bahkan saling m*ki.

Hanya memikirkan: Apakah Tuhan tertawa melihat para pemimpin dan umatnya yang demikian?

Dan ternyata, sebegitu besarnya peran pendidikan seni dalam perjuangan melawan kek3rasan dan p3nindasan yang masif di wi...
15/04/2026

Dan ternyata, sebegitu besarnya peran pendidikan seni dalam perjuangan melawan kek3rasan dan p3nindasan yang masif di wilayah "terjajah".
Seni itu anugerah + warisan yang wajib dipelajari, dilakoni dan di-darah-dagingkan dalam perjuangan.




Address

Jln. Cendrawasih
Timika
99911

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ricky JeuPai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ricky JeuPai:

Share