Fenomena Tanah Papua

Fenomena Tanah Papua Updetan Situasi Sosial Tanah Papua

Hari ini, kami berdiri disini bersama masyarakat adat Malind Anim, Makleuw, Yei, dan perwakilan rakyat korban PSN Rempan...
19/08/2025

Hari ini, kami berdiri disini bersama masyarakat adat Malind Anim, Makleuw, Yei, dan perwakilan rakyat korban PSN Rempang, PSN Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, PSN proyek Ibu Kota Negara Kalimantan Timur, PSN Proyek Kawasan Industri Konawe, dengan Pembela HAM Lingkungan Hidup, untuk menggugah negara dan lembaga peradilan Mahkamah Konstitusi, menggugat Undang-Undang Cipta Kerja, yang digunakan pejabat pengambil kebijakan peraturan untuk memberikan kemudahan dan percepatan PSN, dengan cara melanggar hak-hak konstitusi rakyat, hak asasi manusia, hak hidup, hak masyarakat adat, hak atas tanah, hak atas pangan, hak atas lingkungan hidup.

PSN menghancurkan kehidupan kami, merampas sumber hidup, menyiksa, mengkriminalisasikan dan memenjarakan kami.

PSN hanya untuk melindungi dan memperbesar kepentingan bisnis korporasi dan menguntungkan kepentingan birokrat korup.

Kami bersama solidaritas rakyat, menggugat UUCK - PSN dan melawan sampai menang.






Aibon Kogoya Dan Pasukan TPNPB Dari Batalion D Dulla Siap Bertanggung Jawab Atas Perampasan Dua Senjata Ak China Dan Pem...
13/08/2025

Aibon Kogoya Dan Pasukan TPNPB Dari Batalion D Dulla Siap Bertanggung Jawab Atas Perampasan Dua Senjata Ak China Dan Pembunuhan Aparat Militer Indonesia Di Nabire

Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 13 Agustus 2025

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya pada hari Rabu, 13 Juli 2025 bahwa Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya telah melakukan aksi penembakan dan pembunuhan terhadap dua aparat militer indonesia di Nabire tepatnya KM 128 serta perampasan dua senjata AK47 China dan 4 Magazen milik aparat militer indonesia, kami siap bertanggungjawab.

Dalam laporan lebih lanjut, Mayor Aibon Kogoya menghimbau kepada seluruh masyarakat sipil dan aparat militer indonesia untuk tidak melewati jalan Trans Nabire tujuan Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan Puncak Ilaga dengan mobil sambil menutup kaca, jika kedapatan kami siap tembak karema itu bagian dari intelejen militer pemerintah indonesia. Dan kami telah buka lapangan perang di Jalan Trans sehingga semua pihak hati-hati.

Terkiat dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Pangdam XVII Cenderawasih dan seluruh aparat militer indonesia bahwa aksi penembakan dan perampasan dua senjata AK47 China telah menjadi aset TPNPB dan berada di tangan Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya yang bermarkas di Intan Jaya sehingga kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengerahkan pasukan militernya lalu melakukan aksi serangan balasan terhadap warga sipil yang tak bersenjata.

Demikian Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 13 Agustus 2025 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

Penanggung Jawab Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM

Jenderal Goliat Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM

Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM
semua orang

๐๐ซ๐จ๐ค๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐Ÿ ๐‰๐ฎ๐ฅ๐ข ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ ๐’๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ฐ๐š๐ง๐š๐ง ๐’๐ข๐ฆ๐›๐จ๐ฅ๐ข๐ค ๐“๐ž๐ซ๐ก๐š๐๐š๐ฉ ๐€๐ง๐ž๐ค๐ฌ๐š๐ฌ๐ข. Proklamasi kemerdekaan Papua Barat pada 1 J...
01/07/2025

๐๐ซ๐จ๐ค๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐Ÿ ๐‰๐ฎ๐ฅ๐ข ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ ๐’๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ฐ๐š๐ง๐š๐ง ๐’๐ข๐ฆ๐›๐จ๐ฅ๐ข๐ค ๐“๐ž๐ซ๐ก๐š๐๐š๐ฉ ๐€๐ง๐ž๐ค๐ฌ๐š๐ฌ๐ข.

Proklamasi kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli 1971 oleh Seth Jafet Rumkorem adalah sebuah tindakan politik simbolik yang menolak secara tegas proses integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang oleh sebagian rakyat Papua dianggap sebagai aneksasi, bukan integrasi sukarela.

Proklamasi ini tidak hanya menyatakan berdirinya Republik Papua Barat, tetapi juga menjadi bentuk protes langsung terhadap hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, yang dianggap cacat secara prosedural dan manip**atif. Dalam pandangan kelompok separatis, Pepera adalah bentuk legalisasi aneksasi oleh Indonesia yang didukung oleh kekuatan militer dan diaminkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Belanda tetap mempertahankan kendali atas wilayah Papua hingga awal 1960-an. Wilayah ini kemudian dipindahkan ke Indonesia berdasarkan Perjanjian New York (1962), yang dibuat antara Belanda dan Indonesia tanpa melibatkan rakyat Papua secara langsung.

Pada 1969, dilakukan Pepera yang seharusnya memberi hak menentukan nasib sendiri kepada rakyat Papua. Namun, karena hanya melibatkan 1.026 delegasi yang dipilih dan ditekan, banyak pihak menyebut Pepera sebagai bentuk "rekayasa politik" yang mencederai prinsip demokrasi.

Dalam konteks inilah proklamasi 1 Juli 1971 muncul sebagai reaksi keras terhadap proses yang dianggap sebagai pencaplokan paksa wilayah Papua ke dalam Indonesia.

Dengan memproklamasikan kemerdekaan Papua Barat, Seth Rumkorem menyampaikan beberapa poin penting:

โ€ข Bahwa tanah Papua adalah wilayah yang memiliki hak penuh atas penentuan nasib sendiri.

โ€ข Bahwa hasil Pepera tidak sah dan tidak mewakili aspirasi rakyat Papua.

โ€ข Bahwa rakyat Papua berhak menyatakan kemerdekaan secara sepihak sebagai bentuk resistensi terhadap pendudukan militer dan dominasi politik dari Jakarta.

Proklamasi ini tidak dilakukan di kota besar atau forum internasional, melainkan di Markas Victoria, sebuah basis gerilya di hutan. Lokasi ini menjadi simbol bahwa meskipun tidak memiliki kekuatan formal, rakyat Papua tetap memiliki aspirasi untuk menentukan nasib sendiri di luar struktur negara Indonesia.

Bentuk protes ini tidak hanya soal wilayah atau batas politik, tetapi juga tentang Marginalisasi ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Freeport.

Militerisasi wilayah Papua yang menyebabkan pelanggaran HAM, pengungsian, dan trauma kolektif masyarakat adat.

Proklamasi 1 Juli 1971 bisa dibaca sebagai reaksi terhadap dehumanisasi dan penyingkiran struktur sosial-politik tradisional Papua oleh sistem pemerintahan Indonesia yang terpusat dan tidak inklusif terhadap keragaman identitas kultural Papua.

Meskipun tidak diakui secara internasional, dan tidak berhasil mendirikan negara merdeka secara de facto maupun de jure, proklamasi ini tetap menjadi landasan moral dan historis bagi berbagai gerakan kemerdekaan Papua hingga hari ini.

1 Juli terus diperingati oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kelompok pro-kemerdekaan lainnya sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat yang sah.

Proklamasi ini memupuk kesadaran politik dan identitas nasional alternatif di kalangan orang Papua, yang melihat diri mereka sebagai bangsa yang terpisah dari Indonesia.

Proklamasi 1 Juli 1971 oleh Seth Jafet Rumkorem adalah bentuk perlawanan simbolik, politik, dan ideologis terhadap proses aneksasi tanah Papua oleh Indonesia. Ia tidak sekadar deklarasi administratif, melainkan juga bentuk seruan moral dan historis untuk mengoreksi ketidakadilan dalam proses dekolonisasi dan integrasi yang dirasakan oleh masyarakat Papua.

Dalam sejarah modern Papua, proklamasi ini adalah tonggak penting yang menunjukkan bahwa perjuangan Papua bukan hanya soal kemerdekaan formal, tetapi juga soal rekognisi atas identitas, martabat, dan hak untuk menentukan masa depan sendiri.

"๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ญ ๐Œ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ž๐ซ๐ข๐ง๐ ๐š๐ญ๐ข ๐‡๐š๐ซ๐ข ๐๐ซ๐จ๐ค๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐Š๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐๐ž๐ค๐š๐š๐ง ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š ๐๐š๐ซ๐š๐ญ (๐Ÿ ๐‰๐ฎ๐ฅ๐ข ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ - ๐Ÿ ๐‰๐ฎ๐ฅ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“ )"

"๐™Ž๐™š๐™ก๐™–๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ฃ๐™–๐™ ๐˜ผ๐™™๐™–๐™ฉ & ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™ช๐™จ๐™ž๐™– ๐™‹๐™–๐™ฅ๐™ช๐™–"








MAI P Komite Kota Timika
MAI-P Komite Kota Agamua
MAI-P Komite Kota Merauke
MAI-P Komite Kota Timika
Masyarakat Adat Independen Papua
Komati Papua

*PEMBABATAN DAN PENGUNDULAN HUTAN UNTUK PROYEK STRATEGIS NASIONAL OLEH PEMERINTAN  INDONESIA DI MERAUKE BERKONTRIBUSI TE...
05/04/2025

*PEMBABATAN DAN PENGUNDULAN HUTAN UNTUK PROYEK STRATEGIS NASIONAL OLEH PEMERINTAN INDONESIA DI MERAUKE BERKONTRIBUSI TERHADAP BANJIR YANG SEDANG TERJADI*

Pembabatan atau penggundulan hutan secara besar-besaran di Merauke untuk kepentingan Swasembada Gula dan Bioetanol serta proyek2 Strategis lainya telah menjadi masalah serius. Salah satu dampak paling nyata dari pembabatan kerusakan hutan berskala luas adalah meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir di Merauke yang kian meningkat dan menimbulkan bannyak korban.

Berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana pembabatan dan pengundulan hutan memicu bencana banjir:

*1. Hilangnya Fungsi Penyerapan Air*

Hutan berperan sebagai penyimpan air alami. Akar pepohonan membantu tanah menyerap air hujan dan mengalirkannya secara perlahan ke dalam tanah. Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan kemampuannya untuk menyerap air dengan baik, sehingga air hujan langsung mengalir ke permukaan dan menyebabkan banjir.

*2. Erosi Tanah yang Meningkat*

Tanpa pepohonan, tanah menjadi rentan terhadap erosi. Air hujan yang deras mengikis lapisan tanah subur dan membawa sedimentasi ke sungai. Akibatnya, dasar sungai menjadi dangkal dan daya tampung air berkurang, sehingga air mudah meluap ke pemukiman penduduk.

*3. Gangguan pada Daerah Aliran Sungai (DAS)*

Hutan di sekitar daerah aliran sungai berfungsi sebagai penyangga yang menjaga kestabilan aliran air. Ketika hutan di DAS ditebang, aliran air menjadi tidak terkendali. Saat hujan lebat, volume air meningkat drastis dan mengakibatkan banjir bandang yang merusak.

*4. Perubahan Iklim Mikro*

Pembabatan hutan juga mengubah siklus hidrologi. Hutan membantu mengatur kelembapan udara dan curah hujan. Ketika hutan hilang, cuaca menjadi lebih ekstremโ€”hujan lebat dalam waktu singkat dapat membanjiri wilayah yang tidak siap menampung air dalam jumlah besar.

*5. Dampak Sosial dan Ekonomi*

Banjir akibat penggundulan hutan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat. Rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur bisa hancur, menimbulkan kerugian materiil bahkan korban jiwa.

*Solusi yang Dapat Dilakukan*

* *Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kab. Merauke Segera Mendesak Pemerintah Pusat untuk menghentikan Proyek Strategis Nasional*

- *Segera Penghijauan Kembali (Reforestasi)* Menanam kembali pohon di daerah yang gundul.

- *Penerapan Tebang Pilih* Mengatur penebangan pohon agar tidak merusak ekosistem.

- *Penguatan Hukum Lingkungan* Memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembalakan liar.

- *Edukasi Masyarakat*
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan bagi keseimbangan alam.

*Kesimp**an*
Pembabatan hutan untuk kepentingan Proyek Strategis Nasional adalah salah satu penyebab utama banjir yang semakin sering terjadi Merauke, oleh karena itu Jika Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke tidak serius untuk Menghentikan Proyek Strategis Nasional yang menyebabkan laju deforestasi serta tidak serius melakukan langkah-langkah memulihkan hutan, maka bencana banjir akan terus mengancam kehidupan masyarakat Merauke dan kelestarian alam Merauke

Semoga tulisan ini bermanfaat!


semua orang

10/01/2025

USKUP MGR, PETRUS CELCIUS MANDAGI :
KO ORANG BULLA ATAU ANEM

Dalam bahasa Malind, seseorang di sebut โ€œorang Bullaโ€ bila orang itu telah langar atau tidak patuhi nilai yang harus di lakukan oleh seorang Manusia. Atau kata Bulla sama dengan tidak tahu adat, berbuat sesuatu yang tidak harus di lakukan oleh seorang manusia yang di ciptakan oleh Allah.Sedangkan kata โ€œAnemโ€ dalam Bahasa Malind adalah Manusia sejati. Manusia dalam arti ini adalah Manusia yang harus bertingka serta berbuat sesuatu sebagai ciptan Tuhan mulia.
P***a sekian juta transmigrasi dari daerah lain di tempatkan Pemerintah, kemudian ratusan Perusahaan Sawit kuasai ribuan hektar tanah orang Malind yang beri kesejahteraan, belakangan pemerintah Pusat kirim ribuan Dozer, Beco serta Expator untuk proyek PSN pada Lokasi tanah sisa.
Untuk dukung proyek PSN yang akan ancam hidup orang Malind itu,Uskup Agung Merauke Mgr.Petrus Canisus Mandagi pada tgl 25 Sebtember 2024 katakan; pertanian adalah sektor yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok sehari - hari, yaitu makanan. Karena itu, apa yang di canangkan pemerintah melalui cetak sawah memiliki tujuan yang sama dengan hukum agama yang masyarakat Papua anut. Saya dukung program ini 100 persen karena disitu ada tujuan memanusiakan orang dengan pertanian. Maka kami dari gereja-gereja juga punya tujuan yang sama yaitu memanusiakan orang, bukan mengkotak-kotakan. Orang itu harus selaras dengan hukum kemanusiaan yang kita anut.
Dari pernyataan di atas lahir pertanyaan, apakah Uskup Mandagi tahu Sejarah hidup orang Malind bahwa Sawah telah ada di Merauke sejak tahun 1908? sehingga dia menyebutnya sesuai dengan hukum Agama yang di anut orang Papua?, dan kenapa Uskup tidak sebut hukum Agama seperti apa yang di anut oleh orang Papua?,apakah hukum agama yang di kampanyekan dari atas mimbar gunakan juba ungu tanpa realita dan berbut?
Lihat pernyataan seperti itu,kami merasa terganggu karena, kami telah lahir, besar serta hidup lama dalam Sejarah, Budaya, Tradisi serta kebiasaan hidup orang Malind. Karena melalui hidup yang lama itu, kami telah temukan nilai - nilai hidup orang Malind sebagai sebuah suku bangsa yang hidup dalam beradaban yang tinggi walau nilai-nilai itu belakangan mulai di hancurkan oleh tradisi serta budaya baru yang di bawah oleh gereja, pemerintah maupun oleh suku bangsa lain yang ingin kuasai tempat ini.
Bila Uskup hidup serta berbaur dalam sejarah, budaya, serta kebiasaan hidup orang Malind, Uskup akan temukan bahwa; orang Malind telah lama hidup dalam peradaban yang tinggi sebagai manusia, atau miliki standar kehidupan sebagai manusia sesuai dengan ajaran Kristen yang kau ajarkan dari atas mimbar tanpa engkau berbuat tersebut.
Ada beberapa hal yang menjadi dasar kenapa kami katakan orang Malind telah lama tinggal dalam peradaban hidup Manusia yang tinggi.
Pertama, sekitar 30 tahun kami hidup serta berbaur dengan orang Malind, di kampung, jarang, bahkan sama sekali tidak pernah terjadi kontak fisik atau perkelahian antar mereka. Artinya; mereka cenderung selesaikan masalah yang terjadi di antara mereka secara damai dan baik,walau secara fisik mayoritas dari mereka terlihat kekar, kuat, tinggi dan berbadan besar.
Kedua,saat orang Malind bicara, mereka akan selalu bicara dalam penuh etika dan sopan kepada siapa saja dengan jaga sikap serta tangka laku untuk jaga perasaan orang lain agar mereka tidak tersinggung.
Ketiga,dalam penguasaan tanah, mereka miliki batas kintal dari tanah yang jelas,dan itu mereka akui dan jaga serta saling menghormati kepemilikan dan keberadaan.
Keempat, karena tanah Anim Ha adalah tanah yang kaya akan ikan dan binatang buruan, bila kita cari ikan di rawa, atau lewat, berburu dan dapat hasil buruan di kital atau tanah milik marga atau tanah orang lain, yang berburu ini wajib beritahukan bahwa saya dapat hasil buruan di kintal milik anda setelah p**ang ke kampung, atau hasil buruan itu di berikan juga kepada pemilik dusun, kintal atau tanah tersebut tanpa paksa.
Kelima,bila seseorang berburu dan dapat hasil, tidak ada kata bahwa hasil buruan itu di makan oleh orang atau keluaga itu sendiri. Artinya, semua orang di kampung merasa miliki hak untuk minta bagian dari hasil buruan tersebut, kecuali hasil buruan telah terbagi habis. Demikian juga bila seseorang pangkur sagu, hampir banyak orang di kampung akan mendapatkan bagian dari sagu yang di pangkur itu.
Keenam,bila menjaring Ikan di laut, mereka akan bagi ikan itu mulai dari besar, sedang hingga yang kecil secara merata sesuai banyaknya orang.Tidak ada budaya orang Malind bahwa saya akan dapat lebih banyak dan dia mendapat sedikit, dan masih banyak lagi,
Semua orang yang tidak praktekan nilai - nilai sperti di atas, akan di lihat orang Malind sebagai orang Bulla, orang yang tra tau adat, orang yang dekat dengan neraka, alias penjelmaan Iblis karena tidak bertingka sebagai Manusia ciptaan Tuhan atau Alla Alawi.
Supaya tidak di sebut sebagai orang Bulla, nilai - nilai seperti di atas biasa di jaga baik orang Malind dengan mempraktekannya dalam kehidupan sehari hari. Orang Malind selalu berpikir supaya semua orang aman,baik dan puas.
Belakangan ini, semua negara di dunia berpolitik dengan buat berbagai program agar negaranya Sejahtera atau waganya makmur.
Orang Malind sudah lama Sejahtera dan Makmur dengan tanah kaya raya dengan hasil alam yang Alla Alawi berikan. Buktinya; dengan kekayaan alam yang melimpah, mereka sehat, badan mereka tidak kurus kerempeng, mereka tinggi dan besar. Dalam Sejarah orang Malind, tidak ada kata mereka penah mati kelaparan karena alam telah menyediaknnya bagi mereka.
Sekarang alam yang beri orang Malind kesejahteraan dan kebahagiaan kau setuju untuk di hancurkan. Kesejateraan bagaimana yang anda bersama penguasamu tawarkan?.apakah kita perlu jawaban dari manusia Bulla lagi?.
Media West Papua - Ha- Anim

05/01/2025

"Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke Mau Berharap Kepada Siapa ....?"

Suara Kaum Awam Katolik Papua; Aksi Ke - 2, Penolakan Terhadap Pernyataan USMAN Yang Mendukung PSN di Anim Ha - Papua Selatan

"Saya Tidak Tahu Dambujai Orang Marind. Yang Kalian Lawan Gereja dan Negara. Maju Terus. Papua Bukan Tanah Kosong!" (Umat Heran dan Antusias)

Minggu, 05 Januari 2025:
Hari Raya Penampakan TUHAN YESUS dan Hari Raya Anak Misioner Se - Dunia (SEKAMI) Ke - 182

Hari ini Aksi Berlangsung di Dua Paroki:

(1). Gereja Katolik Paroki Gembala Baik, Abepura - Keuskupan Jayapura, Misa Ke - III, Pukul 09.00 - 10.30 Waktu Papua.

(2). Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, Keuskupan Jayapura, Pukul 10.30 - 11. 03 Waktu Papua.

(1). Paroki Gembala Baik - Abepura

Setelah Selesai Misa Ke - 3 Yang dipimpin oleh RD. Petrus Hisage, Kami Suara Kaum Awam Katolik Papua melakukan Aksi Bisu di Halaman delat Pintu Utama Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Keuskupan Jayapura. Aksi ini merupakan Aksi Ke - 2 dan Perdana di Paroki Gembala Baik. Sebab, Aksi Perdana sudah dilakukan di Paroki Kristus Jaya Wamena, Keuskupan Jayapura pada 01 Januari 2025.

Saat Aksi, ada seorang ibu orang Amber (Kei) yang datang menghampiri kami. Kata ibu itu: "Minta maaf ya, kemarin Bapa Uskup sudah Kotbah di Gereja tentang barang ini. Jadi bukan Uskup yang memperjualkan itu". Jawab Stenly, "Ia tapi dia menyetujui. Gereja harus netral. Tidak boleh ikut negara atau perusahaan yang merusak hutan adat milik masyarakat Adat di Papua. KWI dan Duta Besar Vatikan harus bicara, karena ini menyangkut hutan. Ini menyangkut perubahan Iklim yang terjadi di dunia".

Ibu itu kemudian menanyakan tentang daerah asal Stenly Dambujai. Stenly menjawab bahwa dia berasal dari Merauke. Ibu itu bertanya juga tentang Marga. Stenly menjawab bahwa dia Marga Dambujai, Marind Yei. Kemudian si ibu itu berkata p**a: "Saya tidak tahu kalau Dambujai itu dari Merauke. Saya juga dari Merauke tapi tidak tahu".

Setelah sedikit bercakap-cakap, ibu itu mengambil foto. Katanya supaya ia akan tunjukan kepada Keuskupan Agung Merauke.

Ada seorang kaka laki-laki yang datang, berfoto dengan kami. Sempat kaka itu sampaikan "Maju terus adik-adik mantap. Papua Bukan Tanah Kosong. Kaka Mendukung. Memang biasa, banyak yang pro kontra. Mereka juga banyak yang pro. Kalian sedikit, jangan takut. Yang kalian Lawan Gereja dan Negara. Maju terus!".

(2). Paroki Kristus Jaya Wamena

Sama seperti aksi pertama, Umat Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena masih heran. Banyak umat antusias melihat pamflet-pamflet yang kami letakkan di atas tanah, sambil kami menjelaskan Maksud dan tujuan Aksi serta penjelasan terkait dukungan USMAN terhadap PSN di Tanah Anim Ha.

Maksud dan Tujuan dari Aksi hari ini tetap sama, yaitu: Menolak Pernyataan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC Yang Mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wilayah Adat Anim Ha. PSN telah merampok Tanah Milik Masyarakat Adat Anim Ha, sebesar 2 juta hektar. Masyarakat Adat Anim Ha, pemilik Hak Ulayat sampai hari ini masih tetap menolak PSN di atas Tanah Adat Mereka.

Merefleksikan Hari Raya Penampakan TUHAN!

(Mat 2: 1 - 12)

Kolonial Roma rupanya mengetahui
kelahiran Bayi itu, Sang Mesias dari 3
Orang Majus, tiga raja dari Timur. Kabar
kelahiran Sang Mesias itu memang sangat mengancam eksistensi kolonialis Roma waktu itu. Sebab, Roma sangat takut akan keyakinan bangsa Israel tentang Mesias.

Mesias itulah yang akan memimpin bangsa Israel, akan membebaskan bangsa Israel dari Penjajahan Romawi.
Apa lagi ditambah dengan kunjungan 3
raja dari Timur. Mereka itu adalah Majus, yakni penganut Agama Zoroaster, dari Nabi Zarathustra yang berkembang di
Persia, Asyur, Siria, Midian waktu itu.
Sebab, dalam Nubuatan Zarathustra, akan lahir Raja di atas segala Raja. Ia sangat bijaksana. Ia akan merintah dengan Keadilan dan Kebenaran. Dia adalah raja Damai.

Roma tidak menghendaki lahirnya sang
Mesias itu. Sehingga menyusun siasat.
Herodes waktu itu menyampaikan kepada 3 raja dari Timur, bahwa jika kalian sudah menemukannya, datang dan sampaikan kepadaku agar aku juga pergi dan menyembah dia. Tiga Raja dari Timur awalnya tidak mengetahui akal busuk dari Roma tersebut. Mereka berpikir Herodes katakan kebenaran, bahwa dia juga akan
menyembah Bayi itu. Padahal, maksud
terselubung Herodes adalah membinasakan anak itu.

Barulah setelah Allah mewahyukan diriNya melalui mimpi kepada 3 orang
Majus itulah, mereka kemudian
mengetahui bahwa Herodes bermaksud
jahat. Karena itulah, mereka p**ang melalui jalan lain, tidak memberitahukan
kepada penguasa Romawi.

Yosep awalnya juga tidak mengetahui
ancaman terhadap Bayi Yesus. Namun
Allah memberitahukan kepada Yosep melalui Mimpi. Karena itulah, Yosep segera mengambil Maria dan Yesus, sang Bayi itu. Mereka melarikan diri. Mereka mengungsi ke Mesir.

Ya begitulah. Keselamatan Bangsa dimulai dari keluarga. Dari Ayah, Ibu dan Anak. Yosep, sang Ayah itu, harus
menyelamatkan Maria dan Yesus dari
Ancaman Penguasa Kejam Romawi.

Injil melaporkanbahwa datang juga orang Majus / Majusi dari Timur. Mereka mengikuti arahan Bintang. Orang Majus adalah pemeluk agama Zoroaster.
Aliran Agama di Persia, Siria, Asyur dan
Timur Tengah waktu itu Orang Majus adalah Pengikut Nabi Zarathustra. Mereka yang mengikuti agama itu disebut Majus atau Majusi. Seperti sebutan Orang Kristen saat iniKristen Adalah Pengikut Yesus Kristus. Begitu pun Pengikut Nabi Zarathustra disebut Majus/Majusi. Menurut Ramalan Nabi Zarathustra, akan lahir Ahura Mazta, Sang Bintang Fajar. Dia adalah Raja Damai. Raja di atas segala Raja.
Kelahirannya ditandai dengan munculnya Bintang. Bintang itu adalah Bintang Fajar.

Atas Dasar Nubuat Nabi Zarathustra itulah 3 Raja dari Timur itu pergi ke Betlehem Mengikuti Petunjuk Bintang Fajar. Barangkali3 Raja itu adalah Raja-raja dari Persia, Midian, Asyur dan Siria, sebab di daerah itulah Agama Zoroaster berkembang. Dan para pemeluk agama Zoroaster disebut Majus/Majusi.

PemberianEmas, Kemenyan dan Mur
Adalah Kebiasaan Kunjungan . Biasanya, seorang Raja Mengunjungi Kerajaan lainnya, Ia akan membawa berbagai Hadiah. Hadiah itu aka diberikan kepada raja yang dikunjunginya.

Mengapa 3 orang Majus pergi mengunjungi Yesus...?. Ya sesuai Ramalan Zarathustra. Lagi p**a, saat itu semua bangsa di dunia selalu saja berperang, Saling membunuh, Menjarah, Memperbudak. Tidak ada kedamaian waktu itu. Bangsa-bangsa, Kerajaan-kerajaan Saling Membinasakan, Saling Menaklukan, Saling Menjajah. Harapan akan Kedamaian Adalah Kerinduan Bersama. Harapan itu p**a
Dinubuatkan oleh Nabi-nabiTermasuk Nabi Zarathustra bahwa Akan lahir Raja Damai. Ia akan memimpinDengan bijaksanaKebenaran dan Keadilan
Akan ditegakkannya.

Sama seperti Harapan dan Kerinduan itu, saat ini bangsa Papua sedang merindukan Keadilan dan Kebenaran itu ditegakkan di atas tanah Papua. Yesus sudah lahir dan memberikan harapan bahwa Keadilan dan Kebenaran akan ditegakkan di tanah ini. Hari ini, kami merindukan Suara Kenabian dari Gereja Katolik, khususnya di Keuskupan Agung Merauke. PSN telah merampok Tanah milik Masyarakat Adat Anim Ha. Masyarakat Adat menolaknya, tetapi malahan pimpinan Gereja, Uskup Keuskupan Agung Merauke menyetujuinya.

Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke mau Berharap kepada Siapa....? Berharap ke Pemimpin Gereja, sudah tidak ada keberpihakan. Lantas kepada siapa Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke berharap...?.

Apakah berharap kepada Herodes...? Atau Menunggu 3 Orang Majus...? Ataukah Menunggu Bayi Yesus itu ....?

Hormat Kami
Stenly Dambujai
Chris Dogopia

https://www.facebook.com/share/p/18mXkwAbz7/

https://www.facebook.com/share/p/15EYz3Z9dP/?mibextid=WC7FNeHimbauan UmumAksi Serentak Nasional63 Tahun DEKLARASI KEMERD...
13/11/2024

https://www.facebook.com/share/p/15EYz3Z9dP/?mibextid=WC7FNe

Himbauan Umum
Aksi Serentak Nasional

63 Tahun DEKLARASI KEMERDEKAAN WEST PAPUA!!! TOLAK TRANSMIGRASI, PSN DAN BAGUN PERSATUAN NASIONAL RAKYAT PAPUA.

Tepat pada tanggal 1 desember 2024,
Rakyat papua memasuki 63 tahun Deklarasi Kemerdekaan / Manifesto Politik pada 01 desember 1961 di holandia jayapura.
Deklarasi ini di lakukan di holandia,
Ketika sudah ada kesepakatan yang di lakukan belanda dan para intelektual papua di holandia sejak itu. Kemerdekaan bangsa papua di rahi dengan menaikan bendera bintang kejora.

Sebelumnya, Para intelektual papua, di sekolahkan di Sekolah Bater School.
Sekitar 400 orang inteletual papua di sekolahkan oleh orang belanda dan di siapkan untuk mendeklarasikan kemedekaan Bangsa west papua.
Pada 01 Desember 1961, Bangsa papua mendeklarasikan kemerdekaan dengan Mencetuskan; 1. Nama negara: West Papua, 2. Lambang Negara: Burung Mambruk, 3. Bedera: Bintang Kejora, 4. Mata Uang: Golden.
5. Semboyang: one People one soul.

Deklarasi kemerdekaan West papua tersebut di siarkan melalui Radio australia dan belanda, secara de fakto dan De Jure.

Namun, Pada 19 Desember 1961, Kolonial indonesia dengan ganas melakukan Trikora di alun alun Yogyakarta. dalam operasi trikora tersebut Tanah West papua menjadi tempat Daerah operasi militer.

Pada Tahun 1963, terjadi Ankesasi. Pemaksaan indonesia terhadap bangsa papua terlihat ketika, pada tanggal 01 mei 1963 terjadi peralihan kepihakan oleh pbb/UNTEA terhadap indonesia atas Status papua tidak sesuai New york Agremeent. yang dlaam perjanjian rencananya akan melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 di west apapua.

Dalam aneksasi ini, Indonesia melakukan pengiriman militer dan juga Transmigrasi besar besaran untuk menududuki papua dan membangun nasionalisme indonesia dan memutihkan oramg papua di Bumi west papua.

***
TRANSMIGRASI secara spontan Sudah lama sejak 1908 yang di lakukan saat penjajahan belanda di papua, dan di lanjutkan lagi saat Operasi Trikora di kumandangkan dengan isi Trikora: 1. Gagalkan negara boneka papua buatan belanda, 2. Kibarkan bendera merah putih di irian barat, 3. Mobilisasi umum guna pertahankan tanah air dan bangsa.

Dari sini kami bisa melihat bahwa pencaplokan bumi dan politik menguasai untuk menamkan indeologi NKRI sudah di lakukan sejak lama. Dalam kondisi demikian, Transmigrasi yang di lakukan oleh indonesia bukan lagi trasmigrasi biasa biasa saja namun Trasmigrasi yang ujungnya meminggirkan warga warga asli west papua.

Selanjutnya suharto mengesahkan UU Nomor 01 Tahun 1967 Tentang Undang undang Penanaman modal Asing, akibatnya melalui undang undang ini indonesia mengencarkan perusahan perusahan ilegal di indonesia dan papua, salah satunya Freeport Mc moran di Timika papua.

Demi NKRI harga Mati, Negara dengan serius, terus kapitalisasi Tanah tanah Masyarakat papua, Operasi militer, kriminalisasi warga papua, intimidasi, teror, hingga rakyat papua menjadi minoritas di atas tanah papua.

Otsus dan Dob Merupakan Rayuan kolonial terhdap rakyat papua, hal ini mebuktikan sejak pemberlakuan undang undang Nomor 1 Tahun 2001 Tentang Otonomi khusus (OTSUS) papua tidak ada implementasi otsus yang pro terhadap masyarakat papua. Yang ada hanyalah Penculikan, pembunuhan, konflik horisontal, intimidasi, kriminalisasi terhadap rrakyat papua.

**
Proyek Strategis Nasional (PSN)
Telah di lakukan sejak Rezim Jokowidodo, program tersebut di lanjutkan oleh Prabowo gibran, Tujuan dari PSN ini adalah membawa nama indonesia baik di kanca internalional, dengan merahi INDONESIA EMAS 2045 di indinesia.

Namun dalam PSN, rakyat banyak yang di kriminalisasi, intimidasi dan di teror karen mempertahankan tanah tanah adat mereka.
Psn yang selalu di dorong tanpa mempertimbangkan rakyat papua,
Hari ini, Masyarkat adat merauke yang tekena dampak akibat ierusahan ilegal yang masuk yang FOOT STATE menjalankan aktifitas ekpoitasinya tanpa menimbangkan rakyat, tanpa mempertimbangkan hutan dan tanah adat masyarakat setempat.

Di papua program PSN, akan di laksanakan di beberapa tempat seperti di merauke, Nabire, biak, fak fak dan bberapa tempat tempat lainnya,

Negara dengan keras kepala terus melakukan investasi terhadap tanah dan bangsa. Tanpa mempertibangkan rayat papua, merela malukan regulasi yang memojokan hak hak masyarakat papua, dari undang undng Omnibus law, minerba, uu ite, uu penyiaran, uu Tni porli. Undang undang tersebut guna untuk
Melegakan semua kebijakan kapitalisme di bumi papua.

***
HARI INI Apa yang harus di lakukan oleh rakyat ploletar, kaum mudah dan mahasiswa.

Khusus bangsa yang terjajah papua, dalam kolonialisme tidak ada kehidupan yang baik,
Dengan situasi ekonomi politik yang demikian. Rakyat papua yang sedang di jajah oleh kolonial indonsaia harus memahami bahwa kami sedang habis di bawah ketiak kapitalisme dan kolonialisme. Maka dari itu, Untuk merebut kemerdekaan sejati, rakyat harus bersatu membagun kekuatan rakyat untuk melawan.

Tepat 63 tiga tahun, itu bukan usia yang muda, kami menghimbau kepada semua Kawan Amp setiap komite kota, sektor dan basis, kepada rakyat pejuang, pemuda/i, Mahasiswa/i, Pelajar, Pembela ham, Solidaritas, Pro demokrasi (PRODEM), entah itu di nasional West papua, Nasional indonesia, dan internasional.

Untuk turut terlibat dalam Memperigati 63 tahun Deklarasi kemerdekaan bangsa papua.

Kitong harus mengakhiri,
Tanah air milik kita


Media West Papua - Ha- Anim

29/10/2024

Desy menegaskan bahwa benda-benda yang dititipkan masyarakat, seperti menhir atau artefak lainnya yang memiliki keterkaitan budaya, harus tetap disimpan di

Address

Timika

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fenomena Tanah Papua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share