04/10/2022
di ambil dari kutipan google , penulis saya lupa namanya
kita tidak pernah tahu mengapa seseorang tak kunjung menikah atau dikaruniai keturunan. Bisa saja karena ada tragedi di balik itu.
Bisa saja mereka telah berikhtiar semakismal mungkin namun belum mendapat kepercayaan dari Allah.
Semua pertanyaan berbau “kapan” sama sekali tidak membantu, namun justru bisa menambah beban. Bahkan, bisa jadi pertanyaan tersebut merenggangkan tali silaturahmi.
Satu hal yang jadi perhatian saya adalah mengapa orang-orang tidak menanyakan hal yang sama saat menghadiri pemakaman.
Tidak ada satupun dari pelayat yang hadir melontarkan pertanyaan, “kapan mau nyusul dikubur?”.
Oke, mungkin itu pertanyaan yang tidak sopan. Tapi, apakah pertanyaan “kapan nikah” itu sopan?
Bukankah rezeki, jodoh dan maut sama-sama rahasia Allah? Lalu kenapa kita hanya kepo soal urusan pernikahan dan keturunan orang lain tapi tidak soal kematian?
Daripada melontarkan pertanyaan “kapan nikah” dan kapan-kapan yang lain yang ujung-ujungnya bisa melukai hati, akan lebih baik apabila kita mendoakan mereka saja.
“Semoga Allah mendekatkan jodohmu”, “semoga kamu segera dikaruniai keturunan”, atau “semoga Allah melancarkan rezekimu.”
Doa-doa seperti ini tentu lebih enak didengar daripada pertanyaan bernada menodong atau menuntut. Dan, yang pasti, tidak ada hati yang terluka saat mendengarnya.
Note : pertnyaan kya gitu malah membuat aku gak respect lagi sma orang tersebut,bukannya mendoakan malah mencela,ih umur udah tua ih bla bla kdang emang muncung* itu seprti tidak bersekolah .