Kajian Ilmiah Islam

Kajian Ilmiah Islam siapa saja bisa sukses.asal jangan berhenti berusaha.

belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman sahabat.
-follow kajian ilmiah Islam
-share kajian ilmiah Islam
semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.

*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّه**_🥀Musibah Datang Karena Maksiat dan Dosa_*✨Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– ...
16/01/2026

*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّه*

*_🥀Musibah Datang Karena Maksiat dan Dosa_*

✨Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

*“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.”*
(Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

✨Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

*“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”*
(QS. Asy Syuraa: 30)

✨Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.

✨Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan,
*“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu p**a datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.”*
(Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

✨Ibnu Rajab Al Hambali –rahimahullah- mengatakan,
*"Tidaklah disandarkan suatu kejelekan(kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah,itu semua disebabkan karena dosa.”*
(Latho’if Ma’arif, hal. 75)

*_Saatnya Merubah Diri_*

🌻Agar berbagai nikmat tidak lenyap, agar terlepas dari berbagai bencana dan musibah yang tidak kunjung hilang, hendaklah setiap hamba memperbanyak taubat yang nashuh (yang sesungguhnya). Karena dengan beralih kepada ketaatan dan amal sholeh, musibah tersebut akan hilang dan berbagai nikmat pun akan datang menghampiri.

💫Allah Ta’ala berfirman,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

*“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”*
(QS. Al Anfaal: 53)

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

*“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”*
(QS. Ar Ro’du: 11)

Sumber : rumaysho.com/302-musibah-datang-karena-maksiat-dan-dosa.html

~~~~~~~~~~🥀🥀🥀

Di balik shalat malam
16/01/2026

Di balik shalat malam

14/01/2026

••┅💦•࿐ 🌾🔰🌈 ࿐💦❁┅••
*🇩 🇴 🇦 & 𝗙𝗔𝗗𝗛𝗜𝗟𝗔𝗛 𝗔𝗠𝗔𝗟 𝗥𝗔𝗦𝗨𝗟𝗨𝗟𝗟𝗔𝗛 ﷺ*
┅━━💦࿐•📚🔰📚•࿐💦━━┅

*بســـمے الله الرّحمن الرّحـيـمـے*

*ISLAM ADALAH AGAMA YANG SEMPURNA*

*Oleh:*
*Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas*

Agama Islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Kewajiban umat Islam adalah ittiba’.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah/5: 3]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak p**a Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا

“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam/6: 115]

Maksudnya benar dalam kabar yang disampaikan, dan adil dalam seluruh perintah dan larangan. Setelah agama disempurnakan bagi mereka, maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah/5: 3]

Maka ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla. Karenanya Allah mengutus Rasul yang paling utama dan karenanya p**a Allah menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur-an).

Mengenai firman-Nya : اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu.” ‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, “Maksudnya adalah Islam. Allah telah mengabarkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman bahwa Allah telah menyempurnakan keimanan kepada mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan penambahan sama sekali. Dan Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan Islam sehingga Allah tidak akan pernah menguranginya, bahkan Allah telah meridhainya, sehingga Allah tidak akan memurkainya, selamanya.”

Asbath mengatakan, dari as-Suddi, “Ayat ini turun pada hari ‘Arafah, dan setelah itu tidak ada lagi ayat yang turun, yang menyangkut halal dan haram. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dan setelah itu beliau wafat.”

Ibnu Jarir dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia setelah hari ‘Arafah, yaitu setelah 81 hari.” Keduanya telah diriwayatkan Ibnu Jarir. Selanjutnya ia menceritakan, Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, dari Harun bin Antarah, dari ayahnya, ia berkata, “Ketika turun ayat: اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.” Yaitu pada haji akbar (besar), maka ‘Umar Radhiyallahu anhu menangis, lalu Nabi Shalalllahu ‘alaihi wa salalm bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis?” ‘Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Aku menangis disebabkan selama ini kita berada dalam penambahan agama kita. Tetapi jika telah sempurna, maka tidak ada sesuatu yang sempurna melainkan akan berkurang.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau benar.”

*Baca selengkapnya:* https://almanhaj.or.id/2043-islam-adalah-agama-yang-sempurna.html

*Barakallahu fiikum*

*Ⓜ️edia Ini Di Publikasikan*

*❤️ Cinta Dakwah Sunnah*

14/01/2026

┏🌼🔷●●━🌼━🔷🔷━┓

*بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم*

*📺 SAHKAH SHALAT*
*SEORANG WANITA APABILA RAMBUTNYA TERLIHAT KETIKA SHALAT*

••••○❁🔷❁○┈••🔷❁○••••

🎤 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 :
*🎙Al - Ustadz Ustadz Salman Mahmud Hafizhahullah*
*(Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Mamuju)*

*“Semoga Bermanfaat.”*

┗━🔷🔷━🌼━ ●●🌼🔷┛

14/01/2026
14/01/2026

Fakta ayam jantan ini bikin orang berakal merinding dan sadar.

14/01/2026

Jangan bersihkan sisa kencing dengan tisu basah...!

*بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ*⚠️ *"BANYAK YANG TIDAK LULUS DENGAN UJIAN KEKAYAAN"* _Bismillah was shalatu was salam...
14/01/2026

*بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ*

⚠️ *"BANYAK YANG TIDAK LULUS DENGAN UJIAN KEKAYAAN"*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Sebagaimana kita ketahui bahwa *ujian itu bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan.*

`Sebagaimana firman Allah:`

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

> *_"Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/fitnah."_*
[QS. Al-Anbiyaa: 35]

Ternyata banyak yang tidak lulus dengan ujian yang diberikan berupa kekayaan.

Buktinya adalah *"Mayoritas Penduduk Surga adalah Orang Miskin."*

Berarti banyak orang kaya yang tidak lulus ujian kekayaan dan orang miskin banyak yang lulus.

Orang kaya juga banyak yang tertahan (lama hisabnya) untuk masuk Surga.

`Rasulullah ﷺ bersabda:`

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ، غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ، وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ

> *_"Saya pernah berdiri di pintu Surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk Surga). Hanya saja, penduduk Neraka sudah dimasukkan ke dalam Neraka."_*
[HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim]

_Mengapa demikian?❓_

_Karena_ *orang kaya merasa cukup dengan hartanya sehingga kurang merasa butuh Allah apalagi ditambah dengan kesombongan akan hartanya.*

🎙Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan hadis ini:

والغني يرى أنه مستغن بماله ، فهو أقل تعبداً من الفقير

*_"Orang kaya merasa dirinya sudah cukup dengan hartanya sehinga mereka sedikit beribadah dibandingkan orang miskin."_*
[Syarh Riyadhus Shalihin Syaikh Al-Utsaimin]

➡️ Inilah maksud ayat bahwa *manusia akan melampaui batas ketika merasa berkecukupan dengan hartanya.*

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى (6) أَنْ رَآَهُ اسْتَغْنَى

_"*Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup."_ *
[QS. Al-‘Alaq: 6-8]

*_Apakah tidak boleh Kaya?_ ❓*

Tentu tidak, bahkan *jika memang ia bisa menjadi kaya, maka jadilah orang kaya* dan *tidak lupa gunakan kekayaan itu untuk membantu agama Allah dan menolong sesama manusia.*

Yang perlu diingat: *“Semakin kaya semakin dermawan, bukan semakin meningkatkan gaya hidup.”*

Kami tutup dengan hadis
Nabi ﷺ, bahwa
bukan kefakiran yang beliau khwatirkan atas umatnya, tetapi ketika sudah dibukakan dunia dan kekayaan sehingga membuat manusia lalai dari agama. Mereka hancur sebagaimana umat terdahulu yang kaya lagi kuat kemudian hancur.

مَا الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا فَتُهْلِكُكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

*_"Bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Namun aku khawatir akan dibentangkan dunia kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang sebelum kalian, maka dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan orang-orang yang sebelum kalian."_*
[Muttafaqun ‘alaih]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_*Raehanul Bahraen*_

*Barakallahu Fiikum*

📚 🆂🅷🅰🆁🅴 📘🅓🅞🅐📗📔📙1️⃣🌿🥑 *DO'A-DO'A PILIHAN BERMUNAJAT DI WAKTU MUSTAJAB, MARI PERBANYAK BERDO'A*📝🅱️ismillah✒️📖UCAPKANLAH IN...
13/01/2026

📚 🆂🅷🅰🆁🅴 📘
🅓🅞🅐📗📔📙1️⃣

🌿🥑 *DO'A-DO'A PILIHAN BERMUNAJAT DI WAKTU MUSTAJAB, MARI PERBANYAK BERDO'A*

📝🅱️ismillah✒️📖

UCAPKANLAH INI SEBELUM ENGKAU BERDO'A MAKA DO'AMU TIDAK AKAN TERTOLAK (AKAN DITERIMA DAN DIBERI)

Dari Anas رضي الله عنه bahwasanya ia pernah bersama Rasulullaah صلى الله عليه وسلم dalam keadaan duduk, dan ada seorang lelaki kemudian berdo'a :

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKA BI ANNA LAKAL HAMD

LAA ILAAHA ILLAA ANTA,

AL MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDH

YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM

YAA HAYYU YAA QOYYUM

maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

"Sungguh ia telah berdo'a kepada Allaah dengan menyebut Nama-Nya yang paling Agung yang jika seorang berdo'a dengannya akan diijabah, dan jika meminta dengannya akan diberi"

Hadits Riwayat Abu Dawud no. 1495 Hadits Shohih
_____________

عن أنس رضي الله عنه أنه كان مع رسول الله صلى الله عليه وسلم جالسا ورجل يصلي ثم دعا

اللهم إني أسألك بأن لك الحمد، لا إله إلا أنت، المنان بديع السموات والأرض يا ذا الجلال والإكرام، يا حي يا قيوم.

فقال النبي صلى الله عليه وسلم (( لقد دعا الله باسمه العظيم الذي إذا دعي به أجاب وإذا سئل به أعطى ))

Kemudian diantara adab² ketika berdo'a:

1️⃣. Mulailah dengan menyebut nama-nama Allaah yang Husna terkait do'a masalah (permintaan). Menyanjung Allaah dengan nama-nama-Nya Misalnya ketika meminta Rizki dengan menyebutkan nama Allaah, Al-Majiid, Al-Mannan, Ar-Rozzaq, Al-Wahhab, Al-Fattah atau Al-Ghoniy. Ini termasuk bentuk tawassul dalam berdo'a kepada Allaah, dengan menyebutkan nama-nama dan Shifat-Nya.
2️⃣. Memanjatkan inti do'a yang diinginkan.
3️⃣. Bersholawat kepada Nabi.
4️⃣. Berdo'a dengan mengangkat kedua tangan, menghadirkan hati, khusyu', dengan suara yang lirih, dan tenang, tidak tergesah-gesa.

©️ والله أعلم بالصواب ®️
𝓐𝓵𝓵𝓪𝓱𝓾𝓶𝓶𝓪 𝓼𝓪𝓵𝓵𝓲𝓶𝓷𝓲 𝔀𝓪𝓼𝓪𝓵𝓵𝓲𝓶 𝓶𝓲𝓷𝓷𝓲
𝓢𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓑𝓮𝓻𝓶𝓪𝓷𝓯𝓪𝓪𝓽 ♻️
ᶠʳᵉᵉ ˢʰᵃʳᵉ ᵈᵃⁿ ˢᵃᵛᵉ ⁿᵒ ⁱʲⁱⁿ ✅
ᴰⁱˡᵃʳᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵘᵇᵃʰ ᵐᵃᵗᵉʳⁱ ❌
ᴶᵃᶻᵃᵏᵘᵐᵘˡˡᵃʰᵘ ᴷʰᵃⁱʳᵃⁿ ʷᵃ ᴮᵃʳᵃᵏᵃˡˡᵃʰᵘ ᶠⁱⁱᵏᵘᵐ 💯
𝕭𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝖎𝖑𝖒𝖚 𝖘𝖞𝖆𝖗'𝖎 𝖎𝖙𝖚 𝖜𝖆𝖏𝖎𝖇 𝖇𝖆𝖌𝖎 𝖘𝖊𝖙𝖎𝖆𝖕 𝖒𝖚𝖘𝖑𝖎𝖒

*KISAH HIKMAH: MENDAPAT HIDAYAH DENGAN DOA LAILATUL QADAR*🍊🍋🍐🍎_artikel kisahmuslim.com_Aku ceritakan satu kisah, yang ak...
13/01/2026

*KISAH HIKMAH: MENDAPAT HIDAYAH DENGAN DOA LAILATUL QADAR*🍊🍋🍐🍎

_artikel kisahmuslim.com_

Aku ceritakan satu kisah, yang aku kisahkan karena ada pelajaran padanya. Bukan karena apa pun, melainkan karena ada pelajaran padanya.

Pada suatu tahun yang telah lalu, pada malam 27 Ramadan, aku keluar bersama ayah dan kakek Raẖimahullāh ke Masjid Nabawi untuk Salat Tarawih.

Ternyata ada mobil yang berada jauh dari rumah, dan terdengar suara musik menggema, di malam 27 Ramadan! Satu malam yang paling diharapkan terjadinya Lailatul Qadar.

Aku mendatanginya, dan ternyata ada sejumlah pemuda.

Aku katakan, “Wahai para pemuda, jika kalian tidak bisa salat berjamaah bersama orang-orang dan berdoa kepada Allah ʿAzza wa Jalla di malam yang diberkahi ini, maka minimal matikan suara keras ini! Hentikan suara ini!”

Lalu mereka mematikannya.

Kemudian, aku sampaikan hadis ini kepada mereka.

Aku sampaikan hadis ini kepada mereka, yakni hadis Aisyah Raḏiyallāhu ʿAnhā.

Lalu aku berkata kepada orang yang terdekat denganku,

“Sudah hafal doanya?”

Dia berkata, “Sudah.”

Aku berkata, “Coba ulangi!”

Dia ingin mengulanginya tapi tidak bisa.

Aku ulangi lagi dua kali lalu berkata, “Coba ulangi!”

Dia bisa mengulangnya lalu aku berkata, “Ulang-ulang ini dan ucapkan terus dengan lisanmu.”

Setelah itu, aku sudah melupakan peristiwa itu.

Setelah itu, sekitar lima atau enam tahun kemudian, aku pergi ke suatu lembaga agama Islam di sebuah kota, dan bertemu dengan orang-orang yang bekerja di sana.

Ketika agendaku selesai, ada orang yang datang lalu duduk di sampingku. Ia seorang pemuda yang matang, auranya baik.

Ia lantas berkata kepadaku, “Ingatkah Anda dengan para pemuda yang demikian dan demikian kisah mereka?”

Ia mengingatkanku, lalu aku teringat.

Ia berkata, “Aku salah satu dari mereka. Allah ʿAzza wa Jalla Memberiku hidayah pada malam itu. Sejak malam itu aku rutinkan lisanku untuk mengucapkan doa itu. Aku berdoa kepada Allah dan mengulang-ulangnya sampai dilapangkan dadaku, hingga dalam hatiku tidak ada lagi kecintaan kepada hal-hal yang batil dan haram. Allah Hilangkan itu dari diriku.”

Oleh sebab itu, aku katakan bahwa sebenarnya dan seyogianya kita saling tolong menolong dalam hal ini, apalagi sekarang ada berbagai media komunikasi.

Jika Anda mengetahui ada salah satu kerabat Anda yang punya kebiasaan maksiat dan dosa, *kirim pesan ke dia dan katakan, “Aku berikan engkau nasihat karena Allah, perbanyaklah doa ini:*

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf,

تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII
Yang S**a maaf, maka Maafkan aku.”

*Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr*

┈┉┅━••❖¤❁💎❁¤❖••━┅┉┈بِسْــــــــــــــمِے اللّٰهِےارَّحْمٰنِ ارَّحِيْــــــــــــــمِےاَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ...
13/01/2026

┈┉┅━••❖¤❁💎❁¤❖••━┅┉┈

بِسْــــــــــــــمِے اللّٰهِےارَّحْمٰنِ ارَّحِيْــــــــــــــمِے

اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے

💎 *SHALAWATIN AJA DULU.. BENARKAH BEGITU...???*

✅ 𝗞𝗶𝘁𝗮 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 mendengar ungkapan, “Shalawatin aja dulu, biar keinginan cepat tercapai.”

𝗞𝗮𝗹𝗶𝗺𝗮𝘁 𝗶𝗻𝗶 terdengar indah, namun bila dipahami keliru, bisa menggeser makna mulia dari shalawat itu sendiri.

✅ 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗵𝗮𝗹, shalawat bukanlah amalan yang tujuan utamanya untuk mendapatkan dunia, seperti rezeki, jodoh, atau kesuksesan.

✅ 𝗦𝗵𝗮𝗹𝗮𝘄𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗶𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵 agung yang Allah perintahkan agar kita lakukan sebagai bentuk cinta, penghormatan & doa kepada Nabi ﷺ.

𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷻ 𝗯𝗲𝗿𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝗻:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS. Al-Ahzab: 56]

✅ 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷺ 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗯𝗱𝗮:
Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” [HR. Muslim, no. 408]

✅ 𝗦𝘂𝗯𝗵𝗮𝗻𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵… balasan shalawat begitu agung — ampunan dosa, rahmat, dan pahala berlipat dari Allah.

✅ 𝗡𝗮𝗺𝘂𝗻 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗮𝘄𝗮𝘁 dijadikan “alat” untuk meraih keinginan duniawi semata.

𝗠𝗮𝗸𝗮, saat kita mengucap “Shalawatin aja dulu,” hendaknya bukan karena ingin cepat kaya, cepat laku jualan, atau cepat terkabul keinginan.

✅ 𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁 dengan Nabi ﷺ, ingin dicintai Allah, dan berharap mendapat syafaat beliau di hari akhir.

𝗗𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗶𝘁𝘂, 𝗯𝗮𝗿𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 bukakan keberkahan dunia sebagai buah dari ibadah yang ikhlas.

✅ 𝗠𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗻𝗶𝗮𝘁 perbaiki niat ketika bershalawat…
Ucapkan dengan cinta, bukan dengan pamrih dunia.

✅ 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗮𝘄𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 tulus akan mengangkat derajat, menghapus dosa, dan membuka jalan menuju rahmat Allah

𝗧𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗿𝗲𝘇𝗲𝗸𝗶 𝗱𝗮𝗻 kemudahan hidup.
Namun semuanya datang sebagai karunia, bukan tujuan utama.

https://t.me/belajarsunnahs


┈┉┅━••❖¤❁💎❁¤❖••━┅┉┈

Address

Ujungbatu
POKENUJUNGBATU

Telephone

+6285274243523

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kajian Ilmiah Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category