05/01/2025
"Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke Mau Berharap Kepada Siapa ....?"
Suara Kaum Awam Katolik Papua; Aksi Ke - 2, Penolakan Terhadap Pernyataan USMAN Yang Mendukung PSN di Anim Ha - Papua Selatan
"Saya Tidak Tahu Dambujai Orang Marind. Yang Kalian Lawan Gereja dan Negara. Maju Terus. Papua Bukan Tanah Kosong!" (Umat Heran dan Antusias)
Minggu, 05 Januari 2025:
Hari Raya Penampakan TUHAN YESUS dan Hari Raya Anak Misioner Se - Dunia (SEKAMI) Ke - 182
Hari ini Aksi Berlangsung di Dua Paroki:
(1). Gereja Katolik Paroki Gembala Baik, Abepura - Keuskupan Jayapura, Misa Ke - III, Pukul 09.00 - 10.30 Waktu Papua.
(2). Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, Keuskupan Jayapura, Pukul 10.30 - 11. 03 Waktu Papua.
(1). Paroki Gembala Baik - Abepura
Setelah Selesai Misa Ke - 3 Yang dipimpin oleh RD. Petrus Hisage, Kami Suara Kaum Awam Katolik Papua melakukan Aksi Bisu di Halaman delat Pintu Utama Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Keuskupan Jayapura. Aksi ini merupakan Aksi Ke - 2 dan Perdana di Paroki Gembala Baik. Sebab, Aksi Perdana sudah dilakukan di Paroki Kristus Jaya Wamena, Keuskupan Jayapura pada 01 Januari 2025.
Saat Aksi, ada seorang ibu orang Amber (Kei) yang datang menghampiri kami. Kata ibu itu: "Minta maaf ya, kemarin Bapa Uskup sudah Kotbah di Gereja tentang barang ini. Jadi bukan Uskup yang memperjualkan itu". Jawab Stenly, "Ia tapi dia menyetujui. Gereja harus netral. Tidak boleh ikut negara atau perusahaan yang merusak hutan adat milik masyarakat Adat di Papua. KWI dan Duta Besar Vatikan harus bicara, karena ini menyangkut hutan. Ini menyangkut perubahan Iklim yang terjadi di dunia".
Ibu itu kemudian menanyakan tentang daerah asal Stenly Dambujai. Stenly menjawab bahwa dia berasal dari Merauke. Ibu itu bertanya juga tentang Marga. Stenly menjawab bahwa dia Marga Dambujai, Marind Yei. Kemudian si ibu itu berkata p**a: "Saya tidak tahu kalau Dambujai itu dari Merauke. Saya juga dari Merauke tapi tidak tahu".
Setelah sedikit bercakap-cakap, ibu itu mengambil foto. Katanya supaya ia akan tunjukan kepada Keuskupan Agung Merauke.
Ada seorang kaka laki-laki yang datang, berfoto dengan kami. Sempat kaka itu sampaikan "Maju terus adik-adik mantap. Papua Bukan Tanah Kosong. Kaka Mendukung. Memang biasa, banyak yang pro kontra. Mereka juga banyak yang pro. Kalian sedikit, jangan takut. Yang kalian Lawan Gereja dan Negara. Maju terus!".
(2). Paroki Kristus Jaya Wamena
Sama seperti aksi pertama, Umat Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena masih heran. Banyak umat antusias melihat pamflet-pamflet yang kami letakkan di atas tanah, sambil kami menjelaskan Maksud dan tujuan Aksi serta penjelasan terkait dukungan USMAN terhadap PSN di Tanah Anim Ha.
Maksud dan Tujuan dari Aksi hari ini tetap sama, yaitu: Menolak Pernyataan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC Yang Mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wilayah Adat Anim Ha. PSN telah merampok Tanah Milik Masyarakat Adat Anim Ha, sebesar 2 juta hektar. Masyarakat Adat Anim Ha, pemilik Hak Ulayat sampai hari ini masih tetap menolak PSN di atas Tanah Adat Mereka.
Merefleksikan Hari Raya Penampakan TUHAN!
(Mat 2: 1 - 12)
Kolonial Roma rupanya mengetahui
kelahiran Bayi itu, Sang Mesias dari 3
Orang Majus, tiga raja dari Timur. Kabar
kelahiran Sang Mesias itu memang sangat mengancam eksistensi kolonialis Roma waktu itu. Sebab, Roma sangat takut akan keyakinan bangsa Israel tentang Mesias.
Mesias itulah yang akan memimpin bangsa Israel, akan membebaskan bangsa Israel dari Penjajahan Romawi.
Apa lagi ditambah dengan kunjungan 3
raja dari Timur. Mereka itu adalah Majus, yakni penganut Agama Zoroaster, dari Nabi Zarathustra yang berkembang di
Persia, Asyur, Siria, Midian waktu itu.
Sebab, dalam Nubuatan Zarathustra, akan lahir Raja di atas segala Raja. Ia sangat bijaksana. Ia akan merintah dengan Keadilan dan Kebenaran. Dia adalah raja Damai.
Roma tidak menghendaki lahirnya sang
Mesias itu. Sehingga menyusun siasat.
Herodes waktu itu menyampaikan kepada 3 raja dari Timur, bahwa jika kalian sudah menemukannya, datang dan sampaikan kepadaku agar aku juga pergi dan menyembah dia. Tiga Raja dari Timur awalnya tidak mengetahui akal busuk dari Roma tersebut. Mereka berpikir Herodes katakan kebenaran, bahwa dia juga akan
menyembah Bayi itu. Padahal, maksud
terselubung Herodes adalah membinasakan anak itu.
Barulah setelah Allah mewahyukan diriNya melalui mimpi kepada 3 orang
Majus itulah, mereka kemudian
mengetahui bahwa Herodes bermaksud
jahat. Karena itulah, mereka p**ang melalui jalan lain, tidak memberitahukan
kepada penguasa Romawi.
Yosep awalnya juga tidak mengetahui
ancaman terhadap Bayi Yesus. Namun
Allah memberitahukan kepada Yosep melalui Mimpi. Karena itulah, Yosep segera mengambil Maria dan Yesus, sang Bayi itu. Mereka melarikan diri. Mereka mengungsi ke Mesir.
Ya begitulah. Keselamatan Bangsa dimulai dari keluarga. Dari Ayah, Ibu dan Anak. Yosep, sang Ayah itu, harus
menyelamatkan Maria dan Yesus dari
Ancaman Penguasa Kejam Romawi.
Injil melaporkanbahwa datang juga orang Majus / Majusi dari Timur. Mereka mengikuti arahan Bintang. Orang Majus adalah pemeluk agama Zoroaster.
Aliran Agama di Persia, Siria, Asyur dan
Timur Tengah waktu itu Orang Majus adalah Pengikut Nabi Zarathustra. Mereka yang mengikuti agama itu disebut Majus atau Majusi. Seperti sebutan Orang Kristen saat iniKristen Adalah Pengikut Yesus Kristus. Begitu pun Pengikut Nabi Zarathustra disebut Majus/Majusi. Menurut Ramalan Nabi Zarathustra, akan lahir Ahura Mazta, Sang Bintang Fajar. Dia adalah Raja Damai. Raja di atas segala Raja.
Kelahirannya ditandai dengan munculnya Bintang. Bintang itu adalah Bintang Fajar.
Atas Dasar Nubuat Nabi Zarathustra itulah 3 Raja dari Timur itu pergi ke Betlehem Mengikuti Petunjuk Bintang Fajar. Barangkali3 Raja itu adalah Raja-raja dari Persia, Midian, Asyur dan Siria, sebab di daerah itulah Agama Zoroaster berkembang. Dan para pemeluk agama Zoroaster disebut Majus/Majusi.
PemberianEmas, Kemenyan dan Mur
Adalah Kebiasaan Kunjungan . Biasanya, seorang Raja Mengunjungi Kerajaan lainnya, Ia akan membawa berbagai Hadiah. Hadiah itu aka diberikan kepada raja yang dikunjunginya.
Mengapa 3 orang Majus pergi mengunjungi Yesus...?. Ya sesuai Ramalan Zarathustra. Lagi p**a, saat itu semua bangsa di dunia selalu saja berperang, Saling membunuh, Menjarah, Memperbudak. Tidak ada kedamaian waktu itu. Bangsa-bangsa, Kerajaan-kerajaan Saling Membinasakan, Saling Menaklukan, Saling Menjajah. Harapan akan Kedamaian Adalah Kerinduan Bersama. Harapan itu p**a
Dinubuatkan oleh Nabi-nabiTermasuk Nabi Zarathustra bahwa Akan lahir Raja Damai. Ia akan memimpinDengan bijaksanaKebenaran dan Keadilan
Akan ditegakkannya.
Sama seperti Harapan dan Kerinduan itu, saat ini bangsa Papua sedang merindukan Keadilan dan Kebenaran itu ditegakkan di atas tanah Papua. Yesus sudah lahir dan memberikan harapan bahwa Keadilan dan Kebenaran akan ditegakkan di tanah ini. Hari ini, kami merindukan Suara Kenabian dari Gereja Katolik, khususnya di Keuskupan Agung Merauke. PSN telah merampok Tanah milik Masyarakat Adat Anim Ha. Masyarakat Adat menolaknya, tetapi malahan pimpinan Gereja, Uskup Keuskupan Agung Merauke menyetujuinya.
Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke mau Berharap kepada Siapa....? Berharap ke Pemimpin Gereja, sudah tidak ada keberpihakan. Lantas kepada siapa Umat TUHAN di Keuskupan Agung Merauke berharap...?.
Apakah berharap kepada Herodes...? Atau Menunggu 3 Orang Majus...? Ataukah Menunggu Bayi Yesus itu ....?
Hormat Kami
Stenly Dambujai
Chris Dogopia
https://www.facebook.com/share/p/18mXkwAbz7/