Blog Panggul

Blog Panggul Semua Tempatnya Berita Terbaru Dan Terlengkap Yang Di Ambil Dari Beberapa Sumber | Selalu Update Setiap Hari
Peraturan untuk member disini :
1.

Dilarang membuat pernyataan postingan/komentar yang mengarah pada SARA.
2. Dilarang menghujat wanita dan orang tua.
3. Dilarang membuat posting berulang-ulang dgn isi/tujuan kalimat yg sama.
4. Dilarang menghina para Pengurus fans page ini, baik secara halus maupun frontal. Apabila dalam penyampaian informasi maupun tampilan halaman, masih banyak kekurangan dari kami. Silahkan anda dapat mengirimk

an kritik dan saran anda di inbox kami, kritik dan saran anda sangat kami butuhkan demi menjadikan fans page ini untuk lebih baik lagi. Visi & Misi Fans page Ini Adalah :

Visi : Memberikan informasi dan pengetahuan untuk menambah wawasan kita semua

29/08/2013

Hasil Rekapitulasi Sementara, Di Trenggalek KarSa Unggul di 11 Kecamatan

Beritatrenggalek.com - Hingga malam ini KPU Trenggalek masih melakukan rekapitulasi sementara yang didasarkan dari laporan masing-masing PPK.

"Yang KPU lakukan saat ini adalah mengumpulkan hasil dari penghitungan di TPS berdasarkan formulir C, itulah yang kemudian oleh PPK direkap menggunakan aplikasi dari KPU provinsi dan kemudian dilaporkan ke kami," imbuh ketua KPU Trenggalek.
http://www.beritatrenggalek.com/2013/08/hasil-rekapitulasi-sementara-di.html

26/08/2013

Tidak Dapat Ganti Rugi, Korban Kecelakaan Gantung Diri

Beritatrenggalek.com - Paijo (60), warga asal Trenggalek yang tinggal di Kelurahan Kenayan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, memilih gantung diri di tempat tinggalnya, Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 17.00.

Pemicunya menyedihkan: Paijo seorang tukang becak yang tentu saja hanya mengandalkan fisiknya. Apes, kira-kira 4 bulan lalu, dia menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Supri, tetangganya, bercerita, Paijo ditabrak oleh seseorang yang tidak ia ketahui pasti, hingga tangannya patah. Paijo sudah sering meminta penabraknya agar bertanggungjawab namun rupanya tidak pernah mendapat santunan.

"Sejak itu, dia tidak bisa bekerja lagi karena tangannya patah," kata Supri.

Supri menduga, situasi itulah yang mendorong Paijo nekad gantung diri. "Saya juga tidak menduga dia sampai begitu. Belum lama ini saya malah diberi baju dan makanan," katanya.

Jenazah Supri dievakuasi oleh sejumlah polisi dan dibantu warga, menjelang Maghrib tadi.
Menurut Kepala Polsek Tulungagung Kompol Puji Wiyono, kematian Paijo menunjukkan gejala murni bunuh diri. "Ada sperma pada kemaluan korban dan lidahnya menjulur," katanya.

Saat polisi datang, jenazah Paijo masih tergantung pada tali biru di kayu atap. Polisi kemudian mengevakuasi ke rumah sakit. "Selanjutnya kami antarkan ke rumah asalnya di Trenggalek karena tidak punya saudara di Tulungagung," katanya.
Selengkapnya www.beritatrenggalek.com/2013/08/tidak-dapat-ganti-rugi-korban.html

25/08/2013

Kegiatan PPHBN-Hari Jadi Trenggalek Th.2013 :

-jumat s/d senin, 23/26-8, pk.19.00: festival jaranan di alun-alun Trenggalek.

-rabu, 28-8, pk.20.00: wayangkulit di alun-alun.

-jumat, 30-8, pk.20.30: pesta kembang api di alun-alun.

-sabtu, 31-8,pk.08.00: kirap pusaka & prosesi har jadi di pendopo.

-senin, 2-9, pk.pk.07.00: gerak jalan SD.

-selasa, 3-9, pk.07.00: gerak jalan putri SMP, SMA, UMUM.

-rabu, 4-9, pk.07.00: gerak jalan putra SMP, SMA, UMUM.

-senin, 9-9, pk.09.00: karnaval PAUD, TK.

-selasa, 10-9, pk.09.00: karnaval SD.

-selasa, 10-9 pk.16.00~20.00:pentas seni TK di alun-alun.

-selasa s/d minggu, 10/15-9, pk.19.00: lomba nyanyi pop, dangdut, keroncong umum dipendopo.

-rabu, 11-9, pk.10.00: karnaval SMP, SMA

-rabu, 11-9, pk.19.00: pentas seni SD di alun-alun.

-jumat, 13-9, pk.13.00: hias sepeda pelajar, umum.

-jumat, 13-9, pk.19.00: parade musik band di alun-alun.

-sabtu/minggu, 14/15-9, pk.16.00-21.00: pentas sanggar di alun-alun.

-sabtu, 14-9, pk.09.00: parade drumband SMP, SMA.

-senin, 16-9, pk.09.00: lomba desain baju di manekin, tempat pendopo.

24/08/2013

MOBIL SEDAN TERBAKAR DI PEREMPATAN NIRWANA

Beritatrenggalek.com - Perempatan Nirwana utara Alun-alun Treggalek, sabtu (24/08) sekitar pukul 20.05 telah di hebohkan sebuah mobil sedan bernomer polisi AG 437 DH terbakar.

Kebakaran itu menjadi tontonan banyak warga disekitar lokasi, maupun warga yang sedang melintas. Mobil sedan tua bernomer polisi AG 437 DH diduga tangki bensinnya bocor.

Menurut beberapa sumber saat kejadian terbakarnya mobil sedan di perempatan Nirwana utara Alun-alun Trenggalek , di dalam mobil terdapat sepasang suami istri dan 2 anaknya. Saat Mereka masih didalam mobil api tiba-tiba melahap bagian luar mobil, untungnya Mereka cepat-cepat keluar dari dalam mobil. Saat ini kobaran api sudah berhasil di jinakan.

Untuk info lengkapnya Kita tunggu keterangan Polisi Trenggalek di Media Nasional.
Selengkapnya www.beritatrenggalek.com/2013/08/modil-sedan-terbakar-di-perempatan.html

24/08/2013

Ikan Kawin! Sebagian Nelayan Prigi Pilih Tidak Melaut

Beritatrenggalek.com - Keindahan pantai Prigi memang patut di perhitungkan, Mungkin Kalau di tanya Trenggalek masih banyak yang awam dan mungkin banyak yang tidak Tahu.Tapi kalau Ditanya Pantai Prigi malah banyak yang Tahu.Ya itulah Trenggalek.
Yang dulu pernah kita ulas pada sebelumnya tentang Keunikan Kabupaten Trenggalek.

Bila rembulan muncul dengan sinarnya yang benderang, dan hujan menerus berjatuhan, maka ikan akan sulit menjadi tangkapan. Setiap pemburu ikan menghafal situasi alam tersebut. Sebab, setiap perubahan alam selalu berbanding lurus dengan penghasilan. Begitu juga nelayan pantai selatan Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Sudah sekitar sepekan ini merasakan bagaimana ikan-ikan dan jenis binatang laut lainya susah ditangkap. Bulan yang terang, hempasan angin dan hujan yang rutin menyiram, membuat ikan-ikan memilih bersembunyi di kedalaman. Jaring yang ditebar memutar itu pun tidak banyak menghasilkan.

"Istilahnya ikan kawin. Ikan-ikan itu memilih jauh di bawah air daripada muncul di permukaan, " tutur Amin (35), salah seorang nelayan Prigi.

Setiap berlabuh meninggalkan daratan pada sore hari, dan kembali ke darat pagi hari, jumlah ikan yang masuk keranjang tangkapan tidak sesuai harapan.

Lampu perahu yang bersorot menyilaukan tidak sedikitpun menangkap keberadaan ikan. Biasanya cahaya lampu yang jatuh menimpa sisik ikan yang bergerak menghasilkan gemerlap kemilauan.

"Biasanya saat musim ikan, sekali melaut, nelayan bisa mendapatkan 30 keranjang. Sekarang ini jumlah ikan yang didapat tidak lebih dari 6 keranjang, " tutur Sugianto (35), salah seorang nelayan Prigi.

Tidak sedikit nelayan pantai Prigi yang memilih bersandar, daripada nekat melaut, namun hanya tertimpa kerugian. Hal itu mengingat ongkos melaut tidak kecil. Menurut Amin, untuk setiap perahu Slerek dengan 25 orang nelayan, dibutuhkan ongkos Rp2 juta sekali layar.

"Sementara jika hasil yang diperoleh tidak sesuai, tentu hanya rugi di ongkos saja, "terangnya. Disisi lain, sedikitnya tangkapan ikan membuat harga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantar Prigi menjadi melonjak.

Harga ikan tongkol yang sebelumnya Rp5 ribu per kilogram, naik menjadi Rp10 ribu per kilogram. "Itupun barang yang ada jumlahnya terbatas, "ujar Amin, salah seorang pedagang.

Begitu juga dengan harga jual ikan layang per satu keranjang dengan berat 120 kilogram berubah menjadi Rp1 juta. Sementara untuk eceran harga per kilogramnya sekitar Rp10 ribu.

Menurut Amin, kelangkaan ikan ini harusnya tidak terjadi. Sebab, sesuai dengan tradisi laut yang ada, bulan Juli hingga pertengahan Desember, harusnya masih musim ikan. "Katanya karena pengaruh anomali cuaca yang membuat situasi seperti ini, "jelasnya.

Sementara selama tidak melaut, para nelayan Prigi memilih memperbaiki piranti tangkapan. Berdasarkan data yang dihimpun, di Prigi sedikitnya terdapat 500 perahu nelayan. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sebagian besar nelayan memilih mengandalkan pinjaman ke koperasi nelayan.
Selengkapnya www.beritatrenggalek.com/2013/08/ikan-bersembunyi-di-kedalaman-nelayan.html

23/08/2013

DEMI PILGUB, TRENGGALEK TUNDA PERAYAAN AGUSTUSAN

[Tapi Sekarang Ada Acara Lho di Alun-alun]

Beritatrenggalek.com - Pemkab menunda sejumlah rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 guna menghindari konflik menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013.

Kasubbag Humas Pemkab Trenggalek, Daryo, Jumat, mengatakan sebagian besar kegiatan peringatan hari besar nasional bakal dilaksanakan pada September mendatang.

"Terutama untuk acara yang melibatkan pengerahan massa dalam jumlah banyak dan rawan kerusuhan, seperti sepak bola, karnaval serta sejumlah agenda lain. Apabila dipaksakan pada bulan Agustus dikhawatirkan dapat menganggu persiapan Pilkada Jatim," katanya.

Namun, untuk kegiatan lain seperti upacara bendera, tabur bunga maupun agenda yang tidak melibatkan jumlah massa yang banyak, lanjut Daryo, tetap dijalankan pada Agustus.

Menurutnya, upaya ini telah dirumuskan secara matang bersama seluruh elemen pendukung, bahkan penundaan kegiatan keramaian tersebut disambut baik oleh jajaran kepolisian, karena menjelang Pilgub Jatim, hampir seluruh aparat keamanan difokuskan untuk pengamanan pesta demokrasi itu.

"Kita semua berharap pemilihan gubernur berjalan dengan lancar, kemudian kegiatan peringatan hari besar nasional juga bisa berjalan dengan lancar, termasuk aparat keamanan khususnya polisi, bisa lebih ringan tugasnya," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh mengatakan penundaan kegiatan Agustusan tersebut sangat membantu kinerja kepolisian dalam melakukan pengamanan.

"Kami sebelumnya memang sudah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah terkait, termasuk jajaran pemerintah dan elemen yang lain, karena pengamanan adalah tugas kita bersama, yang jelas kami mengapresiasi penundaan acara keramaian itu," katanya.

Lanjut Siti, khusus untuk pengamanan pemilihan gubernur pada akhir bulan nanti, pihaknya telah menyiapkan 445 anggota polisi, yang bakal disebar ke seluruh desa.

Selain anggota polisi, pengamanan Pilgub juga mendapatkan tambahan satu kompi anggota TNI Kodim 0806 Trenggalek, serta satu kompi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Jadi sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang ada, nantinya tingkat kerawanan di tempat pemungutan suara itu dibagi menjadi dua macam, yaitu rawan satu dan rawan dua, di tempat itu sudah ditetapkan berapa personil yang akan kami tempatkan," ujarnya.

Kepolisian Resor Trenggalek mencatat hingga masa kampanye saat ini tidak ada gejolak maupun gesekan di masyarakat yang dapat mengganggu jalannya pemilihan gubernur.
Selengkapnya www.beritatrenggalek.com/2013/08/demi-pilgub-trenggalek-tunda-perayaan.html

23/08/2013

CERPEN : TLATAH BUMI BENGKAH

Oleh: St. Sri Emyan
(Asli Wong Nggalek)

Semalaman bu lurah muda Endang Roro Vaginah dibuat marah. Karena merasa diremehkan bahkan dilecehkan oleh bangsa Tikus. Gimana tidak. Nasi gegog kas Bendungan yang di beli malam tadi dan mau dibuat santapan pagi e e eallah dinjak-injak.
Malahan, ada yang dikencingi segala. Namanya ini kan penghinaan. Apalagi, yang dikerjain istri lurah Wirog, parogo sakti dari Tlatah bumi Bengkah.

“Kalau begitu tingkahnya, emang sudah keterlaluan bu. Mereka-mereka itu sudah menancapkan panji ngajak berdondi. Ngibarkan bendera merah, ngajak dredah”

“ Sebenarnya setelah kita berlayar ria di lautan madu terbang di langit biru tadi malam, aku kebelakang. Masih melihat kelebatnya para pemberontak itu lho pak. Saya kejar-kejar binatang menjijikan itu sampai ke kolong sampah. Tetapi, si Tikus yang berkumis melintang, sepertinya malah menghunus pedang nantang perang. Bangsat benar. Ketika salah satu dari grombolan mau saya pukul punggungnya, waduh malah nungging mamerkan pantatnya yang botak. Lalu, “Duuttt…!!!!” Kentut dan sangat bau banget. Karena berani meremahkan, aku lempar dengan gelas mini yang biasa untuk buat kita minum bier, arak dan tuak dulu.Tidak kena, malah ‘crut… crut… crut’… Salah satu dari rombongan itu mengencingi aku. Dan sial nian, pas mengenai bibir mungi kesayangan panjenengan. Gilanya lagi, byurrr…semuanya lari dengan kompak Seperti ada komandonya sambil memamerkan runcing gigi-giginya yang masih ada sisa makanan. Mereka ngentit, mencuri dari almari. Siapa yang tidak marah, melihat para Tikus berani bertingkah. Siapa yang tidak jengkel, melihat mereka ngajak duel”.

“Tenang, tenang jangan gusarlah sayang. Sepulang dari kantor kelurahan nanti, bangsat- bangsat yang sudah membuat sakit hatimu itu akan saya binasakan”.Setelah berkata begitu,’mak singuk’ demang play boy itu ngesun p**i Endang Roro Vaginah istri yang ke sepuluh, kemudian diulangi dengan “cup” mencium bibirnya.

“Tapi si Tikus bengal itu jangan di racun, aku kawatir nanti malah mengenai makanan kita”.
“ Tidak, tidak aku racun. Aku rasa yang pas, dibelikan perangkap, Dikasih umpan makan yang enak-enak, nanti kalau bangsat itu lengah lehernya atau kakinya kan kena perangkap.
Mampuslah dikau nanti. Akan beresalah bu.

Lurah Wirog pun berangkat ke kantor.
Sebelum jadi lurah , beliau sudah punya sembilan istri. Tokoh yang masih berdarah keturunan bangsa Nipon ini, telah dinobatkan jadi lurah dengan aklamasi oleh masyarakat.Lantaran lurah Prawiro Dipo sebelumnya meninggal dinia akibat terserang kolera. Setelah jadi lurah, tokoh kita ini pun menikah lagi dengan Endang Roro Vaginah. Putri dari Wagiyem yang ketika jaman penjajahan Belanda dibawa ke Suriname dan dikawin tanpa nikah oleh Van Lorent Hock dari negeri kincir angin. Kalau priyayi jawa mengatakan bongso Walondo. Kemudian putri semata wayangnya itu dinikahi oleh Lurah dalam cerita ini.
Sebelum manjadi lurah, Wirog muda merupakan sosok tampan yang disayangi dan diidolakan oleh masarakat Bumi Tlatah Bengkah. Disamping terlihat jujur, juga sosialnya yang tinggi. Anehnya, setelah menjadi orang nomer satu di kelurahan terbalik ’grembyang’.Yang mulanya murah senyum, menjadi: Sombong, tamak bahkan juga serakah.
Untuk melanjutkan membaca Cerpen Ini klik http://www.beritatrenggalek.com/2013/08/cerpen-tlatah-bumi-bengkah.html

22/08/2013

Pak Densus 88 .. Salah Tangkap Minta Maaf D**g

Andri Wahono (21), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bekasi asal Dusun Gandu, Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten , Jawa Timur, dilepas oleh Mabes Polri. Bersama dua orang terduga lain asal Tegal dan Madiun, Andri tidak terbukti terlibat jaringan terorisme yang berencana meledakkan kantor Kedutaan Myanmar di Indonesia.

Sehari setelah penangkapannya pada Selasa, 20 Agustus petang, Andri diperbolehkan pulang ke kosanya di Bekasi. "Adik saya telah dibebaskan. Katanya dilepas bersama dua orang lain asal Tegal dan Madiun, karena memang tidak terbukti terlibat. Sejak awal keluarga juga tidak percaya," ujar Prawito (32), kakak kandung Andri yang mengaku menerima pemberitahuan langsung dari Andri pada kemarin malam, Kamis (22/8/2013).

Dia melanjutkan, Andri mengaku kondisinya saat ini sehat dan baik. Dalam pembicaraan via telefon sekitar setengah jam itu, Andri juga mengaku tidak mengalami pemeriksaan yang tidak mengenakkan. "Namun demikian, dia (Andri) merasa malu dengan orang yang dikenalnya, karena terlanjur dicap sebagai teroris," terang Prawito.

Meski pihak kepolisian menyebut masih terduga, keluarga menyimpulkan Andri sebagai korban salah tangkap. Sebab proses penangkapan oleh densus 88, seolah-olah dia sudah seorang teroris. Pegawai salah satu showroom mobil di Bekasi itu ditangkap saat menunggu hasil fotocopy pekerjaannya. "Singkatnya, adik saya ini korban salah tangkap. Meski tidak terbukti, namanya tetap akan diingat sebagai orang yang pernah ditangkap dalam kasus terorisme," keluhnya.

Mewakili keluarga, Prawito menuntut pihak kepolisian membersihkan nama baik Andri Wahono. Sebab, pemuda lulusan diploma satu Desain Grafis El Rahma Kota Kediri itu tidak ingin masa depannya terkoyak karena cap sebagai teroris. "Kami ingin namanya dibersihkan, tapi karena kami orang desa, tidak tahu bagaimana caranya. Kami berharap bisa ke Jakarta secepatnya," harapnya.

Kendati sudah dibebaskan, Mabes Polri mengimbau Andri agar tidak keluar dari Bekasi untuk sementara waktu. Sebab pihak kepolisian sewaktu-waktu masih memerlukan keterangannya. "Kalau Andri sendiri inginya bisa pulang dulu ke Trenggalek," pungkas Prawito.

Salah tangkap warga yang diduga teroris juga pernah dilakukan oleh Densus 88 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, belum lama ini. Saat itu, petugas nenembak mati dua terduga teroris jaringan Solo asal Medan, serta menangkap dua pengurus Muhammadiyah Kecamatan Pagerwojo. Namun setelah menjalani pemeriksaan panjang, keduanya akhirnya dilepaskan karena memang tidak terbukti terlibat.

Dan Foto di bawah ini adalah Andri Wahono saat di Polresta Bekasi yang dikirim oleh salah satu member ke fanspage Beritatrenggalek.com.

Selengkapnya www.beritatrenggalek.com/2013/08/pak-densus-88-salah-tangkap-mohon-maaf.html

Pak Bupati Trenggalek dan Camat Suruh Mana nich..
Warganya mau berangkat ke Jakarta Tidak Bisa Lho..
Bantu Share/Bagikan Biar Bupati/Camat dengar.
Mungkin Beliau Belum Dengar.

22/08/2013

Address

Panggul
Trenggalek
66364

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Blog Panggul posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share