Radar Trenggalek

Radar Trenggalek Radar Trenggalek adalah media lokal terbesar di Kabupaten Trenggalek. Terdepan dalam menyajikan berita aktual, terpercaya, dan mencerdaskan.

Dengan dukungan website resmi trenggaleknjenggelek.jawapos.com, kami hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Mantan Bupati Trenggalek Mulyadi WR tetap rutin nge-gym di usia 72 tahun. Ia menjalani latihan kebugaran dua kali sepeka...
09/10/2026

Mantan Bupati Trenggalek Mulyadi WR tetap rutin nge-gym di usia 72 tahun. Ia menjalani latihan kebugaran dua kali sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis, sebagai upaya menjaga kekuatan serta ketahanan fisik.

Menurut Mulyadi, olahraga di pusat kebugaran bermanfaat untuk membantu membentuk dan mempertahankan massa otot, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut. Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai berolahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh. Selain aktif menjaga kebugaran, Mulyadi kini menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Trenggalek yang berfokus pada program kemanusiaan, termasuk pelayanan kebutuhan darah bagi masyarakat.

“Menurut saya sangat bagus karena betul-betul untuk kesehatan. Apalagi untuk orang-orang tua seperti saya, rupanya membentuk otot,” ujar Mulyadi. Ia menegaskan, manfaat olahraga tidak hanya berkaitan dengan kekuatan, tetapi juga ketahanan dan ketangguhan tubuh. “Teman-teman yang kurang sehat, ayo nge-gym,” ajaknya. (mal/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Bakmi ayam charsiu menjadi salah satu pilihan kuliner yang bisa dicoba di kawasan Surodakan, Trenggalek. Menu ini memadu...
09/10/2026

Bakmi ayam charsiu menjadi salah satu pilihan kuliner yang bisa dicoba di kawasan Surodakan, Trenggalek. Menu ini memadukan mi bertekstur kenyal dengan potongan ayam dan charsiu yang menghadirkan cita rasa gurih sekaligus sedikit manis. Perpaduan tersebut memberi sensasi berbeda dari sajian bakmi dengan topping ayam biasa.

Enno Juniar Saputri, 22, warga Desa Sambirejo, menilai rasa bakmi ayam charsiu cukup seimbang. Bumbu gurihnya tidak terlalu kuat sehingga cita rasa ayam dan charsiu tetap terasa. Selain itu, tekstur mi yang tidak terlalu lembek dan porsi yang mengenyangkan membuat menu ini cocok dinikmati saat makan siang maupun waktu santai. “Menurut saya cukup seimbang. Bumbunya terasa gurih, tetapi tidak terlalu kuat sehingga rasa ayam dan charsiunya masih bisa dinikmati,” ujar Enno.

Tambahan charsiu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta mi yang ingin mencoba variasi topping berbeda. Perpaduan mi kenyal, ayam gurih, dan charsiu bercita rasa gurih-manis membuat menu ini layak masuk daftar kuliner yang dicoba saat berada di kawasan Surodakan, Trenggalek. (mal/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


09/10/2026

Kekeringan yang berdampak pada sekitar 60 desa di Kabupaten Trenggalek mendorong Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil IX, Suli Da’im, membantu penyediaan 60.000 liter air bersih pada Jumat (9/10/2026). Bantuan tersebut menyasar enam kecamatan, yakni Gandusari, Tugu, P**e, Pogalan, Watulimo, dan Trenggalek, untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.

Suli Da’im yang juga menjabat Ketua DPD PAN Trenggalek mengatakan, bantuan air bersih merupakan upaya meringankan beban masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga mendorong koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan instansi terkait agar distribusi bantuan tepat sasaran. Menurutnya, penanganan kekeringan perlu disertai solusi jangka panjang, seperti pemetaan wilayah rawan, pengembangan sumber air baku, dan pembangunan penampungan air hujan.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kami berupaya hadir secara langsung dengan membantu penyediaan 60 ribu liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Suli Da’im. Ia berharap berbagai pihak turut bergotong royong membantu warga serta mendorong ketersediaan akses air bersih yang lebih berkelanjutan agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau. (jaz)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Partisipasi PNS Pemkab Trenggalek dalam program Gerakan PNS Peduli Pekerja Rentan (Gerdu Praja) masih tergolong rendah. ...
09/10/2026

Partisipasi PNS Pemkab Trenggalek dalam program Gerakan PNS Peduli Pekerja Rentan (Gerdu Praja) masih tergolong rendah. Dari total 5.056 PNS, baru 1.317 orang atau sekitar 26 persen yang berkontribusi membantu perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, sekitar 74 persen lainnya belum berpartisipasi.

Kepala Disperinaker Trenggalek Christian Ambarwati mengatakan program tersebut mengajak ASN membantu pekerja rentan, seperti asisten rumah tangga, buruh harian, dan tukang bangunan, dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran Rp8.400 per bulan, pekerja mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Program ini tidak kami wajibkan karena kami ingin tumbuh dari keterpanggilan dan jiwa korsa ASN,” jelasnya.

Untuk meningkatkan partisipasi, Disperinaker akan memberikan umpan balik kepada organisasi perangkat daerah (OPD). Pemkab Trenggalek juga menyiapkan rancangan peraturan daerah tentang jaminan sosial pekerja rentan guna memperluas perlindungan bagi pekerja informal. “Harapannya ke depan lebih banyak ASN yang tergerak untuk ikut serta,” tandas Tina. (jaz)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Sejumlah warga menjalani rawat inap setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan hajatan di Desa Ke...
09/10/2026

Sejumlah warga menjalani rawat inap setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan hajatan di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek. Hingga Jumat (9/10), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek masih menelusuri penyebab kejadian tersebut. Keluhan yang dilaporkan meliputi diare, nyeri perut, lemas, dan pusing.

Plt Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, drg. Adiek Muarifin, mengatakan laporan awal diterima dari Puskesmas P**e pada Rabu (7/10). Pendataan selanjutnya menemukan pasien di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya lima pasien rawat inap di Puskesmas Suruh, tiga rawat inap dan tujuh rawat jalan di Puskesmas P**e, serta masing-masing satu pasien rawat inap di RSUD dr. Soedomo dan wilayah layanan Puskesmas Pogalan. Di wilayah Puskesmas Pogalan, tercatat p**a 51 pasien rawat jalan, termasuk warga yang mendapat pemeriksaan langsung di rumah.

Dinkes bersama petugas puskesmas dan perangkat desa telah menelusuri lokasi hajatan serta mengambil sampel air dari dua sumber sumur untuk diperiksa di laboratorium. Penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan, sementara sampel makanan tidak bisa diuji karena tidak ada sisa hidangan yang memenuhi persyaratan laboratorium. “Sampel makanan tidak ada yang tersimpan. Kemarin memang ditemukan sisa makanan, tetapi kondisinya sudah berjamur sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” jelas Adiek. (Jaz)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Sebanyak 17 warga mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan,...
09/10/2026

Sebanyak 17 warga mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, Selasa (6/10) malam. Tamu yang mengalami keluhan ternyata tidak hanya berasal dari Kedunglurah, tetapi juga desa lain. Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, menyebut gejala yang muncul meliputi diare, nyeri perut, muntah, dan demam. Sebagian pasien menjalani rawat inap, sementara lainnya mendapat penanganan rawat jalan.

Berdasarkan data sementara, Puskesmas P**e menangani 10 pasien, tiga di antaranya rawat inap. Puskesmas Suruh menangani empat pasien, dengan tiga orang menjalani rawat inap. Dua pasien lainnya sempat berobat di klinik wilayah Bendorejo, sedangkan Puskesmas Pogalan mencatat satu pasien rawat inap yang kondisinya mulai membaik. Dinkes masih memperbarui data dan memantau laporan dari fasilitas kesehatan sekitar.

Dugaan keracunan makanan masih diselidiki, tetapi penyebab gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Petugas tidak menemukan sampel makanan yang memenuhi syarat pemeriksaan laboratorium karena sisa hidangan, seperti sate kambing, gulai, es degan, minuman konyaku, dan bolu pisang, sudah tidak tersedia atau tersisa dalam kondisi basi dan berjamur. “Untuk sampel makanan tidak ada yang memenuhi syarat dilakukan pemeriksaan laboratorium,” tegas Andiek. Warga yang mengalami keluhan setelah menghadiri hajatan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. (jaz/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Sejumlah warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri acara aqiqah pada Se...
09/10/2026

Sejumlah warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri acara aqiqah pada Selasa (6/10) malam. Keluhan mulai muncul pada Rabu (7/10) sore hingga malam, dengan gejala berupa diare, pusing, muntah, serta badan meriang. Sebagian warga dilaporkan menjalani perawatan di puskesmas dan klinik terdekat.

Berdasarkan keterangan warga, mayoritas yang mengalami keluhan merupakan laki-laki dewasa yang hadir dalam acara tersebut. Hidangan yang disajikan antara lain sate kambing, gulai, es degan, dan minuman lainnya. Sementara itu, berkat yang dibawa p**ang berupa roti bolu dan pisang. Sejumlah warga mengaku masih merasakan gejala hingga Kamis, bahkan harus meminta surat dokter untuk izin tidak masuk kerja.

Hingga kini, penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga Kedunglurah belum dipastikan. Kesamaan waktu munculnya gejala belum cukup untuk menyimpulkan adanya keracunan makanan, sehingga diperlukan pemeriksaan medis dan epidemiologis. Salah satu warga berharap seluruh warga yang mengalami keluhan segera pulih. (jaz/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Pencegahan bullying di SMP Kabupaten Trenggalek perlu dilakukan sejak dini agar lingkungan belajar tetap aman bagi siswa...
09/10/2026

Pencegahan bullying di SMP Kabupaten Trenggalek perlu dilakukan sejak dini agar lingkungan belajar tetap aman bagi siswa. Dinas Pendidikan (Disdik) Trenggalek telah menyiapkan LAYANGAN ADIK (Layanan Konsultasi dan Pendampingan Anak Didik), layanan berbasis web untuk membantu siswa menyampaikan persoalan perundungan, pelecehan, maupun diskriminasi.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Trenggalek sekaligus Kepala SMPN 1 Karangan, Imam Asrori, mengatakan sejauh ini tidak ditemukan kasus bullying di sekolah yang dipimpinnya. Meski begitu, sekolah tetap menerapkan pembinaan dan aturan yang jelas bagi siswa. Menurutnya, kedisiplinan tetap penting agar siswa memahami batas perilaku dalam pergaulan dan menghormati sesama.

Pencegahan bullying juga membutuhkan kepekaan sekolah terhadap perilaku siswa, termasuk ejekan, pengucilan, julukan merendahkan, hingga perundungan di media sosial. Keberadaan layanan pengaduan perlu dibarengi sosialisasi dan pendampingan agar siswa berani menyampaikan persoalan. Program tersebut membutuhkan komitmen sekolah, guru, orang tua, dan siswa agar pencegahan perundungan menjadi bagian dari budaya pendidikan. (bim/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Bulog terus mengevaluasi kapasitas gudang untuk mendukung pengadaan dan distribusi pangan, termasuk di wilayah Trenggale...
09/10/2026

Bulog terus mengevaluasi kapasitas gudang untuk mendukung pengadaan dan distribusi pangan, termasuk di wilayah Trenggalek. Penambahan fasilitas pergudangan akan dilakukan sesuai kebutuhan apabila daya tampung yang tersedia mulai tidak mencukupi.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan Bulog memanfaatkan gudang milik sendiri maupun fasilitas kerja sama, salah satunya gudang PT Mutual Pangan Utama di Filial Bulog KP Karangsoko, Trenggalek, berkapasitas sekitar 2.000 ton. Bulog juga menambah satu fasilitas gudang di Tulungagung untuk memperkuat daya tampung pengadaan dan distribusi pangan.

Yonas menjelaskan, sebagian cadangan beras dari wilayah kerjanya dikirim ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku. Meski demikian, penambahan gudang tidak dilakukan otomatis setiap tahun, melainkan berdasarkan evaluasi kapasitas dan kebutuhan. “Kalau sudah cukup, kami tidak menambah lagi. Paling kami akan mempersiapkan kebutuhan untuk tahun depan,” katanya. (jaz/c1/din)

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Selembar dokumen pendidikan dapat menentukan apakah seseorang berhak menduduki jabatan publik. Karena itu, kata “sederaj...
08/10/2026

Selembar dokumen pendidikan dapat menentukan apakah seseorang berhak menduduki jabatan publik. Karena itu, kata “sederajat” dalam syarat pencalonan tidak bisa diperlakukan sebagai frasa administratif belaka. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dibacakan Selasa (6/10/2026) malam, memperlihatkan hal itu. Pertanyaan yang diangkatnya juga relevan jauh di luar Jakarta, termasuk bagi Kabupaten Trenggalek yang pada 2026 mempertahankan syarat pendidikan minimal SMP atau sederajat bagi calon kepala desa, siapa yang menentukan kesetaraan, berdasarkan standar apa, dan bagaimana pembuktiannya dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, MK menyatakan tidak menemukan ijazah, sertifikat, atau diploma yang membuktikan Gibran telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara SMA atau sederajat, sebagaimana disyaratkan Pasal 169 huruf r UU Pemilu. MK menilai certificate of attendance dan dokumen lain yang diajukan hanya membuktikan kehadiran dalam proses pembelajaran, bukan kelulusan. Namun, amar putusannya menyatakan permohonan para Pemohon tidak dapat diterima karena mereka tidak memiliki kedudukan hukum. Artinya, MK tidak menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat dan tidak membatalkan kedudukannya sebagai Wakil Presiden. Perbedaan antara temuan dalam pertimbangan dan akibat hukum dalam amar ini perlu dibaca cermat agar perdebatan publik tidak keliru arah.
Terlepas dari amarnya, perkara ini memberi pelajaran konseptual yang penting. “Tamat” menunjuk pada selesainya suatu jenjang pendidikan. “Sederajat” menunjuk pada pengakuan bahwa pendidikan yang ditempuh melalui jalur, sistem, atau lembaga lain berkedudukan setara dengan jenjang tertentu dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian, sederajat bukan sinonim dari “mirip”, “pernah belajar”, atau “dianggap memiliki kemampuan yang sama”. Ia memerlukan dasar dan prosedur............

Selengkapnya baca: https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com
===========================


Address

Jalan Pangeran Diponegoro No. 89, RT 07, RW 03, Sumbergedong
Trenggalek
66315

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radar Trenggalek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Radar Trenggalek:

Shortcuts

Share